Agu 062018
 

Jet tempur Sukhoi Su-35S Angkatan Udara Rusia. © Dmitry Terekhov (CC BY-SA 2.0) via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Komite Senat Amerika Serikat untuk Angkatan Bersenjata telah meloloskan sejumlah sekutu strategis termasuk Indonesia, Vietnam serta India dari sanksi embargo Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

CAATSA adalah Undang-undang yang digunakan Amerika Serikat untuk memberikan sanksi atau embargo kepada suatu negara terkait dengan aktivitas belanja peralatan militer negara bersangkutan ke Rusia yang notabene merupakan saingan dari AS.

Hal tersebut diungkapkan oleh Senator dari Oklahoma, Jim Inhofe yang menganggap bahwa ketiga negara itu adalah sekutu strategis Amerika Serikat di kawasan Asia.

“Mereka (India, Vietnam dan Indonesia) merupakan sekutu strategis dan saat ini sedang membeli peralatan militer dari Rusia. Namun pembelian tersebut harus tetap dilakukan sembari menunggu transisi militer ketiga negara tersebut”, ujar Jim seperti dikutip dari laman Daily Beast.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis juga senada dengan Jim Inhofe.

Pada bulan Juli lalu Mattis meminta Kongres AS untuk memberi pengecualian kepada ketiga negara karena Indonesia, Vietnam dan India punya hubungan historis dengan Rusia, namun sekarang mereka lebih condong untuk membeli persenjataan Made In USA.

Meskipun permintaan Mattis akhirnya dikabulkan, Presiden AS Donald Trump sempat marah atas lolosnya ketiga negara tersebut dari sanksi embargo CAATSA, tetapi dirinya tak berdaya lantaran Senat AS sudah membuat keputusan tersebut.

Pemerintah Indonesia sudah menandatangani kontrak untuk pembelian 11 jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia dengan metode imbal dagang sehingga sempat membuat AS bermaksud untuk menjatuhkan embargo kepada Indonesia.

Bagikan:

  48 Responses to “Akhirnya, AS Bebaskan Indonesia dari Sanksi Pembelian Su-35”

  1.  

    Tamparan kecil buat sales Gripen, Tejas dan F-16V serta F-35 nih…
    Horeee 😆 hip hip horeee 😆

    Sambil melirik bung Agato, bung KBH dan bung TN 😉 hihihi

  2.  

    Tim RUSIA mengunjungi markas shukoi 35 indonesia….pertanda bakalan datang 2 pesawat buat parade oktober

  3.  

    walaupun trump sebagai presiden, indoensia harus perbanyak komunikasi pada trump misalnya persaudaraan. tolong harap jgn diperhatikan kerja sama politik dan ekonomi karena nti dipaksa. tapi harus ttp berpihak pada rusia.. tujuan perbanyak agar trump kelak ttp menghormati indonesia. dan kerja sama untuk pengembangan potensi.. itu saja

  4.  

    Dulu katanya embargo adalah masa lalu, sekarang kita di takut2in pakek embargo. Mestinya pemrintah Indonesia bisa tegas lu embargo gw freport harus out

  5.  

    Pemerintah sekarang kurang berani terhadap tekanan Amerika dan juga lebih condong ke infrastruktur ketimbang modernisasi militer.. yang benar-benar modernisasi militer adalah jamannya pak SBY.. anggaran militer sekarang kecil dan sempet dipotong, beda jamannya pak SBY..

    •  

      Lha itu…armada AEW&C serta rencana Pembangunan LHD.apa bukan modernisasi militer…???

      •  

        Waktu 4 tahun cukup membuktikan kemajuan apa yg sudah di raih d rezim ini..wong KFX aja kaga jelas..SU35 d lanjutkan seolah2 takut bumerang bakal bersileweran krn seolah2 pengadaan ini jebmen dr jaman SBY yg mengembar gemborkan pengadaan su35..akhirnya seolah2 terpaksa utk dilanjutkan d rezim jokowi..

        •  

          Nahh…anda ini yg sebenarnya kena jebmen.setiap pemimpin itu pasti memikirkan bagaimana ekonomi & militer bergerak pararel.SBY mungkin pada saat itu dilema jga dgn anggaran negara.di rezim ini baru dilengkapi apa2 yg kurang dri rezim sebelumnya.jman SBY dlu boeing sempat menawarkan MRTT ke kita…tpi mungkin terkendala masalah dana/skema pembayaran.di rezim ini kita agak serius menindaklanjuti tawaran boeing tempo hari.jdi tidak ada yg salah dri setiap pemimpin…tergantung dri sudut mana kita melihat & memahami apa maksud/tindakan yg di ambil oleh beliau2.

    •  

      Lah emg tiap hr org dikasi makan pesawat aja, infrastruktur itu salah 1 syarat buat jd negara maju, kl infrastruktur lancar perekonomian dgn sendirinya jg berkembang, br bs naekin anggaran di pos militer.

  6.  

    Indonesia satupun gak ada masalah dgn AS yg krusial … mereka juga lebih senang jika kawasan ini lebih aman buat bisnis2 mereka .

  7.  

    wkkkkkkkkkk…..hahahaha….xixixixixix…..

    Selamat kepada Team lobby Indonesia, akhirnya SU-35 lolos jg……hahahahaha
    Pasti ada termehek-mehek sedih…guling-guling merana baca berita ini….gondok 7 turunan 8 tikungan. Hitungan meleset lg…sebentar lg pensiun jd tukang ntung, gantung diri di pohon cerry ninggalkan anak bini….xixixixi

  8.  

    Intinya….senat lebih berkuasa daripada seorang president.(khusus di AS)

  9.  

    Pertanyaan lainnya..konsekwensi apa yg ketiga negara ini harus bayar di samping posisi strategis di anggap sebagai ‘mitra’ di kawasan asia pasifik… yg jelas no free lunch.. pastinya AS pasti mau nambah dr porsi mitra tsb..

  10.  

    ckckck,,,, perilaku fansboy sebelah seperti bonek saja, kgk pernah dewasa.

    ingat perkataan bung mattis yg berkata indonesia mitra strategis dan diminta utk dicabut caatsa, senat pun mengabulkan.

    alasannya sederhana krn mattis sudah menghitung pasar rusia dan cina, seperti apa yg dulu pernah saya katakan ditambah perkataan bung anu, yg bilang bung mattis hidupnya utk militer saja dan mendukung perkataan bung mattis…

    pintar sih boleh aja, tpi jgn fanatic,….

    mengingat pasar rusia adalah negara yg memiliki potensi perang dgn cina, dan pasar cina adalah yg memiliki potensi perang dgn india.

    so everything look like chesspiece…….

  11.  

    wooow ,…. gak nyangka, komentarku di artikel sebelah (kokpit IFX).. punya pengaruh besar terhadap keputusan USA ttg SU35……wah….kekekekekek.

    yah syukurlah ikut heppi aja dengan keberuntungan ini.

  12.  

    Meskipun pemerintah kita kurang kuat menghadapi tekanan, tapi TNI kita lebih cerdik mengadapi tekanan AS….sing penting pilotnya sudah latihan di sono….pertanda bahwa latihan sudah di mulai….

  13.  

    Smga pesawatnya sgra datang…amiinn..

  14.  

    Udah lupakan Sukhoi.

    Pembebasan sanksi bersyarat : segera berpalingnya RI ke US.

    Jadi pasti bakal menyusul pembelian 48-50 unit Viper plus 5 s/d 12 unit C 130 J.

    Selain itu ada yang menarik di sini :

    https://www.cnbcindonesia.com/news/20180807092733-4-27296/boeing-raih-pesanan-2500-pesawat-dari-indonesia

    Ada berita tentang iming2 order dari Indonesia untuk pembelian 2500 unit pesawat Boeing selama kurun waktu 20 tahun.

    Sebagian besar dari 2500 unit ini adalah pesawat penumpang sipil.

    Sekarang kita cek dulu alutsista pesawat dari 3 matra yang mungkin mau diganti / ditambah pada MEF ini, yang kemungkinan diambil dari Boeing.

    Boeing B 737 – 200 VIP 1 unit
    F-28 VIP 1 unit

    Kemungkinan keduanya diganti dari Boeing juga entah seri B 737 juga atau B 767 yang lebih besar sebanyak 2 unit.

    Boeing B 737-200 MPA sebanyak 3 unit kemungkinan besar diganti Poseidon, pertama 3 unit udah itu pasti ada tambahan menyusul , mungkin 5 unit lagi.

    Tanker jet kemungkinan besar diambil dari Boeing KC46 sebanyak 4 unit.

    Boeing Wedgetail kemungkinan diambil 4 unit.

    AS330 sebanyak 10 unit punya AURI akan diganti Chinook buatan Boeing sebanyak 10 unit juga, kemungkinan dengan penambahan 2 unit.

    AD pun juga melirik Chinook, bisa jadi ada tambahan 6 – 12 unit lagi.

    Apache buatan Boeing, TNI AD kepingin punya 32 unit, jadi tinggal tambah 24 unit lagi.

    AURI pun kelihatannya ingin Apache, mungkin 8-16 unit.

    Itu saja dulu sampai 2024, kecuali kalau ALRI tiba2 ingin punya Super Hornet ya bisa jadi nambah. Sesudah 2024, bakal lebih banyak lagi pesawat dari Boeing.

    Semoga Rusia senang walau senangnya tidak bakal lama.

    •  

      Haha … mau beli dari mana aja kami gak masalah, semakin banyak semakin bagus, kami cuma Cinta Indonesia.

      Eeh ngomong2 ternyata perseteruan makelar Russia vs amrik sampai melupakan kecintaan pada Indonesia yah?

      •  

        Ya begitulah dua sales itu terlalu membangga banggakan negara lain sampai2 melupakan produk dalam negeri. Namanya jg fansboy.

        •  

          Soalnya nunggu Gandiwa dan IF-X entah sampai kapan… atau jangan-jangan malah kapan-kapan aja 😛 wkwkwk 😆

          •  

            Lhaa kok lari ke ifx, kalau sy yg jadi presiden dan kelompok ku menguasai legislatif, sy langsung tak putuskan utk gagal kesepakatan kecuali:

            1. Korsel pernah bikin pespur
            2. Korsel punya teknologi perangkat dirgantara pesawat tempur.
            3. Yang punya teknologi dirgantara (amerika dan amerini serta amerina) ngasih Jaminan pada Indonesia kalau mensupport penuh.

            Wkwkwk

          •  

            Sebab kata kunci dari komentarnya adalah “sampai2 melupakan produk dalam negeri”… masa ya harus dijawab produk negara lain sih bung? 😛 hihihihi

          •  

            Perasaan di tulisan ku tidak ada kata “lupa produk dalam negeri” tuh … 😀

  15.  

    Kalau ngomongin pesawat buatan PT. DI, turboprop memang bandel dan tangguh, juga perawatannya mudah, cuman TNI kita apa sudah memanfaatkan penuh untuk versi mata-2 dan intai? karena kalau di lihat negara tetangga spt Ausi, mereka punya banyak versi pesawat mata-mata dan intai serang….

 Leave a Reply