Mei 132019
 

Jet tempur JAS-39 Gripen Angkatan Udara Afrika Selatan © Bob Adams via Wikimedia Commons

Slovakia telah memutuskan untuk membeli 14 pesawat tempur F-16 baru untuk menggantikan jet tempur MiG-29 buatan Rusia.

Kementerian Pertahanan Slovakia mengumumkanya pada hari Rabu, yang berarti F-16 telah mengalahkan pesawat tempur Gripen buatan Saab Swedia.

Dalam sebuah pernyataan di situs web kementerian, Menteri Pertahanan Peter Gajdos mengatakan jet tempur AS dipilih karena merupakan “pesawat tempur modern yang canggih,” dan pernyataan kementerian itu mengatakan pesawat tempur AS lebih murah menurut analisis yang dilakukan sampai tahun 2040 .

Namun, kementerian tidak memberikan rincian harga akhir pada pembelian F-16, tetapi Reuters melaporkan bahwa angka pembelian bisa menjadi € 1,1 miliar (US $ 1,3 miliar) untuk 14 unit jet.

“Kami senang Slovakia telah memilih F-16 Block 70,” kata juru bicara Lockheed John Losinger. “Kemitraan ini akan memberikan kemampuan baru kepada Angkatan Bersenjata Slovakia dan memperkuat kemitraan strategis Slovakia dengan NATO dan AS”.

Pada bulan April, Departemen Luar Negeri A.S memberi sinyal positif potensi penjualan 14 pesawat tempur F-16V Blok 70/72 untuk Slovakia, menunjukkan proses untuk mendapatkan pesawat-pesawat tersebut pada kontrak cukup lancar.

Pilihan Slovakia atas jet tempur buatan AS di bandingkan Gripen Swedia mungkin karena konteks regional, karena dua tetangga terdekatnya – Hongaria dan Republik Ceko – mengoperasikan pesawat tempur Gripen. Sedangkan Polandia mengoperasikan F-16, seperti halnya sejumlah negara NATO lainnya.

Penjualan F-16 Lockheed ke Slovakia adalah pesanan kedua sejak perusahaan AS itu membuat keputusan untuk memindahkan lini produksinya dari Fort Worth, Texas, ke Greenville, Carolina Selatan.

Penjualan ke Slowakia, ditambah dengan kesepakatan dengan Bahrain bulan lalu, akan membantu Lockheed menjaga lini produksi F-16 berjalan, sedangkan pelanggan potensial terbesarnya, India, masih mencari tahu apa yang diinginkannya dari pesawat tempur masa depan.

Lockheed telah mengusulkan untuk memindahkan seluruh produksi F-16 ke India dengan imbalan pesanan besar, tetapi India tampaknya masih membutuhkan waktu, setelah merilis permintaan informasi kepada beberapa perusahaan dirgantara dunia pada bulan April.

Defencenews

 Posted by on Mei 13, 2019

  6 Responses to “Akhirnya Slovakia Pilih F-16 Viper Daripada Gripen”

  1.  

    Indonesia gak ikutan beli nih? 1 squadront aje…

    •  

      Sudah beli bang 1 s-quad drone judulnya Wing Loong ampuh, canggih, long range long time ampe nyaris 2 hari 2 malam mampu terbang saking iritnya bbm, pilot daratnya sampe gantian 3 shift nerbangkannya ditemani kopi dan mendoan tempe goreng biar gak ngantuk tetap siaga

  2.  

    Keputusan tepat yg diambil slovakia utk mengakuisisi F-16 Viper.

    Sudah diakui dunia kalo Gripen gak bakalan laku dipasaran. Melibatkan banyak negara utk mebuat satu pespur yg berhubungan dng kebijakan negara pensuplai suku cadang tersebut kepada pembeli nantinya.

  3.  

    Pemidahan produksi di India…pesawat yg bentar lagi usang

  4.  

    Lik Sam dilawan…

  5.  

    F-16V terbang pertama kali dengan membawa radar active electronically scaned array (AESA) Grumman APG-83 dan Northrop Scalable Agile Beam Radar (SABR) pada minggu ketiga Oktober 2015. APG-83 memberikan visi detail tak tertandingi dari segi area target bagi pilot dan menampilkan peta digital digabungkan dengan sistem IRST, SABR adalah merupakan radar fire control yang akan memberikan kemampuan lebih maju dalam hal radar udara ke darat dan udara ke udara pada pesawat F-16Viper ini . Teknologi ini sangat ampuh dalam menghadapi ancaman canggih. Avionik juga ditingkatkan dengan layar raksasa sentral 6×8 Pusat Tumpuan Display / Center Pedestal Display (CPD). CPD ini berfungsi meningkatkan kewaspadaan situasional bagi awak dengan mendukung pemrosesan data dan pencitraan untuk keselamatan penerbangan secara real-time. Dilengkapi juga dengan Helmet Mounted Cueing System (HMCS), dan bus data dengan volume dan kecepatan tinggi, kemampuan operasional ditingkatkan melalui sistem baru Link-16 “Theater Data Link”, yang telah terupgrade, identifikasi kawan atau lawan (Identification Friend or Foe / IFF) dan radio komunikasi HF / UHF / VHF.Modular misi komputer (modular mission computer / MMC) yang mempunyai kinerja tinggi pada F-16V adalah pengganti dari tiga komputer asli…https://militerhebatdunia.blogspot.com/2016/10/mengenal-kecanggihan-jet-tempur.html