Aksi Dramatis Pilot Pesawat Tempur Sukhoi SU-30 MK2 Indonesia

66
18
Dua pesawat tempur Sukhoi TNI AU. (Antara)

Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan penghargaan sertifikat “Welldone” kepada dua penerbang tempur pesawat Sukhoi (SU-30) MK2, Letkol Pnb Anton Pallaguna dan Lettu Pnb Ahmad Finandika.

Pemberian penghargaan dilakukan di Markas Besar (Mabes) TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Jumat, 21/4/2017.

Kedua pilot mendapatkan penghargaan lantaran berhasil mendaratkan kembali pesawat SU-30 MK2 saat terjadi “accident bird strike” (mesinnya kemasukan burung), sehingga menyebabkan satu mesin mati saat gladi bersih peringatan HUT Ke-71 TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada 7 April lalu.

“Saya berikan apresiasi kepada personel Skadron Udara 11 Lanud Hasanudin, Makassar atas tindakan yang tepat dan berani pada saat gladi bersih HUT Ke-71 TNI AU, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar KSAU.

Di sinilah profesionalisme para penerbang diuji dengan melakukan tindakan penyelamatan yang yelag dilakukan terhadap alutsista pesawat Sukhoi 30 MK2, ujar Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kepada Letkol Pnb Anton Palaguna dan Lettu Pnb ahmad Finandika, KSAU mengucapkan terima kasih atas keberhasilannya menyelamatkan diri berikut alutsista yang dioperasikan, sehingga terhindar dari ‘accident’ yang lebih buruk.

“Ingat, kejadian tersebut bukan karena kehebatan yang dimiliki, tetapi karena Allah SWT, maka kalian terhindar dari malapetaka. Syukuri, sekaligus jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran yang berharga dan bagikan pengalaman itu kepada ‘air crew’ sehingga profesionalisme penerbang TNI AU terus meningkat,” kata KSAU.

Marsekal Hadi berharap penghargaan itu dapat memberikan motivasi yang baik kepada seluruh personel TNI AU untuk terus mengembangkan dan mengasah kemampuan yang telah dimiliki agar menjadi profesional sesuai bidang tugasnya.

Mantan Irjen Kemhan ini juga mengucapkan terima kasih kepada Pangkoopsau II dan Komandan Lanud Hasanudin, Makassar yang telah berhasil membina satuannya, sehingga alutsista yang dipercayakan dan didukung oleh kualitas personel yang memadai.

Menurut dia, tindakan kedua penerbang Sukhoi itu patut diacungi jempol karena tindakannya dalam menyelamatkan diri dan alutsista TNI AU tidak lah mudah.

“Kesulitannya sangat tinggi. Kalau tidak memiliki kemampuan yang profesional, sangat sulit untuk melakukannya. Mereka terbang dan mendarat dengan satu mesin,” jelasnya.

Peristiwa itu terjadi ketika pesawat telah lepas landas dari Lanud Halim Perdanakusuma, kemudian terdengar suara yang cukup keras. Melihat kondisi itu, pilot langsung mematikan mesin pesawat yang mengalami ‘accident’.

“Tindakannya tepat sekali dengan mematikan satu mesin. Kalau tidak segera dimatikan akan berbahaya mengingat bahan bakar masih penuh. Ini sesuai dengan SOP. Oleh karenanya, kita kasih penghargaan tertinggi, “welldone”,” kata KSAU.

Pilot Sukhoi 30 MK2, Letkol Pnb Anton Pallaguna menambahkan, pada saat ‘start engine’, pesawat dalam kondisi normal. Namun setelah take off, sekitar 700 feet ada sesuatu yang menabrak di mesin bagian kiri dan terdengar beberapa kali ledakan.

“Melihat kondisi itu, saya langsung mematikan mesin. Saya tanya pilot yang dibelakang, apakah mesin sebelah kiri mati? Sementara mesin sebelah kanan mengalami fluktuasi di monitor. Akhirnya, saya memutuskan untuk mematikan mesin dan membuang sebagian bahan bakar untuk mengantisipasi terjadinya ledakan yang sangat berbahaya,” katanya.

Dirinya berusaha untuk mendaratkan pesawat dengan aman mengingat banyak permukim warga di sekitar Lanud Halim Perdanakusuma. Tak hanya itu, banyak pesawat yang berada di run way untuk mengantri giliran take off karena sedang dilakukan latihan.

“Kalau saya eject (kursi pelontar), maka akan berbahaya bagi keselamatan warga dan orang yang berada di sekitar Lanud. Saya katakan, mayday…mayday…agar orang yang berada di bawah segera meninggalkan landasan pacu. Setelah berputar selama 3,5 putaran dengan ketinggian 1200 feet, akhirnya kami berhasil mendarat dengan selamat,” kata Anton.Budi Suyanto

Antara

66 COMMENTS

  1. Itulah Kehebatan Pespur Bermesin Ganda Jika Mesin Mati 1 Masih Bisa Terbang tdk Seperti Pespur Bermesin Tunggal Jikan Mesin Mati Ya Udah Jatuh… Makannya Indonesia Harus Beli Pespur Bermesin Ganda Seperti Sukhoi Atau Mig Family…

  2. Syukur Alhamdulillah tdk terjd hal2 yg tdk d inginkan…. Pespurnya hebat… pilotnya jg hebat… beruntung pespurnya Sukhoi yg bemesin ganda… Pilotnya adalah Prajurit TNI-AU… tenang & profesional…. seandainya beruk yg jd pilotnya… pastinya akan ribut cari pisang….

  3. mesin yg kemasukan benda /sesuatu….otomatis biasanya

    1.di ganti total dengan mesin baru
    2.servis berat dengan pemeriksaan penuh tanpa ganti mesin

    jika di pilih nomor 1 maka sukoi tersebut akan di kirim ke pabrik nya atau servis center sukoi
    jika di pilih nomor 2 maka sukoi tersebut akan masuk ICU/UGD dalam waktu lama

LEAVE A REPLY