Feb 202019
 

JakartaGreater.com – Laksamana Phil Davidson, komandan Komando Indo-Pasifik AS, secara terbuka mengatakan Angkatan Laut AS akan “mengejar” kebebasan operasi navigasi atau Freedom of Navigation Operations (FoNOps) di Laut China Selatan (LCS) untuk melawan Korea Utara dan China, tulis Navy Recognition.

Dia juga meminta para sekutu AS untuk ikut serta dalam operasi semacam itu, memberi tahu China, bahwa masyarakat internasional tidak menerima klaimnya atas wilayah ini. Sementara itu, PLA mendesak AS untuk menghentikan tindakan provokatifnya tersebut.

Di Laut China Selatan, suasananya telah semakin tegang saat hari-hari berlalu. Kehadiran China yang semakin meningkat diarea itu karena negara ini mengklaim LCS sebagai bagian dari wilayahnya, membuat AS dan sekutunya meningkatkan kehadiran mereka sendiri di kawasan itu, terutama melalui FoNOps.

Di satu sisi, AS memperkirakan bahwa klaim China di Laut China Selatan tak sah dan mengutuk ekspansi China di wilayah tersebut. Karenanya, Angkatan Laut AS secara teratur melakukan FoNOps melintasi Laut China Selatan sejak awal tahun 2019 ini. Pada 11 Februari, 2 kapal perusak rudal berpemandu AS, USS Spruance dan USS Preble, melakukan kebebasan navigasi melalui Laut China Selatan.

Laksamana AS Phil Davidson sejak itu mengumumkan akan melanjutkan operasi tersebut dalam waktu dekat, dan meminta sekutunya termasuk Inggris, Jepang, Australia, Selandia Baru, Kanada, Prancis untuk membentuk atau meningkatkan operasi kebebasan navigasi mereka di wilayah tersebut.

Di sisi lain, China terus mengatakan bahwa operasi kebebasan navigasi oleh AS merupakan ancaman serius bagi integritas dan kedaulatan China. Sebenarnya, PLA menganggap bahwa klaimnya terhadap beberapa pulau (yaitu Kepulauan Nansha) di Laut China Selatan adalah sah. Oleh karena itu, semua operasi yang dilakukan di dekat pulau-pulau ini harus dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan tanah air China.

Campur tangan AS ini dianggap sebagai provokasi kepada China, yang kemudian mempertimbangkan untuk lebih meningkatkan pasukannya di daerah itu. Pada 12 Februari, seorang juru bicara China, Kolonel Li Huamin, menekankan bahwa PLA sedang memantau situasi laut dan udara yang relevan, siap untuk mengambil tindakan yang diperlukan terhadap ancaman di kawasan itu, untuk menjaga keamanan China.

Di Laut China Selatan, konflik laten antara China dengan AS ini (dan sekutunya) tampaknya tetap menjadi situasi buntu. Dan banyak yang akan mengatakan itu tidak akan tenang di masa depan.

  4 Responses to “Aksi FoNOps Amerika Serikat di LCS Telah Mengusik China”

  1.  

    LCS bersama Ukraina dan Middle East akan jadi pemicu Perang dunia ketiga. Indonesia harus sudah siap mengantisipasi bergabungnya Rusia-China dalam konflik dimasa depan mengingat Indonesia terancam oleh hegemoni China di LCS khususnya di Natuna.

  2.  

    hebat nya si amer
    tp ujung2 nya pasukan nato yg di srh

    krn si amer kl sendirian sbnrnya jg minder.

  3.  

    tp kl utk yg satu ini.china memang rakus.