Sep 092014
 
Latihan Kopaska di Rig Blanakan (tnial.mil.id)

Latihan Kopaska di Rig Blanakan (tnial.mil.id)

Subang – Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melaksanakan Latihan Geladi Tugas Tempur (Gelagaspur) setingkat K-2 dengan melaksanakan kegiatan Latihan pembebasan sandera di RIG Arjuna, Blanakan, Subang, Jawa Barat, Sabtu (6/9).

Latihan tersebut dipimpin langsung Komandan Satkopaska Koarmabar (Dansatkopaskaarmabar) Kolonel Laut (P) Tjatur Soniarto, selaku Perwira Penyelenggara Latihan (Papelat) yang didampingi Perwira Operasi (Pasops) Satkopaskaarmabar, Letkol Laut (P) Henricus Prihantoko selaku Perwira Pelaksana Latihan (Palaklat).

Dalam latihan tersebut, prajurit Satkopaska Koarmabar melaksanakan latihan pembebasan sandera dan pengamanan pengeboran minyak lepas pantai (RIG) dari sabotase musuh.

Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas kemampuan individu-individu sehingga diharapkan tim yang akan terbentuk menjadi pasukan yang solid. Selain itu juga guna mengasah kemampuan dan kerjasama tim dalam melaksanakan operasi di lapangan. (tnial.mil.id).

  73 Responses to “Aksi Kopaska di Rig Blanakan”

  1.  

    first

  2.  

    salam

  3.  

    Mantap…..lanjutkan….!!!

  4.  

    3 besar ?

  5.  

    Absen deh…. lumayan dah lama gak 10 besar 😀

  6.  

    jadi inget abang ane neh..kemana tuh orang ya..klo maen ke pondok dayung serem amat..musti nyebrang dulu make perahu karet..yg jaga melototin..hihihi..senapannye dulu masih pake AK..tapi keren banget mereka..sangar cuy..kopaska mantap..

  7.  

    kok latihannya pake PDL,,kenapa gak pake baju komando ya.. 😀

  8.  

    bung ps ad lg nie untuk anda bareng bung pw,nr ayo pencerahannya untuk paskhus tni al

  9.  

    lanjutkan

  10.  

    nyimak

  11.  

    Ijin nyimak….

  12.  

    absen dlu ah….trus nyimak bil pgang sgls kopi dn sbtng roko….

  13.  

    KOPASKA

    Salah satu alternative penyelesaian upaya pengembalian Irian Barat ke wilayah RI adalah dengan kekerasan. Apabila hal itu terjadi tidak mustahil bahwa TNI- AL ( ALRI) dituntut untuk menyiapkan manusia-manusia katak (Frog Man), maka pada tahun 1954 dilaksanakan “Kursus Frog Man” di Dinas Ranjau KDMS, yang diprakarsai oleh Kapt. Dch. Iskak ( waktu itu menjabat kepala dinas OPH ) dan menghasilkan 4 (empat) orang manusia katak dengan kemampuan tehnik peperangan laut khusus yaitu selam tempur, UDT (Underwater Demolition Team), infiltrasi lewat laut dan pengamatan pantai. berkualifikasi 4 media yaitu darat, laut dan udara serta bawah air. Kemampuan bawah air inilah “kesaktian utama” para manusia katak tempur di seluruh dunia. Sesuai namanya Kopaska adalah “biang” nya segala metode pertempuran yang berbau “air”. Semua pasukan khusus AD, AU dan AL yang mendalami ilmu tempur bawah air pasti akan berurusan dengan satuan elit AL berbaret biru tua ini.
    Berdasarkan Keputusan Menteri Kepala Staf Angkatan Laut no Skep. M/KSAL 5401.13 tanggal 31 Maret 1962 di bentuk dan diresmikan Komando Pasukan Katak disingkat “KOPASKA” dengan komandan yang pertama Letkol Laut OP Koesno. Saat itu didemostrasikan kemampuan UDT dan pembersihan ranjau di depan presiden di dermaga ujung Surabaya. Bung Karno nampak puas dengan kemampuan Kopaska itu. Padahal sesungguhnya, komposisi prajurit pasukan katak sebagai satuan tempur belum sempurna. Masih kurang beberapa puluh personel lagi mencapai jumlah personel yang cukup untuk melaksanakan perintah operasi yang dibebankan pada Kopaska.
    Maka dari itu Kopaska saat itu mendidik pasukan hingga 3 angkatan yaitu : angkatan I adalah calon korps pelatih pasukan katak. Angkatan II sebagai anggota unit tempur yang diambil dari anggota ALRI yang minimal 2 tahun pernah bertugas di kapal perang. Dan Angkatan III adalah 3 peleton anggota RPKAD yang dilatih menjadi “frog man”.

    Komando Pasukan Katak adalah pasukan khusus berkualifikasi komando dan ke –paska – an yang menempati hirarki tertinggi dalam lingkungan kombatan di TNI – AL bersama dengan “saudara” nya yaitu Yon Taifib di Korps Marinir. Hal ini dikarenakan untuk menjadi anggota pasukan katak harus mempunyai kemampuan diatas rata – rata Dan bisa bergerak secara individual. TNI – AL tidak main – main dalam merekrut para prajurit baru di satuan elit berbaret biru tua ini. Standart yang tinggi, pengalaman bertugas di KRI dan IQ diatas rata – rata adalah syarat mutlak seorang prajurit KOPASKA. Kopaska juga bergerak atas perintah langsung Panglima TNI.

    Satuan Kopaska saat ini bernaung di bawah Komando Armada (Barat dan Timur). Masing – masing dipimpin oleh seorang Kolonel/Letkol senior dari berbagai korps dalam TNI AL yang duluya juga pernah menempuh pendidikan Kopaska. Wakil Danpaska adalah Letkol dan detasemen dibawahnya dipimpin oleh seorang Mayor atau Kapten. Diharapkan untuk masa yang akan datang Kopaska mempunyai satu orang komandan pusat SATPASKA berpangkat Laksamana Pertama. Dengan adanya sistem terpusat seperti itu maka terciptalah satu komando pusat sehingga terciptalah keselarasan dan kebijakan mengenai latihan, persenjataan, peralatan yang ter integrasi antara satpaska yang bertempat di Armatim dan Armabar. Kopaska juga akan resmi menyandang gelar pasukan komando.

    Hanya prajurit matra laut yang mempunyai standart diatas rata – rata dan kemampuan fisik prima yang dapat menjadi anggota Kopaska. Dan di lingkungan matra laut terdapat fakta hanya segelintir prajurit yang mampu bertahan dan lulus dari pendidikan pasukan katak di Sepaskal KODIKAL Surabaya ini. Sedikitnya calon yang lulus dalam pendidikan ini menandakan bahwa TNI – AL tidak sembarangan merekrut prajurit Kopaska. Karena tugas yang diemban Kopaska bisa dikatakan sangat berat dan mencakup wahana empat media (darat, laut, udara dan bawah air) sesuai kodratnya sebagai pasukan amfibi. Persyaratan Calon Prajurit Kopaska :

    Anggota TNI AL (Non anggota Korps Marinir)
    Berdinas minimum 2 thn di KRI / Kapal Perang RI
    Lulus Kesamaptaan (standart pasukan khusus TNI)
    Lulus Tes Berenang (militer, gaya katak dan gaya bebas)
    Lulus Tes Ketahanan Air
    Lulus Psikotest khusus
    Lulus Wawancara dan Secara sadar mengikuti tes dan pendidikan tanpa paksaan siapapun
    Mempunyai wawasan luas baik militer atau umum dan kemampuan mengoperasikan peralatan tempur dan senjata dengan baik
    Setelah lulus penyaringan dan mendapat perintah untuk menempuh dikbrevet paska, maka calon diberangkatkan ke Sepaskal Kodikal TNI AL Surabaya. Disana tes terakhir mencakup keseluruhan materi tes bagi para calon. Yang tidak lulus akan dikembalikan ke satuan asalnya.

    Pendidikan Kopaska memakan waktu hampir 10 bulan terbagi atas beberapa tahap yang meliputi teori dan praktek lapangan baik di darat dan laut. Materi pendidikan Kopaska terdiri atas :
    Akademik Paska
    Kepaskaan
    Dik Komando (telah melaksanakan sendiri, sebelumnya bergabung dengan Marinir)
    Terjun (Static dan AFF). Setelah melaksanakan terjun dasar mendarat di darat selanjutnya adalah spesialisasi kemampuan terjun ( statik & free fall) untuk mendarat di rig-rig lepas pantai dan laut.
    Inteligen Tempur
    Sabotase dan kontra sabotase
    Demolisi bawah air
    Latihan pemantapan (berganda)
    Pendidikan Komando Kopaska sebenarnya berkiblat pada metode pendidikan Komando Kopassus dan telah dilaksanakan sendiri oleh Kopaska selain materi pendidikan komando ala Marinir. Sampai saat ini biasanya ada pelatih dari Batujajar yang datang bertandang atau diundang untuk melatih di Kopaska. Hal terkait dengan sejarah dimana anggota awal Kopaska (angkatan III) adalah 3 peleton anggota RPKAD pada tahun 60-an ketika Operasi Trikora didengungkan. Para Kopaska “dadakan” inilah yang akan menjebol lambung kapal induk Belanda Karel Doorman dengan menggunakan Torpedo Berjiwa. Mereka kembali ke RPKAD pada tahun 1964.

    Pendidikan Kopaska diawali dengan indoktrinasi dan gemblengan fisik yang membuat lelah luar biasa terutama otot kaki. Maklum kesaktian utama pasukan katak adalah menyelam dan bertempur dibawah air. Masa latihan pertama selama 1,5 bulan itu diakhiri dengan “Hell Week” yang sangat menguras tenaga karena para siswa baik Pa, Ba dan Ta digojlok sama standard pasukan khusus. Mereka selalu dikejutkan dengan kegiatan tiba – tiba dan tak terduga. Seperti renang laut di tengah malam, senam perahu karet, dayung, tidur sebentar lantas 10 menit kemudian para siswa disuruh melakukan halang rintang, push up dan pull up atau digebuki oleh para pelatih untuk melatih mental serta ujian lisan tentang teori yang telah diberikan. Itu hanya untuk membuktikan bahwa seseorang bisa berpikir 10 kali lipat dalam keadaan terdesak dan tantangannya adalah bagaimana caranya bisa berpikir seperti itu secara sadar dan tidak gegabah. Karena itulah hakikat sebuah pasukan khusus yang bisa menyelesaikan misinya dengan cepat, tuntas dan rapi.

    Fase selanjutnya adalah pembinaan kelas selama 2,5 bulan plus sebulan praktek. Teori yang didapat antara lain adalah : pengintaian pantai, demolisi dan sabotase. Daerah latihan Kopaska pada ini adalah seputar pantai wilayah gresik atau pantai di daerah Puslatpur Marinir Karang Tekok Situbondo. Tapi jangan kira walaupun pembinaan kelas, para siswa tetap diwajibkan lari dan berenang baik dalam kolam maupun laut.

    Tahap berikutnya adalah materi pendidikan komando. Pada tahap inilah para calon pasukan katak dihadapkan pada materi perang darat dan unconventional warfare pada beberapa sub materi yaitu : Perang Hutan, Perang Jarak Dekat, Navigasi, Sea and Jungle Survival, Baca peta, pengenalan berbagai senjata api, daki serbu, mounteenering, Combat SAR dan intelijen tempur serta beladiri tangan kosong. Pasukan Katak menggunakan regu berjumlah 7 personel dalam setiap aksinya namun jangan salah, mereka dilatih juga secara individual untuk sabotase dan penyusupan yang memang tidak bisa dilaksanakan keroyokan. Biasanya ada pelatih dari Kopassus yang ikut melatih di tahap ini untuk menjaga kualitas lulusan. Materi Komando Kopaska dijalani selama 4 bulan dengan pemadatan dan penyesuaian materi sesuai keperluan Kopaska. Disini juga terdapat materi pelolosan dan Kamp tawanan yang membikin bulu kuduk merinding karena sangat brutal dan tak kenal ampun. Sebab apabila ndak punya mental baja, siksaan fisik bertubi – tubi dari pelatih yang berperan sebagai musuh apabila si siswa tertangkap… alamat calon Kopaska tidak lulus dari pendidikan.

    Lulus dari tahap komando, selanjutnya siswa Kopaska dikirim ke sekolah para untuk mempelajari dasar terjun payung militer. Pendidikan ini bisa ditempuh di Sekolah Para Korps Marinir Gunung Sari Surabaya. Bisa juga di tempuh di Sekolah Para Pusdik Kopassus Batu Jajar Bandung atau Sekolah Para TNI AU di WING III Diklat Paskhas AU Lanud Sulaiman Bandung. Namun biasanya pendidikan sering dilakukan di Sekolah Para Korps Marinir. Dalam latihan ini para calon di latih selama 3 minggu yang meliputi : Ground Training (mengenal parasut, melipat dan memperbaiki, cara pendaratan yang benar dan latihan loncat dari menara 34 kaki), Latihan loncat dari menara 250 kaki, dan 1 minggu praktek (3 kali terjun tanpa perlengkapan, 1 kali terjun siang full gear dan 1 kali terjun malam full gear). Setelah lulus mereka berhak mendapat brevet para dasar (non marinir) yang biasanya disematkan di kantong sebelah kiri PDH / PDL. Mereka terjun dengan pesawat angkut milik PENERBAL (Penerbangan Angkatan Laut) di Lanudal Juanda Surabaya.

    Tahap berikutnya adalah sabotase, kontra sabotase dan intelijen tempur. Materi yang menekankan pada konsep “blue jins soldier” ini dilakukan selama 2 bulan sebagai lanjutan materi serupa yang telah mereka terima pada tahap Komando. Mereka harus bisa mendata, mencari tau berapa komposisi jumlah musuh, kapan saat lengah, demografi, menggalang simpatisan, dan waktu yang tepat untuk operasi raid. Yang pasti tanpa tidak diketahui musuh. Walaupun kelihatannya sederhana namun sesungguhnya apabila si calon tidak menguasai benar ilmu yang telah didapat sebelumnya, maka dipastikan dalam tahap ini akan menemui kesulitan dan gugur karena setiap personel melakukan tugasnya sendiri – sendiri.

    Tahap terakhir dari pendidikan Kopaska adalah pendidikan Underwater Demolition Team (UDT). Inilah kesaktian pamungkas sekaligus ciri khas pasukan katak di seluruh dunia. Tehnik menjinakkan ranjau, patroli pantai, renang rintis, penyelaman laut dalam, selam dengan Scuba Close Circuit, sabotase kapal musuh dengan torpedo berjiwa, dan raid dalam laut dipelajari disini. Karena pendidikan ini adalah bagian akhir dari dikma brevet paska, pelatih mengadakan latihan berganda yang mencakup keseluruhan materi yang pernah diberikan pada juga tahap ini. Latihan ini sering mengambil tempat di Puslatpur Marinir Grati Pasuruan sebab pada waktu yang sama, Puslatpur Marinir di Karang Tekok biasanya sedang mengadakan pendidikan bagi calon Marinir baru untuk mendapatkan brevet Komando Hutan selama 2 bulan. Akhir dari pendidikan Kopaska yang hampir 1 tahun itu ditandai dengan digelarnya operasi amfibi khusus, demo UDT, Infiltrasi, raid amfibi dan keahlian lain yang dimiliki pasukan katak TNI – AL ini didepan para petinggi TNI AL.

    Pasukan Katak “muda” ini berhak atas baret biru Kopaska, Brevet Manusia Katak, Brevet Para Dasar (bentuk brevet disesuaikan dengan dimana mereka menempuh sekolah para dasar), brevet menembak TNI – AL, Brevet Selam TNI AL, Brevet renang selat dan brevet lainnya yang berhak mereka kenakan di dalam dinas. Juga PDL loreng baru Kopaska. Sebagai awal, mereka akan ditempatkan di detasemen latih yang ada di Armabar dan Armatim selama setahun. Untuk selanjutnya bisa menempuh pendidikan spesialisasi (master/tingkat madya) di bidang masing – masing minimal setelah 2 – 3 tahun bertugas di Kopaska. Biasanya walaupun bukan merupakan sebuah korps, para frogmens ini menyisipkan kata “Katak” sebagai gelar kecabangan / keahlian pada pangkatnya.

    Karir seorang frogman di jajaran pasukan katak atau setelah lepas dari satuannya bisa berkembang sebagai pelatih selam baik militer maupun sipil, tenaga selam pada satuan SAR dan memegang jabatan vital lainnya yang sesuai dengan latar belakang kelimuan sebagai pasukan katak dan kepangkatannya. Pada saat di satuan semua anggota Kopaska berhak melanjutkan dan mengembangkan keahlian yang telah dimiliki dengan mengikuti pendidikan, sekolah atau kursus yang disesuaikan dengan kebutuhan orgaisasi sampai dengan tingkat master (madya) : Menembak tepat tingkat jitu, supervisor selam, Jumpmaster, pelatih jasmani, pelatih komando, beach master, pendidikan intelijen tempur, penanggulangan teror, sabotase dan keadministrasian militer serta lain lain. Pendidikan, sekolah atau kursus dapat ditempuh di Pusdik milik TNI AL sendiri atau milik TNI AD dan TNI AU bahkan diluar negeri. Bahkan ada Bintara Kopaska ada yang pernah mengikuti pendidikan pilot TNI AL dan kemudian menjadi pilot PENERBAL. Seorang prajurit Kopaska bisa juga berkarir di luar kedinasan sebagai pelatih selam dan renang untuk umum. Perwira Kopaska (utamanya dari AAL) bisa berkarir sampai dengan pangkat Laksamana (Jenderal AL) sama seperti perwira Marinir atau korps lainnya di jajaran TNI AL.

    Kopaska menerapkan standart yang hampir sama dengan Kopassus di bidang kesemaptaan dan kemiliteran apabila ada anggota yang ingin menempuh sekolah Caba atau Capa. Saking dekatnya, lipatan baju loreng (PDL) satuan Kopaska diseragamkan dengan lipatan PDL TNI AD dan TNI AU (lipatan keluar). Kopaska sering berlatih dengan para “saudara” nya di Kopassus, Korpaskhasau dan Taifib Korps Marinir. Bahkan sekarang mereka kerap berlatih bersama Terutama di materi jungle warfare, penanggulangan teror, UDT, penjinakan bahan peledak, pembersihan ranjau juga penerjunan perahu pada operasi salvage atau Combat Free Fall. Kopaska juga mempelajari tehnik gelar pasukan lintas heli, operasi dalpur, hanlan dan OP3UD yang didapat dari paskhas di TNI AU. Sebab TNI AL juga punya pangkalan udara yang membutuhkan pengamanan ekstra ketat. Anggota Kopaska pilihan dapat bergabung dengan paspampres untuk melakukan pengamanan VIP/VVIP atau bergabung dalam detasemen anti teror Kopaska. Bisa juga bergabung dengan Marinir di Detasemen Jala Mengkara.

    Rentang penugasan Kopaska cukup panjang. Dimulai dari tahun 1962 sejak berdiri, Agenda penugasan Kopaska terbilang padat. Mulai operasi infiltrasi, sabotase, pengamanan KRI, operasi tempur bawah air dan mempersiapkan daerah pendaratan, hingga menjebol kapal induk Belanda Karel Doorman dengan torpedo berjiwa. Bahkan segelintir pasukan katak “jemput bola” di terusan Suez dan terusan Panama untuk menghancurkan Karel Doorman. Dimasa Dwikora, Kopaska ditugasi menyusup ke Singapura untuk menghancurkan beberapa target penting. Bahkan operasi pembersihan ranjau yang harus dilakoni Kopaska adalah dari Sabang sampai Sulawesi.

    Dimasa orde baru Kopaska didaulat merintis sebuah pasukan sejenis untuk negara yang dulu adalah “TO” nya TNI. Yaitu Malaysia. Pasukan ini dinamai Pasukan Khas Laut (PASKAL TLDM). Kopaska juga bertugas sebagai bagian dari kontingen Garuda. Dalam operasi Seroja, Anggota Kopaska dan Intelijen Kopassus yang tergabung dalam 1 detasemen menyelinap di garis belakang lawan mulai tahun 1973 mencari data, informasi dan menggalang massa serta membangun jaringan intelijen. Mungkin nama Kopaska jarang dikenal karena memang jarang sekali terlibat kontak senjata terbuka dengan musuh. Kerahasiaan mereka dipegang teguh dalam setiap aksinya. Kopaska aktif dalam setiap latihan gabungan ABRI / TNI dan menjalankan fungsi asasinya secara konsisten

    Kopaska sering diserahi tugas mendidik pasukan khusus lain dalam TNI mengenai ilmu tempur khusus kelautan. Pasukan khusus berskala peleton yang dilatih Kopaska adalah Ton Tai Pur KOSTRAD dan unit khusus penanggulangan teror Paspampres. Untuk Paspampres biasanya yang diajarkan adalah materi pengamanan bawah air. Ketika berlatih bersama U.S. Navy Seal, Kopaska dan tim dari pasukan khusus TNI lainnya mengeruk ilmu sebanyak – banyaknya. Tentang ilmu Naval Special Warfare ataupun lainnya. Medan yang digunakan bisa di daerah latihan Satpaska Armabar atau Armatim. Inovasi dan kemampuan Kopaska semakin terasah dengan baik.

    Dalam operasi pemulihan keamanan di NAD, Kopaska termasuk pasukan yang menyusup pertama kali untuk mengamati daerah pantai, menyiapkan rambu pantai, menyiapkan daerah pendaratan dan mengumpulkan data intelijen. Karena mereka selalu bergerak dalam unit kecil, maka jarang sekali nama Kopaska terdengar pada berita yang ada di media cetak maupun televisi. Penyerbuan basis GAM di P. Nasi tanpa korban di pihak TNI sesungguhnya adalah buah kesuksesan Kopaska dari pengamatan ber bulan bulan. P. Nasi yang tempatnya berada disebelah utara NAD adalah penyimpanan senjata selundupan GAM. Kopaska, Taifib Marinir dan Kopassus langsung menyerbu pulau itu dikala GAM tengah lengah. Hasilnya memang ada gudang penyimpanan senjata selundupan yang digunakan AGAM untuk merongrong NKRI dan masyarakat. Senjata ini biasanya langsung dikirim dari Swedia sebagai basis GAM diluar negeri.

    Kopaska baik di Satpaska Armatim maupun Armabar masing – masing mempunyai 1 detasemen berkualifikasi anti teror / penanggulangan teror yang khusus ditugasi untuk memberangus para teroris terutama di lautan, bajak laut yang membajak kapal niaga, ring lepas pantai dan pulau – pulau di tengah laut yang memiliki objek vital dan operasi khusus sesuai perintah Panglima TNI. Untuk menjadi anggota Detasemen Khusus ini seorang anggota Kopaska harus sudah berdinas minimal 3 tahun, minimal sekali bertugas tempur dan mempunyai minimal 3 keahlian spesialisasi tingkat II (muda) di bidang menembak, selam, terjun payung dan kelautan. Pendidikan anti teror Kopaska armatim dan Armabar dijadikan satu. Khusus mendalami materi perang darat, CQB, persenjataan dan lintas udara mereka bisa pula dikirim ke Sepursus Pusdik Passus. Sedang mendalami kemampuan tempur yang berbau “air asin” yang memang “khas” nya Kopaska, personel pilihan ini dididik di SEPASKAL dengan materi pendalaman selam tempur, renang dengan tangan dan kaki terikat sejauh 3 km, intelijen, sabotase dan CQB di kapal, kilang minyak lepas pantai, Water Jump, operasi raid di rawa, laut, sungai dan pantai plus metode dan tehnik pengamanan VIP / VVIP. Pendidikan selama 5 bulan itu ditutup dengan ujian final terhadap semua materi yang telah diberikan dan penyematan brevet anti teror TNI AL oleh KSAL atau yang mewakili. Dalam perkembangannya, Korps Marinir mengembangkan unit serupa yang dinamai Detasemen Jala Mengkara yang memasukkan personel Kopaska sebagai salah satu unsurnya disamping personel Intai Amfibi Marinir. Pendidikan calon anggota Den Jaka dikenal dengan PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut) yang dijalani selama 6 bulan. Biasanya personel Kopaska yang tergabung dalam unit anti teror memakai brevet Naval Special Warfare yang sama persis bentuknya dengan brevet US Navy Seals.

    Kopaska juga telah mengembangkan modifikasi tehnologi torpedo berjiwa (yang disebut KTBA : Kendaraan Tempur Bawah Air) yang digunakan untuk menjebol lambung kapal perang musuh yang diluncurkan dari kapal selam. Dengan kombinasi Sea Raider dan manusia katak tempur berkualifikasi lengkap, maka tidak ada lagi rintangan yang tidak bisa dilewati.

    “Tan Hana Wighna Tan Sirna”
    “Jalesveva Jayamahe”

    •  

      Wah ini bung gue/diego dapat bahan buat naik jd artikel hehehe
      Salam hangat ndan PS 🙂

    •  

      ikut nambahin bung PS tugas Kopaska
      Tugas dalam Operasi Amphibi : Beach Recconaisance, Post Reconnaisance, Beach Clearing, Lead and put Beach shore navigation.
      Operasi Khusus : Sabotase / Anti Sabotase, Clandestein, Salvage Combat, Mine Clearance Ops, Send and Pick up agent
      Operasi Tambahan : PAM VIP VVIP & Vital Obj, Underwater Survey, SAR, Factual Information Gathering

      Kopaska tak saja dipersiapkan untuk operasi amfibi, tapi juga untuk menangani operasi klandestin, sabotase, kontra-sabotase, explosive-ordnance disposal dan salvage combat. Kemampuannya bermanuver di empat media (darat, laut, udara, bawah air)

      Korpsnya memang Pelaut,, tetapi berkemampuan Komando
      Kempuan penyelaman kopaska
      diantaranya penyelaman pencarian dengan system Cirle dan Jack Stay, penyelaman dalam dan pencarian, pergerakan ke pantai / sneak attack, penghancuran dermaga, gerakan perorangan dan tim melalui media bawah air

      waduh aturannya ini bung PW yang punya role menjelaskan
      maaf ane lancang ya hehehehe

    •  

      Alhamdulillah….tambah ilmu lagi,selamat malam bung PS,salam hangat,btw bung PS dah pernah ikut pelatihan ini ya…???tak do’ain ntar nyampek 4 surikennya….!!!!amin ya robal alamin…

    •  

      ndan PS,kalo awak hiu itu termasuk kopaska gak? :mrgreen:

    •  

      Ini sih artikel…infonya sangat membuka wawasan…trims banget..utk orang awam info2 bung PS. dan Bung yg lainnya….membuat saya melek dgn TNI…dirgahayu TNI…TNI kuat asuransi tegaknya NKRI…he7x…komen versi modern dari Jend. Urip Sumohardjo..tiada negara zonder tentara…

    •  

      Maaf bung PS mau tanya kenapa untuk Pasukan Katak tidak bisa dari lingkungan Korps Marinir?

  14.  

    Oh ya Ikut mengucapkan Selamat Ulang Tahun yang ke 65 thn Bpk SBY ,, beliau layak mendapatkan Jendral besar apabila semua pembelian alutsista diungkap ..
    Sayang beliau dengan halus menolak pemberian gelar tersebut dan memilih tetap yang Ghoib biar menjadi ghoib untuk kepentingan Nasional

    Salam Tabik

    •  

      semoga pa Presidenku, selalu diberi kesehatan lahir-batin, dan senantiasa dalam lindungan Alla SWT,,
      saya setuju pa Satrio, gelar jendarl besar itu layak untuk beliau, presiden SBY itu presiden kedua bagi saya, presiden yg terbaik menurut saya, karna masa bung Karno saya blm lahir..

      sukses selalu pa Satrio

    •  

      ikut sedikit nambahin bung satrio…..

      memang bapak sby layak untuk mendapatkan gelar jendral besar, tp beliau lebih memilih kejayaan&kepentingan nasional drpd untuk pribadinya sendiri. meskipun secara pemimpin & negarawan beliau sangat-sangat berjasa buat para punggawa NKRI, dalam menjaga kedaulatan negeri tercinta ini ya bung satrio. tp media benar2 banyak yg mengkerdilkan apa saja jasa beliau buat negeri ini, biarkan waktu yg akan bicara nantinya.
      Ada jg di warjag ini yg sangat antipati pd beliau meskipun secara tidak sadar, kadangkala opininya yg dibuat jg atas keberhasilan presiden sby jg. Manusia tidak ada yg sempurna meskipun secara nyata banyak yg baik telah diberikan selama ini tp bila memang sdh ada perasaan tidak suka&senang apa pun pasti akan dikritiknya secara nafsu belaka.

      selamat milad bapak presiden SBY, semoga apa yg telah engko berikan & torehkan buat Negara Kesatua Republik Indonesia ini, akan selalu dikenang dan dapat diteruskan yg lebih baik lagi oleh penurus president selanjutnya.

    •  

      maaf bung @satrio ikutan ngucapin “sugeng tanggap warsa kagem Bpk Presiden SBY” semoga slalu dalam lindungan Alloh SWT….Amien 2X YRA (ikut senang beliau akan bertugas di lembaga internasional, itu tandanya dunia mengakui kapasitas dan pengaruh beliau…smoga sukses slalu pak SBY…)

  15.  

    bung Ps,bung satrio beritanya posisi bung jalo lg di BUMAR gedangan ya…? Ini hari katanya mau liat mainan baru marinir yg disana, pertanyaan saya bung itu mainan cap beruang apa oleh oleh dari UMSC yg lg ngajak latihan marinir kita yg saat ini masih berlangsung digedangan…?

  16.  

    mantab frogmen Indonesia..

  17.  

    Absen
    dapat bangku tengah lagi. terima kasih kuliahnya buat dosen UNIVJAG.
    Salam buat para dosen bung Diego, bung Gue, bung Satrio,bung PS. Semoga gajinya cukup biar krasan di UNIVJAG.

  18.  

    memang ok banget kopaska

  19.  

    Kopaska memang keren…!!!
    Ajiiiiiib sangaaaaaaaaatttttt….

  20.  

    lanjut kan..hehehe

  21.  

    Harusnya TNI AD meniru US ARMY. US Army mempunyai: Army Special Forces Underwater Operations School, di KeyWest Florida. US Special Forces Regiments dan US Army Ranger belajar di sini dan bukan belajar ke Navy Seals atau USMC. USAF Special tatics juga belajar di Key West bahkan ada rencana USAF membuka combat diver school sendiri karena jadwal di Key West suka bentrok!
    Jadi combat diver bukan monopoly Navy atau Marines.
    Kopassus dan Kostrad tuh wajib bukan sekolah combat diver pakai dana MEF2. Nggak numpang sama TNI AL lagi….

    •  

      Kalo biaya untuk pembukaan sekolah combat diver sendiri buat AD bisa untuk beli satu kompi leopard atau satu batalyon caesar atau 10.000 pucuk SS2 maka lebih baik tetep nebeng deh sama AL…bisa buat mempersenjatai infiltran sukarela ke sabah dan serawak :mrgreen:

      Kalo ASU sih jangan di tiru…lha wong duitnya tinggal nyiduk dr freeport dan newmont…duit duit kita juga…

      •  

        ok deh deh dimengerti bung wehrmacht…(sedih.com)

      •  

        tapi bung wehrmacht..anehnya meskipun kaya, hanya US Army yang punya Airborne School (Fort Benning). USAF USMC USNavy numpang ke US Army. Bahkan Unit2 khusus di USMC (macam recon) banyak yang ngga punya brevet airborne dikarenakan jadwal course yang bentrok dengan penugasan

      •  

        Selama sumberdaya yang ada bisa digunakan bersama dan tak mengganggu program kesatuan-kesatuan, lebih baik begitu. Jika perlu sekolah yang sudah ada dikembangkan bersama-sama oleh semua matra. Sehingga dana-dana bisa bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

  22.  

    komen/artikel yang sangat bagus bung PS…
    menambah lagi wawasan saya tentang pasukan komando TNI….
    saya pernah ikut diklat Bela Negara di Rindam VII Wirabuana Pakatto Makassar, hanya seminggu. tapi rasanya seperti setahun. tapi itu semua walau hanya seminggu sangat baik bagi tugas saya sehari hari yang LAPAKNYA di isi dengan otak2 muda penerus bangsa….

    salam NKRI bung….
    semoga para sesepuh di JKGR ini selalu sehat selalu biar banyak artikel yang di muat lagi … hehehehehehehehehe…..

 Leave a Reply