Sep 112018
 

Susunan slide foto menujukkan sistem rudal pertahanan udara Bavar-373 buatan Iran © Tasnim News Agency

JakartaGreater.com – Wakil Komandan Penelitian dan Swasembada Jihad, yang berada di Markas Pertahanan Udara “Khatam ol-Anbia”, Jenderal Mahmoud Ebrahiminejad mengumumkan bahwa Iran telah berhasil menguji coba sistem pertahanan rudal buatan dalam negeri yang dijuluki sebagai Bavar-373, dan diklaim secanggih S-300 Rusia untuk menargetkan rudal balistik, seperti dilansir dari laman Fars News Agency (FNA).

“Tes ini dilakukan tahun lalu, hasilnya positif dan [pencegatan] dilakukan dengan sangat baik”, kata Jenderal Ebrahiminejad pada hari Senin.

Lebih lanjut dia memaparkan tentang kemampuan Bavar-373, “Bavar-373 lebih dapat diandalkan dan lebih kuat daripada sistem S-300 yang dimiliki Iran saat ini. Lokalisasi produk meyakinkan para ahli bahwa kami memproduksi dan menggunakan bagian apa pun yang dibutuhkan”.

Ebrahiminejad mengatakan bahwa jika Iran ingin, ia dapat memproduksi S-300 tetapi Bavar-373 lebih canggih dan lebih kuat daripada S-300 sebagaimana “Ahli kami telah mencoba untuk menghapus sejumlah kelemahan S-300 pada sistem Bavar 373”.

Di tempat lain, komandan Iran juga mengatakan bahwa Iran telah memulai pekerjaan penelitian pada sistem pertahanan udara Pantsir, yang merupakan keluarga dari sistem rudal permukaan-ke-udara jarak dekat yang dikembangkan oleh Rusia.

Iran merancang dan mengembangkan versi perisai rudal S-300 sendiri, yang disebut Bavar-373, setelah sebelumnya Rusia mengabaikan pengiriman sistem pertahanan rudal canggih mereka ke Iran yang dikarenakan adanya sanksi dari Dewan Keamanan PBB.

Bavar-373 buatan Iran memiliki fitur unggulan di atas model asli S-300 Rusia karena telah dilengkapi dengan peningkatan mobilitas, kelincahan serta mengurangi waktu persiapan peluncuran.

Bagikan: