Dec 092016
 

Helikopter NH90 (sumber :nhindustries)

Angkatan Laut Jerman melakukan terbang perdana helikopter NH90 Sea Lion. Penerbangan tersebut dilakukan di fasilitas produksi Donauwörth Airbus Helikopters di Jerman selatan, Kamis (8/12).

Helikopter jenis ini memiliki fungsi untuk , pengawasan maritim, pencarian dan penyelamatan (SAR).

Angkatan Laut Jerman rencananya akan memiliki 18 helikopter jenis tersebut, diperkirakan seluruh helikopter pesanan angkatan laut Jerman baru akan rampung pada ahun 2019 mendatang.

Helikopter NH90 Sea Lion pertama kali diperkenalkan dalam acara ILA Airshow di Berlin, Mei 2014. Helikopter ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas diantaranya, sistem Identifikasi Otomatis (AIS) untuk mencari, mengidentifikasi, dan pelacakan kapal.

Sumber : janes.com

  12 Responses to “AL Jerman Lakukan Terbang Perdana NH90 Sea Lion”

  1. Modelnya bagus.

  2. Boroooonggggggg….
    Seterongggggggg….
    Kuatttttttttttttttttt…..
    Hehehehehehe

  3. ,…

  4. kredit di FIF atw ADIRSA

  5. bolehlah ditawarin ke indonesia,buat dukung SAR dan BAKAMLA. khan sekedar nawarin..
    soal deal…rencana atau akan itu biar pemerintah yang menkaji hehehehe

  6. Sayang seribu sayang, ANAK EMAS aerocopter takut berlari kencang.

    bila pindad berani melakukan ekspansi ke TATA dan Czechoslovak group, mengapa pula PT. DI, Si penakut ini nyaman berada di pelukan Eurocopter.

    jangan bilang nanti tidak akan ada pasar, ADA TNI YANG TIDAK PERDULI BRAND ASALKAN ITU MEMADAI DAN DI BUAT DI DALAM NEGERI.
    ADA BANYAK BADAN PEMERINTAH SEPERTI CUSTOMS, COASTGUARD,POLRI, SAR DAN LAIN-LAIN.
    TIAP TAHUN ANGGARAN MEREKA BERTAMBAH, BEGITU JUGA KEBUTUHAN TERHADAP ASET-ASET DENGAN TEKNOLOGI TERBARU. MEREKA JUGA SEDANG MENYESUAIKAN DIRI.

    satu yang saya gagal paham, kita bergerak meniru cara negara maju memankan aset dan kepentingannya tetapi, kita selalu gagal dalam hal menyedikan sarana dan prasarana.

    Bagaimana meminta bakamla untuk memantau laut kita jika mereka saja kekurangan media untuk melakukan pengamatan. mereka butuh heli yang dapat menempuh jarak yang jauh,di bekali sensor optik mendekati standar militer, bandel, dapat di muati dengan payload tertentu, memiliki cukup ruang untuk awak. dan itu semua mungkin saja tidak bisa di sediakan oleh brand Aerospitiale/Uerocopter buatan PT. DI

    jangan terlalu memaksakan dirilah..
    yang ada itu harusnya menyesuaikan diri.
    mosok buat angkut gajah maksain pake becak. mosok buat mantau laut maksain cuma pake teropong dan bubble glass???

    hellooooo… teklonologi semakin berkembang,
    Nano technology, bahan komposit, TFR system, IR warning system dan lain-lain semuanya semakin maju. jika cuma tahu menyelesain kontrak dan cuma bisa bikin, timur leste juga pasti bisa kalau punya aset.
    terus yang bedain kita itu apaaaaaaaaaaaaa…..

    jangan bawa-bawa slogan “made in indonesia” itu lagi deh.. soal kebanggaan, PT. DI itu kebanggan orang tua saya dekade yang lalu, Kebanggaan saya mana… manaaaa…..
    mosok lagu lama di ulang.. ulang..

    Indonesia negara ini… indonesia negara itu.. bla..bla..
    ITU DULU… DULU MBAH….

    BUMN-BUMN LAMBAT PERLU DI REVOLUSI METAL,
    PECAT YANG GAK MAMPU, PECATTTT….. PECATTT….

    GANTI YANG LEBIH PUNYA IDE, LEBIH BERANI MELAWAN ARUS, LEBIH MAMPU MENGIKUTI PERKEMBANGAN, LEBIH KEKINIAN!!!!

 Leave a Reply