AL Rusia Hentikan Pembuatan Kapal Selam Warshavyanka

52
76

image

Menurut Ketua Soyuz Voyennyikh Moryakov (Perkumpulan Pelaut Militer), Kapten Purnawirawan Angkatan Laut Anatoliy Kresik, pembuatan Warshavyanka menghadapi jalan buntu karena konflik yang terjadi di Ukraina dan kebijakan subtitusi impor sehubungan krisis tersebut.

“Sekitar 70 persen komponen kapal selam itu berasal dari Ukraina. Kini, komponen tersebut tak ada lagi. Barat juga telah berhenti memasok beberapa peralatan untuk Rusia. Saya pikir keputusan itu diambil karena Angkatan Laut Rusia mempertimbangkan untung-rugi pembuatan kapal tersebut, dan ternyata tidak ada keuntungannya untuk membuat kapal tersebut. Kita tak bisa mempertahankan Warshavyanka lebih jauh,” papar Kresik pada wartawan Natsionalnaya Sluzhba Novostey.

Direktur Kegiatan Ekonomi Luar Negeri Biro Konstruksi Rubin Andrey Baranov menjelaskan, awalnya kapal selam seri Warshavyanka dibuat karena proyek 677 Lada tengah dibekukan. “Tentu saja sekarang kita dapat melakukan modernisasi proyek 636, namun bagi AL Rusia, mungkin ini adalah pemesanan terakhir kapal selam non-nuklir proyek tersebut. Setelah ini, mereka akan beralih pada pembuatan kapal selam generasi selanjutnya, yakni proyek 677 Lada yang tertunda,” terang Baranov pada RIA Novosti.

Angkatan Laut Rusia melabuhkan pilihannya pada kapal selam non-nuklir baru dengan mesin anaerobik. Pada 2016-2017 mendatang, Rusia akan membuat mesin tersebut, yang dapat menghasilkan energi tanpa bantuan udara. Keberadaan mesin penggerak bebas udara membuat kapal selam bisa semakin tak terlihat dan meningkatkan durasi kapal berada di bawah air tanpa perlu keluar ke permukaan untuk mengisi ulang baterai dengan udara.

Saat ini, kapal selam yang menjadi proyek utama Lada adalah kapal Saint Petersburg, yang tengah menjalani tahap uji coba. Panglima Angkatan Laut Rusia Laksamana Viktor Chirkov menjelaskan, hingga akhir 2020 mendatang AL Rusia akan memiliki tambahan empat kapal selam non-nuklir dari proyek baru dengan mesin penghasil tenaga bebas udara.

Berdasarkan pernyataan pengembangnya, tingkat kebisingan Lada telah diturunkan beberapa kali lipat dibanding kapal selam Warshavyanka, sehingga dengan tambahan kompleks hidroakustik generasi terbaru, kapal selam ini dapat menemukan kapal musuh jarak jauh dari berbagai kelas secara lebih efektif.

Warshavyanka menjadi salah satu proyek tersukses dalam pembuatan kapal selam di Rusia. Kapal selam ini memiliki tingkat kebisingan rendah, konstruksi badan kapal yang baik, proses pengendalian otomatis kapal yang efektif, sistem persenjataan yang tangguh termasuk roket, torpedo dan ranjau, akomodasi yang mumpuni bagi para awak, serta perawatan dan penggunaan yang sederhana. Sejauh ini, lebih dari 20 kapal selam tipe Warshavyanka sudah selesai diproduksi.

Warshavyanka sudah diekspor ke Tiongkok, Vietnam dan Algeria (Indonesia mana?), namun saat ini pembeli potensial lebih memilih kapal selam dengan mesin penghasil tenaga bebas udara. Persaingan antarprodusen kapal selam non-nuklir pun telah meningkat tajam. Para produsen kapal selam non-nuklir Rusia terpaksa berjuang mendapatkan pembeli dengan menawarkan solusi-solusi teknis di bidang pembuatan kapal selam.

Kurangnya pendanaan pada akhir 1990-an dan awal 2000-an membuat Rusia tertinggal dalam teknologi pengembangan mesin penghasil tenaga bebas udara. Kini, kapal-kapal Rusia perlu mengejar ketertinggalan mereka dari pesaing-pesaing luar negerinya. Itu adalah salah satu alasan mengapa AL Rusia mengucapkan selamat tinggal pada Warshavyanka.

Kontrak untuk pembangunan kapal selam keempat Proyek 677 “Lada” akan ditandatangani pada akhir 2015

image

Kontrak untuk pembangunan kapal selam keempat Proyek 677 “Lada” ini rencananya akan ditandatangani pada akhir 2015. Diputuskan untuk memesan batch lain dari Lada. Kontrak konstruksi harus ditandatangani pada akhir 2015. Pengiriman armada kapal selam direncanakan pada tahun 2019.

Kapal selam kedua ” Kronstadt ” direncanakan akan diserahkan ke Angkatan Laut pada tahun 2017 dan yang ketiga ” Sevastopol ” pada akhir 2018.

Kapal selam dengan peralatan “SNIIP” masuk ke layanan Angkatan Laut Rusia

image
Model kapal selam diesel elektrik Novorossisk. Foto: Alexei Danichev/RIA Novost

Kapal selam diesel “Novorossiysk”, dilengkapi dengan peralatan deteksi radiasi yang diproduksi oleh JSC “SNIIP” (included in the Engineering Division of Rosatom – AtomEnergoMash).

Manajemen sistem informasi multi tujuan yang diinstal pada kapal selam ini dirancang untuk memantau lingkungan dari radiasi kimia dan juga memungkinkan untuk memprediksi dosis radiasi dan situasi saat kru kapal selam ada di zona darurat. Peralatan dengan sistem generasi terbaru dan merupakan salah satu perangkat penting dalam kapal selam modern.

Termasuk kapal selam dari generasi ketiga yang memiliki efektivitas tempur yang tinggi, kombinasi kemampuan siluman dan jangkauan deteksi sasaran serta persenjataan yang kuat.

Sumber : Defencerussia.wordpress.com / RBTH / Engineeringrusia

Pengirim : Pecinta Wanita, JKGR biro Jepara

52 KOMENTAR

    • gak ada Kilo, Changbogo pun jadi.
      atau kalau mau sekalian eks-Yunani saja diakuisisi. masih gres jarang nyelam.
      saya berharap nasib eks-Yunani ini bakal seperti Bung Tomo Class yang akhirnya jatuh ke tangan kita.

      untuk kapan selam non-nuklir Jerman masih tetap yang terbaik. beruntung Turki dan Korea yang berhasil berguru ke Jerman. dan kini kita sedang menmpuh jalan yang sama. selamat datang Changbogo.

      akan sangat menggentarkan ketika kita memiliki armada kapal selam yang bisa ngobrol satu sama lain. “network centric” adalah kunci peperangan di masa depan.

      cmiiw

        • Jika kita membeli KS nuklir maka akan sulit beroperasi di Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Karimata, Selat Malaka, Selat Makassar bagian selatan (sekita Kangean) dan Laut Cina Selatan (bagian paling selatan / sebelah bara Kalbar). Perairan tersebut rata-rata kedalamannya 40-60 meter. KS Nuklir yang bongsor akan sulit beroperasi di kedalaman tersebut. Selainitu jika ia menyelam terlalu dangkal akan mudah terdeteksi oleh perangkat anti-kapal selam (jejak medan magnetnya mudah terbaca)

          Changbogo adalah pilihan tepat untuk malang melintang di perairan dangkal tersebut. Apalagi obyek vital nasional yang harus dlindungi sebagian besar juga berda di kawasan tersebut.

          Saya berpikir pembelian Kapal Oseanografi dari Perancis adalah dalam rangka memperoleh data batimetri yang lebih akurat. Konon di Laut Jawa dan Laut Cina Selatan banyak palung-palung kecil yang merupakan bekas aliran sungai ketika Jaman Es. Anggap saja palung-palung tersebut perbedaan kedalamannya dengan daerah sekitar hanya 10-20 meter saya pikir itu sudah sangat membantu manuver KS kita saat menghindari kejaran perangkat anti kapal selam.

          Hadirnya kapal oseanografi tersebut juga menunjukkan kita serius membangun ke kuatan bawah laut. Medan bawah laut harus dipetakan dengan akurat agar bisa digunakan klien2nya yg semakin banyak.

          Selamat datang “improved” Changbogo

    • Bungkus changbogo. Apa lg produksi tangan anak negri . Bungkusssssss . Walaupun tak sehebat amur lada.

      Percuma kalo cmn beli beli dan beli. Kapan anak negri diberi kesempatan untuk berkarya membuat kapal selam..

      Ingat malaysia scorpane nya mogok waktu itu. Dan malaysia tdk punya engineer2 yg bisa memperbaiki kasel tsb.

      Coba kalo kita bisa buat dengan tangan2 anak negri . Selain bs memperbaiki maintance nya kita bisa mengimprovisadi kasel dngn sesuai kebutuhan TNI AL.

      Jayalah PT PAL

        • Baca yg bnr om,,, black holl itu dulu sekarang killo uda ketinggalan jaman om, kalau mau hebat 212 jerman tuh kasel convensional tercanggih saat ini, killo class kasel jadul kok di gandrungi, mending amur class kalau mau beli dr rusia. Beli killo class sama aja beli f16 untuk pengganti f5, yaitu sama2 produk yg uda gak di produksi lg krn ketinggalan jaman tecnologinya.

          • Killo class tidak akan bs menandingi ks singapura yg br di beli dr jerman om, semoga pemerintah tidak mengakuisisi killo class krn kasel ini uda jadul bnget.

          • Kenapa kita kalah trus sama singapure? PAYAHHHH!!!!

            Ayo beli 3 ks

            1 ks nuklir taro di selatan ( laut dalam) dan 2 ks 218 di laut utara ( laut dangkal )

            Total $ 3B. ada ga anggarannya?

  1. maaf bung…mau nanya aja..maklum masih awam..hehe…..
    itu ks kilo / amur memangnya dah battle proven bung….kalo cangbogo kan turunan dari U212 u-boat nya Jerman yg dah battle proven sampai keliling dunia pas Perang Dunia ke II, kayak ke indonesia tuh ada prasasti di dasar lautnya

    maaf cuman asbun..maklum masih bodo ane

  2. Gak beli senjata rusia bukanberarti kiamat bung, jangan terlalu mendewadewakan rusia! Yg akan menolong negeri ini kalau perang adalah rakyat indonesia sendiri bukan rusia atau amerika atau siapapun. Indonesia hrs mandiri kalau ingin di segani, kemandirianbangsa lebih di takuti negara lain daripada alutsista rusia, itu yg hrs anda ingat.