JakartaGreater.com - Forum Militer
Feb 082015
 

image001

Angkatan Laut Taiwan telah menghentikan uji coba korvet rudal siluman Tuo Jiang class 618 karena cacat desain yang serius yang telah merusak operasi kapal, kata komandan senior angkatan laut Lu Li-shih (? ? ? ) kepada Liberty Times (koran adik Taipei Times) pada hari Rabu.

Seorang komandan senior angkatan laut mengatakan bahwa desain asli korvet telah diubah untuk menambah fungsi tempur yang justru memperburuk kecepatan kapal dan menyebabkan badan kapal setengah tenggelam karena kelebihan beban. Lu adalah mantan kapten kapal patroli Jiang dari Jin class, yang mirip dengan 618.

“Konsep desain inti adalah untuk membangun korvet serang cepat siluman dengan kemampuan manuver yang tinggi,” kata Lu. “Namun, kemudian desain itu diubah dalam upaya untuk membuat Tuo Jiang class menjadi ‘kapal perang tak terkalahkan,’ dengan penjejalan persenjataan anti pesawat dan anti kapal permukaan bersamaan dengan sistem pemburu kapal selam dan fungsi tempur lainnya.”

“Rasanya seperti mengubah desain untuk gaun sementara seorang wanita sudah memakainya,” katanya.

Persenjataan korvet Tuo jiang yang berlebihan.

Persenjataan korvet Tuo jiang yang berlebihan.

Selain 16 rudal Hsiung Feng dan dua peluncur torpedo angkatan laut kabarnya juga memiliki rencana untuk korvet 618 agar bisa membawa peluru kendali Sky Sword 2.

Namun bahkan tanpa terisi penuh dengan bahan bakar, peralatan dan sistem senjata korvet sudah mencapai perpindahan maksimum dalam kondisi air yang tenang di pelabuhan, kata Lu.

“Sangat penting untuk memiliki kapal perang patroli yang dapat melakukan misi di laut lepas walau dengan angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat timbul di sekitar Taiwan,” kata komandan. “Kita harus memastikan keselamatan semua perwira dan pelaut di kapal yang merupakan tantangan yang paling serius. ”

Sementara itu, Komando Markas Angkatan Laut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa korvet 618 adalah korvet yang pertama dari tipe ini dan sebagai “prototipe,” yang sedang diuji kemampuan dan keterbatasannya.

“Tuo Jiang class adalah desain yang berbeda dari kapal perang tradisional,” kata pernyataan itu. “Korvet ini dirancang untuk dapat melawan berbagai ancaman menggunakan sistem senjata modular sehingga muatannya dapat bervariasi tergantung pada situasi.”

“Oleh karena itu wajar terjadi kesalahpahaman tentang konsep desain kapal dan tujuan operasionalnya,” katanya.

“Korvet 618 adalah prototype yang diserahkan kepada angkatan laut pada bulan Desember tahun lalu, setiap masalah yang timbul kemudian dapat dikoreksi dan direncana ulang untuk produksi berikutnya hingga menghasilkan korvet Tuo Jiang yang lebih baik lagi,” tambahnya.

 

Sumber : ThreatMissile

Pengirim : Pecinta Wanita, JKGR Biro Jepara

Bagikan :

  18 Responses to “AL Taiwan Hentikan Uji Coba Korvet Siluman Tuo Jiang”

  1.  

    one

  2.  

    Taiwan nihh..

  3.  

    Konsepnya triraman

  4.  

    test

  5.  

    Kalau taiwan menghentikan, bagaimana dengan indonesia kapal trimaranya apaka? ada kemajuanya dalam produksi?..
    Maaf oot.

  6.  

    Kalau taiwan menghentikan, bagaimana dengan indonesia kapal trimaranya apaka? ada kemajuanya dalam produksi?..
    Maaf oot.

  7.  

    “Kita harus memastikan keselamatan semua perwira dan pelaut di kapal yang merupakan tantangan yang paling serius”……
    sebaiknya Indonesia secepatnya mengganti kapal yang sudah tua dan kurang gahar dengan yang baru plus gahar….. dan yang paling penting sebenarnya keselamatan para ABK itu sendiri

  8.  

    Taiwan

    Anan ancong lu

  9.  

    Ekspor saja Klewang… BTW, kabar Klewang no 2 buat TNI AL bagaimana ya?

    Salam…

  10.  

    Ga nyangka masih hebatan klewang yg sukses di produksi…!!! INDONESIA STROONG..!!!

    ….NKRI HARGA MATI….

  11.  

    Nhaaa kaannn … tidak mudah mendesain kapal perang… wajar kalau 1-2 kali gagal…. yang penting terusss mencoba tidak henti…

  12.  

    Waduh kelas korvet kok mo dirubah jadi destroyer kenapa dri awal gak langsung mendesign kapal destroyer…dan mengapa Taiwan gak minta destroyer milik US Arleigh Burke-class minimal yg batch pertama pasti dikasih kok kan sekutu mereka

  13.  

    kalau bikin di indonesia, mbah yakin kapalnya tetap kencang, karena rudalnya hanya berbentuk boks triplek.

 Leave a Reply