Agu 082019
 

Angkatan Darat Jerman menghentikan seluruh operasi penerbangan helikopter tempur “Tiger” karena alasan keamanan.

Menurut informasi SPIEGEL, pabrikan helikopter Tiger sebelumnya mengeluarkan pesan peringatan, karena komponen penting untuk kontrol rotor helicopter Tiger mungkin memiliki cacat material.

Saat ini semua helikopter harus di uji, dan pada hari Kamis ada peringatan dari Komite Keselamatan Udara untuk menjadwalkan pemeriksaan dan pengujian.

Komponen yang terpengaruh adalah baut pada kontrol rotor (“kontrol rotor utama”) dari helikopter serang andalan Bundeswehr Jerman. Beberapa bagian titanium ini mungkin mengandung hidrogen dan dapat pecah selama penerbangan, menurut Airbus Helikopter. Menurut sumber dari orang dalam, dalam kasus terburuk, cacat pada baut itu dapat menyebabkan helikopter jatuh.

Pada 2 Agustus, Angkatan Darat yang mengoperasikan “si Tiger” memerintahkan grounded segera semua helikopter karena peringatan itu. Di Angkatan Bersenjata Jerman ada pembicaraan tentang tindakan keamanan.

Setelah inspeksi awal, Bundeswehr menemukan bahwa komponen yang berpotensi rusak tidak hanya di helicopter Tiger, tetapi juga di helikopter transportasi NH90 dan helikopter latih EC135.

Groundednya armada Tiger memiliki konsekuensi yang cukup serius untuk pelatihan penerbangan pilot Bundeswehr. Ulasan dan untuk mengatasi masalah tersebut harus dilakukan sesegera mungkin.

Saat ini, militer Jerman tidak menggunakan helicopter Tiger untuk melakukan misinya di luar negeri, dan terakhir Tiger terbang di Mali Afrika untuk misi PBB.

Penonaktifan seluruh armada “Tiger” menggambarkan sekali lagi masalah besar di Bundeswehr dengan sistem tempurnya. Angkatan Darat saat ini memiliki 53 helikopter yang diproduksi oleh Airbus Helikopter, tetapi rata-rata hanya 11,6 yang bisa beroperasi tahun lalu.

Bagikan
 Posted by on Agustus 8, 2019