Dec 102014
 

Swedia – 8/12/2014. Angkatan bersenjata Norwegia, Finlandia, Swiss dan Turki berhasil menembakkan lima rudal Advance Medium Range Air To Air Missile (AMRAAM) AIM -120C7 sebagai bagian dari kampanye uji tembak Hammer Thor pada bulan September.

Diluncurkan dari pesawat tempur F-16, F/A-18 dan peluncur darat, National Advance Range To Air Missile System (NASAMS), lima tembakan rudal sukses mencapai sasaran pada berbagai profil dan target.

Norwegia menembakkan satu rudal AIM-120C7 dari peluncur kendaraan dan Finlandia menembakkan dua NASAMS dari tabung peluncur statis, sementara Swiss berhasil menembakkan satu rudal dari F-18 dan Turki menembakkan satu rudal dari F-16.

Norwegia menembakkan satu rudal AMRAAM AIM-120C7 dari Launcher NASAMS Mobilitas Tinggi selama latihan menembak internasional Hammer Thor di Swedia. Rudal, awalnya dikembangkan untuk militer Amerika Serikat, kini dijual ke 35 sekutu militer asing (kredit: Raytheon).

Norwegia menembakkan satu rudal AMRAAM AIM-120C7 dari Launcher NASAMS Mobilitas Tinggi selama latihan menembak internasional Hammer Thor di Swedia. Rudal, awalnya dikembangkan untuk militer Amerika Serikat, kini dijual ke 35 sekutu militer asing (kredit: Raytheon).

“AMRAAM adalah rudal yang paling canggih yang mendominasi senjata udara dunia, dan tes yang sukses sekali lagi menunjukkan tingkat yang luar biasa dari efektivitas dan kehandalan rudal tersebut” kata Mike Jarrett, wakil presiden Air Warfare System Raytheon. “Mencegat lima sasaran dari platform yang berbeda memamerkan fleksibilitas AMRAAM di seluruh skenario yang berbeda. Senjata ini untuk AS dan pasukan sekutu di seluruh dunia.”

Mengambil nama dari mitologi Dewa Norwegia latihan Hammer Thor menandai selesainya pengembangan dan pengujian untuk rudal AIM-120C7.

image

image

image

Finlandia menembakkan dua rudal AMRAAM AIM-120C7 dari tabung peluncur NASAMS selama latihan Hammer Thor internasional di Swedia

image

Swiss menembakkan rudal AMRAAM AIM-120C7 dari pesawat F-18 sebagai bagian dari latihan Hammer Thor internasional di Swedia. Para pemimpin militer dari empat negara bekerja sama sepanjang September yang berhasil menguji lima rudal AMRAAM.

Swiss menembakkan rudal AMRAAM AIM-120C7 dari pesawat F-18 sebagai bagian dari latihan Hammer Thor internasional di Swedia. Para pemimpin militer dari empat negara bekerja sama sepanjang September yang berhasil menguji lima rudal AMRAAM.

Sumber : snafu-solomon/globalaviatianreport
Pengirim : Pecinta Wanita, JKGR Biro Jepara

Bagikan Artikel :

  26 Responses to “Aliansi Eropa Tes Upgrade Rudal AMRAAM AIM-120C7 dalam Latihan Thor Hammer”

  1. pagi. . . .

  2. halo. . .

  3. pink!!!

  4. yah warga nya masih pada tidur. . .

    SALAM NKRI

  5. Rudalnya boleh juga nih dibeli untuk dibedah dan dikembangkan di Indonesia

    Salam NKRI

  6. hadir..

  7. Ijin nongol..

  8. Bagus,kita juga harus kembangkan Rhan biar lebih akurat dg jangkauan sedang dan jauh

  9. semakin ketinggalan…

  10. mantab

  11. beli yang paling murah saja

  12. kalo di usung di pesawat f16 minimal yang blok 32, dulu di jaman mbah pur, rudal AIM-120 AMRAAM pernah di tawarkan bersamaan dengan f-16 blok 25 id upgrade, gak tau sekarang kelanjutannya… bung wehr tau mungkin ?
    R-77 rusia lawan sebanding rudal, kalo ndak salah kita dah punya R-77

  13. kalo gw sih Lebih tertarik sama ASTER

  14. Salah satu kontestan yg ikut dlm prroyek Air Defence Initiative Kohanudnas sebanyak 50 baterai SAM range 20-25km besaing dgn Almaz Antey Tor + Pantsyr, Saab-Pindad GBAD RBS70 + RBS23, Thales-LEN Starsreak ER
    Almaz Antey & NASSAMS kelebihannya sdh operasional

    Pd GBAD & Forceshield menggandeng industri strategis kita sprt Pindad & PT. LEN dan jaminan full ToT sprt bbrp sperepart dibikin disini tp jg penuh perjudian krn RBS23mk1 & Starsreak ER msh dlm pengembangan

    Ane sndr vote Almaz Antey Tor + Pantsyr

  15. Sayang kerjasama dgn switz ga dilanjutkan yah..

  16. AAM bila dijadikan SAM jangkauannya hanya sepertiga dari jangkauan tembak maksimum. Kalo jarak tembak AAM AIM-120 C7 120 km berarti jarak tembak bila dijadikan SAM sekitar 40 km…… ‘Hanya’ beda sedikit sama Aster 15 (30+ km) dan beda jauh sama Aster 30 jangkauannya sampai 120 km

    • yup.. perbedaannya sekitar 80%. range nya menyusut mnjd 20% jk AAM dijadikan SAM. sebenarnya simple aja sih.. semakin dekat kebumi mk smkn kuat gaya gravitasi ditambah udara lbh padat smkn dekat permukaan bumi yg mengakibatkan gesekan udara yg berakibat rudal sprt dibebani beban yg gak kasat mata yg menjadikan rudal smkn pendek jangkauannya.
      Salam.

  17. Yang jelas semenjak PD 1 sampai menteri susi membakar illegal fishing ship..belum pernah ada pespur dirontokan dengan teknik beyond visual range oleh pespur juga. Bahkan Russia yakin bisa menjamming air to air missile jarak jauh/bvs NATO. Semua pespur dirontokan dengan cara visual range oleh pespur lain sampai saat ini

    • Wah data anda salah bung .. 1) flight F-16A milik AU Belanda yang dipersenjatai AIM-120 Advance Medium-Range Air to Air Missiles (AMRAAM) dan AIM-9 Sidewinder. Flight F-16 itu diarahkan untuk menyergap Mig-29 Yugoslavia. Pada sebuah jarak yang jauh dan tidak saling melihat, Beyond Visual Range (BVR) dan posisi Head On (berhadap-hadapan), salah seorang penerbang F-16 melepaskan rudal AMRAAM dan menjatuhkan sebuah Mig-29.

    • F-15C Amerika menjatuhkan Mig-29 yang tersisa dengan AIM-120 AMRAAM juga. Berikutnya F-16C dan F-15C USAF juga menjatuhkan 2 Mig lagi dengan AIM-120 AMRAAM .generasi ke-4, F-16 USAF mendapatkan kemenangan pertamanya pada tanggal 27 Desember 1992 ketika menjatuhkan Mig-25 Irak menggunakan AIM-120 AMRAAM. Armada F-16 mencatatkan rekornya kembali pada tanggal 17 januari 1993 melawan Mig-23 Irak, yang djatuhkan dengan AIM-120 AMRAAM

    • Sejak perang teluk 1990-1991, 60% (24 kemenangan) dari kemenangan armada pesawat NATO terhadap Irak didapatkan dengan rudal udara ke udara jarak sedang generasi ketiga dengan sistem radar homing, AIM-7 Sparrow. Banyak dari rudal tersebut diluncurkan dari jarak yang cukup jauh TANPA SALING MELIHAT ATAU VISUAL RANGE .. JADI SEMUANYA BEYOND VISUAL RANGE .
      Tapi melumpuhkan pesawat tak harus dengan duel jarak dekat, RSAF sudah punya AIM-120 AMRAAM untuk jenis BVRAAM (beyond visual range air to air missile), AMRAAM menjadi momok yang menakutkan dalam perang udara modern, rudal ini dapat melesat hingga jarak 70 Km dengan kecepatan 4 Mach. Pilot penembak tak perlu melihat sasaran secara langsung, karena sasaran berada di balik cakrawala, rudal ini biasanya dipasang pada F-16 dan F-15, dioperasikan dengan dukungan radar pendeteksi sasaran yang canggih.

 Leave a Reply