Sep 142017
 

ilustrasi

Nunukan – Pemerintah Pusat mengalokasikan dana sebesar Rp 1,3 triliun untuk membangun bandara di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Rencana pembangunan bandara ini sudah masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) yang dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017, ungkap Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie, Kamis 14-9-2017.

Irianto Lambrie mengatakan, informasi ini didapat secara resmi dari Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bahwa rencana pembangunan bandara di Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Negeri Sabah, Malaysia.

Selain dijadikan bandara komersil untuk pelayanan penumpang umum atau komersil, bandara di Pulau Sebatik ini rencananya dijadikan pula sebagai Pangkalan militer TNI AU.

“Jadi pembangunan bandara di Pulau Sebatik ini berbeda dengan bandara lainnya di Indonesia yang masuk PSN (proyek strategis nasional). Bandara di pulau yang berbatasan dengan Malaysia juga akan dijadikan pangkalan militer TNI AU,” jelas Gubernur Kaltara.

Hal ini dipertegas pengarahan Presiden, Joko Widodo sewaktu rapat terbatas di Istana Negara beberapa waktu lalu bahwa bandara di Pulau Sebatik memang nantinya difungsikan pula sebagai pangkalan militer.

Tetapi masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Koordinator Polhukam dan Kementerian Pertahanan. Mengenai hasil studi kelayakannya dan ketersediaan lahan, Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menyatakan, bentuknya bandara sedang dengan “runway” 1.800 meter. (Antara)

  11 Responses to “Alokasi Dana Rp 1,3 Triliun Bangun Bandara Sebatik”

  1. Keren dah. Di banyak daerah sedang marak pembangunan bandara. Akses antar daerh jadi makin terhubung dengan lebih mudah. Dan hal lain yang perlu jadi perhatian adalah bahwa Nunukan yang berbatasan dengan negara lain memang sudah seharusnya dibangun lebih maju daripada negeri tetangga.

  2. Waktu melihat lokasi bandara, gue sedikit kecewa. Pemukiman di sana sudah sangat padat mengitari bandara sehingga tidak memungkinkan dibuat jalur baru “double track” kecuali membuat lanut baru di luar pemukiman warga yang sudah didominasi oleh perkebunan kelapa sawit. Satu satunya yang memungkinkan di bandara saat ini hamyalah memperpanjang landasan pacu sampai beberapa ratus meter yang berarti menggasak lahan lapangan golf yang ada di sampingnya.

  3. Mantap.. jembatan udara versi pak jokowi.. padahal di Nunukan sudah ada.. Tinggal pulau Rote sepertinya blm ada.

  4. Bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan warga sebatik….

  5. Kenapa tdk bikin sekalian dgn panjang 3100 meter? Itu kan malah lebih baik?

 Leave a Reply