Nov 032013
 
Latihan Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Natuna, Kepri (photo: msn.com)

Latihan Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Natuna, Kepri (photo: msn.com)

Enam “elang besi” Hawk 100/200 menderu seperti merobek  langit Natuna, Kepulauan Riau, meliuk-liuk sambil menjatuhkan bom berbobot ratusan kilogram. Sasarannya satu objek di sebuah pulau kecil. Dari arah lain melintas tiga pesawat F-16. Empat bom meluncur ke sasaran.

batam-tni-au

Tak lama, muncul pula tiga pesawat Sukhoi SU-27/30. Di setiap pesawat garang itu, tersemat 6 bom yang lalu dilepas untuk menumbuk sasaran. Bak kelincahan seekor alap-alap, Sukhoi terakhir melontarkan puluhan roket. Sasaran pun hancur lebur.

angkasa-yudha-2013

Operasi Angkasa Yudha 2013, Natuna, Kepri

Operasi Angkasa Yudha 2013, Natuna, Kepri

Pemasangan Bom di Pesawat Tempur Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri

Pemasangan Bom di Pesawat Tempur Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri

Super Tucano dalam Angkasa Yudha 2013 di Bandara Hang Nadim

Super Tucano ikut dalam Latihan Operasi Udara Angkasa Yudha 2013

Asap membubung tinggi. Tapi serangan belum berakhir. Sebagai penutup, tiga pesawat EMB-314 Super Tucano melintas. Bom kembali berjatuhan.

Di atas sasaran yang remuk redam itu, melintas tujuh pesawat C-130 Hercules, terbang tenang dikawal dua Sukhoi 27/30 bersenjata rudal. Dari lambung pesawat, ratusan personel Pasukan Khas Angkatan Udara melompat terjun.

Peterjun ini akan bertugas menyapu sisa-sisa musuh yang menguasai objek vital di Natuna, wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Laut China Selatan yang sedang disengketakan lima negara itu.

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau

Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: poskotanews.com)

Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: poskotanews.com)

Inilah aksi penutup Latihan Operasi Udara dengan sandi “Angkasa Yudha 2013” yang digelar di Pulau Natuna, pada Kamis 31 Oktober 2013 lalu. Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, latihan ini untuk membina kemampuan dan kekuatan TNI AU, agar lebih siap siaga menghadapi kontijensi.

Latihan puncak TNI AU 2013 ini, melibatkan 21 pesawat tempur termasuk EMB-314 Super Tucano yang baru tiba. Pesawat tempur yang terlibat: empat F-16 Fighting Falcon dari Skadron Udara 3, enam Su-27/30 Sukhoi (Skadron Udara 11), empat Hawk 109/209 (Skadron Udara 12), empat Hawk 109/209 (Skadron Udara 1) dan tiga EMB-314 Super Tucano (Skadron Udara 21).

Latihan ini mengambil skenario adanya serbuan militer negara lain terhadap kepentingan dan kedaulatan Indonesia. TNI mengantisipasi dengan menjaga kesiapsiagaan operasional, sistem kesenjataan dan personel.

Skadron dari Timur
Yang menjadi “bintang” saat itu boleh dibilang enam Sukhoi yang terbang dari Lapangan Udara Hasanuddin di Makassar. Total ada 16 Sukhoi bermarkas di Makassar, membentuk Skuadron Udara Tempur 11.

Pesawat tempur Sukhoi memiliki kapasitas bahan bakar penuh 12 ribu liter untuk melakukan penerbangan selama 4 jam dan jika ditambah air refueling bisa 8 jam, melesat dengan kecepatan 2,5 MACH.

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: detik.com)

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: detik.com)

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: detik.com)

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: detik.com)

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: detik.com)

Operasi Udara Angkasa Yudha 2013, Kepulauan Riau (photo: detik.com)

Latihan Operasi Udara Angkasa Yudha 2013 menjadi semacam kebangkitan skadron tempur wilayah Timur Indonesia setelah lama kekuatannya bolong. Pesawat tempur bercat dasar abu-abu terang bercampur loreng abu-abu tua ini terdiri atas dua macam, yakni SU 27 SKM dan SU30MK2. Pembeda utamanya adalah SU 27 hanya punya satu kursi pilot, sementara saudaranya punya dua kursi pilot.

Saat VIVAnews mendatangi Markas Skuadron, Kamis 31 Oktober 2013, tampak hanya 10 Sukhoi terparkir. Enam lainnya sedang beroperasi di Natuna. Di kantor dan gedung teknisi yang berada di samping pesawat tempur diparkir, tampak sebuah spanduk besar terpampang bertuliskan, “Siapkan pesawat sebaik-baiknya seolah-olah hari ini ada perang”.

Perang itu memang masih jauh. Tapi, personel di Skadron 11 berlatih keras setiap hari, minimal 8 jam. Pesawat diistirahatkan meski tetap siaga antara Jumat sampai Minggu saja. Pagi, sebelum memulai latihan (training air), para petugas dan pilot terlebih dahulu apel siaga. Teknisi sudah terbagi-bagi ke dalam beberapa bidang, selalu memastikan pesawat dalam keadaan siaga penuh.

Rudal Sukhoi
Persenjataan terbaru yang terpasang di pesawat adalah kombinasi jenis Air to Air to Ground. Sukhoi bisa menyergap di udara dengan daya jelajah jauh. Ia juga mampu serang target di darat dengan peluru kendali atau bom pintar. Dia bisa membawa rudal udara ke udara RVV-AE active radar homing, rudal udara ke permukaan KH- 29T(TE), KH-29L, KH-31P, KH-31A dan bom pintar jenis KAB 500Kr dan KAB-1500Kr.

Yang lebih asyik, Sukhoi SU 27SKM dan SU30 MK2 telah dilengkapi instrumen isi ulang bahan bakar di udara. Jadi kemampuan jelajah tempurnya kian jauh.

Jelas, kecanggihannya tidak kalah dengan F15 SG milik Singapura atau Super Hornet milik Australia. Di udara, bisa ofensif, namun juga bisa menghancurkan sasaran di laut dan darat. Sempurna untuk patroli udara untuk menjaga kedaulatan wilayah dan menghancurkan sasaran strategis musuh.

Minimum Essential Force
Dua pesawat Sukhoi tiba dari Rusia 4 September 2013, menggenapi skadron Sukhoi di Makassar dengan komposisi lima unit Su-27 SKM dan sebelas unit Su-30 MK.

Sukhoi ini menjadi andalan, karena di saat alutsista Indonesia mulai menua tahun 1990-an, Amerika Serikat sebagai pemasok utama alutsista Indonesia justru melakukan embargo, akibat pelanggaran hak asasi manusia di zaman orde baru berkuasa. Itu sebabnya, saat menjadi Presiden pada 2001, Megawati Soekarnoputri melirik Rusia. Negeri beruang salju itu dipilih sebagai alternatif mengganti armada yang menua.

Pada 2004, sejumlah Sukhoi pun mendarat di Lanud Iswahyudi, Madiun. Megawati pun seperti mengulang sejarah ketika ayahnya, Soekarno, membangun armada udara Indonesia dengan mengandalkan pesawat-pesawat tempur buatan Uni Soviet.

Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan, pengalaman embargo militer AS atas Indonesia pasca-1998 menjadi pelajaran untuk tidak menggantungkan persenjataan pada satu negara saja. Kekuatan pertahanan nasional akan dibangun dengan mengambil teknologi dari berbagai negara. Tak lupa, industri strategis dalam negeri diperkuat, seperti PT Dirgantara dan PT Pindad.

Rudal Krypton Kh-31 diusung Fighter Sukhoi Indonesia (photo: FB Jiwa Merah Putih)

Rudal Krypton Kh-31 diusung Fighter Sukhoi Indonesia (photo: FB Jiwa Merah Putih)

Pembelian Pesawat
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Madya Hadi Tjahjanto, menyatakan, pembelian pesawat dipatok sampai 2024. Total, ada 102 pesawat yang didatangkan, antara lain 16 unit Sukhoi, 24 unit F16 dari Amerika Serikat, skadron T50 buatan Korea Selatan untuk menggantikan Hawk buatan AS, 8 unit pesawat latih G120PP buatan Jerman, 16 unit pesawat Supertucano buatan Brasil, 9 unit CN295 dari Spanyol, 4 unit Hercules hibah dari Australia dan sejumlah helikopter Fennec dari Prancis. “Semua Pesawat didatangkan secara bertahap,” kata Hadi.

Dari Rusia, selain membeli Sukhoi, Indonesia juga mendatangkan kendaraan tempur laut dan amfibi, helikopter serang MI-35, helikopter serbu MI-17 dan tak lupa, peluru kendali.

Sjafrie menyatakan, alutsista Rusia menjadi ‘idola’ karena menjawab kebutuhan minimum essential force (MEF). ”Yang kedua, harganya kompatibel. Ketiga adalah dia tak punya prasyarat politik,” kata mantan Kepala Pusat Penerangan TNI itu.

Anggaran modernisasi dan perawatan alutsista TNI sampai akhir tahun 2014 tercatat Rp 99 triliun, dan Kementerian Pertahanan masih membutuhkan tambahan anggaran Rp 57 triliun. “Kami prioritaskan mencari alutsista bergerak seperti pesawat temput dan tank. Sementara alutsista yang tak bergerak seperti radar,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.

Dengan anggaran sebegitu besar kekuatan armada udara Indonesia baru akan mendekati minimum essential force yang dipatok sampai 2019. “Bagaimana kita bisa memiliki kemampuan minimal agar kita bisa memiliki suatu daya pukul yang dahsyat dan juga mobilitas yang tinggi,” kata Sjafrie.

Dari mana duit itu berasal? Angka lebih dari Rp 150 triliun itu salah satunya didapatkan dengan pinjaman luar negeri US$ 6,5 miliar dolar. ”Jadi yang kita pergunakan kurang lebih 4 miliar dolar, artinya kurang lebih Rp 41 triliun. Sisanya kita mesti jadikan semacam cadangan untuk dipergunakan pada prioritas kedua. Sekarang prioritas pertama dulu,” kata Sjafrie.

Radar Menyusul
Lima tahun ke depan, setelah armada udara tempur nyaris lengkap, prioritas berikutnya penambahan Radar. Soal alat ini, Indonesia memang gawat. Ada radar yang tidak berfungsi 24 jam. Tapi sekarang, ”radar untuk kawasan barat sudah ter-cover, secara kuantitas. Kemudian kawasan timur yang kemudian akan kita isi segera,” kata Sjafrie.

Kadispen TNI AU menambahkan, rencananya radar ini akan ditempatkan di Singkawang, Kalimatan Barat; dan Tambolaka, Nusa Tenggara Timur. (viva.co.id)

  69 Responses to “Alutsista 2014 dan Operasi Angkasa Yudha”

  1. Sebelum kondisi Laut China Selatan (LCS) semakin memanas, mari kita SEDOT MINYAK DAN GAS DI LCS SEBANYAK-BANYAKNYA melalui Natuna. SEDOT, SEDOT DAN SEDOT TERUS SEMUANYA.

    • sudah bertahun tahun lifting minyak Malaysia malampaui Indonesia, mereka sangat gencar membuka sumur baru dan jika dibiarkan cadangan berdekatan yg ada di wilayah RI memang bisa saja tersedot oleh pengeboran2 mereka. sangat menjengkelkan mengingat upaya Pertamina menambah lifting minyak ini terhambat peraturan2 yang bikin frustasi. sudah lama juga terdengar janji menyederhanakan birokrasi di badan2 pemerintah tapi belum ada hasil yang signfikan. belum lagi pemerintah dulu lebih suka menyerahkan penguasaan sumur minyak ke tangan asing.
      saya harap kembalinya Inalum akan diikuti oleh ladang2 minyak. dan mudah2an pemerintah baru nanti bisa benar2 membereskan birokrasi peerintahan kita yang legendaris (rumit dan leletnya), tidak hanya birokrasi di tingkat investasi dan PMA tapi sampai ke tingkat birokrasi bagi masyarakat umum.
      melihat hubungan mesra dengan China akhir2 ini, saya rasa latihan ini lebih ke konsumsi dalam negri

  2. thn dpn mlrs astros II dan caesar nexternya di coba juga di batam & dumai, latihan bidik sembawang afb, changi afb, payalebar afb, marina bay sand (bisa jd 6 potong), johor bahru, puterajaya, twintower petronas (yg ini bisa jd 4 potong)… 😉
    Bravo TNI..!!

  3. Informasi yg dikeluarkan ke publik cuma sebagian, misalkan pemberitahuan ke pada tetangga di sebelah, jgn coba2 melakukan black flight dgn memasuki wilayah nkri kyk dulu walaun 21 pesawat tempur lg latihan tempur di natuna, tapi 10 sukoi masih stanby di makasar dan 7 f-16 di iswahyudi, hawk di Sumatra dan kalimantan jg dlm keadaan stanby. Sedangkan jumlah radar , Biasanya diketahui tetsngga tapi sistem dan strategi operasional masuk ranah rahasia.

  4. Idealnya kemampuan saat latihan perang itu sama pada waktu2 sesudah latihan perang.
    MEmiliki kesiapan yang berkesinambungan.
    Jadi, seandainya kita mendapat serangan kilat (lightning strike, seperti Hitler dengan Operasi Barbarosanya menyerang dengan kekuatan 200 pesawat tempur), amunisi, alutsista2, serta personelnya sudah stand by dalam 15 menit.

    Maunya nih, kemampuan pada saat latihan sama dengan kemampuan harian. Sama dengan jumlah personel, pesawat tepur dan amunisi.

  5. Ada beberapa hal yg perlu diperhatikan :
    1. Bravo Salut kepada TNI AU dengan Angkasa Yudha 2013 yg berani mendobrak tradisi LatGab dengan berlatih di pekarangan kita yg diatur Singapur dengan FIR-nya., dengan skenario berbeda didahului oleh operasi air superiority. Mudah2an diplomasi kita kedepan tidak lembek penuh pencitraan lagi. Speak softly but carry a big stick.
    2. Potensi musuh kita makin jelas Australia dan Singapur (dibantu Amrik) serta China. Yang dirtikan musuh disini adalah menentang dominasi Indonesia di kawasan Asean dan Pasific.
    3. Malaysia sdh tidak ada apa2nya, ini kesalahan Malaysia sendiri karena memulai insiden Ambalat. Justru Indonesia dan Malaysia kedepan harus bersatu. Jangan lagi saling ejek/ hina.
    4. Pemerintah jangan ragu dalam pengadaan alutsista, prioritaskan TNI AU dan TNI AL dulu, dari negeri Federasi Rusia dan sekutunya yg potensi embargonya mendekati nol.

  6. Ini latihan buat hajar yg ada di pulau cocos….kh 31 untuk peran menghajar radar sinyal di pulau itu…..pasti seru nih

  7. Bravo TNI AU !
    Sukses latihannya , gue bangga bener !

    Smoga Su-35bm cepat terealisasi !

  8. Selamat buat TNI AU. Semoga Payung udaranya kedepan bisa mumpuni lagi. God Bless TNI ku.

  9. Artikel yg mantap..keep posting bung diego. untuk Angkasa Yudha 2013 ini saya sbg rakyat sangat puas
    menyaksikan manuver sukoi selama 3 hari ,juga karna berkesempatan melihat sukoi dari dekat, bahkan sempat mengelus rudal yg kepala merah dan siripnya merah 2 sukoi bawa 2 rudal ini(yg lain kosong),ada juga rudal putih agak bongsor,(rudal apa ya namanya) kedua rudal kira kira sepanjang 1 meter , F16 di parkir agak jauh,tidak di perbolehkan pengunjung mendekat.

  10. Iya. Sudah dikoreksi. Thanks

  11. dalam intelijen tujuan utama bukan mencegah musuh mendapatkan informasi, tapi memastikan musuh mendpatkan informasi yang salah atau membuat musuh melakuka keputusan yang salah, masalh sf malon ente salh kalon merekaa nggak bikiin berita, tpi mestinya level beritanya sudah diukur, coba ente cari beita tentang nggak bisa nyelamnya scorpene ynag dibuka sama anakya anwar ibrahim, ini menunjukkan kalo informasi di malon juga terbuka,

  12. rudal KH dll ny mana? kq cm dikit yg nampak…

  13. coba saja sesekali dalam sekala satgultor,kopasus,paskhas,latihan pemberantasan korupsi di DPR,dobrak saja skandal korupsi,
    siapkan para penembak jitu untuk membidik anggota yg lain yg masih kliaran di Dpr,Ham,dan Lsm” yg harus di bumi hanguskan ..
    Slanjutnya baru jajah dan rebut kembali izin penerbangan yg sudah di abil singapura,nasionalisasikan freeport,,dan blok” yg lain..

  14. Hal control wilayah udara Indonesia ini sangat serius lho. Mengutip dari buku “Quo Vadis Kedaulatan Udara Indonesia?” karangan mantan KSAU Bp. Chappy Hakim, disebutkan ada Asean Open Sky Policy, Air Traffic Flow Management (ATFM) . Konsep ATFM diskenariokan bahwa pesawat dapat terbang secara otomatik autopilot dengan panduan GPS dan dapat menjaga jarak amannya sendiri tanpa panduan dari ATC. Konsep ATFM ini telah diterapkan di Amerika dan Eropa sejak tahun 1996, kini akan diterapkan di Asia Pasfic. Masalahnya konsep ATFM menghendaki adanya pengendalian penerbangan di sebuah kawasan missal Asia Pasific dilakukan oleh hanya satu Negara secara terpusat. Australia dan Singapur bahkan Thailand sudah mencalonkan diri. Apabila Indonesia melawan dan melakukan boikot atau dianggap tidak mampu memberikan pelayanan ATS sehingga pelayanan navigasi penerbangan terganggu, maka akan dilakukan perjanjian “Contingency Plan 2007” terhadap Indonesia, yaitu wilayah udara Indonesia di Utara dan juga Selatan akan diambil alih oleh Negara tetangga. Ternyata Indonesia cq Kementerian Perhubungan menandatangani “Contingency Plan 2007” pada bulan Januari 2007 tanpa persetujuan DPR atau instansi terkait!!
    Seterusnya disarankan beli dan baca bukunya. Menurut pengarangnya ini adalh UUD (ujung2nya duit), kerja paksa/ penjajahan terselubung terhadap Indonesia.
    Lha wong pemerintah Indonesia cq Kementerian Perhubungan tidak paham hal ini apalagi kita warjaggers. Masih ribut soal alutsisita, korupsi tapi tidak engah masalah vital ini.

  15. Tentang SF negara2 Asean, beberapa waktu lalu Discovery Science menayangkan serial (1 jam) liputan boot camp / basic combat training SF Mal/Phil/Thai, yang absen justru SF RI, mungkin menolak diliput atau tahu pembuatan serial itu hanya alasan untuk mendata silabus pelatihan SF RI?

  16. Sudah saatnya latihan gebrakan cepat dalam hitungan detik dan jam harus terus diasah kemampuanya apalagi daerah LCS adalah sumbu yg akan menyala atau dinyalakan oleh suatu negara super power yg akan memainkanya..lebih baik lagi perkuat pertahanan udara dengan rudal* yakhont yg ditempatkan di pesisir kepulauan riau,pantsir ,S400 triumnya dan sukhoi 35BM rusky supaya dapat terealisasikan sebelum SBY turun hal ini sudah menutup celah yg lobang dari LCS…jangan sampai rudal* kecil sekelas kiwinya china hal ini dapat di jamming oleh china uga bila LCS meletus merembet ke Natuna…

  17. Honestly speaking …. there is no “big impact” to Malaysia and Singapore on your latest Angkasa Yudha military exercise in Natuna … it is a big joke if you want to show your air force capability to them …

    As you know …. currently Malaysia and Singapore have more capability to control all of air space above Sumatra, Malacca straits, Natuna sea and Borneo compare than your TNI-AU … meanwhile, your east Indonesia air space is still fully controlled by Australia …

    Like and/or dislike … that is a fact … I wonder that there still no willingness from your gov’t to strengthen your air force to protect your huge air space, the biggest in the region ….. every body, even your defence minister, only talk with his “big mouth” … but do nothing … That is your destiny … The giant is still sleeping now and maybe forever ….

    • Honestly speaking… if the giant flex its muscles, and he WILL no doubt, as usual you will ask your landlords to help you he he he who is the big mouth here?

    • Mind your own minuscule business, it’s weird how you can still poke fun at others while living under a repressive regime…

    • Hmm…please define what you mean by “control airspace”. Do you mean every single flight inside Indonesian territory need to get authorization from the said countries? Or do you mean as of today, the said countries could fly pass Indonesian territory as they wish?

      As neighbors i suggest we get along and stop provoking other nations (by claiming their airspace, land or sea). If we get into arm race, there will be no end to it. Indonesia has always put herself into defensive position, with no intention claiming other nation’s land, sea or airspace. Peace bro

    • I dont think that the exercise meant to give you sense of insecurity. While Indonesian policies would have greater impact in the long run, we wont stop you from barking as the caravan goes by.

    • they are working on it.
      adding more radar station and wide range of upgrades is one of the main program in first MEF. our defense spending will increase at 17%-20% CAGR and estimated to over took Singapore as SEA nation biggest military spender by 2015
      from the way it is now, we are already in fast track beefing up military power to became regional power (again), and nothing you can do about it, it is inevitable. especially with your shrinking military budget and Singapore’s economic limitation due to its size

      behold for our next MEF and beyond. so, know your place and behave

    • I heard all your manpad rocket miss all the target during THE PANAH JAGUH EXERCISE.
      Well at least you save your drone target for next year hahahahaaaa

      • perhaps they should start considering static hot air balloon as next year target. if lucky, maybe they also can save those balloons for the next exercise 😀 😀 😀

        • Static hot air ballon ? 😀 Nice idea …btw PANAH JAGUH EXERCISE is the clue why they dont get any medal in 23nd ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2013.

          If automatic weapon like IGLA didn’t work well to them …how can you expect to the manual one like rifle 😉

          Errrr….wait a minute …I got latest secret info from their latest exercise…which this information make me respect to them.

          Okay ….
          Actually they on secret weapon project now…
          The project name is “the jaguh drone project/JADROP”…. they develope the drone that can run from any threat (rocket/missile etc) … this JADROP will be the most sophisticated high-tech project in this region 😉

          Wow …really it really surprise me !
          Tahniah for the project, We salute to you !

  18. it’s true, we are the Giant.. and as you can see through this forum.. the Giant is rising up, Thank you.

  19. Menurut saya, sepertinya orang-orang di DepHub sering melakukan blunder. Waktu pembahasan RUU tentang Penerbangan waktu itu banyak dipertanyakan mengapa harus tahun 2024 apa tidak kelamaan. Di jawab SDM kita yang tidak mampu, baru pada tahun itu kita mampu. Padahal banyak yang bilang SDM kita mampu salah satunya mantan KSAU CH. Bahkan Mentri BUMN beberapa waktu lalu mengatakan secara SDM kita mampu, secara alat kita bisa beli tapi secara UU kita tidak bisa merubahnya kecuali ada yang menggugat di MK.
    Jadi ingat heboh perjanjian Open Sky Policy dengan Malaysia beberapa waktu lalu. Pihak Malaysia bertanya dulu dengan maskapai disana. Pihak Dephub tidak. Hasilnya Malaysia boleh mendarat di bandara Medan (Kualanamu), Denpasar, Makassar dan Bandung. Hanya Bandung yang relatif sepi, lainnya bandara ramai. Indonesia hanya mendapat satu bandara ramai di semenanjung (itupun hanya berhenti di sana tidak boleh ambil penumpang berlanjut ke Jepang) dan bandara sepi di Kalimantan (yang bertujuan meramaikan bandara tsb). Ketika itu DirJen PerhubUd bilang itu perjanjian paling menguntungkan., pihak maskapai Indonesia dan pengamat penerbangan bilang kita dirugikan, Malaysia diuntungkan. Tidak ada balancing.

  20. Sedikit tambahan kalau salah maaf gan. Pesawat grob dengan b ditulis beta..ialah menggantikan dobel s atau ss sehingga menghindari kesan simbol ss nazi.. jadi harusnya dibaca gross atau artinya great atawa besooarr..

  21. Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Madya Hadi Tjahjanto, menyatakan, pembelian pesawat dipatok sampai 2024. Total, ada 102 pesawat yang didatangkan, antara lain 16 unit Sukhoi, 24 unit F16 dari Amerika Serikat, (16 unit) skadron T50 buatan Korea Selatan untuk menggantikan Hawk buatan AS, 8 unit pesawat latih G120PP buatan Jerman, 16 unit pesawat Supertucano buatan Brasil, 9 unit CN295 dari Spanyol, (4 hibah + 5beli) = 16+24+8+16+9+9 = 98 PESAWAT plus penambahan heli…
    jd ngak mgkn ada penambahan baru bung,,mohon penjelasan nya teman-teman sebangsa setanah air..

    • maaf ralat 16 sukhoi+24f16+16T50+8grob+16 spr tucano+9CN295+4hibah hercules+5beli=98

    • dari yang saya tangkap 102 pesawat tempur dan di tempat lain minimal 8 squadron pesawat tempur (128 unit). jika Super Tucano dan T50 dimasukan sebagai pesawat tempur maka 2014 akan ada:
      1 sqn Flanker
      2 sqn F16
      1 sqn Tucano
      1 sqn T50
      total 5 squadron dgn 80 unit pesawat

      jadi kemungkinan kekurangan adalah minimal 3 squadron pesawat tempur (48 unit) sebagai pengganti squadron F5. seperti biasa, saya harap pada Su-35 atau minimal tambahan squadron Su30/27 lagi mengingat TNI AU sudah memiliki simulator Sukhoi

  22. hahaha……..tentara malon tak cakap nembak, tentara anak bawang. Belajar dulu nembak pake pistol air gih crot..crot..crooottt….baru deh ngajak perang. Gak pernah dapat berita tentara malon rebut medali apalagi juara menembak internasional……..wakakakakak

  23. kita serumpun kaban,pak cik,,(itu kata malayshitttt) 😀 😛 😀

    malaysia dalam jangka 2dekade an akan merapat ke kita..musuh kedepan kita adalah ausit dan singoedan,malaysia cuma negeri kiasan,ataupun tambah”an buat ngegenepin asia xixixixixi

  24. dari dulu NKRI sll dan sll di pecundangi londo,,tapi NKRI tidak mau blajar dari masa lalu yg kelam,,setiap kali ditanya knapa mmengapa beli fregat sigma dr londo???
    Kenapa bukan lafayette,ataupun moskva skalian,,??

    Jawaban dari petinggi” kita pastinya :: BLANDA LEBIH UNGGUL DI BIDANG KAPAL PERMUKAAN,DIBANDING NEGARA LAIIN”
    MESKIPUN SELALU DI KIBULIN DARI SIGMA,LEOPARD,,

    ya semuanya tergantung petinggi kita yang sll mondar mandir jalan” saja tanpa bawa banyak keputusan ,hbis dananya buat “kunker”…..ke luaar.negri

    • Now …. you know who actually you are ……. hehehe

      I think your “mother” know better how to treat and deal with you because money can buy everything in Indonesia .. including your “nation dignity” ….

      • ”Anak Jubor” hahahahahahaaaaaaaa

      • national dignity? that is funny.
        big chunk of Johor already own by foreigner. you LetGo Land people selling your mother land for money. that is MOAP in my book. Mother Of All Prostitution

      • This guy is unbelievable, how could this guy be so confidence on what he is saying when his government keep everything on secret? Malaysian are afraid to say something against the government even in the internet forums cause the risk of being hunted down and locked up is very high. If a government like malaysian could get away after cheating in the general election just by padam lampu (padam lampu nasional), how could we indonesian believe that Malaysian are not worst than Indonesian in term of corruption?? Think about it!!

        • ‘padam lampu nasional’? it’s an obvious overkill.

          I mean, was it so difficult to cheat on a bunch of spineless people?

          • I think it was difficult since pembangkang supporters were growing fast and some says Lahad Datu too was part of the game, but it wont be so difficult for UMNO and its BN if there is no jiran or sedara serumpun with growing democracy that the people used to look up to. The funny thing is, even with pembangkang growing numbers, the padam lampu scandal was easly forgotten. Big Lol to them..

    • kalau yang dikibulin manut aja gimanah tuh

  25. semoga saja SU35S/BM
    MINIMAL 1 SKUADRON dulu
    setelah semua datang baru order lagi,
    dan yang paling penting radar pertahanan + S-350 6 BATRAY secepat nya.

  26. agak susah gan. istilahnya mereka pembeli grosiran sementara kita ngeteng. agak berat jika belanja ngeteng tapi ngotot minta bonus

  27. Utk menjaga pantai/wilayah yg vital NKRI hrs menyiapkan Radar Nebo SV digandeng Radar Vostok E dg disertai S-300, agar F-15/S-27/S-30 kekuatan udara kita masih siap sampai 5 tahun kedepan dan selanjutnya menyiapkan roket kita, kapal selam sbg hasil kerja sama dg korsel hrs jadi dan menyiapkan satelit sendiri utk mendukung sat intelejen NKRI. Salam NKRI………………………

 Leave a Reply