Dec 272013
 

Negara kepulauan RI adalah kepulauan/archipelago terbesar di dunia bercokol di khatulistiwa (lihat Gambar 1), dengan 17000 pulau besar kecil. Wilayah Indonesia terbentang dari Barat ke Timur sepanjang 6400 km di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, dan dari Utara ke Selatan sepanjang 2600 km di antara Laut China Selatan dan Samudra Hindia.

image001

Kedaulatan Negara
Deklarasi Juanda
Pemerintah Indonesia telah mendeklarasikan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 yang isinya “…berdasarkan pertimbangan, maka pemerintah Indonesia menyatakan segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau termasuk negara Indonesia dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian bagian yang wajar daripada wilayah daratan Negara Kesatuan Republik Indonesia ..‘’.

Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Pada tanggal 21 Maret 1980 Indonesia mengumumkan ZEE. Batas Zona Ekonomi Eksklusif adalah wilayah laut Indonesia selebar 200 mil yang diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia

Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI)

Pemerintah Indonesia pada tahun 1982 ikut aktif dalam konvensi Hukum Laut Internasional, UNCLOS (United Nations Covention on the Law of the Sea) dan dipertegas lagi dengan meratifikasinya melalui UU No 17, tahun 1985. Dengan telah di berlakukannya UNCLOS, Indonesia diakui sebagai negara kepulauan yang dipandang sebagai sesuatu kesatuan wilayah negara yang utuh. Sebagai konsekuensinya, maka Indonesia diwajibkan memberikan akses hak lintas damai menyediakan jalur ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Implementasinya ditetapkanlah Peraturan pemerintah no 37 tahun 2002, yang isinya memberikan kepastian hukum penetapan ALKI menjadi 3 jalur (lihat gambar 2), yaitu ;

ALKI I : Selat Sunda, Selat Karimata, Laut Natuna dan Laut Cina Selatan.
ALKI II : Selat Lombok, Selat Makassar, dan Laut Sulawesi.
ALKI III-A & B : Laut Sawu, Selat Ombai, Laut Banda (Barat Pulau Buru)-Laut Seram (Timur Pulau Mongole) – Laut Maluku, Samudera Pasifik.
ALKI III-C : Laut Arafuru, Laut Banda terus ke utara ke utara ke ALKI III-A.

Gambar 2 adalah Peta ALKI berikut wilayah kedaulatan Indonesia mencakup Deklarasi Juanda, Zona Ekonomi Eksklusif, Landas Kontinen termasuk laut, udara dan daratan di dalamnya.

image002

Sistem Pertahanan Nasional
Sistem pertahanan nasional Indonesia adalah Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (Total Defense), dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki Alur Laut Kepulauan Indonesia (Andi Widjajanto, GELAR PERTAHANAN INDONESIA). Strategi pertahanan Indonesia adalah Strategi Pertahanan Berlapis (Layered Defense) :

1. Zona Pertahanan I : zona Penyangga. Berada di luar batas Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia hingga wilayah musuh.
2. Zona Pertahanan II: zona Pertahanan Utama. Zona ini meliputi wilayah antara garis pantai kepulauan Indonesia dan batas ZEE, termasuk ALKI.
3. Zona Pertahanan III: zona Perlawanan mencakup seluruh wilayah darat Indonesia namun diprioritaskan kepada pulau-pulau besar di Indonesia.

Zona Pertahanan I meliputi operasi militer bersifat seluruhnya ofensif preventive dan preemptive. Zona Pertahanan II meliputi operasi militer ofensif defensif, sedangkan Zona Pertahanan III adalah langkah terakhir pertahanan daratan.

Perbatasan Kritis/Critical Border
Bila ditinjau dari perjalanan sejarah dunia, maka ternyata penyebab perang terbanyak adalah perang yang dimulai dari sengketa perbatasan (border dispute).

Hakikat dari sistem pertahanan negara terkadang dapat diartikan sebagai membangun pagar disepanjang perbatasan. Realita menjelaskan bahwa tidaklah mungkin satu negara mampu memagari seluruh kawasan perbatasannya dengan pagar, disamping memang tidak akan efisien. Itu sebabnya, maka dipilih hanya daerah perbatasan yang kritits saja diusahakan untuk dipagari.

Demikianlah, maka dikenal beberapa pagar dikawasan perbatasan kritis seperti “the great wall” tembok China, dan pada zaman sekarang first island dan second island chain serta ADIZ, yaitu berupa “pagar imajiner” di daerah perbatasan kritis yang membentengi negara. Semua itu adalah contoh dari bagaimana konsep pagar disepanjang daerah perbatasan yang kritis telah menjadi prioritas atau bagian utama dari satu sistem pertahanan.

Bagaimana dengan Indonesia ? Secara garis besar, dapat dilihat dengan jelas bahwa Indonesia memiliki tiga kawasan perbatasan kritis yaitu di Selat Malaka, Laut China Selatan dan di daerah perbatasan selatan timur yang menghadap ke Benua Australia. Selat Malaka merupakan kawasan perairan yang berbatasan dengan banyak negara tetangga disamping merupakan jalur lintas laut yang paling sibuk di dunia. Sedangkan Laut China Selatan adalah merupakan kepanjangan dari lalu lintas laut Selat Malaka, disamping diprediksi mempunyai kandungan migas yang besar, sehingga sekarang menjadi zona sengketa perbatasan China dengan negara-negara Asean yang berbatasan dengan Laut China Selatan. Batas Zona Ekonomi Eksklusif juga dapat dianggap sebagai “pagar imajiner” perbatasan kritis. Indonesia juga mempunyai perbatasan darat dengan Malaysia, Timor Leste dan Papua Nugini, namun sepertinya sekarang ini tidak lagi dipandang sebagai perbatasan kritis. Dengan demikian jelas bahwa disamping Indonesia sendiri adalah merupakan negara yang berbentuk kepulauan terbesar di permukaan bumi ini, ternyata dan sangat jelas memiliki perbatasan kritis yang didominasi kawasan yang berujud perairan dan udara di atasnya.

Ruang dan Waktu
Salah satu ucapan para pakar strategi perang yang sering disitir adalah bertindaklah dengan kekuatan dan kecepatan penuh. Kekuatan dan kecepatan disini berhubungan dengan ruang dan waktu. Ruang adalah jarak. Waktu adalah waktu tempuh, atau waktu berada pada posisi yang tepat (pra posisi). Alutsista utama harus memenuhi kenyataan ruang dan waktu ini, dengan bentangan luas NKRI yang sangat besar sehingga membutuhkan tiga zona waktu. Sedapat mungkin kenyataan ruang dan waktu harus dipenuhi untuk memperkecil waktu reaksi pergelaran pertahanan baik ofensif maupun defensif.

Peran AL
Gambar 3 menunjukan AL dapat menjembatani ruang dan waktu dengan cara mem-praposisikan rudal anti kapal semacam Yakhont versi darat di choke points ALKI di Selat Sunda, Selat Karimata, Selat Lombok dan Selat Makasar. Patut diapresiasi inisiatif AL membangun pangkalan kapal selam di Palu, membolehkan pra posisi kapal selam semacam kelas Kilo di wilayah Timur Indonesia dengan perairan dalamnya. Gabungan sistem alutsista Yakhont versi darat di wilayah perairan Barat dan kapal selam Kilo di wilayah Timur akan berada di jalur yang benar. Formasi PKR, fregat, KCR dan lainnya adalah formasi pendukung. Selain itu, pembentukan armada Coast Guard AL yang terpisah untuk Zona Ekonomi Eksklusif perlu segera dipercepat sehingga tidak membebani kesiapan armada tempur AL.

image003

Peran AU
Gambar 4 menunjukan bagaimana dengan Flanker, AU dapat memproteksi seluruh wilayah udara dan laut Indonesia. Heavy fighter ini memenuhi kenyataan ruang dan waktu dengan bagus sekali, mempunyai aksi radius besar tanpa atau dengan AAR (air to air refuelling), kecepatan jelajah tinggi, dan dua mesin untuk faktor keselamatan. Apresiasi bagi AU yang dengan pandangan jauh ke depan sejak tahun 1997 telah memutuskan untuk mempunyainya yang diwujudkan pada Agustus 2003 dan diteruskan sampai sekarang.

image004

Gambar 5 menunjukan contoh pergelaran SAM sekelas S300/400 di p. Jawa. Apabila Flanker dipasangkan dengan SAM ini, maka dengan mem-praposisikan SAM di lokasi-lokasi yang strategis, gabungan Flanker, SAM sekelas S300/400, dan Satuan Radar Kohanudnas yang telah ada, pasti akan memperkuat sistem pertahanan kita.

image005

Peran AD
Gambar 6 menunjukan bahwa AD masih belum menghayati kenyataan ruang dan waktu ini. Apache dan MBT Leo + Marder baru mempunyai dampak strategis besar apabila dipraposisikan di luar p. Jawa di lokasi strategis atau di perbatasan kritis daratan. Tetapi ini memerlukan infrastruktur yang memadai seperti di p. Jawa untuk lokasi-lokasi tersebut. Infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan, dan fasilitas pos dan pemeliharaan) yang sekarang ada belum memadai. Perlu pula diingat bahwa pergelaran pra posisi ini memerlukan pengangkutan dan perlindungan oleh AL dan AU sampai tujuan.

image006

Selain itu, TOE kesatuan mekanis sebaiknya pada tingkat batalyon mekanis independen bukan pada tingkat brigade/resimen apalagi divisi, untuk memudahkan pra posisi. Demikian juga bagi batalyon armed, arhanud dan zipur yang independen.

Namun patut diapresiasi kebijakan AD yang sudah dimulai yaitu meningkatkan batalyon-batalyon infanteri di daerah komando militer luar P. Jawa menjadi setingkat raider.

Potensi Ancaman
Kemungkinan konflik perbatasan darat dengan tetangga sebelah rasanya makin kecil. Justru kemungkinan makin besar bahwa wilayah Indonesia, secara ruang dan waktu, mau tidak mau, suka tidak suka, akan terlibat dalam konflik antara Amerika plus sekutunya (Australia), dan China, seperti ditunjukan dalam Gambar 7, 8 dan 9. Sebagai buffer zone , Indonesia akan menjadi perlintasan armada laut dan udara mereka yang bertikai. Kemungkinan salah satu pihak yang bertikai akan mengklaim wilayah udara, laut ataupun pulau kita (contohnya Natuna dan Morotai) dalam usaha memenangkan perang. Kedengaran absurd tetapi setiap kemungkinan tidak bisa diabaikan. Kenetralan Indonesia mengharuskan kita mempunyai AU dan AL yang kuat untuk menghalau mereka yang bertikai keluar wilayah kita.

Situasi, kondisi politik pemilu 2014 dan ekonomi, bahkan pembelian alutsista MEF jilid II menjadi barometer arah kenetralan dan politik luar negeri kita yang bebas aktif.

image007

image008

image009

Penutup
Dengan demikian, bila berbicara tentang sistem pertahanan yang berkait dengan membangun satu postur Angkatan Perang, maka yang sangat masuk akal adalah membangun Angkatan Perang yang berorientasi kepada kekuatan laut atau kekuatan maritim yang handal, yang dapat memberikan jaminan keamanan dan kekuatan menjaga kedaulatan negara pada tingkat siap tempur (combat ready) pada ruang dan waktu yang memadai. Tetapi kekuatan laut, tidak akan banyak manfaatnya, bila tidak didukung oleh satu kekuatan yang mampu memberikan perlindungan dari udara, “air-superiority” dan atau “air supremacy”.

Uraian di atas telah mengantar kita pada pemikiran yang logis dan masuk akal bahwa dalam konteks penyelenggaraan pertahanan keamanan NKRI, dan dalam konteks ruang dan waktu, seyogyanya kita harus memiliki satu Angkatan Perang dengan kekuatan AU, AL dan AD yang prima, satu Angkatan Perang dari satu Negara yang berujud perairan, Angkatan Perang Negara Kepulauan. Angkatan Perang yang berinduk, tidak hanya kepada bentuk dan letak strategis negara tetapi juga kepada pertimbangan kemajuan teknologi dan berorientasi senantiasa kepada “total defense” atau semesta. ( written by Antonov).

 

Referensi
1. Teguh Fayakun Alif,ST dan Dr.-Ing. Khafid, Perlukah Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) IV ? BAKOSURTANAL
2. Andi Widjajanto, Gelar Pertahanan Indonesia
3. Mars. (Pur) Chappy Hakim, Sekali Lagi Tentang Angkatan Perang Negara Kepulauan
4. Ristian Atriandi Supriyanto, Why Does Indonesia Need Apache Gunships?
5. Kredit Gambar 7,8 dan 9, Air Power Australia

  55 Responses to “ALUTSISTA ANTARA RUANG DAN WAKTU”

  1. rusia meluncurkan satelit militer ke orbit ‘ada’ yg nitip katanya spotnya..

  2. Mantap ulasannya bung antonov

  3. Prajuritnya lagi sibuk ngelap, bersih-bersih, dan juga ngpam,,ini cm wacana pengamat saja hahahaha

  4. untuk mengamankan wilayah seluas ini, kita harus memasang sistem pertahanan disetiap perbatasan. butuh dana yg tidak sedikit, makanya kemandirian alusista harus segera tercapai. klw pulau2 terluar dipagari dengan rudal akan lebih gahar, dengan sistem control terpusat di kota2 besar didekatnya. waah R-han harus segera naik status jadi rudal neeh biar bisa produksi sebanyak2nya tanpa harus informasikan berapa jumlah yg sudah diproduksi..:D.

  5. Tulisan seperti ini yang di takuti oleh pihak Asing, setingkat paper. Selamat berkarya

    Salam hormat
    D

  6. Bagus ulasan dari MR. ANTONOV, gambaran dari kebutuhan alutsista berdasar MEF (1,2,3) dengan tingkat ancaman dari luar. Mungkin teman2 bisa menambahkan ulasan dari mr. antonov…………..
    Nah dgn potensi pertumbuhan ekonomi indonesia yg terus meningkat, kesetabilan ekonomi politik dan kepastian hukum di Indonesia, maka akan didukung dengan kekuatan pertahanan yang sangat disegani baik kawan maupun lawan (klo ada).
    Semoga siapapun yang memimpin yg akan datang melanjutkan program ini jauh lebih baik sesuai cita2 dan amanat proklamasi kemerdekaan RI dan UUD’45. Amin yra. Jayalah BangsaKu

  7. MOSCOW-(IDB) : Pembuat pesawat tempur Rusia Sukhoi menyerahkan 12 pesawat tempur multiperan Su-35 kepada Angkatan Udara INDONESIA pada tahun ini, Komandan Angkatan Udara Rusia, Letnan Jenderal Viktor Bondarev mengatakan kepada RIA Novosti Rabu, 25 Desember 2013. Pada 2009 lalu, Kementerian Pertahanan INDONESIA memerintahkan pemesanan 48 unit Su-35 dengan jatuh tempo pengiriman akhir pada 2015. “Kami menerima 12 pesawat (Su-35) pada tahun ini selain 10 yang telah disampaikan sebelumnya,” kata PANGLIMA JENDRAL MOELDOKO DI MARKAS TNI AD DI CIJANTUNG,MOLDOKO mengatakan bahwa dalam kontrak dengan pihak Sukhoi, Angkatan Udara INDONESIA masih akan menerima 26 Su-35 lagi, yang 12 unit diserahkan pada tahun depan dan 14 unit pada tahun 2015. Su-35 Angkatan Udara INDONESIA akan berbasis di Pangkalan Udara HALI PERDANA KUSUMA, kata MOELDOKO. Su-35 Flanker-E merupakan turunan canggih dari pesawat tempur multiperan Su-27. Yang disebut-sebut sebagai pesawat tempur generasi 4++ yang menggunakan teknologi generasi kelima. Su-35 menggunakan dua mesin turbofan 117S dengan daya dorong-vectoring, berkemampuan manuver tingkat tinggi dan kemampuan untuk bertempur dengan beberapa target udara secara simultan (bersamaan).

    Sumber : patech

    ppaste copy artileri

  8. Bukan Pemerintah indonesia kali yang pesen,tp AU Rusia sendiri,,,

  9. Kalo Russia aja baru dapat su 35 berarti untuk versi expor ke Indonesia masih jauh dari harapan. Kalo gitu lebih baik ambil eurofighter, f15 SG, atau Saab gripen hitung2 buat latihan tanding pilot sukhoi tni au. Yg jelas hornet udah kalah ama sukhoi kecuali ambil super hornet

    • Ya nggak gitu bro, klo ada pesenan banyak ya pasti tambah line produksi lagi. Cuman klo beli ngeteng ya monggo nunggu antrian..

    • contoh kecil di indonesia bung ayoeng…
      Padahal cn-235 dan cn-295 ,indonesia pun masih memproduksinya untuk TNI AL ,AD,utnuk jenis angkut pasukan,tapi ternyata sperti filipina,korsel, juga memesanya. Dan akhirnya line produksi di genjott semaksimal mungkin…
      Ini hanya contoh kecil di indonesia…belomm lagi negri yg lain..

  10. maaf oot, jangan gentar dengan ancaman tersebut. 100 ribu orang di-phk tentunya akan mendapat pesangon yang luar biasa besar. bayangkan saja seandainya dipukul rata setiap kepala mendapat rp. 100 juta (usd 10,000) saja berapa tuh freeport harus keluar duit (100,000 x 10,000= usd1b). segera siapkan tim bayangan untuk mengoperasikan freeport dengan menggandeng investor yang berkompeten. lumayan setelah dapat pesangon mereka bisa diperkerjakan kembali oleh konsorsium yang baru.

  11. Sadar …. jangan terlalu optimistis … kekuatan minimum saja baru tercapai nanti di tahun 2024 … sekarang lebih baik kita bermanuver kayak cewek cantik … semua cowok kita lirik dan goda … ambil alutsistanya yang murah dan gratisan … sambil ambil jarak sama semuanya …..

  12. kalau memang itu benar, ya menurut saya itu hanya gertak sambal.potensi keuntungan freeport di bumi papua masih sangat besar. tp sy yakin pemerintah g berani tegas mslh freeport apalagi memasuki tahun politik.apalagi isunya 2 presiden sebelumnya yg menentang freeport (Soekarno dan Soeharto) berhasil diturunkan dr jabatannya..

  13. Jos gandhos

  14. Su 35 bm kita punya dong… Cuma masih sembunyi2.. Hahahaha

  15. klo newmont..kayanya sudah mau cabut tuh…karyawannya dah di rumahkan…aktivitas pabrik..udah sepi….klo freeport kabur gak masalah itu yg di cari “kick ur ass”…..

  16. apabila frepot dan newont jd stop karena UU yang akan di realisasikan saya ras itu lebih baik,meski USa akan memecat dan kluar dari frepor..bukankah itu yg kita tunggu.. bila mana itu tjd tinggal lanjutan dr pemmerintahan bagaimana tindak tandhuknya..apa masih mau dijual apa tidak .secar frepot banyak investasi dan bnyak mbrikan pemasukan ke APBN & APBD,,
    kasusnya samma seperti BBM yang akan di non subsidi di seluruh wilayah jakarta.bila ini terwujud dan bisa menyeluruh sampai ke seluruh indonesia maka betapa mmudahnya indonesia membangun pelabuhan dan alutsista..dan pertamina pun tidak lagi mencari celah untuk menutup hutang”nya..
    Kemmbali ke freport dan newmont.. Pasti ada agan” yg bertanya .. Siapa yg akan mmengelola freport. Sedangkan freport sendiri luasnya berpuluh” kilometer… Apa indonesia bisa mengatasinya.???

    Mungkin indonesia serba terbatas. Tapi tidak ada salahnya bila membuka peluang buat beberapa BUMN untuk ikut andil mengelolannya,,menjadikan freport mmenjadi tammbang BUMN..dengan bersatunya segenap family BUMN,baik dr PLN,LeN,PTDI PindAd dkk..berbagi hasil 60:40 spt kata sang plokamator dulu,dan memberatkan para pembuat tambang .sehingga trjadilah pergeseran orde baru yg di bantu CIA.

    Kalao indonesia tidak segera bangkit untuk mebuka peluang. Menasionalisasikan frepot. Mau sampai kapan lagi indonesi harus bertekuk lutut di kaki freport.. Itu tambang emas NKRI,itu tanah NKRI,,tapi kenapa kita dapet seupritt…
    Apa demi kepentingan perut pemmimpin harus rela jual tanah negara…padahal dia lahir di NKRI.ari” juga dikubur di NKRI tapi kog tega dg NKRI

    Mungkin ada yg mau mme revisi,,/nambahin
    silahkan monggo kerso..

  17. perhatikan gambar 3 sukhoi yang terakhir datang……
    bukankah itu su 35 bm..?

  18. Dipastikan 2014 Indonesia akan membeli satelit militer sendiri. Belum jelas speknya seperti apa tapi system guidance persenjataan Kilo class dan data link Gripen menggunakan satelite. Su-35 juga menggunakan satelit Glonass sebagai pendukung walau mempunyai kemampuan mandiri. Berbagai kemungkinan masih terbuka, Kilo class sudah agak mengerucut, Su35 dan Gripen serta pertahanan udara still on the table

    Megenai perlindungan nilai kekayaan alam Indonesia sepertinya pemerintah harus ganti dulu sebelum pembangunan smelter diwajibkan. Kepentingan jangka pendek menghadapi pemilu 2014 dianggap lebih penting daripada kepentingan jangka panjang bangsa dan negara, ancaman mengrumahkan ribuan pegawai perusahaan asing dan lokal menakutkan bagi kepentingan pencitraan partai2 koalisi di pemerinthan pada pemilu 2014

    • Penerapan smelter berkaitan dengan UU minerba nomer 4 thn 2009 kelihatannya bakalan MELEMPEM
      Rakasasa Freport dan Newmont pun sangat MUNGKIN masih diperbolehkan mengeksport hasil tambangnya
      ANCAMAN Freport akan menghentikan 60 persen operasinya akibatnya menurut klaim freport sekitar 100 ribu karyawan terancam PHK.Jika ditambah karyawan dari tambang lain dan perusahaan jasa penunjang tambang Potensi phk bisa sampai 500 ribu tenaga kerja.

      Namun pemerintah akan mengambil jalan tengah akan dikeluarkan PP sebagai rambu rambu PELAKSANAN larangan eksport ORE

      Menurut Jero Wacik dalam TAFSIR larangan ekspor ORE (hasil tambang mentah) ,perusahaan tambang yang sudah mengolah ORE menjadi Konsentrat meski tidak menggunakan smelter MASIH DIPERBOLEHKAN melakukan eksport
      Karena dalam PP yang akan dirilis nanti dijelaskan bahwa DEFINISI bahan mentah adalah ore.

      SEMENTARA itu produksi Freport dan Newmont yang selama ini di eksport berupa KONSETRAT tembaga atau Emas (95 persen dimurnikan ) jadi kedua tambang tersebut masih bisa eksport.

      Jangan disebut pelonggaran sebab siapapun masih dilarang mengekspor ORE kata Jero wacik
      Hadehhhhhhhh

      Sepertinya berita diatas bisa diulas kawan kawan warjag,bung danu (yg pengalaman di freport),bung WH ,bung diego,bung nowyoudownt dan bung yang lainnya bagaimana KIRA KIRA isi dari PP yang akan dirilis dan dampaknya dengan potensi pelemahan sendiri dai UU Minerba no 4 thn 2009.

      Apakah PP yg akan dirilis nanti adalah bentuk kalahnya kita dalam gertak menggertak dengan pihak perusahaan tambangnya US ,Atau itu JALAN TENGAH bagi UU smelter yang sudah terlanjur memberikan harapan bagi para patriot Indonesia..?
      Kalau partai yang berkuasa sudah terlanjur jelek dimata US sekalian aja DITEGASKAN penerapan UU Minerba tsb diatas ,,Mungkin Penerus pemerintahan akan datang bisa menegakkan UU Minerba dan sikap pemerintah yang sudahelah bagus t menelorkan peraturan smelter

      @Bung Diego hasil diskusi bisa dibuatkan artikel buat Warjag yang sekarang mulai dipandang dengan analisis yang mumpuni dan sering dicopy oleh blog lainnya
      hehehehe

      • Iya bung @Satria, saya sangat kecewa. Pembatalan peraturan memaksa wajib bangun smelter 2014 adalah salah satu kabar terburuk bagi Indonesia secara umum. Dalam jangka panjang akan mempengaruhi berbagai bidang. Jangankan upaya yang tidak bisa dilakukan, bahkan upaya yang bisa dan harus dilakukanpun masih saja lebay dan memikirkan pencitraan. Apa pemerintah mau nunggu kekayaan alam habis baru mewajibkan pembangunan smelter?

        God! I hate politicians 😈

        Untuk @warjagers military fanboys yang haya tertarik military hardwares dan belum ngeh efek pembatalan wajib smelter ini, ilustrasinya adalah: “musuh” bangsa negara adalah kepentingan2 “asing”. Peningkatan kekuatan militer berbanding lurus dengan peningkatan ekonomi. Dan penolakan pembangunan smelter ini adalah pengerdilan potensi ekonomi Indonesia hingga negara kita hanya mendapat remah2 sementara kekayaan alam diangkut demi keuntungan “asing”, “musuh”

        Masa ngalah demi “kepentingan” 100-200k pekerja tambang dengan mengorbankan epentingan 250jt rakyat lainnya? Ini adalah salah satu bentuk perang lain dimana pemerintah kita menyerah kalah sebelum bertempur karena kalah gertak oleh “asing”, demi menyelamatkan diri mereka sendiri, bukan demi greater good bangsa dan negara.

        • seperti komentar saya sebelumnya, kita janganlah terjebak bahwa yang di phk tersebut tanpa pesangon. orang yang di phk akan menjadi okb baru dengan uang pesangon tersebut. rata2 pesangon adalah 2x permenaker atau 4xmasa kerja+kompensasi yang lainnya. apalagi gaji pegawai tambang biasanya berkali lipat dibanding umr. kalau hanya untuk makan saja saya punya keyakinan pasti cukup. siapa tahu malah bisa menumbuhkan wiraswastawan baru dalam jumlah yang banyak.

        • Yang bikin berat itu gaya hidup , bukan kebutuhan hidup 🙂

          Memang dengan pesangon yang besar membuka kesempatan munculnya para pengusaha baru

      • Meningkatkan nilai jual kekayaan alam adalah hal yang terbaik jika nasionalisasi tidak mungkin dilakukan.

        Sebelumnya Hata Rajasa sudah membeberkan ‘kerugian’ yang akan dialami pemerintah sebelum mulai memetik hasilnya, itung2ang ekonominya menguntungkan negara dalam jangka panjang. Hanya saja itung2an politiknya membuat para pengambil keputusan kembali mengkhianati bangsa ini. PHK besar2an akan buruk bagi penguasa dan dijadikan senjata oleh oposisi. Tidak ada yang cukup ksatria di kalangan penguasa untuk maju menjadi martyr demi kebaikan bangsa.

        Saya tidak peduli Jero Wacik ngomong apa, tapi mental populis pengambil keputusan demi menjaga kekuasaan ini harus segera berakhir.

      • bung nowyou@ dari 18T.cuma dapat 20milyar?.
        Jadi 2% saja tidak sampaikah.
        Apakah kasus seperti ini berlanjut dengan blok” yg lain? Seperti freport,etc

        • Iya bung @patech, di media lain saya pernah baca jika pemerintah daerah punya Perda yang mengharuskan perusahaan asing membayar 1% kepada Pemda, hanya saja berkaitan dengan Newmont perda ini dibatalkan oleh pemerintah pusat. Jika tidak salah ingat menurut Bupati alhasil saat ini perusahaan satu2nya yang tidak membayar 1% kepada Pemda hanya Newmont ini, sementara perusahaan lain mah bayar.

          1% jika masuk daerah dari Nemont adalah sekitar Rp 180M per tahun. Sementara saat ini (20 M) hanya 0.1% dari pendapatan Newmont yang masuk Pemda.

    • menyambung ulasan bung Danu, ikutan urun rembug mengenai opportunity.

      1. letak indonesia yang strategis secara karena terletak di perlintasan. di sisi lain kita bersikap non blok. dan sangat berpengaruh terhadap rivalitas china dan amerika. seumpama kondisi sekarang dalam keadaan seimbang. dengan masuknya indonesia ke salah satu sisi akan membuat jomplang bagian yang lain.
      2. berdasarkan sejarah, kita bukan bangsa pecundang. borobudur adalah salah satu ikon kejayaan bangsa. bahkan di dinasti tersebut tersirat kabar pada jamannya pasukan kita menembus kesombongan dinasti jayawarman di kamboja. bahkan menginspirasikan berdirinya angkor wat. Di sisi yang lain kemerdekaan kita bukanlah hasil pemberian penjajah, melainkan dibeli dengan darah para pejuang dan rakyat di masa itu. di jaman modern, berapa kali pelajar2 kita menjadi juara olimpiade matematika dan fisika yang nota bene tolok ukur ilmu dasar bagi perkembangan teknologi.
      3. berpenduduk yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. termasuk dalam g-20 urutan 16. mungkin 5 tahun ke depan posisi kita bisa bertengger di 10 besar. mungkin bung2 yang lain bersedia menambahkan.

    • Dalam satu kata “sWot” 🙂
      BIG “W” mengabaikan bobot s,o dan t adalah gambaran Indonesia saat ini. Seperti yang pernah saya bilang proses perbaikannya akan berliku dan menyakitkan, semua mengaku pahlawan berjasa tapi ga ada yg mau jadi martyr demi kebaikan bangsa, bahkan ketika nothing to lose

  19. UNTUK DIBACA sejarah penegakan KEDAULATAN ENERGI Indonesia

    Di tahun 1960, Sukarno bikin gempar perusahaan minyak asing, dia panggil Djuanda, dan suruh bikin susunan soal konsesi minyak “Kamu tau, sejak 1932 aku berpidato di depan Landraad soal modal asing ini? soal bagaimana perkebunan-perkebunan itu dikuasai mereka, jadi Indonesia ini tidak hanya berhadapan dengan kolonialisme tapi berhadapan dengan modal asing yang memperbudak bangsa Indonesia, saya ingin modal asing ini dihentiken, dihancurleburken dengan kekuatan rakyat, kekuatan bangsa sendiri, bangsaku harus bisa maju, harus berdaulat di segala bidang, apalagi minyak kita punya, coba kau susun sebuah regulasi agar bangsa ini merdeka dalam pengelolaan minyak” urai Sukarno di depan Djuanda.

    Lalu tak lama kemudian Djuanda menyusun surat yang kemudian ditandangani Sukarno. Surat itu kemudian dikenal UU No. 44/tahun 1960. isi dari UU itu amat luar biasa dan memukul MNC (Multi National Corporation). “Seluruh Minyak dan Gas Alam dilakukan negara atau perusahaan negara”. Inilah yang kemudian menjadi titik pangkal kebencian kaum pemodal asing pada Sukarno, Sukarno jadi sasaran pembunuhan dan orang yang paling diincar bunuh nomor satu di Asia.
    T
    api Sukarno TAK GENTAR, di sebuah pertemuan para Jenderal-Jenderalnya Sukarno berkata
    “Buat apa memerdekakan bangsaku, bila bangsaku hanya tetap jadi budak bagi asing, jangan dengarken asing, jangan mau dicekoki Keynes, Indonesia untuk bangsa Indonesia”. Ketika laporan intelijen melapori bahwa Sukarno tidak disukai atas UU No. 44 tahun 1960 itu Sukarno malah memerintahkan ajudannya untuk membawa paksa seluruh direktur perusahaan asing ke Istana. Mereka takut pada ancaman Sukarno. Dan diam ketakutan.

    Pada hari Senin, 14 Januari 1963 pemimpin tiga perusahaan besar datang lagi ke Istana, mereka dari perusahaan Stanvac, Caltex dan Shell. Mereka meminta Sukarno membatalkan UU No.40 tahun 1960. UU lama sebelum tahun 1960 disebut sebagai “Let Alone Agreement” yang memustahilkan Indonesia menasionalisasi perusahaan asing, ditangan Sukarno perjanjian itu diubah agar ada celah bila asing macam-macam dan tidak memberiken kemakmuran pada bangsa Indonesia atas investasinya di Indonesia maka perusahaannya dinasionalisasikan.
    Para boss perusahaan minyak itu meminta Sukarno untuk mengubah keputusannya, tapi inilah jawaban Sukarno “Undang-Undang itu aku buat untuk membekukan UU lama dimana UU lama merupaken sebuah fait accomply atas keputusan energi yang tidak bisa menasionalisasikan perusahaan asing. UU 1960 itu kubuat agar mereka tau, bahwa mereka bekerja di negeri ini harus membagi hasil yang adil kepada bangsaku, bangsa Indonesia”

    Mereka masih ngeyel juga, tapi bukan Bung Karno namanya ketika didesak bule dia malah meradang, sambil memukul meja dan mengetuk-ngetukkan tongkat komando-nya lalu mengarahkan telunjuk kepada bule-bule itu Sukarno berkata dengan suara keras :
    ”Aku kasih waktu pada kalian beberapa hari untuk berpikir, kalau tidak mau aku berikan konsesi ini pada pihak lain negara..!” waktu itu ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan Permina (sekarang Pertamina) menjadi perusahaan terbesar minyak di dunia,
    Sukarno butuh investasi yang besar untuk mengembangkan Permina. Caltex disuruh menyerahkan 53% hasil minyaknya ke Permina untuk disuling, Caltex diperintahkan memberikan fasilitas pemasaran dan distribusi kepada pemerintah, dan menyerahkan modal dalam bentuk dollar untuk menyuplai kebutuhan investasi jangka panjang pada Permina.

    Bung Karno tidak berhenti begitu saja, ia juga menggempur Belanda di Irian Barat dan mempermainkan Amerika Serikat, Sukarno tau apabila Irian Barat lepas maka Biak akan dijadikan pangkalan militer terbesar di Asia Pasifik, dan ini mengancam kedaulatan bangsa Indonesia yang baru tumbuh. Kemenangan atas Irian Barat merupakan kemenangan atas kedaulatan modal terbesar Indonesia, di barat Indonesia punya lumbung minyak yang berada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan sementara di Irian Barat ada gas dan emas. Indonesia bersiap menjadi negara paling kuat di Asia.

    Hitung-hitungan Sukarno di tahun 1975 akan terjadi booming minyak dunia, di tahun itulah Indonesia akan menjadi negara yang paling maju di Asia , maka obesesi terbesar Sukarno adalah membangun Permina sebagai perusahaan konglomerasi yang mengatalisator perusahaan-perusahaan negara lainnya di dalam struktur modal nasional. Modal Nasional inilah yang kemudian bisa dijadikan alat untuk mengakuisisi ekonomi dunia, di kalangan penggede saat itu struktur modal itu diberi kode namanya sebagai ‘Dana Revolusi Sukarno”. Kelak empat puluh tahun kemudian banyak negara-negara kaya seperti Dubai, Arab Saudi, Cina dan Singapura menggunakan struktur modal nasional dan membentuk apa yang dinamakan Sovereign Wealth Fund (SWF) sebuah struktur modal nasional yang digunakan untuk mengakuisisi banyak perusahaan di negara asing, salah satunya apa yang dilakukan Temasek dengan menguasai saham Indosat.

    Sukarno sangat perhatian dengan seluruh tambang minyak di Indonesia, di satu sudut Istana samping perpustakaannya ia memiliki maket khusus yang menggambarkan posisi perusahaan minyak Indonesia, suatu hari saat Bung Karno kedatangan Brigjen Sumitro, yang disuruh Letjen Yani untuk menggantikan Brigjen Hario Ketjik menjadi Panglima Kalimantan Timur, Sukarno sedang berada di ruang khusus itu, lalu ia keluar menemui Sumitro yang diantar Yani untuk sarapan dengan Bung Karno, saat sarapan dengan roti cane dengan madu dan beberapa obat untuk penyakit ginjal dan diabetesnya, Sukarno berkata singkat pada Sumitro :
    “General Sumitro saya titip rafinerij (rafineij = tambang dalam bahasa Belanda) di Kalimantan, kamu jaga baik-baik” begitu perhatiannya Sukarno pada politik minyak.

    Kelabakan dengan keberhasilan Sukarno menguasai Irian Barat, Inggris memprovokasi Sukarno untuk main di Asia Tenggara dan memancing Sukarno agar ia dituduh sebagai negara agresor dengan mengakuisisi Kalimantan. Mainan lama ini kemudian juga dilakukan dengan memancing Saddam Hussein untuk mengakuisisi Kuwait sehingga melegitimasi penyerbuan pasukan Internasional ke Baghdad. Sukarno ingin mengetest Malaysia.

    Tapi sial bagi Sukarno, ia justru digebuk Jenderalnya sendiri.
    Dan sepeninggal Sukarno bangsa ini sepenuhnya diambil alih oleh modal asing, tak ada lagi kedaulatannya dan tak ada lagi kehormatannya.

    Sukarno menciptakan landasan politik kepemilikan modal minyak, inilah yang harus diperjuangkan oleh generasi muda Indonesia, kalian harus berdaulat dalam modal, bangsa yang berdaulat dalam modal adalah bangsa yang berdaulat dalam ekonomi dan kebudayaannya, ia menciptakan masyarakat yang tumbuh dengan cara yang sehat.

    Bung Karno tidak hanya mengeluh dan berpidato didepan publik tentang ketakutannya, tapi ia menantang, ia menumbuhkan keberanian pada setiap orang Indonesia, ia menumbuhkan kesadaran bahwa manusia Indonesia BERHAK ATAS KEDAULATAN ENERGINYA

    sumber :lupa

    • ulasan yg baik dari bung satrio dan para sepuh yg lainnya..

      untuk urusan minerba sy sebenarnya sudah hampir putus asa dan hilang harapan pada pemimpin negeri ini, sudah banyak diskusi tentang ini dan jalan keluarnya juga sudah jelas namun tidak pernah ada eksekusi dari pemerintah semuanya terlalu takut kehilangan jabatannya.. sebagai orang awam saya bahkan menilai indonesia berada pada posisi strategis karena tidak menggantungkan hidup hanya pada satu negara besar, pemimpin di negeri ini hanya butuh sedikit keberanian dan sedikit ancaman maka para pengusaha itu akan tunduk. namun saya juga paham bahwa 2014 bukan tahun ideal untuk mengurusi hal ini,krena tahun ini adalah titik kritis bagi negara kita, salah sedikit saja maka Indonesia bisa berubah seperti thailand

  20. Saat Soekarno mulai melakukan aksi atas politik kedaulatan modal. Aksi kedaulatan modal adalah sebuah bentuk politik baru yang ditawarkan Sukarno sebagai alternatif ekonomi dunia yang saling menghormati, sebuah dunia yang saling menyadari keberadaan masing-masing, sebuah dunia co-operasi, “Elu ada, gue ada” kata Bung Karno saat berpidato dengan dialek betawi di depan para mahasiswa sepulangnya dari Amerika Serikat.

    “Kemerdekaan Indonesia bukan saja soal kemerdekaan politiek, tapi soal bagaimana menjadiken manusia yang didalamnya hidup terhormat dan terjamin kesejahteraannya” kata Bung Karno saat menerima beberapa pembantunya sesaat setelah pengunduran Hatta menjadi Wakil Presiden RI tahun 1956.
    Saat itu Indonesia merobek-robek perjanjian KMB didorong oleh kelompok Murba, Bung Karno berani menuntut pada dunia Internasional untuk mendesak Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia “Kalau Belanda mau perang, kita jawab dengan perang” teriak Bung Karno saat memerintahkan Subandrio untuk melobi beberapa negara barat seperti Inggris dan Amerika Serikat.

    “Gerak adalah sumber kehidupan, dan gerak yang dibutuhkan di dunia ini bergantung pada energi, siapa yang menguasai energi dialah pemenang”

    Ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan energi sebagai puncak kedaulatan bangsa Indonesia, pada peresmian pembelian kapal tanker oleh Ibnu Sutowo sekitar tahun 1960, Bung Karno berkata
    “Dunia akan bertekuk lutut kepada siapa yang punya minyak, heee….joullie (kalian =bahasa belanda) tau siapa yang punya minyak paling banyak, siapa yang punya penduduk paling banyak…inilah bangsa Indonesia, Indonesia punya minyak, punya pasar. Jadi minyak itu dikuasai penuh oleh orang Indonesia untuk orang Indonesia, lalu dari minyak kita ciptaken pasar-pasar dimana orang Indonesia menciptaken kemakmurannya sendiri”.

    • sekali lima tahun indonesia pusat dan daerah mengadakn pemilu.
      CARA GAMPANG DAN MUDAH DAN MENGHINDARI KORUPSI ADALAH DENGAN MENGOBRAL DAN MENJUAL MURAH KONSESI2 PENGUASAAN SUMBER DAYA ALAM RI, OLEH PUSAT DAN DAERAH, untuk kepentingan parpol masing2.
      Selagi kita belum menemukan “formulasi demokrasi” yang tepat, selama itu pula SDA2 RI akan diobral dan dijual ‘murah’ oleh PARPOL2 kepada perusahaan2 asing itu.

      Ya benar..
      OKNUM2 PARPOL YANG BERCOKOL DI DPR, PEMERINTAHAN DAN BUMN2 adalah biang keladi diobral murahnya sda2 kita kepada pihak asing….

  21. PP revisi ini adalah hasil lobi Amrik dengan iming2 Apache, rudal dan bom pintar F-16.
    Kalo pemerintah ganti, nanti juga PP revisi direvisi kembali.
    Kemungkinan ngga jadi dapat Apache, rudal dan bom pintar F-16.
    So what jual saja F-16 ke Pakistan
    Selanjutnya kita bisa pilih model Brasil atau India.
    Masih ada kok Uni Eropa dan Federasi Rusia, tapi jangan terlalu dekat dengan raksasa yang rakus minerba dan migas.
    Pemerintah yad harus pandai bermain cantik dan jangan terlalu ngotot (ini yg dikuatirkan).

    • Obama bilang: SBY, you musti batalkan tu UU minerba you, nanti saya kasih Apche, Black hawk, F16 rongsok and lain-lain. kalau you nurut tu masalah papua ga gue utak atik (dalam hati obama untuk sementara lhoo bro..) hee.he..he..
      Sby : oke bro bama, pokoknye ape kate you ai pasti nurut asal jangan otak atik tu papua, apalagi tahun depan kan you tau kalau kami akan pemilu tolong dech bro bama bantuin ane, percaya dech ai pasti nurut ama you…

  22. Inilah yang saya takutkan, akibat dari militer lemah, industri militer lemah, serta diplomasi yg lemah, hal yang baik bagi bangsa, baik bagi anak cucu kita, gampang saja dilecehkan oleh negara, besar. hari ini AS besok-besok akan banyak lagi yang membangkang.

    Ayo seluruh elemen bangsa, dukung modernisasi Alutsista dan industrilisasi alut sista, dengan anggaran yang ada yang sudah cukup besar kita pasti bisa.

  23. wkwkwkwwk orang indo bisannya cuma berkhayal makanya ngga maju-maju.

  24. pendapat yg mengatakah bahwa papua seperti duri dlm daging utk nkri,benar sekali!
    Sdh berapa lama indonesia selalu mendpat tekanan internasional krn permasalahan papua,pdhl energi pemerintah sdh cukup terkuras utk membenahi papua,darah keringat dan airmata prajurit tni/polri sdh byk tertumpah di bumi papua,namun permasalahan papua seperti tak kan pernah usai..byk pns dan warga sipil asli papua yg bermuka dua,bahkan aparat yg berdarah papua nyapun pisau bermata dua,siang duduk bersama seperti kawan tp malam mereka berubah menjadi lawan..pejabat asli papua tak kalah brengseknya,ambil contoh theys hio eluay,sdh lama menjadi org pemerintahan tp ternyata hatinya jauh lbh busuk dr bangkai..
    Kesimpulan saya,nkri akan jauh lbh baik jk papua tdk termasuk didalamnya!

    • he…. kata siapa? propoganda murahan OPM dan sekutunya baik di dalam dan luar negeri…..

    • “nkri jauh lebih baik,bila papua tidak ada di dalamnya..”

      saya yaqin sekali kalao bung karno melihat tulisan anda seperti itu di atas. Udah di Dorr kamu bung.

      Setelah papua mana lagi bung?
      Kalao anda yang jadi president nya,hilanglah wilayah indonesia satu persatu.

    • Anak nakal dinasehati dan dibina, bukan dibuang ke hutan. Itu tanggung jawab orang tua.

      Analogi lain: jika sakit kepala masa kepalanya mau dibuang 🙂 diobati dong, mahal dan lama ga masalah, yang penting berusaha agar bisa sehat kembali dan berfungsi sebagai kesatuan yg utuh.

  25. nelson@klo saya jd presiden,sdh lama papua saya lepas drpd jd benalu nkri,org2 papua yg ada didaerah lain saya tangkap dan plgkan ke papua..akses ekomomi dari dan ke papua ditutup rapat2,mo liat bs apa mereka tanpa indonesia..biar aja papua di obok2 sm asing,bereskan!

  26. sudah lama sy sebagai orang awam jd pengikut jktgr. sudah lama juga sy lihat komentar para sesepuh disini. ….tp melihat komentar @frans. masalah irian jaya ( sy lebih suka dg Irian Jaya ) sy jadi ingin berkomentar juga , orang ini sangat bahaya sekali. mungkin dia salah satu antek imprealis. dulu dia komentar masalah perbatasan di kalimantan sekarang mulai beranjak ke papua. Pak Harto saja yg menjual segala kekayaan yg ada di irian ke pihak asing, waktu disindir Lee Kuan Yee pendiri Singapura meradang & marah sekali….. menyatakan dengan TEGAS Irian sampai kapan pun adalah milik NKRI. Ini bocah @ frans baru melek kemarin sore sudah berani ngomong lebih baik melepaskan papua dg NKRI. Klo memang tidak paham permasalahan yg ada disana ato tidak memiliki rasa Nasionalisme mending duduk dengan tenang g usah bnyak komentar karena sy akhirnya tahu Bung @ frans otaknya “Kerdil…..!!! “

 Leave a Reply