Des 072018
 

dok. M113-A1 TNI AD

Kairatu, Maluku, Jakartagreater.com    –    Komandan Resimen Induk Kodam (Danrindam) XVI/Pattimura, Kolonel Inf Perlindungan Hutagalung, S.AP memimpin Upacara Penutupan Dikjurta If Abit Dikmata Gelombang I TA. 2018 sebanyak 238 siswa, pada Rabu 5-12-2018  bertempat di lapangan Mako Dodiklatpur, Desa Waimital, Kec Kairatu Kab Seram Bagian Barat (SBB).

Danpusenif Mayjen TNI Tri Soewandono dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danrindam mengucapkan selamat kepada para prajurit yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan kejuruan Tamtama Infanteri TNI AD Gel I TA 2018.

“Pendidikan yang telah mantan prajurit siswa laksanakan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan Tamtama siswa TNI AD agar memiliki sikap dan perilaku sebagai prajurit Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, memiliki pengetahuan dan ketrampilan dasar kecabangan Infanteri serta kondisi jasmani yang samapta”, kata Danpusenif.

Danpusenif Mayjen TNI Tri Soewandono dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danrindam mengucapkan selamat kepada para prajurit yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan kejuruan Tamtama Infanteri TNI AD Gel I TA 2018.

Selanjutnya dikatakan, keberhasilan pendidikan yang telah para mantan siswa capai melalui Tripola Dasar pendidikan adalah hasil kerja keras, ketekunan, ketabahan, keuletan dan kedisiplinan para mantan siswa dalam mengikuti pendidikan serta peran aktif para pembina, guru, pelatih dan unsur pendukung lainnya guna menciptakan suasana yang kondusif demi kelancaran proses belajar mengajar.

Perlu diketahui bahwa saat ini TNI AD sedang melakukan transformasi dalam rangaka mewujudkan visi TNI AD, yang solid, profesional, tangguh, modern dan berwawasan kebangsaan, selalu mencintai dan dicintai rakyat.

Berkaitan dengan hal tersebut maka Infanteri juga melakukan transformasi dan perubahan diantaranya penambahan Alutsista baru seperti Ranpur Anoa, M113-A1, dan Rantis Komodo, perubahan taktik bertempur Infanteri, revisi serta penyusunan organisasi maupun perspektif ancaman kedepan sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan Infanteri yang lebih handal sesuai dengan motto Infanteri yaitu “Cari Dekati dan Hancurkan”.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Danpusenif menyampaikan beberapa pesan untuk dipedomani antara lain adalah :

  1. Tingkatkan Keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, mantapkan etika keprajuritan dengan senantiasa mempedomani serta mengamalkan Sumpah Prajurit, Sampta Marga, dan Delapan Wajib TNI sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh pihak manapun yang dapat merusak Citra TNI AD.
  2. Tingkatkan disiplin, loyalitas, pantang menyerah dan rela berkorban dalam setiap pelaksanaan tugas.
  3. Tingkatkan profesionalisme kepajuritan dengan melestarikan budaya belajar dan berlatih guna mewujudkan kesiapan operasional satuan.
  4. Hindari pelanggaran sekecil apapun dengan selalu berbuat yang terbaik dimanapun kalian bertugas dan berada.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag, Kadep dan Kasi Rindam XVI/Pattimura, pengurus Persit KCK Cabang IX Rindam dan Persit KCK Ranting V Dodiklatpur, Kapolsek Kairatu, Wadan Satgas Yonif 711, perwakilan Koramil kairatu dan Sekcam Kairatu serta orang tua wali siswa. (Pendam Pattimura)

Bagikan:

  One Response to “Alutsista Baru Menuntut Perubahan Taktik Bertempur”

  1.  

    Taktik bertempur disesuaikan dengan keadaan rutin yang ada Dan perkiraan ancaman yang Mungkin datang…
    PD I 1914-1918 …perubahan teknology militer tidak sebanding dengan perubahan strategy militer yang kuno ..akhir nya ..korban jiwa prajurit nya terlalu banyak ..jutaan ..sementara pencapaian nya sedikit ..
    Kolonial belanda di Indonesia juga tidak siap perang waktu jepang mau masuk…
    Alutsista mereka sedikit..ringan Dan kuno…prajurit nya juga jarang latihan ..
    Militer OrBa juga begitu …tidak pernah siap waktu ada konflik maupun operasi militer .. baik di aceh maupun timor timur ..

 Leave a Reply