Nov 202015
 
Su-35 diakui Amerika sebagai jet tempur paling kuat saat ini

Su-35

Karanganyar – Pada 2016-2019 nanti banyak peralatan perang alias arsenal militer baru yang dibeli. Ini diharapkan bisa sesuai dengan skema Kekuatan Efektif Minimum Tahap II, 2014-2019, yang ditetapkan pada masa pemerintahan Presiden Susilo Yudhoyono.

Belum semua target Kekuatan Efektif Minimum ini bisa dipenuhi negara, terutama karena keterbatasan anggaran belanja militer dari negara.

Begitupun, peralatan perang yang memerlukan dana operasi dan biaya perawatan tinggi alias boros biaya menjadi salah satu pilihan utama militer Indonesia untuk dibeli.

Seusai melantik lulusan Sekolah Pembentukan Perwira TNI AU 2015 di Lapangan Dirgantara Pangkalan Udara Utama TNI AU Adi Sumarmo, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat, Kepala Staf TNI AU, Marsekal TNI Agus Supriatna mengungkap salah satu yang disasar adalah satu skuadron pesawat tempur pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara 14 TNI AU.

Disebut-sebut calon penggantinya adalah Sukhoi Su-35 atau F-16 Viper. Kedua merek ini sudah lama disebut, namun sampai sekarang kontrak pembelian belum pernah ditandatangani.

Publik mencermati proses pengadaan pesawat tempur ini, baik di media massa atau media sosial.

Pasal 43 UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan, menyatakan, sepanjang produk pertahanan dan jasa itu belum bisa diproduksi di Tanah Air, maka boleh ditunjuk langsung.

Penunjukan langsung ini bukan tanpa kewajiban berat, tapi harus dibarengi transfer teknologi (yang relevan dengan arsenal yang dibeli), imbal dagang, penyertaan industri dalam negeri, dan kandungan komponen buatan dalam negeri minimal 85 persen,

Masih ditambah kandungan produk dalam negeri sebagaimana disebut di depan itu minimal 35 persen dengan peningkatan 10 persen setiap lima tahun, dan pemberlakuan offset paling lama 18 tahun sejak UU Nomor 16/2012 ini diberlakukan.

Hal-hal inilah yang tidak pernah diungkap pabrikan kepada publik secara terbuka, demikian juga dari pemerintah padahal dana pengadaan itu semua memakai dana rakyat dari APBN.

“Kami akan membeli pesawat tempur yang generasinya lebih modern di atas sekarang yang dimiliki TNI AU. Pesawat jenis F-16 juga yang lebih canggih dari sebelumnya atau jenis Sukhoi tipe 35,” kata Supriatna.

Selain itu, TNI AU juga akan membeli helikopter angkut, pesawat angkutan berat C-130 Hercules, dan pesawat terbang multi fungsi antara lain dapat digunakan untuk SAR serta pemadam kebakaran yang dapat membawa air hingga 15 ton.

“Kami juga akan menambah pemasangan alat radar untuk menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan republik Indonesia. Pada 2016-2019 banyak peralatan akan dibeli dan kondisi baru dan lengkap,” kata dia.

Menyinggung soal helikopter untuk VVIP, Supriatna mengatakan rencana sesuai anggaran akan membeli tiga unit helikopter kepresidenan, yang juga dipergunakan untuk transportasi tamu negara.

Tentang ini, disebut-sebut Agusta-Westland AW-101 Merlin yang dipilih –juga proses tender tidak diungkap kepada publik– untuk menggantikan NAS-332 Super Puma buatan PT Dirgantara Indonesia yang selama ini dioperasikan di Skuadron Udara 45 VVIP.

Salah satu alasan pemilihan AW-101 Merlin adalah bisa dipasangi pelampung sehingga dalam keadaan darurat bisa mendarat dan mengapung di perairan.

Padahal, NAS-332 Super Puma yang juga sudah dipesan beberapa negara dari hanggar produksinya di PT Dirgantara Indonesia di Bandung, juga dipasangi pelampung itu.

AW-101 Merlin digadang-gadang tahan peluru, sementara plat-plat baja tahan peluru bisa dipasangkan pada helikopter lain sesuai keperluan.

ANTARA News

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  63 Responses to “Alutsista Baru TNI AU Tahun 2016 – 2019”

  1. Wah orang Karanganyar… tetangga hehehe

  2. Beli yang banyakkkkk…

    • betul. . . ngapai ni f-16 asu engga ad apa2 y sama punya tetangga JAUHHHHHH kelas sama SU-35, sekali SU-35 tetap SU-35, SU-35 harga MATI!!!

      • Kagak moncerrrr ni barang….. !!!!
        Su-35 sangat mahal. Anggaran cuma 90 trilyun. Solusi adalah F-16 viper. Indonesia minta dua skadron pasti Amerika beri tiga skadron. Jangan ketipu Russia dan China. Russia menjual Su-35 dan China punya antidotnya untuk mencaplok Natuna.
        Hanya Amerika yang bisa nolong Indonesia.
        Hidup Menora…..!!!!
        Muehehehehe

      • mbaca mbaca aja ,quote quote aja ra sah kakean cangkem mundak tak kapluk congormu

  3. tunjuk langsung aja biar gak ribet

    • “Hal-hal inilah yang tidak pernah diungkap pabrikan kepada publik secara terbuka, demikian juga dari pemerintah padahal dana pengadaan itu semua memakai DANA RAKYAT dari APBN.”

      ingat rakyat bung, jangan ingat saham melulu….hihihihi 😀

  4. Hmmm

    • ADA YG BISA BANTU SAYA TEMAN2, TERUS TERANG SAYA BARU MENYUKAI BERITA MILITER. SAYA PENASARAN DIMANA NASIB 12 KS WISKEY TNI. ADA YG BISA KASIH PENJELASAN LENGKAP? YG SAYA TAU BARU ULASAN TENTANG KS PASOEPATI. YG 11 LAIN BAGAIMANA? KALO ADA YG TAU SHARE LINK YA YG ULASANYA LENGKAP TENTANG AKHIR PENGABDIAN WISKEY CLAS TNI. TERIMAKASIH

      • Coba search artikel bung ps “true story” catatan hiu kencana mulai jilid 1 ampe kelar,n baca komen2nya brgkali membantu bung yama19
        Salam.

    • RAKYAT AKAN KECEWA JIKA PEMERINTAH JADI BELI F-16.

      PRODUK AMERIKA TIDAK DI SERTAI TOT, INDONESIA TIDAK BISA MENDAPATKAN ILMU YANG BERMANFAAT DARI AMERIKA UNTUK KEMANDIRIAN ALUTSISTA.

  5. Baru..gress.. spt perawan.. tapi tetap betel prupen..

  6. Yang penting jangan f16 aja

  7. wah… ini bahasanya pake “ATAU”,…. bukannya pake “DAN”….

    alamat ada yang ter eliminasi nih??

  8. Agusta Westland design nya emang lebih gahar dari SuperPuma, tapi kena NH90 ngga lolos ? AW 101 Merlin juga cocok untuk misi maritim dan misi SAR tempur, penyusupan…TNI AU / ALwajib punya Skadron Merlin

    • NH-90 itu antriannya panjang banget bung. Selain itu pabrikannya juga belom pernah bikin variant VVIP. Kalo pesen, bisa2 lama jadinya. Beda dengan AW 101. Katanya 15 persen dari total penjaualan AW101 adalah pesawat VVIP. Jadi mereka udah ada rancangannya dan pasti lebih cepet jadinya. Nha kalo dibandingin Super Puma, kayaknya karena faktor ukuran AW 101 yang memang lebih panjang dan kabinnya lebih tinggi.

  9. SU35 Pak Menhan, perioritas utama..
    yg lainnya terserah..

  10. drpd pusing mnding ambil dua2nya
    su35 2ska buat hadapi f35
    viper 1ska buat efekgentar musuh di utara

    duwite sopo boss

  11. Seringnya nnton airshow berbagai pespur di youtube… entah knapa lebih sreek melihat jet Rafalle, gesit, lincah dalam manuver belokan belokan dan putaran…. SU 35 kelihatan tdk trlalu lincah…apa karna bodinya lebar membuat gerakannya tdk terlalu lincah… cuma menang di manuver cobra, jangkauan terbang, dan penglihatan radar sampai 400km….

  12. Air superiority – heavy fighter – Su-35

    Medium fighter – F16V.

    2 2 nya dibeli. 2 2 nya dibutuhkan. 2 2 nya untuk mengejar target gopek pespur di 2034.
    Dan selain 2 merek itu masih ada merek-merek lain.

  13. Apache baru, PKR baru, Changbogo baru, C130 baru apalagi ya yang fix 😆

  14. Alutsista Baru TNI AU Tahun 2016 – 2919

    Ogah banget gue nungguinya, keburu modar para warjager & keturunanya sampai 13 keturunan…hahaha judulnya ngeselin banget dah..

  15. radar dan pac3

  16. beritanya bulak balik bekong..penuh teka teki mana yg bakal dibeli..su 35 atau viper..apa masih bingung.pdhl pihak rusia sdh mau ngasih tot..tp knapa viper masih dimasukin kandidat..apakah bkl dua duanya dibeli??..kita aminin ajah

  17. @abang sally yakin tuh yg ditenderin bebas kongkalingkong,, bedanya cuma penentunya pindah dr PPK ke ULP, apalagi ini alutsista, tinggal KPA buat KAK yg mengarah ke produk tertentu dah beres, lagian di PP pengadaan jg utk barang/jasa yg perlu dirahasiakan boleh dgn sistem swakelola, klo smua diumbar bisa telanjang kita laay xixixixi piiis

    • @asbun kongkalikong apa yg dimaksud bung??? pihak ketiga???

      • maaf bung @asbun, mengenai pernyataan anda yang ini :
        “tunjuk langsung aja biar gak ribet”

        dan tanggapan saya yg ini :
        “ingat rakyat bung, jangan ingat saham melulu”

        secara tidak langsung, kita satu jalur yang tidak menghendaki adanya pihak ketiga dalam pengadaan alusista ini.
        Mengenai penunjukkan langsung, sebenarnya tidak serta merta dapat langsung dilaksanakan tanpa mempertimbangkan peraturan dan ketentuan yang ada, khususnya dalam PERPRES 54 tahun 2010 pasal 38 yang disempurnakan oleh PERPRES 70 tahun 2012 dan PERPRES 172 tahun 2014. Disitu disebutkan bahwa :

        “Penunjukan Langsung terhadap 1 (satu) Penyedia Barang/
        Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya dapat dilakukan dalam hal keadaan tertentu. Keadaan tertentu yang dimaksudkan adalah penanganan darurat yang tidak bisa direncanakan sebelumnya
        dan waktu penyelesaian pekerjaannya harus segera/tidak ditunda. Dimana bidang pertahanan negara termasuk di dalamnya.”

        Selama ini kita mengetahui bahwa pemerintah sudah melakukan perencanaan strategis penguatan sistem pertahanan yang sering kita dengar dengan istilah MEF yang dimulai pada tahun 2010 hingga tahun 2024.
        Dapat diartikan bahwa pemerintah sudah melakukan perencanaan.
        Sedangkan penunjukkan langsung dapat dilaksanakan jika negara dalam keadaan darurat (perang, bencana alam, bencana sosial, dan penyebab lainnya) serta pengadaan alusista yang tidak bisa direncanakan sebelumnya
        dan waktu penyelesaian pekerjaannya harus segera/tidak ditunda.

        Jadi bisa disimpulkan bahwa penunjukkan langsung tidak bisa dilakukan saat ini, karena NKRI tidak dalam status darurat (perang, bencana alam, bencana sosial, dan penyebab lainnya) dan pemerintah sudah melakukan perencanaan sejak jauh-jauh hari bahkan tahun.
        Pendapat pribadi saya, penunjukkan langsung tidak bisa dilaksanakan…….karena farktor-faktor diatas.

  18. 2919,,??? hampir 1000 tahun dong,,?? hahaha

    • anda jeli bung, mgkin bung Diego buru2 ngetiknya biar dpt pertamax, xixixixixi
      siapa tau nanti ada penampakan su 35
      57 Pesawat Milik TNI AU Siap Beraksi di Gebyar
      Dirgantara Yogyakarta 2015
      Sukma Indah Permana – detikNews
      57 Pesawat Milik TNI AU Siap
      Beraksi di Gebyar Dirgantara
      Yogyakarta 2015
      Foto: Sukma Indah Permana/detikcom
      Yogyakarta – Memperingati hari ulang tahun ke-70
      Sekolah Penerbang TNI AU, Lanud Adisutjipto akan
      menggelar Gebyar Dirgantara Yogyakarta 2015. Acara ini
      akan digelar pada 19-20 Desember.
      “Lahirnya sekolah penerbangan TNI AU menjadi bagian
      sejarah dari keberadaan Lanud Adisutjipto,” ujar
      Komandan Lanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI
      Imran Baidirus.
      Hal ini disampaikan Imran dalam keterangan persnya,
      Yogyakarta, Jumat (20/11/2015). Berbagai rangkaian
      acara digelar, dan seluruh potensi dikerahkan. Diharapkan
      acara ini bisa menciptakan rasa cinta terhadap
      kedirgantaraan pada masyarakat.
      “Tujuannya bagaimana kita memperkenalkan potensi dan
      kekuatan di Lanud Adisutjipto,” imbuhnya.
      Sebanyak 57 pesawat milik TNI AU dan 3.000 personel
      TNI AU siap beraksi dalam acara yang baru pertama kali
      digelar ini. Di antaranya pesawat tempur T50, F16 dan
      pesawat Sukhoi.
      “Akan ada tim aerobatics helikopter, Pegasus,” kata
      Imran.
      Tak hanya itu, akan dibuka pendaftaran joyflight
      menggunakan pesawat CN 295 bagi masyarakat umum.
      Pesawat ini akan terbang melitasi area militer Yogyakarta.
      Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Acara
      Kolonel Pnb Azhar Adhitama menjelaskan ada acara Fun
      Run di landasan Jupiter, lomba mewarnai anak-anak,
      lomba fotografi dengan tema dirgantara, Static Show
      pesawat tempur, dan drum band TNI AU
      Terdapat lomba Disc Jokie (DJ) yang akan digelar pasa
      saat Jupiter beraksi.
      “Banyak musisi yang ingin mengisi soundtrack tim
      Jupiter. Selama ini masih diambil dari lagu Bendera
      Cokelat. DJ nanti akan dikolaborasikan dengan dinamika
      aerobatics,” kata Azhar.
      Hingga saat ini, kata Azhar sudah ada dua musisi yang
      memasukkan karyanya untuk soundtrack Jupiter.
      “Ada Sheila On 7 dan Pas Band,” tuturnya. (sip/try)

  19. TNI AU aj kurang pede memakai produk dlm negeri…padahal super puma sdh ad & terbukti kehandalanx…knp tidak memperdayakan tenaga lokal aj ( PT DI) buat upgrade super puma biar canggih rasa lokal…ojo beli trus, ingat bro uang rakyat ituuuuu….

  20. tahun 2919 indonesia masih ada gak ya??? semoga masih eksis dah , wkwkwkwk .

    wis ojok kakean cocottt , bungkus SU35 + S400 + KS Kilo Amur .

  21. indon mimpi. … malaysia dong boleh beli jet pejuang T50 pak fa from rusia 5 kumpulan skuadron……..hahah indon indon

    • BANGUN LON jangan Onani otak terus, duit ente aja pas2an. Kgk mampu beli pesawat MALONDOG sewa pon jadi. Kalo emang duitnya banyak dan kaya koq masiih ada pikiran nyewa Aircraft. Makanya jadilah bangsa seutuhnya yang dipimpin manusia, bukan macam MALONDOG dipimpin BERUK PEROGOL. HAK HAK HAK HAK HAK HAK … !

    • T50 PAK FA ya? wow
      kasih tahu donk link beritanya? jangan bilang beritanya ada dalam mimpi anda ?!

    • Ayolahh nak!!!
      Janganlah cakap jika tak boleh beri bukti.
      Mari kita cakap yang realistis sahaja.
      Oh ya apa kabar boat yg dibina oleh kilang tempatan di Lumut (bener gak yah :v)
      Dah lama kita orang tak dengar kabar boat itu.
      apa jangan2 itu benda dah jadi rumpon :’v

    • beginilah beruk meley yang lagi kumat PE ‘ A nya, akibat terinfeksi virus dr pantat najib, ……… kah kah kah !!!

    • Lah su 35 aja Rusky kagak mau kasih Malon gara2 bocor ke US. mana mau dia kasih Pak Fa… Pak Fu*k mungkin yang diberi gratis… hehehhe

    • aduh si MAT MAT keluar kandang !!! habis pisang nya ye.

    • 5 kumpulan skuadron ??…. ente dapet duit nyolong darimana lon !!… wkwkwkwkwk..

  22. tahniah pak cik, tp bisa tak tudm menerbangkanya, jgn2 nasibnya sama eject kat hangar, lagian sayang2 klo cuma buat bombardir pokok pisang knapa hrs pake Pak Fa,

  23. SEMAKIN MANTAB, JELAS HANYA 2 MERK (SU35 & F16), BUKAN YANG LAEN COOOY..!! wkwkwk

  24. gimana sih katanya pemerintah sudah menandatangani kontrak pembelian sukhoi kok berita diatas masih belum sih

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)