Apr 192017
 

Peta Kedalaman Laut Indonesia dan negara tetangga

Sebagai negara kepulauan (Archipelago State), Indonesia terdiri dari banyak pulau yang disatukan oleh lautan. Pengertian “Archipelago State” adalah negara yang terdiri dari banyak pulau dimana laut, udara dan daratan adalah satu kesatuan Nusantara sebagai wawasan ideologi “Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Dua pertiga luas Indonesia adalah lautan dan air yang menjadi sumber kehidupan menyatukan serta membentengi ribuan pulau dari Sabang sampai Merauke. Laut sebagai sebuah benteng teritorial maka harus diketahui kekuatan yang terkandung di dalamnya. Tingkat salinitas (kepadatan air garam), kedalaman laut, kepadatan plankton, ikan, udang dan biota laut lainnya sangat berperan terhadap strategi pertahanan. Hal ini dapat berpengaruh terhadap daya apung kapal permukaan dan daya selam dari kapal selam. Alur laut yang kaya akan gerombolan ikan, udang dan plankton dapat saja menjadi petaka bagi pergerakan kapal selam sebagaimana gerombolan burung di udara yang dapat mengakibatkan pesawat dan helikopter jatuh.

Pangkalan Kapal selam di Teluk Palu meresahkan Amerika & FPDA

Strategi pertahanan yang terbaik tentulah disesuaikan dengan penyediaan Alutsista sesuai dengan lingkungan pertahanan dan medan peperangan. Untuk pertahanan dan peperangan di perairan dangkal maka cukup dipenuhi dengan alutsista ringan sekelas Kapal Cepat Rudal (KCR), Littoral Combat Ship (LCS) hingga Korvet (light frigate). Sementara untuk di perairan dalam akan lebih baik disediakan alutsista kelas berat sekelas Heavy Frigate, Destroyer hingga kapal induk (Aircraft Carrier). Kedalaman Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, II dan III yang dangkal cukup diisi dengan kapal selam Chang Bogo dan Scorpene 1.000 yang mampu menyelam hingga 200m. Sementara untuk markas angkatan laut di teluk palu yang memiliki kedalaman laut hingga 400m bisa segera diisi dengan Heavy Frigat sekelas Iver Huitfeldt, Frigate FREMM serta kapal selam kelas KILO dan Scorpene 2.000 yang mampu menyelam hingga 350m.

Frigate Iver Huitfeldt Class

Strategi pengadaan alutsista sejatinya dibagi menjadi tiga kategori Heavy-Medium-Light. Untuk TNI AD sudah jelas Tank kelas berat diisi MBT Leopard, kelas medium diisi upgrade jenis Marder, yang sedang dalam proses joint produksi PT. PINDAD & FNSS, untuk kelas ringan masih mengandalkan retrofit AMX 13, M113 dan Panser Badak. TNI AU telah menetapkan kelas berat diisi SU35, dan Sukhoi family (SU 27 & SU 30 yang telah diupgrade kemampuannya setara SU 35 serta PAKFA). Pesawat tempur kelas medium diisi dengan F16, FA50, IFX. Dan untuk pesawat tempur ringan diisi oleh Super Tucano, Hawk dan Gripen NG.

Kapal Selam Kilo Class

Sekalipun dalam proses pengadaan alutsista berpotensi timbulnya korupsi seperti kasus penjualan kapal LPD ke Filipina, namun proses penetapan jenis dan senjata yang diinstal tetap saja bisa menjadi misteri RAHASIA NEGARA. Tatkala mantan Presiden SBY tampil dalam maket kapal selam kilo maka intelijen negara negara FPDA khususnya Australia menjadi gundah. Demikian pula dengan penetapan pangkalan angakatan laut khususnya pangkalan kapal selam di teluk Palu maka intelijen dari negara FPDA serta NATO khususnya Amerika menjadi kalang kabut dan menggelar rapat membahas maksus dan potensi terburuk dari keberadaan pangkalan dimaksud termasuk jenis kapal selam penghuninya. Dalam proses pengadaan kapal permukaan dan kapal selam sejatinya tidak berasal dari satu negara saja atau satu vendor saja. Kita liat saja contoh kasus pengadaan Kapal Selam Chang Bogo sejatinya merupakan design dari Jerman namun karena Korea memilki kedekatan dengan Indonesia dan memilki lisensi pembuatan dan penjualan maka kerjasama pembuatan dengan DSME dan bisa saja segera diikuti kerjasama dengan galangan kapal Golcuk Shipyard (Turki). Namun dalam perjalanan pembangunan internal kapal selam Chang Bogo menggunakan teknologi dari perancis seperti Baterai, AIP dan SUBTICS Combat Managemen System (CMS). Dalam hal pemasangan sistem senjata teknisi TNI AL telah sukses menginstal rudal yakhont ke frigat KRI Oswald Siahaan.

Heavy Frigate FREMM

Kabar yang beredar pengadaan helikopter anti kapal selam tahap I direncanakan sejumlah 11 unit. Sementara kapal tempur dari jenis frigat Van Speijk (KRI Ahmad Yani 351, KRI Slamet Riyadi 352, KRI Yos Sudarso 353, KRI Oswald Siahaan 354, KRI Abdul Halim Perdanakusumah 355, KRI Karet Sasuit Tubun 356) sebanyak 6 unit akan mulai pensiun mulai 2017-2022. Korvet eks angkatan laut Brunei Darussalam saat ini berjumlah 3 unit yakni KRI Bung Tomo 357, KRI John Lie 358 dan KRI Usman Harus 359. Sementara untuk mendapatkan ToT SIGMA Class dari DSNS (Damen Schelde Naval Shipbuilding) maka terlebih dahulu didapat 4 Korvet SIGMA 9113 yakni KRI Diponegoro, KRI Sultan Hasanuddin 366, KRI Sultan Iskandar Muda 367, KRI Frans Kaisiepo 368. Untuk light frigate maka lahirlah seri SIGMA 10514 dengan dimulai KRI Raden Eddy Martadinata 331, KRI I Gusti Ngurah Rai 332. Untuk pengadaan kapal permukaan TNI AL menginginkan memiliki minimal 6 Frigat kelas berat dan 25 kapal kelas SIGMA campuran light frigate dan korvet. Masa produksi helikopter lebih pendek dari pembuatan kapal permukaan, maka adalah kemungkinan akan ada percepatan pengadaan kapal tempur permukaan.

Rudal seri BUK

Kebutuhan minimal atau istilah lainnya tahap I, TNI AL butuh 12 kapal selam untuk menjaga ZEE dan mengawal Poros Maritim Dunia. Pada tahun 2020 akan ada 2 kapal selam pensiun yakni KRI Cakra dan KRI Nanggala karena keduanya telah memasuki usia pakai 40 tahun. Sementara MEF II 2015-2019 diperkirakan baru akan kedatangan 3 Chang Bogo class, maka tentulah akan ada semacam operasi senyap untuk penambahan kapal selam berupa munculnya kapal selam Kilo & Scorpene Class. Dengan perhitungan usia pakai, perkembangan teknologi dan perubahan geopolitik seperti memanasnya konflik Laut China Selatan, anggaran negara, serta kerawanan embargo maka diperlukan kesatuan pandangan dari segenap rakyat Indonesia terhadap strategi pertahanan negara. Belajar dari kasus tembakan salvo 59 unit tomahawk dari USS Porter dan USS Ross ke pangkalan udara Shayrat, Homs, Suriah, maka tidaklah mungkin pertahanan pangkalan dan Obyek Vital (OBVIT) negara hanya dijaga dengan mengandalkan rudal panggul MANPADS dan STARSTREAK, tentulah mutlak diperlukan kehadiran rudal seri S dan BUK.

Simulasi Indonesia vs Australia by Binkov’s Battleground (you tube)

Indonesia bukanlah negara agresor namun untuk mempertahankan tetap tegaknya NKRI serta mewujudkan Poros Maritim Dunia maka TNI AL tidak boleh mempertahankan tradisi minimal jumlah kapal selam yang dimiliki 12 unit. Bila jumlah 16 ditetapkan untuk 1 skadron maka jumlah 12 bisa ditetapkan untuk masing-masing armada : kapal selam kelas berat, kapal selam kelas ringan dan heavy frigate. Sementara untuk light frigate termasuk korvet minimal 2 armada. Untuk mobilitas pengerahan pasukan dan serangan balik diperlukan 6 LHD dan 2 Mistral Class. Agar disegani oleh negara kawasan maka TNI AU wajib memiliki 3 skadron SU35 dan 1 skadron SU34 untuk melakukan Counter strike dan bilamana perlu dengan Preemtive strike. Bagaimanapun juga Indonesia sebagai negara Non Block tetap harus menjaga netralitas dan menjadi penengah konflik di berbagai belahan dunia.

Diposkan oleh : Wahju Indrawan

Bagikan Artikel:

  60 Responses to “Alutsista Penjaga Poros Maritim Dunia”

  1. Test

  2. hirrrreer

  3. Tos

  4. Ohhh Betapa Baiknya Bung Diego Dan Bung Wahju Indrawan Telah Merekomendasikan Produk Saya Ke Indonesia… :D

  5. Gripen NG masuk Strategi pengadaan alutsista berarti F16 V tdk masuk

  6. itu asli apa ks no 412 asli apa editan..

  7. Kapan kah semua itu bs di realisasikan??? Apakah hanya khayalan belaka, bikin pangkalan kapal selam di palu malah takut…mending ga usah bikin apa2 jika takut sm kawasan….sebenernya seberapa kuat sie kekuatan militer indonesia smpe2 membuat kawasan khawatir…blm seberapa lahh di banding negara jepang dan korsel…aneh!!,

    • Itu Ketakutan asing jadi wajar bung, Krn kita negara non blok bukan sekutu mamarika, apalagi ideologi negara asing itukan “Yg bukan sekutu harus dimiskinkan dan dikacau”

      Kalau nama nya “pangkalan”, negara asing langsung berpikir bahwa Armada nya pasti diatas 10 kapal.

  8. Ulasan yang menarik…..

  9. kalo itu semua terlaksana dg baik … bakalan membuat kawasan sekitar akan semakin gundah gulana..terutama fpda dan amriki cs .. mantap

  10. Yang bikin senep itu kendaraan perang kosongan.
    Kalau mau ideal dan efektif seharusnya pikirkan dulu senjata sama radarnya, baru body menyesuaikan. kalau body-nya dulu yang dipikirkan jadilah kendaraan tempur dengan senjata terbatas atau malah seadanya.
    Seharusnya bayangkan dulu radar yang ingin dipakai. Apa saja kemampuan, efektifitas dan dimensinya (ukurannya). Selanjutnya senjata tempur utama seperti rudal permukaan (jarak menengah/jauh) degan dukungan meriam (jarak dekat). Pikirkan juga pertahanan dari kapal selam (tambahkan torpedo) dan strategi lolos dari pengejaran (tambahkan kemampuan menebar ranjau) Jangan lupakan pertahanan udara untuk jarak dekat (meriam udara) dan jarak jauh (rudal pertahanan udara) Padukan semuanya dalam CMS yang terpadu DAN SETELAH ITU BARU BAYANGKAN BODY KAPALNYA YANG MENYESUAIKAN DENGAN SENJATA YANG DIANGKUTNYA!
    Kalau metode pemikiran seperti itu pasti akan lebih gahar dan efektif hasilnya. Metode ini juga berlaku untuk matra udara dan matra darat.

    • he..he..he..para jenderal pengambil keputusan kita,sudah sangat paham dan mahir dalam perhitungan strategi,bahkan kiprahnya terkadang diluar dugaan kita,banyak dari beliau berpikiran out of the box.

  11. Hah

  12. WAAOOOOW GITU .. JADI INGET AMA A1 LIST BUNG NARAYANA…..

  13. harusnya emang harung gtu bung diego.., tp kembali ke debat” episode yg lalu.. (duwite sopo) jhaha..
    moga pemerintah mewujudkan.

  14. Berat klo masih jokowi presidenny

  15. Intinya yg bener itu indonesia seharusnya menerapkan IEF atau NEF (IndonesiaEssentialForces/NationalEssentialForces) bukan MEF (minimum essential forces) lagi. Karena MEF pun makan waktu lama, kenapa harus minimum? Langsung essential forces aja toh

  16. Bikin artikel dgn modal baca komentar orang ! payah ! yg sebagian besar hoax

  17. Nice artikel…wah bung wahyu masuk jama’ah goibiyah.

  18. Nah betulkan setiap orang punya itungan sendiri2….begitupun pihak TNI…..xixiixi

  19. Sebaiknya Indonesia jangan beli SAM sistem BUK…… kalo ini terjadi, malon bakal menghentikan penerbangan komersilnya ke Indonesia.

    #ukraine’strauma

  20. kapan ya indinesia punya SAM kelas Berat kya s-300..yo klo di gebuk sama tomahawk kaya suriah masa nangkisnya pake bambu runcing sama ketapel…

    menyedihkan 🙁

  21. Sasaran 2024 :

    # Matra Udara :

    112 Heavy Fighters (sekelas Sukhoi)
    80 Medium Fighters (sekelas F-16)

    WTF, huaassemm gedabrus … kalau sasarannya sebegitu besar (112) enggak mungkin kalau sekarang cuma 16 buah Sukhoi … kikikikikih …

    awas, hati-hati, ini rahasia, malon jangan sampai tahu, nanti mereka pingsan …

    mimpi basah mode on … kikikikikih …

    • Lha saya hanya bilang RI butuh 144 pespur single engine + 52 pespur double engine saja dibilang ngayal.

      Apalagi Mega Karti yang bilang 112 heavy fighter dan 80 medium fighter.

      Xixixi

      😆

    • Ssttt… .. malon jangan dikasih tau, ntar mimpi basah terus pingsan loh…. xixi…

    • Bung Mega Karti

      Sekali-kali mbok yo buat artikel mengenai yang ghoib2.

      Saya Muslim dan saya yakin bahwa yang ghoib itu memang ada ???

    • 7 SKA heavy fighter @ 16…setara SUKHOI,5 SKA medium fighter@16.…setara F16 block 52 id….sekarang yg heavy baru 1..kurang 6 SKA,yang medium baru 2 SKA kurang 3 lagi…kayaknya yg bakalan dihajar untuk workhorse yg medium ini..yg utk tarungan kelihatannya full heavy..soalnya lebih banyak..itu nanti kalo ifx/kfx bisa buat…yg medium jumlah 80 diganti semua ya..menurut megakarti..

  22. Andai saja ulasan di atas dapat di wujudkan walau butuh waktu beberapa lama, pastinya Indonesia akan kembali di segani, dan tidak akan ada pelanggaran masuk ke negara dengan se enaknya

  23. Tes

  24. Mantap…Mantapp….Ini Yang Paling Aku Demen….Setuju Sekali…Indonesia Harus Punya Pesawat Tempur SU 35 Sebanyak 3 Skuadron…SU34 2 Skuadron…Kapal Selam Canggih jangan Dibatasi 12 Unit , Kalau Perlu Jangan 12 Unit, Tapi Diperbanyak menurut Kebutuhan….Pertahanan Udara Harus yang Canggih , Kalau Perlu S400 atau S500….Intinya….Kita Sebagai Negara Besar…Kekyaan Alam Yang Melimpah…Wilayah yang Luas dan Pulau – pulau yang Jumlahnya Puluhan….Penduduk yang Banyak….Harus Punya Pertahanan Yang Tangguh dan Hebat …Agar Mampu dan Mandiri Bisa Menjaga Wilayah Indonesia , Baik Darat , Laut dan Udara…Ingat !!!!…Indonesia adalah Negara Non Blok atau Negara yang Tidak Punya Sekutu atau Koalisi dengan Negara lain…..Punya Negara Tetangga Saja Kadang Sering Reseh , Sok Hebat dan Sok Kaya….Melecehkan dan Merendahkan Indonesia adalah Kesenangannya…..Oleg karena Itu…Indonesia Jangan mau di Dikte atau dikendalikan oleh Negara Lain Mengenai Alat alutsista ya akan dibeli…..Belilah Alutsista yang Canggih dan Mematikan , Biar Negara Lain yang suka Usil dan Suka Meng Embargo Pada Mikir….NKRI Harga Mati

  25. Klu sudah tercapai semua baru bs mengucap syukur kpd ALLAH SWT.

  26. Pertahahan terhebat…didunia ini hanya….DOA…

    • Seperti Perjuangan Di Timur Tengah Dengan Doa….Iraq , Afghanistan , Libiya , Palestina dan terakhir Suriyah….Hasilnya….HANCUR SEMUA……Not : Berjuang yang Gigih Sekuat Tenaga….Lalu Disertai Doa yang Khusyu dan Ikhlas….Mengharap Ridho Allah Swt…..Dan Tidak Ria dan Pamer ….Ini Baru Bener

  27. Bravo bung narayana, ghoibnya sudah mulai bermunculan

  28. Nyamuk aja

  29. Crot tata. ….

 Leave a Reply