Alutsista Terbaru TNI AL 2017

61
25371
Alutsista tni al 2017

Jika tidak ada aral melintang light frigate KRI RE Martadinata 331 akan diserahkan PT PAL kepada TNI AL pada tahun 2017, sekaligus menandai operasionalnya light frigate Sigma 10514 pertama Indonesia.

Momentum tersebut, sekaligus lompatan teknologi bagi PT PAl, dalam merakit kapal perang modern KRI RE Martadinata 331. Sebelumnya empat korvet Sigma dibuat, seluruhnya di Damen, Belanda.

Autsista tni al 2017
Alutsista tni al 2017

Di tahun yang sama TNI AL akan menerima dua kapal selam Chang Bogo Type 209/1400 buatan galangan kapal Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Okpo, Korea Selatan. Rencananya, Kapal selam Chang Bogo pertama dikirimkan pada bulan Maret 2017 dan yang kedua bulan Oktober 2017.

Adapun kapal selam ketiga akan dibangun oleh PT PAL Indonesia yang diperkirakan selesai bulan Desember 2018. Ketiga kapal tersebut akan menjadi alutsista terbaru TNI AL 2017.

Foto : koprs Hiu Kencana

61 COMMENTS

  1. Kl mau jadi Word Class Navy, TNI AL jangan lg terus nambah kapal2 kecil (KAL/KCR-40). Serahkan fungsional nya ke Bakamla/PolAirud. Fokuskan aja ke kapal min ukr KCR-60/FPB-57 utk laut dangkal/sempit dan Korvet, Fregat & Destroyer utk patroli lepas pantai wkt lama. Malu dgn negara2 lain, katanya Poros Maritim Dunia ?

  2. Ga perlu lon,, itu dana receh kita kumpulin buat kau beli pesawat tempur.. kasihan kami tengok malon hanya mampu sewa pesawat lon..xixixixixi

    Pembelian peralatan tempur sekelas ecek2.. melawan china pun harus merengek2 ke ausy.. ausy tak mampu bantu kau mengemis menunggu indonesia maju..

    Datang aja lon ke indonesia,, orang km banyak yg baik utk kasih kau uang receh utk beli senjata..

  3. Sby 10 tahun …. Hasilnya belum keliatan, bagaimana yg 2 thun, tpi kalo inprasrtuktur sby kgak keliatan sama sekali, jokowi udh keliatan bahkan banyak menyelesaikan yg mangkrak, jadi kalo mau liat hasil tunggu dlu , beri waktu 5 tahun jangan asal nyrococ aja lambe kayak petasan…10 thn hasilnya banyak yg salah pula, beli alutsista bekas pun banyk

  4. Di negeri mimpi…..apa yg di mau akan segera terwujut????. Di negeri nyata apa yg di inginkan perlu waktu untuk mewujudkan…..???
    Jadi kita ini hidup di mana ..?
    Di negeri mimpi…..menginginkan Poros Maritim…..simsalabim….semua tersedia. KRI yg besar besar. Infrasturtur langsung terwujut. Presiden tinggal ngomong di televisi “wahai rakyat indonesia poros maritim sudah tersedia mari kita jaga dan kita bina…bla…bla.
    Di negeri nyata butuh waktu dan usaha kerja keras bukan membalikan tangan….

  5. baca sipri, lebih banyak alutsista yang baru dibanding yang bekas …

    periode pertama sby hutang warisan menumpuk, masih titik berat ke pemulihan ekonomi …

    barulah pada periode kedua sby, ekonomi indonesia mulai mantap dan berpengaruh pada modernisasi alutsista …

    MEF baru dimulai tahun 2010 saat ekonomi sudah stabil, bukan tahun 2004 saat Debt to GDP ratio masih tinggi (57%) …

    Zaman SBY :

    2005 = 21 T; 2006 = 23 T, 2007 = 32 T, 2008 = 36 T, 2009 = 33 T

    2010 = 42 T, 2011 = 47 T, 2012 = 64 T, 2013 = 81 T, 2014 = 83 T

    lihatlah … anggaran belanja pertahanan periode pertama (2005 – 2009) SANGAT KECIL … karena masih titik berat ke ekonomi …

    Zaman JKW :

    2015 = 102 T
    2016 = 99 T
    2017 = 107 T

    lihatlah … sudah main di angka 100 T

    argumen “yang bayar siapa” itu mengada-ada, karena pembayaran alutsista adalah multi years … sebelum pesan alutsista tentu sudah mempertimbangkan terlebih dahulu kemampuan keuangan negara, bukan asal pesan …

    Jika JKW pesan alutsista juga nanti sebahagian yang bayar juga presiden 2019 – 2024, jadi enggak usah protes soal pusing bayar tagihan bayaran alutsista, karena tidak ada yang memaksa seseorang untuk jadi Presiden, kalau mau tidak pusing jangan jadi Presiden …

    Proyek Changbogo :

    CONTRACT SIGNED = desember 2011
    first steel cut = april 2013
    launching = maret 2016
    serah terima = januari 2017

    Proyek SIGMA PKR10514 :

    CONTRACT SIGNED = juni 2012
    first steel cut = jan 2014
    launching = jan 2016
    serah terima = jan 2017

    Proyek KFX/IFX :

    letter of intent = 2009
    MoU = juli 2010
    CONTRACT SIGNED (major contract) = april 2011
    first prototype = 2020
    first production = 2025
    mass production = 2028 – 2038 (10 tahun)
    Project KFX 2/IFX 2 = 2040 – 2060 (20 tahun)

    apa yang JKW pesan sekarang akan menjadi prestasi JKW, bukan prestasi presiden 2019 – 2024, jadi enggak usah bilang : “SIAPA YANG BAYAR ?

    tidakkah anda lihat betapa lamanya proses pengadaan alutsista dari tanda tangan kontrak sampai serah terima ?

    bisa memakan waktu 5 tahun … atau lebih (lihat pengadaan Changbogo 2011 – 2018)

    tidakkah saat ini seharusnya sudah harus dimulai tanda tangan kontrak ? karena datangnya pasti akan lama …

    jika tidak sekarang kapan lagi ?

LEAVE A REPLY