Dec 162014
 
Ilustrasi : KRI Nanggala

Ilustrasi : KRI Nanggala

 

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Marsetio berpendapat dibutuhkan minimal 12 unit kapal selam untuk mengamankan luasnya perairan Indonesia. Namun saat ini, Indonesia baru memiliki 2 kapal selam.

“Dalam renstra (rencana dan strategi-red) kita sampai 2024, minimal untuk mengamankan laut kita, butuh 12 kapal selam. Saat ini, kita baru ada 2 kapal selam,” kata Marsetio saat diwawancarai wartawan di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2014).

Dijelaskan Marsetio, pada renstra pertama TNI AL sudah menganggarkan untuk membeli 3 buah kapal selam dari Korea Selatan. Dua kapal selam akan dibangun penuh di Korea Selatan, dan yang ketiga rencananya akan dibangun oleh PT PAL dan galangan kapal di Korea Selatan.

“Sehingga diharapkan pada kapal selam ke-4, kita sudah bisa membangun kapal selam secara penuh di PT PAL,” ucap Marsetio.

Lanjut Marsetio, kapal selam pertama yang dibangun di Korea Selatan itu diharapkan selesai pada April 2017 mendatang. Lalu dua kapal selam lagi diharapkan selesai masing-masing 6 bulan setelah yang pertama. “Sehingga diharapkan 2018, kita sudah memiliki sebanyak 5 buah kapal selam,” ujarnya tegas.

Pada renstra kedua 2015-2019, kata Marsetio, TNI AL sudah menganggarkan membangun 2 kapal selam lagi. Sehingga pada 2020, Indonesia sudah memiliki 7 kapal selam.

“Target kita sampai 2024 kita memiliki 12 kapal selam,” imbuh Marsetio. Dirinya berharap rencana itu bisa terlaksana dengan baik. Kapal selam yang tengah dibangun itu diharapkannya nanti mampu menjaga perairan Indonesia.

“Kapal selam adalah kapal yang memiliki kemampuan yang sangat strategis, akan dilengkapi dengan peluru kendali, bisa menembak rudal sehingga kita memiliki keunggulan,” jelas Marsetio. (detikNews)

 Posted by on December 16, 2014