Ambisi India Bergabung Dalam “NSG” Ditentang Oleh China

Juru bicara Kementrian Luar Negeri China, Hua Chunying. © Defence Update

China pada hari Senin, 22 Mei 2017 mengatakan akan menentang masuknya India ke dalam Grup Pemasok Nuklir (NSG) unilateral, sambil menunggu konsensus mengenai keanggotaan negara-negara pemilik senjata nuklir yang hingga kini belum menandatangani Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

Menanggapi pertanyaan tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan, bahwa “Posisi China dalam partisipasi keanggotaan NPT di NSG tidak berubah”.

Sebanyak 48 negara anggota NSG diperkirakan akan mengadakan rapat pleno bulan depan di Bern, Swiss, di mana permohonan New Delhi diperkirakan akan dibahas.

India secara resmi mengajukan diri untuk bergabung dalam NSG pada bulan Mei tahun lalu, namun China telah secara konsisten memblokir permohonan India, yang bermaksud untuk memasukkan kriteria keanggotaan yang berlaku secara universal untuk semua negara yang belum menandatangani NPT, namun telah menjadi negara-negara nuklir.

Pakistan, sekutu dekat China, adalah salah satu negara yang memiliki senjata nuklir, namun belum menandatangani NPT. Organisasi NSG mengendalikan ekspor global teknologi nuklir dan materialnya untuk memastikan bahwa energi atom hanya akan digunakan untuk tujuan damai.

“Kami mendukung NSG sesuai mandat pada sidang pleno 2016 dan membangun konsensus serta proses antar pemerintah yang terbuka dan transparan untuk menangani masalah yang relevan dengan pendekatan dua langkah”, menurut Hua Chunying.

China terus mendesak untuk menghubungkan syarat keanggotaan dalam NSG dengan turut menandatangani kesepakatan NPT.

“China berpendapat bahwa setiap formula [keanggotaan] yang dibuat tidak boleh diskriminatif dan berlaku untuk semua negara non-NPT, tanpa mengurangi nilai inti dan efektivitas NSG, kewenangan dan integritas rezim non-proliferasi nuklir internasional dengan NPT sebagai landasannya. Dan tanpa bertentangan dengan hukum internasional di bidang non-proliferasi”, tambahnya.

Dalam menentukan pendekatan dua langkah untuk mencapai konsensus tersebut, China mengatakan bahwa langkah pertama untuk keanggotaan adalah mendefinisikan formula yang akan diikuti oleh langkah kedua, yang secara khusus bagi negara tersebut.

India telah menyebut bahwa keanggotaan dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir tidak penting untuk dapat bergabung dengan NSG, seperti contoh dalam kasus Perancis yang jadi anggota NSG tanpa menandatangani NPT.