Amerika Minta Maaf, Panglima TNI Siap Disambut Hangat

19
dok. Menteri Pertahanan AS Jim Mattis (photo : Jim Mattis)

Jakarta, Jakartagreater.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan Amerika Serikat sudah minta maaf terkait ditolaknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat (AS) pada Sabtu 21-10-2017 untuk menghadiri undangan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Joseph Dunford, di Washington DC, AS.

“Yang penting mereka sudah minta maaf dan menyesalkan kejadian itu dan tetap mengundang Pak Panglima TNI untuk hadir walaupun tentu kita merasa perlu untuk kali ini tidak memenuhi undangan sebab sudah ada kejadian itu,” ujar Wapres Kalla pada Selasa 24-10-2017 di Jakarta.

Wapres Jusuf Kalla yang baru tiba dari lawatannya ke Turki dalam rangka menghadiri pertemuan D-8 dan melaksanakan umrah juga mengatakan, belum diketahui alasan pasti penolakan tersebut.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Wapres mengatakan Kementerian Luar Negeri sudah memanggil Wakil Dubes AS Elizabeth McKee untuk meminta penjelasan terkait hal tersebut karena Dubes AS sedang tidak berada di Jakarta.

“Dalam pertemuan tersebut, mereka mengonfirmasikan bahwa hubungan antara Indonesia-AS sangat penting. Amerika melihat Indonesia adalah partner yang penting bagi AS,” ujar Retno.

Retno juga mengatakan bahwa AS menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf terhadap penolakan tersebut dan menyampaikan bahwa penolakan tersebut sudah tidak ada dan mereka menyambut baik Jenderal Gatot untuk berkunjung ke AS.

“Intinya adalah bahwa kunjungan kapan pun akan diterima dengan hangat. Kemudian mereka menyampaikan bahwa Jenderal Danford akan melakukan komunikasi dengan Jenderal Gatot,” tambah Retno. Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS), James Mattis menyampaikan permohonan maaf kepada Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu atas insiden ditolaknya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

“Permintaan maaf disampaikan secara khusus sebelum Menhan AS bertemu para menhan ASEAN yang sekarang ini dilakukan pertemuan di Clark, Filipina pada Senin 23-10-2017 siang,” kata Kepala Pusat Komunikasi dan Publik (Kapuskom dan Publik) Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Totok Sugiharto dalam keterangan tertulisnya, pada senin 23-10-2017 di Jakarta. (Antara).

32 KOMENTAR

      • kan memang sudah diterima, dan yang masih ditunggu hanya penjelasanya… masak petugas negara diundang justru malah masuk daftar cekal, kalau tidak dikerasin juga nanti akan menjadi kebiasaan dan mereka dengan sesuka hati melakukanya…
        masalah diobok2 itu sudah sering dan bukan hal baru, mereka pernah melakukan embargo, lagian kalau jadi negara takut sama negara lain mending ngga usah punya militer sekalian… perang melawan sekutu yang memiliki persenjataan komplit kita hanya modal seadanya berani…
        Jadi negara itu jangan takut2 dan selalu mengalah, bakalan diinjak2 harga diri bangsa kita kalau seperti itu

  1. Minta maaf mah gampang, tp wibawa bangsa mau di kemanain dan lagian AS belum menjelaskan alasan penolakan Panglima TNI ke AS…itu yang penting dan di tunggu2, karena baerita ini dah menyebar luar di luar negeri……
    Kita tunggu ke Jantanan AS untuk menyampaikan alasannya…..