Apr 142017
 

POHANG – Sebuah armada besar, peralatan canggih tersebar di pantai yang menunjukkan kekuatan militer yang luar biasa dari Amerika Serikat dan Korea Selatan. Jauh di lepas pantai, jauh di balik cakrawala, kapal induk Carl Vinson memimpin “Gugus Tempur” dari berbagai kapal perang.

Menyaksikan pertunjukan kekuatan AS di pantai sedang bermain wargame yang disebut “Pacific Reach”, orang menyadari betapa mudahnya untuk memusnahkan Korea Utara. Tujuan dari latihan khusus ini adalah tentang logistik yang sempurna untuk melakukan serangan terhadap Korea Utara. Korea Selatan turut serta di dalamnya juga yang kini jauh lebih kuat daripada ketika Korea Utara menyerang mereka pada musim panas 1950.

Tak satu pun dari drama kali ini, berdampak pada Kim Jong-un malah ia semakin intens berkampanye menakut-nakuti untuk melawan AS dan Korea Selatan. Jika Amerika Serikat mempertimbangkan untuk melakukan serangan pendahuluan terhadap fasilitas nuklir dan rudal yang dijadikan mesin propaganda Kim Jong-un, ia akan segera membalas dengan meluncurkan rudal balistik nuklir ke AS.

Sangat sulit untuk menganggap retorika tersebut dengan serius. Semua orang tahu semua itu dilakukan sebagai efek drama, apakah untuk mengesankan warganya atau negara lain yang cukup bodoh untuk berpikir program nuklir Korea Utara benar-benar digunakan untuk “pertahanan”. Bagaimanapun, intinya adalah mungkin Presiden Trump memberikan perintah serangan pre-emptive seperti yang dia lakukan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad?

Tentu, Trump bisa memerintahkan serangan udara pada Assad sebagai hukuman karena dia menggunakan senjata kimia mematikan terhadap warga sipil tak berdosa di sebuah kota yang dikuasai pemberontak. Sama seperti itu, sebuah gempuran rudal jelajah, yang dikuti dengan serangan udara, untuk menghancurkan situs dimana Kim Jong-un memerintahkan “pengujian” rudal, termasuk jenis rudal jarak jauh yang ia ancam akan diluncurkan ke AS bila melakukan serangan untuk menghancurkan kompleks nuklir Korea Utara di Yongbyon.

Lalu apa? Korea Utara itu bukanlah Suriah. Timur Tengah bukanlah Semenanjung Korea. Ribuan tentara Amerika Serikat tidak akan terkena serangan mesin perang Assad. Atau jutaan orang tinggal dan bekerja dengan damai dalam radius 60 kilometer atau lebih dari ibukota Damaskus.

Tidak, fakta bahwa AS memiliki cukup banyak kekuatan untuk sekedar berperang di Laut Asia Timur bukan berarti pilihan yang harus disiapkan. Sebagai hasil tindakan keras kepala, menyerang berdasarkan insting, seperti yang dipikirkan oleh sebagian orang bahwa Trump mungkin akan melakukannya, tidak akan bisa diduga, setidaknya begitu.

Risikonya jauh lebih besar daripada manfaat yang akan didapat. Tidak akan ada yang bisa mengatakan dengan pasti bagaimana Korea Utara akan merespon hal tersebut, atau apakah China dan Rusia akan bergegas membantu Kim Jong-un seperti yang mereka lakukan untuk kakeknya yaitu Kim Il-sung, dalam Perang Korea. Yang pasti, bagaimanapun itu, ada jutaan orang berada dalam jalur tembakan jika Korea Utara menggempur Korea Selatan dengan meluncurkan artileri dan rudal, dengan asumsi bahwa mereka belum menemukan cara untuk “menyerang” menggunakan miniatur bom nuklir.

Pada saat wacana serangan balasan muncul selama krisis nuklir tahun 1994, Bill Clinton dan Gedung Putih, mempertimbangkan membom kompleks nuklir Korea Utara. Maka Presiden Korea Selatan pada waktu itu, Kim Young-sam, memperingatkan Bill Clinton bahwa 10 juta warga Korea Selatan bisa kehilangan nyawa dalam konflik berikutnya.

Setidaknya, AS perlu berkonsultasi dengan sekutu Korea sebelum berpikir untuk memberi serangan pendahuluan. Harus ada presiden Korea Selatan, baik dari partai liberal ataupun konservatif, mengatakan “baiklah”, mari kita lakukan serangan gabungan yang besar.

Sulit untuk mengatakan bahwa serangan pendahuluan mampu memberi jaminan untuk dengan cepat menghentikan Korea Utara dari meluncurkan rudal balasan. Setelah berhasil melaksanakan serangan tersebut, bagaimanapun, kotak pandora akan terbuka. Tidak ada yang tahu berapa banyak yang mungkin akan mati, bisa puluhan atau bahkan jutaan.

Serangan rudal di Suriah seharusnya tidak dijadikan contoh bahkan jika melihat pasukan Amerika Serikat dan Korea Selatan bermain game perang disana menggunakan persenjataan lengkap dan kekuatan armada yang mengagumkan.

Tidak ada yang tahu formula ajaib apa yang dapat menyelesaikan kebuntuan krisis Korea, tetapi salah satu cara untuk tidak menyelesaikannya adalah dengan membuka Perang Korea jilid 2. Perang yang sebenarnya bukan sebuah game perang.

Sumber: Korea Times

  38 Responses to “Amerika Serikat, “Hmmm… Serang Atau Tidak Ya?””

  1. Pertamax

  2. hajarr bleehh… brani ga?

  3. tujuan nya cuma ingin mengalih kan dan memecah konsentrasi Russia di Suriah agar perhatian Russia tertuju ke masalah Korea kira2 begitu mungkin yg ada di benak nya si Trump

  4. Resiko menghantam Korut jauh lbh kompleks ketimbang menghantam negara di Timur Tengah. Korut memiliki berbagai senjata mematikan yg mampu membalas untuk menyengat negara-negara mapan disekelilingnya yg menjadi musuh bebuyutan. Apakah rakyat Korsel terutama para pemuda/i yg sdh terbiasa terhanyut dg budaya pop cemennya (K-POP) memiliki jiwa militan untuk hidup susah bergelut dg perang? Demikian pula dg rakyat Jepang kini mau mengambil resiko porak-poranda layaknya situasi Timur Tengah? Bahkan sebagian rakyat Jepang msh trauma dg sejarah bom atom Hiroshima dan Nagasaki yg mengakhiri petualangan militer Jepang, pertengahan abad lalu.

    Kombinasi senjata mematikan semacam rudal, walau mungkin tdk perlu berisi kepala nuklir milik Korut dg sikap nekad dan naif pemimpin Korut, Kim Jong Un bersama militer serta rakyat, mungkin bisa menjadi mimpi buruk bagi rakyat Korsel atau pun Jepang. Boleh saja Korut akan hancur dg para pemimpinnya dilengserkan, namun USA dan negara sekutu dikawasan Asia Timur pasti hrs membayar harga yg setimpal.

    Sulit bagi militer USA melaksanakan serangan taktis, yg hanya menghancurkan sebagian kecil fasilitas militer penting Korut tanpa ada pembalasan seperti yg biasa dilakukan pd Suriah dan negara di Timur Tengah lainnya. Pertanyaan ane adalah, mengapa USA dg CIA tdk membuat sibuk Kim Jong Un dg menciptakan semacam “ISIS versi Korea” terlebih dahulu? Seperti yg dilakukan di Timur Tengah sana? Mungkin namanya bukan ISIS (islamic state of irak syria) atau Al Qaeda yg memang nama khas Timur Tengah, namun bisa saja KSNS (korean socialist new style) atau sosialis / komunis korea gaya baru karena Korut adalah negara komunis. Tentu isu yg patut dibuat di Korut untuk mengitik-itik kekuasaan Kim Jong Un adalah paham yg berlawanan dg semangat sosialis / komunis Kim Jong Un, misalnya isu nikmatnya hidup dg bergaya ala liberalis, kapitalis seperti di Korsel sana. Lalu dibuatlah semacam gerakan bawah tanah yg menyuarakan kebebasan bergaul, bebas memiliki hak hidup tanpa takut ditangkap aparat, bebas menciptakan peluang ekonomi dan lainnya. Heran saja, dalam kasus Korut sepertinya CIA terlambat membuat aksi-aksi semacam ISIS, Al Qaeda dll….

    • sering itu mah defector2 korut sering melakukan hal tersebut ttg nikmatnya kehidupan korsel namun pemerintahan korut tidak terpengaruh karena kenikmatan korsel hanya kenikmatan semu dan ini memang benar adanya korsel sering disebut suicidal society bagi yg cukup jeli mengesampingngkan budaya kpop dimana budaya asli korea tergerus di segala lini oleh budaya barat yg menyebabkan krisis identitas budaya bisa dilihat dgn berkembangnya grup2 cultist (pemujaan/main dukun2nan) ,meningkatnya kasus bunuh diri korsel selama 25 tahun terakhir dan ketidakseimbangan peran gender

      lagipula CIA tidak bisa mengontrol arus informasi di media2 Korut yg menjadi ujung tombak gerakan subversif arab spring karena semuanya centralistik dikendalikan pusat pemerintahan Korut ditambah lagi propaganda beberapa generasi menghasilkan penduduk yg rasa nasionalismenya sangat fanatik

    • @nyengnyong : gitu2 juga pemuda korsel wajib militer bro..

  5. Korut tdk ada SDA nya bung naya , konflik semenanjung Korea 1950 hanyalah perpanjangan dari konflik awal perang dingin dan ideologi komunis vs kapitalis. Shg Amrik sebenarnya tdk kurang bernafsu u membereskan Korut, Krn tdk ada daging Wagyu nya heheeee. Dan lagi mengusik Korut seperti membangunkan alarm di Cina dan Rusia. Jadi tul analisa di atas itu cuma trik u memecah konsentrasi mjd bbrp palagan , mungkin selanjutnya Asia tenggara

    • setuju bung @Winardi, karena tidak ada SDA makanya korut bisa buat rudal antar benua, beda dengan kita yang terlalu banyak SDA hingga sekarang baru bisa buat roket… 😛

  6. Ujung ujungnya yg diserang cuman negara lemah yang kaya sumber daya alam..Nyerang Korut mungkin gak ada untungnya bagi usa

  7. AWAS..UJUNG2 NYA MALAH NYERANG NKRI YG ALITSISTANYA masih minim..Karena untung besar kali nyerang NKRI..Kalau nyerang Korut rugi..Negara kismin gak ada apa apanya..

  8. polisi dunia di suriah..menjadi polisi sayur di korea utara dan jadi polisi banci di israel…
    wkwkwkwk..
    namanya dagelan bebek…

  9. korsel udah siap digempur rudal korut, engga mikirin warga sipil yg engga berdosa, asu mah cuma mau jualan senjata, lewat kekacauan yang ditimbulkan di mana-mana

  10. Hadehhh Negara Kok Seenaknya Sendiri… 👿

  11. Dari dulu nggak jadi perang juga, cuma gertak sambal doang, pemirsa kecewa……

  12. yg ngeri jika benar korut punya kemampuan bom nuklir jarak jauh, yg pasti korut itu bermental keras dan tegas tak ambil pusing meski harus hancur bersama akan segera meluncurkan nuklirnya tanpa pikir resiko jika sudah merasa disakiti..

    • tak perlu jauh, cukup menjangkau Korsel dan Jepang, semua itu akan menjadi bukti bahwa AS tidak mampu mengamankan sekutunya, harga diri AS akan jatuh, kepercayaan sekutunya akan sirna… terutama bahwa sistem pertahanan yang dibanggakan selama ini dan disebar di Korsel dan Jepang hanya iklan sampah

  13. “segera membalas dengan meluncurkan rudal balistik nuklir ke AS.”

    Ya rudal balistiknya terlebih dahulu dibombardier om…. pake 150 unit F22, 100 unit F35, 15 unit B2…. yg ditugaskan memborbardier sistem peluncur rudal dan tempat penyimpanan nuklir plus sistem pertahanan udara.

    Setelah itu dikirimlah 50 unit B52 yg masing2 mampu gotong total 22 AGM86B. Targetnya adalah Ruda2 korut, beserta peluncurnya.

    Setelah itu dilanjutkan dgn pengeboman 50 unit B-1 yg masing2 mampu gotong hingga 24 unit JDAM. Targetnya ya Rudal2 korut (jika masih tersisa rudalnya)

    Jd menurut saya Korut Tdk akan memiliki kesempatan untuk membalas dgn menggunakan rudal, karna armada Pembom AS itu kelewat besar. Rudal2 dan bomb2 nuklir korut udah keburu dihancurkan oleh B-2, B-52, B-1, F35, F22, dan ratusan rudal tomahawk. Dan AS juga masih punya kapal induk di dekat korut yg mengangkut Puluhan F18 yg siap melakukan tugas “penyapuan”.

    Satu2nya hal yg ditakutkan dari korut hanyalah kekuatan AD-nya yg cukup untuk membuat korsel babak belur.

    Tapi… hanya opini pribadi sih.. 🙂

  14. “segera membalas dengan meluncurkan rudal balistik nuklir ke AS.”

    Ya rudal balistiknya terlebih dahulu dibombardier om…. pake 150 unit F22, 100 unit F35, 15 unit B2…. yg ditugaskan memborbardier sistem peluncur rudal dan tempat penyimpanan nuklir plus sistem pertahanan udara.

    Setelah itu dikirimlah 50 unit B52 yg masing2 mampu gotong total 22 AGM86B. Targetnya adalah Ruda2 korut, beserta peluncurnya.

    Setelah itu dilanjutkan dgn pengeboman 50 unit B-1 yg masing2 mampu gotong hingga 24 unit JDAM. Targetnya ya Rudal2 korut (jika masih tersisa rudalnya)

    Jd menurut saya Korut Tdk akan memiliki kesempatan untuk membalas dgn menggunakan rudal, karna armada Pembom AS itu kelewat besar. Rudal2 dan bomb2 nuklir korut udah keburu dihancurkan oleh B-2, B-52, B-1, F35, F22, dan ratusan rudal tomahawk. Dan AS juga masih punya kapal induk di dekat korut yg mengangkut Puluhan F18 yg siap melakukan tugas “penyapuan”.

    Satu2nya hal yg ditakutkan dari korut hanyalah kekuatan AD-nya yg cukup untuk membuat korsel babak belur.

    Tapi… hanya opini pribadi sih… 🙂

    • kalau korut bisa meluncurkan SLBM nya gimana bung Jef

      • Bisa diburu terlebih dahulu oleh 1-2 carrier group

        https://en.m.wikipedia.org/wiki/U.S._Carrier_Group_tactics

        Lgpula saya ragu Kasel korut busa luncurkan rudal Balistik nuklir. Di dunia ini hanya ada 6 negara yg memiliki Kasel berkemampuan Meluncurkan rudal balistik, yaitu India, china, prancis, AS, Rusia dan inggris

        • @Bung Jef : jgn anggap Remeh Korut, klo AS mau serang Korut sdh sejak dulu dia serang kaya Irak, Libya dll. Korut itu punya semangat tinggi dan rakyatnya nasionalisme nya tinggi dan juga kita gak tau kekuatan aslinya, memangnya klo Korut latihan perang dikasih tahu ke publik semuanya gagal atau tidak nya dlm uji senjata.? Korut secara diam-diam militer nya juga dibantu oleh China. Siapa tahu Korut dikasih pinjam KS China buat luncurin rudal nuklir nya ke daratan AS.? Seandainya perang semua tdk terduga, yg gak bisa jd bisa.. China juga gak kepingin bember depannya hancur dan dijadikan boneka AS. China juga akan bela mati-matian Korut.. nuklir Korut sangat mematikan, Korsel sama Jepang akan habis.. untuk payung udara Korut pasti dibantu China. Kita kan gak tahu klo Korut dan China punya terowongan rahasia buat kirim persenjataan.. semuanya tdk bisa diduga.. terimakasih..ini analisis kami.. Salam NKRI..

          • sebuah pemikiran yg tepat, saya setuju dengan anda, korut bukanlah negara lemah, disamping nuklir yg mereka miliki sekutu mereka rusia dan terutama china akan dengan senang hati membantu, diantaranya jalur pengiriman senjata melalui terowongan rahasia karna dulu sempat diberitakan korut membuat terowongan yg tembus ke china, seperti contohnya palestina yg bisa membuat terowongan yg terhubung dengan negara luar, bisa dibayangkan korut yg membuat terowongan seukuran rudal balistic buat ngirimnya, saya yakin rudal rudal dari china itu sekarang tersembunyi di terowongan korut dan telah disiapkan begitu mendengar armada usa datang

        • mungkin bung jef melakukan analisis berdasarkan data dan statistik tertulis, tanpa disertai data dan statistik “ghoib” 😀 hehehehe… salam bung jef, no offense

    • Saya setuju, korut akan disapu bersih oleh USA. Masalahnya . . bagaimana reaksi RRC kemudian ?

      • Reaksi RRC? Menurut saya pribadi, China akan menerjunkan pasukan di korut, mengirim armada tank/APV/IFV/Artilery, dan Sistem pertahanan udara, tujuannya untuk membantu korut agar korut tdk jatuh ke tangan AS

      • hahaha saya kurang setuju dengan pendapat anda, korut itu bukan irak atau suriah yg begitu gampangnya takluk, ini saya beri sedikit pemahaman, irak & suriah=tidak punya nuklir, korut= punya nuklir+dibantu china, walaupun usa menyerang dengan seluruh kekuatannya tapi korut cuma butuh 1 bom nuklir buat ratakan korsel dan sekitarnya, bisa anda bayangkan dari sekian banyak rudal nuklir yg dimiliki korut tapi hanya 1 rudal yg berhasil itu cukup buat usa dan korsel berpikir beribu kali untuk menyerang karna = membunuh berjuta orang korsel, gampangannya begini kalo semudah itu korut kalah kenapa tidak dari dulu usa menyerang? padahal jelas bahwa korut punya nuklir sedangkan irak dan suriah tidak punya, itu menunjukan bahwa korut bukan lawan yg lemah padahal usa dibantu jepang, korsel singapura dan sekutu lainnya. bahkan indonesia kalo punya nuklir 1 saja maka negara lain akan berpikir beribu kali untuk mengusik kita

        • “gampangannya begini kalo semudah itu korut kalah kenapa tidak dari dulu usa menyerang? ”

          memangnya siapa yg bilang korut akan kalah? Dibaca lg tulisan saya, saya cuma bilang bahwa Rudal2 dan Bomb2 nuklir korut kemungkinan akan terlebih dahulu “dilibas” dan “disapu” oleh armada pembom dan armada Pespur Stealth milik AS, dan juga pake Tomahawk.

          • kalau mau meluncurkan pesawat segitu banyak secara serentak kira2 butuh berapa landasan bro? setidaknya belasan bro. nah lagi mindahin pesawat segitu banyak ke landasan terdekat yang masuk radius serang. otomatis korut udah curiga dan bisa aja luncurin duluan rudal balistiknya. gk pakai nunggu diserang dulu kales. no ofense hanya pendapat pribadi 🙂

  15. bukan soal berani atau tidak berani,masalah dibelakang korsel ada yg menbackup(usa+japan dan sekutunya),nah dibelakang korut juga ada backup(china dan rusia ini sudah cukup membikin dunia2 deg2an dengan senjata pamungkas paling banyak didunia)

    menyerang secara konvesional sasaran korut bisa dilakukan sekutunya,masalah china dan paman bear itu memback up atau tidak(bukan didunia ini dalam politik kalo temen dekat disikat pasti dibantuin,apalagi mempunyai musuh jauh)

    bagi korsel khususnya apakah ranahnya menjadi sasaran perang korea kedua2,saya rasa semua tidak ada mau negara menjadi medan perang(kalo elite politik maupun militernya masih sehat dan walfiat itu akalnya)

    diplomasi adalah paling utama menunggu rezim un yg serampangan supaya bisa dilakukan china dan rusia(scr tidak langsung),juga elite paman serikat sekarang dikuasa kaum hawkish(elite suka perang,bukan bom diuji cobe diaghanistan dan serangan tomahawk ini saja sudah melihat jurus baru diplomasi paman sam)

    opini pribadi saja,kl salah dimaafkan saja

    salam damai selalu

  16. Klu dunia kacau sang dalang akan untung besar karena dagangannya laku! Klu dunia aman bs ambruk industri militernya.

  17. Korea sudah benar, nuklir jawabannya, la masa amerika dan sekutu boleh buat, sedangkan negara lain tidak, biasanya pelarangan berlaku buat semua,inikan se enk udel mamatika aja, jadi jong un dijalan yg benar bukn jalan yg lurus wkwkqkkwk

  18. Walau pun Amerika punya militer besar tetap aja bakal takut sama Korut, apalagi sama China, Amerika bakal terkencing2 …

    Dah itu aja analisa saya ….. kakaka

 Leave a Reply