Apr 142017
 

Kondisi umum distrik Achin di Jalalabad, Afghanistan, setelah pasukan Amerika Serikat menjatuhkan bom pada 14 April 2017. (AP/Rahmat Gul)


Amerika Serikat menjatuhkan Bom GBU-43, perangkat non-nuklir terbesar yang selama ini belum pernah diluncurkan dalam pertempuran, pada jaringan gua dan terowongan yang digunakan oleh kelompok ISIS di Afghanistan timur, pada Kamis.

Presiden Donald Trump menyebut aksi pemboman itu sebagai bukti dari kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang lebih perkasa sejak ia menjabat pada Januari.

Bom GBU-43 yang memiliki berat 21.600 pound (9.797 kg) dan memuat 11 ton bahan peledak, dijatuhkan dari sebuah pesawat MC-130 di distrik Achin, provinsi Nangarhar, dekat perbatasan dengan Pakistan.

GBU-43 ini, yang juga dikenal sebagai “induk dari segala bom”, pertama kali diuji pada Maret 2003. Perangkat ini dianggap efektif digunakan untuk menyerang persembunyian kelompok yang berada di bawah tanah. Jenis lain dari bom ini juga efektif menjangkau terowongan yang lebih dalam dan kokoh.

Ini adalah pertama kalinya Amerika Serikat menggunakan bom konvensional dengan ukuran ini dalam konflik.

Trump menggambarkan aksi pemboman ini sebagai “misi yang sangat sukses”, dengan tidak segera menjelaskan berapa banyak kerusakan yang ditimbulkan dari penggunaan perangkat itu.

Sumber: Antara

https://twitter.com/suparjorohman

  43 Responses to “Amerika Serikat Jatuhkan Bom GBU-43 di Afghanistan”

  1. Wouooww

  2. Perompak dunia

  3. Sangat kejam sekali NI USA asu

  4. coba kalo indonesia yg jatohin bom sebesar itu.. past langsung teriak teriak embargo

  5. untung dikita blm punya bung peteuy:-D

  6. Pelit, foto bomb-nya pun tdk ada…

  7. Lebai banget pak trump, masak lawan isis aja musti pake emaknya segala bomb. Ini pelanggaran serius terhadap HAM nya isis wkwkwkwk. Ini pesan terhadap musuhnya aja, gk lebih.

    • Memang terkesan lebay jika menggunakan bomb berkekuatan 11 Ton TNT hanya untuk menghajar ISIS, saya yakin tujuan utamanya hanyalah untuk pamer pada korut

  8. lontong punya kim udah nonggol di dekat pantai barat.
    nonggolnya di barat, ngebum nya di belahan dunia lain, hihi lebay yah.

  9. waduh …. akhirnya MOAB d pake jg di afgan
    untung si daysi cutter udah d larang bwt d pake

  10. Masih keren punya rusia bapak bomb…. 44 ton tnt….andaikan tni punya…. Hehehe ngarepp….

    • TNI cukup punya Bomb sekelas BLU-109, gotong pake F16.

    • bung donjuan .. kalo kita punya bom yg ky gitu… udh pasti pada meriang para tetangga.. trus minta di obattin sama induk semangnya..

    • TNI kgk perlu bum kaya gitu, percayalah dgn omongan saya dek. hihi

    • Kalo yg disebut bapak bom itu Bom Thermonuklir Tsar Bomb, daya ledaknya bukan setara 44 ton TNT bung, tapi lebih dari 40 Megaton atau 40.000.000 ton TNT. Bom atom pertama yg jatuh di Hiroshima aja setara lebih dari 15 kilo ton TNT atau 15.000 ton TNT. 44 ton sih kecih.

  11. Belum 1 tahun jd presiden tangan trump sudah berlumuran darah manusia dr berbagai negara .. itukah negara Pembela Ham???

  12. Masih Bagusan Produk Saya FOAB (Father Of All Bomb)…

  13. Cuma menghadapi gerilyawan yg memakai AK 47 dan ketapel, USA merasa perlu menjatuhkan raja bom. Sepertinya bebek Trump sdh tidak sabar dg berlarutnya perang Afganistan, merasa bosan membiarkan para prajurit USA berkemah, bermain dan menjelajah wilayah Afganistan tanpa kemajuan berarti, dari George W Bush, Obama sampai kini administrasi gedung putih dipimpin Bebek Trump. George W Bush dan Obama masing-masing memimpin USA sampai 2 periode, namun kurang tuntas mengurus Afganistan, khususnya dari upaya memberangus gerilyawan Taliban, yg seperti kerikil dlm kaos kaki USA, hal yg membuat Bebek Trump merasa seneb. Suriah sdh dihadiahi 59 Tomahawk, Korut msh dlm rangka ditakut-takuti dg kapal induk USS Carl Vinson sementara Afganistan cukup dg raja bom GBU-43 yg konon sangat efektif untuk membumi hanguskan lobang tikus atau pun biawak.

    Tentu pilihan senjata yg dipakai dimasing-masing wilayah konflik sdh diperhitungkan matang, sesuai dg medan laga, taktik musuh, teman musuh serta yg tdk kalah penting adalah resiko politiknya. Suriah diberi hadiah rudal tomahawk yg diluncurkan dari kapal perang yg beroperasi disekitar laut Adriatik, namun tentunya sdh memperhitungkan resiko politiknya dan petinggi USA merasa perlu berbaik-baik terlebih dahulu terhadap Rusia, dg memberitahu militer Rusia yg berada disekitar sasaran untuk berkemas sejauh mungkin. Tidak lupa sebelum serangan diumumkan terlebih dahulu dosa presiden Assad, yg konon bertanggung jawab atas serangan bom kimia terhadap warga sipil. Tujuannya untuk apa lagi, selain agar masyarakat internasional disuguhi drama kemanusian dari musuh USA, dan pihak lawan termasuk Rusia dibuat terkaget dan tdk sempat meladeni opini USA, lalu serangan dilakukan. Itulah, 59 rudal pun sukses meluncur walau ada pihak yg menyatakan hampir separo rudal terbang dan tidak tahu jalan menuju sasaran, namun setidaknya Rusia tdk menembak jatuh salah satu dari rudal itu. Pilihan serangan rudal untuk fasilitas militer Assad sangat tepat, setidaknya sebagai pembanding iklan karena beberapa waktu lalu Rusia pun malang melintang di Suriah dg meluncurkan rudal Kalibre nya, walau tujuanya untuk menghantam markas ISIS.

    Afganistan yg wilayahnya banyak terdiri dari batu cadas, perbukitan, gunung dan gua-gua alami, tentu sangat riskan jika dihadapi dg mengirim semacam infantri (komando) untuk menggempur gerilyawan Taliban. Serangan menggunakan drone, bom udara standard, artileri sepertinya kurang membuat gerilyawan Taliban kapok, buktinya selama ini mereka msh betah melakukan perlawanan, dan yg terjadi malah seringkali bom-bom dari pihak USA menghantam warga sipil tdk berdosa. Agaknya Bebek Trump sdh tdk sabar menghadapi kebuntuan semacam itu, perlu dikirim bom yg mendapat julukan induk dari segala bom (mother of all bomb) agar nyali pejuang Taliban atau siapa pun yg mengganggu kepentingan USA di Afganistan surut. Tentu sejarah nanti yg akan melihat hasil dari pekerjaan Bebek Trump.

    Beda dg Suriah dan Afganistan, untuk menghadapi Korut, USA tdk mau serampangan walau armada kapal induk dari armada 3 US Navy sdh berada diwilayah konflik Korea. Ibarat kucing mau berantem, kedua kucing tersebut melengkungkan badan dan mendirikan bulu-bulu halusnya terlebih dahulu untuk menakuti sambil mengukur kekuatan lawan. Bebek Trump mesti berhitung dg cermat terlebih dahulu untung rugi berkonflik dg Korut, sementara jajaran kemlu nya sibuk bernegosiasi dg jajaran pembela Korut, china dan Rusia. Jika di Afganistan pesawat pembawa induk bom sukses melenggang karena memang tdk ada pertahanan udara disana dan dari sisi politis pun tdk ada negara yg berada dibelakang pejuang Taliban.

    Sementara kita lihat babak selanjutnya untuk rencana Trump di Korut, kemudian Crimea yg diambil kembali oleh Rusia dan tentu Ukraina. Apakah Bebek Trump berani tegak menghadapi Rusia di Ukraina? …

    • Hihihi… raja dari Segala Bomb Itu Ya Produk Saya TSAR BOMB … MOAB yg Katanya Raja Dari Segala Bomb itu Cuma Propaganda AS…

    • hampir imppossible membererskan urusan afghanistan
      suku2 pasthun tiduk punya rasa nasionalisme sebgai orang afghan
      mereka lebih setia pada suku2nya masing2 ditambah lagi perbedaan aliran keagamaan

    • Masalah AS dan rusia di mykraine eh Ukraine, itu rasanya mustahil bentrok terjadi antara AS-Rusia.

      Masalah bomb, itu lebih kepada “Show” pada korut, sekaligus ujicoba senjata.
      Sebenarnya AS cukup pake 4-6 buah BLU-109 untuk melakukan misi pengeboman tsb.

  14. Kayak nya persiapan buat ngebom fasilitas nuklir korut,

  15. maksudnya gimana itu? berat bom nya 9.797 kg, Memuat bahan peledak 11 ton?

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)