Dec 162016
 


AS akan mulai menerbangkan pesawat tempur paling mematikan, F-22 Raptor, dari utara Australia tahun depan, komandan paling senior Amerika di Pasifik telah mengungkapkan bahwa ia mengingatkan perlunya menunjukkan kekuatan untuk menghalangi agresi di wilayah tersebut.

Selama melakukan kunjungan ke Sydney pada Rabu (14/12/2016), Pimpinan Komando Pasifik AS, Laksamana Harry Harris, berjanji bahwa AS akan tetap menjadi pemain utama di wilayah ini, menyebutkan bahwa “kepentingan abadi” tidak akan berubah “pada 20 Januari” – mengacu pada hari pelantikan Donald Trump sebagai Presiden.

Laksamana Harris mengungkapkan bahwa ia telah menandatangani perjanjian 2017 untuk menjadikan Australia sebagai tuan rumah bagi aset militer AS termasuk Raptor, yang ditakuti dan dihormati sebagai pesawat tempur terbaik di dunia, dan sebagai sinyal kuat tentang kehadiran militer AS di wilayah tersebut.

“Saya pikir itu positif,” kata Laksamana Harris dalam even Lowy Institute.

Kehadiran lebih besar dari kekuatan udara AS dari Australia termasuk pada rotasi marinir AS sebagai cara untuk memperkuat aliansi dan jejak Amerika di tepi selatan Asia – mirip dengan kapal induk stasioner.

Analis strategis secara luas melihat Australia utara sebagai wilayah penting karena sebagian besar masuk dalam jangkauan rudal balistik China dan sebagai titik tumpu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Euan Graham, Direktur Lowy Institute bidang keamanan internasional, menggambarkan kehadiran F-22 Raptor sebagai “peringatan bagi China”.

Sementara rotasi marinir di Darwin mendapat perhatian lebih, penempatan pesawat jauh lebih signifikan secara strategis, katanya.

Sumber: Defense Aerospace

  77 Responses to “Amerika Serikat Kirimkan F-22 Raptor Ke Australia Tahun 2017”

  1.  

    diutara si panda melakukan militerisasi militernya dengan arhanud dan pespur,itu belum termasuk unsur kaprang dan kaselnya.

    dan diselatan paman sam dan kangguru melakukan kerja sama militer dekat daerah hotspot(diindonesia ada 3hot spot adalah aceh sudah damai biarpun ada gangguan sedikit,kedua timles sudah merdeka,dan ketiga adalah papua nah ini mungkin incaran kepentingan)

    banyak harus dicernakan kalo benar untuk melawan tiongkok,minimal harus lewat indonesia,biarpun kekuatan aussie sdm cm 70.000rb lumayan kuat disisi selatan pasifik,belum alusssita class yahudnya(apakah pespur superhornet,growler dan angkut lumayan mumpunin tidak sanggup menghadapin selatan?????)

    penempatan f22,rotasi bomber f1 lancer,penempatan 1brigade marinir merupakan tantangan sendiri kalo mau lihat daerah militerisasi kepentingan amrik serikat dipasifik,belum katanya mau ada kapal induk heli permanen diutara aussi kemungkin mengangkut f35 tipe b.

    proksi ditakutin didalam,baru dimasukin oleh2 kepentingan baik selatan dan utara,jd moga2 tidak seperti suriah kedua diasteng.kalo diutara dan selatan penguatan artinya tengah jd BANCAKAN KEPENTINGAN LUAR

    opini pribadi saja,kl salah dimaafkan saja

    salam damai selalu

  2.  

    Makanya terus aja mau diajak latber militer asu n ozi terutama marinir indonesia dan para jenderal yg pro asu kirik n konco demi dolar klo mrk udah tau kelemahanmu baru tau rasa mulai skrg tni harus stop latber militer untuk jaga rahasia tempur, jelas tujuannya mau ambil freeport smg pemerintah sgr membeli rudal S400 membeli kapal selam amur kilo fregat admiral gorhskov dg rudal kalibr pokoke lawan dgn buatan Russia gregetan ane

  3.  

    Jika pemerintah yg skrg lebih dekat ke China, harusnya kita lbh gmpng “meminta” bantuan alutsista wahid milik China utk menghadapi ASU… Entahlah apa kita “cuman”dekat scr ekonomi saja bkn scr militer. Meskipun alutsista China blm terbukti tp setidaknya ASU akan berpikir “menyerang” Indonesia bila melihat jumlah alutsista yang “baru dan canggih” milik Indonesia (meskipun bantuan dr China). Tp kalo cmn scr ekonomi tok, ya maka kita sebaiknya pro ke Rusia sj krn Rusia pasti siap membantu alutsista “nomor wahid” (jika diminta) spt era Trikora dulu… Rusia jg mau koq investasi ekonomi diIndonesia. Jd jika kerjasama China cmn “ekonomi” lbh untung dgn Rusia krn bisa dua2nya (ekonomi&militer). Dan Rusia jg lbh bagus drpd China.

 Leave a Reply