Mei 032018
 

Ilustrasi: Pesawat B-2 Spirit melakukan pengeboman © USAF via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Angkatan Udara AS telah melakukan lebih dari dua lusin teknik, pengembangan dan juga uji terbang dipandu dari bom gravitasi nuklir B61-12, tutur seorang jenderal di Angkatan Udara AS pada tangga 1 Mei, seperti dilansir dari laman Sputnik News.

“Angkatan Udara AS atau US Air Force telah melaksanakan 26 rekayasa, pengembangan dan uji penerbangan berpandu”, kata Letjen Jack Weinstein kepada Military.com, dan menambahkan bahwa program tersebut telah terlaksana dengan sangat baik.

Versi terbaru dari bom gravitasi termonuklir B61 ini dikatakan lebih akurat tiga kali lipat bila dibandingkan daripada pendahulunya, menurut outlet berita tersebut.

Bom gravitasi termonuklir B61 versi ke-12 ini yang aslinya dirancang pada tahun 1963, akan memiliki kemampuan baru yang tidak dimiliki para sepupunya. Kemampuan baru itu adalah penetrasi ke bawah tanah sehingga dapat menyerang pusat komando dan kendali yang diperkuat.

Gambar senjata termonuklir B61 buatan Amerika Serikar © US Department of Defense via Wikimedia Commons

Daya ledaknya diperkirakan mencapai 50 kiloton, atau kira-kira 4 kali kekuatan bom yang digunakan AS untuk menghancurkan kota Nagasaki di Jepang di bulan Agustus 1945.

Pesawat pembom B-2 Spirit dan termasuk pembom siluman futuristik lainnya yakni B-21 Raider memiliki kemampuan untuk membawa bom gravitasi termonuklir itu.

Petugas layanan juga tengah bekerja untuk mengintegrasikan bom termonuklir B-61 dengan F-35 Lightning II, sebagaimana didokumentasikan dalam tinjauan postur nuklir terbaru AS. Pada tahun 2015 lalu, pesawat diterbangkan dengan membawa B61-12 untuk menguji bagaimana getaran pada “weapons bay” pesawat.

Tinjauan postur nuklir juga menyerukan untuk memodernisasi rudal jelajah udara dan komponen rudal balistik antar benua dari triad nuklir. Saat ini, triad nuklir AS terdiri dari rudal balistik yang diluncurkan oleh kapal selam, pembom strategis serta rudal balistik antarbenua.

Selain pesawat pembom B-52, jet tempur F-16 dan F-15 juga akan mampu membawa muatan nuklir, meskipun tidak jelas apakah layanan akan menempatkan senjata nuklir B61-12 terbaru pada pesawat warisan yang lebih tua ini.

Bagikan: