Dec 022017
 

Danrindam IM Kol Inf Niko Fahrizal menaruh kebanggaan kepada Prada Firton Lumbantoruan, anak kurang mampu, yatim piatu, adalah prajurit  yang berhasil menjadi rangking satu Latihan Yudha Wastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan Tamtama Infanteri.

Aceh Besar, Jakartagreater.com – Danrindam Iskandar Muda Kolonel Infanteri Niko Fahrizal menaruh kebanggaan kepada sosok Prada Firton Lumbantoruan. Warga baru baret hijau ini merupakan prajurit yang berprestasi karena berhasil menjadi rangking pertama Latihan Yudha Wastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan Tamtama Infanteri Abituren Dikmata TNI- AD tahun 2017.

Hal tersebut disampaikan Danrindam sewaktu memberikan Jam Komandan kepada 120 prajurit siswa setelah selesai menutup Latihan Yudha Wastu Pramuka dan tradisi pembaretan Tamtama Infanteri Abituren Dikmata TNI- AD tahun 2017, pada Kamis 30 November 2017 di Pantai Ujung Batee, Aceh Besar.

Danrindam IM mengatakan, Prada Firton Lumbantoruan ternyata anak yang kurang mampu dan yatim piatu, tetapi prestasinya mendapatkan rangking 1 baik dari aspek sikap, perilaku, akademik dan jasmani. “Ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan, walaupun dari keluarga yang kurang mampu dan anak yatim piatu, semangatnya sungguh luar biasa,” jelas Kolonel Infanteri Niko Fahrizal .

“Alhamdulillah, jebolan Dodiklatpur Rindam Iskandar Muda ini berhasil menjadi prajurit Infanteri yang berprestasi. Siapapun itu, dari latar belakang apa saja, dengan kemauan dan kerja keras akan menuai hasil yang baik seperti Prada Firton Lumbantoruan yang yatim piatu,” ujar Kolonel Inf Niko Fahrizal.

Danrindam IM Kol Inf Niko Fahrizal menaruh kebanggaan kepada Prada Firton Lumbantoruan, anak kurang mampu, yatim piatu, adalah prajurit  yang berhasil menjadi rangking satu Latihan Yudha Wastu Pramuka dan Tradisi Pembaretan Tamtama Infanteri.

Prada Firton Lumbantoruan lahir di Hariara, pada 22 Juli 1995 di Kecamatan Siborong Borong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, adalah anak ke-6 dari 7 bersaudara. Firton  Lumbantoruan adalah anak dari Monika Boru Nababan dan Josman Lumbantoruan. Ayahnya meninggal saat usianya baru berumur 7 tahun. Tiga tahun kemudian, sewaktu usianya 10 tahun, ibunya juga meninggal dunia.

Selama ini Firton Lumbantoruan tinggal bersama saudara sepupunya Praka Ungkap Lubis di Banda Aceh. Berkat bimbingan sepupunya, Firton Lumbantoruan pun mengikuti seleksi menjadi prajurit TNI AD. Setelah 2 kali gagal menjadi prajurit TNI AD, berkat kerja keras dan semangat pantang menyerah, pada tahun 2017 dirinya berhasil lulus menjadi prajurit TNI AD.

Selama rentang waktu 2015 s.d 2017, dirinya pun sempat bekerja mencari uang di Pekanbaru sebagai helper mekanik. Kondisi yang memprihatinkan dan beban yang ditanggung 1 orang adik yang bekerja di Jakarta sebagai pekerja bengkel, membuat sosok Firton Lumbantoruan bekerja keras banting tulang dengan sungguh-sungguh.

Setelah masuk menjadi prajurit TNI AD, walau anak yatim piatu tidak membuat dirinya menjadi minder. “Saya justru termotivasi untuk makin semangat belajar dan berlatih, sehingga berhasil menjadi prajurit Infanteri yang terbaik di angkatanku,” tutur Prada Firton Lumbantoruan. (tniad.mil.id)

  2 Responses to “Anak Yatim Piatu Asal Siborong-Borong Jadi Prajurit Infanteri Berprestasi”

  1. Jiakakakak, langsung kebangun bung jimmynya….emange ente kira “siborong-borong alutsista”, ini “siborong-borong” nama daerah bro !!

 Leave a Reply