Des 312018
 

JakartaGreater.com – Vladimir Putin mengungkapkan bahwa Rusia telah mengembangkan jenis senjata terbaru yang terbang lebih cepat daripada kecepatan suara dan terlihat seperti “bola api”, pada bulan Maret 2018. Kurang seminggu sebelum dimulainya 2019, informasi tentang peluncuran uji keberhasilannya pun dirilis, seperti dilansir dari laman Sputnik.

Dirk Zimper dari German Aerospace Center mengatakan kepada penyiar publik negara itu, Deutschlandfunk (Radio Jerman) bahwa tak ada sistem pertahanan yang efektif terhadap kendaraan hypersonic glide Avangard, yang berhasil diuji pada bulan Desember. Menurut spesialis tersebut, meskipun pekerjaan guna mengembangkan pencegat yang andal sedang dilakukan, “sangat sulit” untuk mencegat rudal hipersonik.

Zimper menunjuk pada pengakuan fakta ini di AS, merujuk pada pernyataan oleh Jenderal John Hyten, Kepala Komando Strategis Amerika Serikat. Jenderal itu mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat pada bulan Maret bahwa AS tidak memiliki pertahanan yang dapat mencegah penggunaan senjata seperti itu terhadapnya.

Sistem rudal hipersonik Avangard buatan Rusia © Russian MoD

Menurut sarjana Jerman itu, ada tiga negara yang meneliti teknologi ini sekarang: selain Rusia, ada juga China dan AS. Namun, ia menyatakan pendapatnya bahwa keberhasilan uji peluncuran Avangard tidak menggeser keseimbangan kekuatan internasional.

“Jelas bahwa negara-negara seperti AS, Rusia, dan China telah meneliti sistem semacam itu selama beberapa dekade, dan itu memang sebuah kompetisi. Akan sangat sulit untuk mengatakan disini, siapa yang mungkin telah maju lebih jauh pada penelitian ini dan siapa di belakangnya. Saya pikir ini adalah situasi yang setara”, kata Zimper kepada penyiar.

Kendaraan peluncur, yang mampu membawa hulu ledak nuklir kelas megaton, diresmikan oleh Vladimir Putin pada Maret 2018, ketika ia berbicara tentang penambahan terbaru pada inventaris senjata Rusia, termasuk sistem rudal Sarmat, drone torpedo super-cepat, rudal jelajah bertenaga nuklir, sistem rudal udara “Kinzhal”, serta senjata laser.

Avangard, rudal jelajah nuklir hipersonik buatan Rusia. © Kementerian Pertahanan Rusia

Pada tanggal 26 Desember, diumumkan bahwa rudal Avangard , sebagai “Hadiah Tahun Baru untuk negara” oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, telah diluncurkan uji coba dari sebuah pangkalan di Pegunungan Ural selatan dan berhasil mencapai sasaran di wilayah Kamchatka, sekitar 6.000 kilometer (3.700 mil) jauhnya.

Rudal, yang dikatakan terbang 27 kali lebih cepat dari kecepatan suara ini dapat mengubah arah dan ketinggian saat terbang melalui atmosfer, jalur ke target berupa zig-zag, sehingga membuatnya hampir mustahil untuk memprediksi lokasi senjata.

Menurut Sergei Ivanov, mantan Menteri Pertahanan Rusia, Rusia mulai mengembangkan Avangard setelah tahun 2002 ketika AS “menarik diri” dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik tahun 1972 dan mulai mengerjakan pertahanan melawan rudal balistik.

Bagikan:

  3 Responses to “Analis: Barat Tak Mampu Mencegat Rudal Avangard Rusia”

  1.  

    Saling berlomba siapa yg terbaik!

  2.  

    Avangard mampu meluncur dengan kecepatan hipersonik di lapisan atmosfer yang padat, bermanuver dalam jalur terbang dan ketinggiannya, serta menembus pertahanan anti-rudal, dan ketika telah mendekati target, glider tersebut mampu melakukan manuver yang tajam untuk melakukan pengelakan dengan kecepatan tinggi dalam penerbangan sehingga membuatnya “benar-benar kebal terhadap sistem pertahanan rudal”. Menurut Presiden Rusia Putin, serangan Avangard diibaratkan “seperti meteorit, seperti bola api”, membuat sistem pertahanan rudal AS sama sekali tidak berguna, karena rudal pencegat AS hanya bisa meluncur dengan kecepatan 8 mach (THAAD) hingga 15 mach (Aegis)….https://militerhebatdunia.blogspot.com/2018/12/avangard-sistem-rudal-balistik.html

  3.  

    Menurut analis barat sendiri mengatakan bahwa barat akan kesulitan mengatasi rudal avangrad tapi bagi fanasboy dan amer pasti akan omong tidak akan sulit

    😎 huehuehue