Aug 292018
 

Kekuatan militer AS telah menjadi topik hangat © Bao Dat Viet

JakartaGreater.com – Analis militer, yang merupakan anggota Akademi Sains Rusia, Kolonel Konstantin Sivkov telah mengungkapkan kelemahan terbesar militer AS yang mematikan, seperti dilansir dari laman Bao Dat Viet.

Letnan Kolonel Daniel Davis, dalam sebuah wawancara dengan majalah The National Interest, mengatakan bahwa ancaman utama ke Amerika Serikat bukanlah Rusia dan China melainkan karena ketergantungan militer Amerika Serikat kepada teknologi.

Mengomentari hal ini, dalam sebuah wawancara dengan portal Sovetov, seorang analis militer Rusia, seorang anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, Kolonel Konstantin Sivkov mengakui bahwa apa yang disebutkan oleh Daniel Davis adalah benar.

Sivkov mencatat bahwa masalah nyata dalam militer AS bukan hanya ketergantungan mereka kepada teknologi tetapi juga pada hak asasi manusia dan moralitas. Sepertinya mereka kurang tertarik dengan masalah ini.

Militer AS menyandang senjata serbu XM-25 © US Army via Wikimedia Commons

Kolonel Konstantin Sivkov menjelaskan bahwa militer Amerika Serikat sudah terbiasa melakukan perang mengandalkan kekuatan Angkatan Udara dan artileri. Namun, itu hanya cocok diterapkan untuk musuh potensial yang lemah.

Jika Amerika Serikat menghadapi musuh dengan kemampuan militer yang kuat dan teknologi yang mirip dengan Amerika, strategi perang jarak jauh tidak akan berfungsi dan untuk menang mereka harus menggunakan pasukan infanteri. Dan dalam hal ini militer AS akan mudah dikalahkan.

Dengan perkembangan sains dan teknologi, banyak jenis senjata anti-pesawat terbaru telah dibuat dan semua mampu secara efektif menangkal serangan dari jauh, sehingga pasukan infanteri akan memainkan peran yang sangat penting.

Ketika bertempur di negara-negara asing, melaksanakan pertempuran di kota, perlu pasukan gabungan, tetapi untuk militer Amerika Serikat, mereka belum siap untuk kasus seperti ini.

Tentara AS menguji exoskeleton sebagai penyangga senapan mesin M249 © US Army via Daily Mail

Contoh umum adalah kegagalan militer AS di Irak dan Afghanistan. Amerika Serikat memang terlihat menang dengan menggunakan senjata berteknologi tinggi, mulai dari Angkatan Udara, artileri, kendaraan lapis baja dan tank, namun kenyataannya, setiap fase peperangan mereka telah gagal.

Dan sampai sekarang mereka bahkan masih belum dapat menarik diri dari daerah-daerah tersebut, terutama dari wilayah Afghanistan. Bila strategi mereka benar-benar telah menang, seharusnya mereka tak perlu lagi untuk berada disana, apalagi dalam waktu yang cukup lama.

Sivkov mengakui bahwa militer AS memiliki kemampuan tempur tingkat tinggi karena pelatihan yang baik dan teknologi modern. Namun, jumlah tersebut tidaklah banyak. Sebagai contoh, pasukan elit Amerika Serikat secara universal diakui, tetapi mereka tidak dapat menciptakan pasukan seperti itu karena membutuhkan biaya yang tinggi.

Faktanya adalah bahwa dengan anggaran pertahanan AS sangat besar dan jika mereka digunakan untuk tujuan ini maka tentunya kemampuan tempur militer AS akan sangat kuat. Tetapi anggaran Amerika Serikat terlalu tersebar dan terlibat dalam perang yang tidak perlu, sehingga menghabiskan sebagian dari anggaran mereka.

Masalah lain dengan Amerika Serikat adalah modernisasi militernya yang tak terfokus. Jadi sebagian besar peralatan militer milik tentara AS sudah ada sejak lama.

Sementara itu, Rusia secara teratur memperbarui dan menghasilkan senjata generasi baru. Sedangkan China, dalam beberapa tahun terakhir mereka telah memasukkan serangkaian produk pertahanan buatan mereka sendiri  dan sangat dihormati.

Semua ini memaksa militer AS untuk mempertimbangkan serta mengubah kebijakan mereka jika mereka tidak ingin posisi mereka tergoyahkan dan akhirnya menderita kekalahan pahit, terutama akan mempengaruhi keamanan nasional.

Bagikan:

  15 Responses to “Analis Militer Rusia Ungkap Kelemahan Militer AS”

  1.  

    mana nih fanboy paman sam? jangan2 lgi pada ngumpet di dalam kokpit f35 XD XD

  2.  

    Naah amrik malah kalah teknologi peralatan infanteri, pespur nya sekarang juga gak siluman lagi, kurang kemenyan mbah mien kale … 😀

  3.  

    aduhh..jangan dibabar semua dunk..kan jadi ketuaan..ehh ketauan xixixixiiii

  4.  

    kl perang gampang tinggal panggil avenger sm xmen + transformerss and the genks.

  5.  

    Menurut ane…analisis yg disampekan bung Sivkov nggak seluruhnya bener.untuk mengalahkan AS maka harus diperlukan kerja sama tim yg kolektif,terencana secara struktural.sayap ki-ka harus mengambil inisiatif serangan frontal di garis depan agar memuluskan langkah penyerang utama ditengah(infantri darat).AS tidak bisa digebuk sendirian…begitu jga sebaliknya Rusia+China+Iran+Turky tidak bisa dihajar AS hanya dgn mengandalkan negara2 NATO.titik kelemahan AS ada pada serangan kejutan langsung kejantung pertahanannya(mainland-nya).untuk itu anda harus menetralkan dulu center defender mereka(pearl Harbour).biar playmaker mereka(japan) dinetralkan dulu oleh China.serta second striker mereka(israel)harus dimatikan dlu.tpi untuk melakukan serangan kejutan berskala besar & masiv maka diperlukan energi & sumber daya yg cukup besar pula.IMO

  6.  

    Notes:Second striker mereka harus secepatnya dimatikan oleh Iran begitu peluit babak pertama ditiup.second striker mereka adalah top skor liga timur tengah 15 musim berturut-turut.walopun bertubuh mungil,tpi dia memiliki kelincahan,licin bagai belut serta sangat berbahaya dikotak 16.

  7.  

    isi artikelnya kurang nampol…
    too much bark, no bite…..

  8.  

    nyimak analysis dari para pakar sj.
    kip kalem en smail .heeeee

  9.  

    saya juga mo nimbrung2 aj.. saya kira boleh2 sj bicarain spt itu ..tapi publik kan harus tahu kebenaran dilapangannya ..spt misalnya SU 57 lebih unggul dr F 22 raptor , dll dll ..tp buktikan dong ..dogfight ..dan yg rudal2 bisa hancurin stealth ..mn buktinya ..di media kan biar semua orang tahu . Yg selama ini kan , SU 35 ketemu F22 raptor trus F 22 pergi …kan cuman itu sj ..

  10.  

    Benar, perang akan berlangsung lama krn keberadaan infanteri musuh sbg mahkluk cerdas. Tetapi analisis ini akan lumpuh jika Artificial Inteligent diterapkan pada perangkat perang oleh AS.

  11.  

    Negara seperti USA…sepertinya tak akan menggubris masalah hak asasi manusia dan moralitas dalam berperang apalagi jika musuhnya berbeda ideologi serta sangat lemah dalam segalanya. Yang penting hajar dulu urusan belakangan ,,,jikapun nanti ada kasus kasus pelanggaran berat HAM dalam peperangan yang dimaksud, itu hanya teatrikal untuk pengelabuan publik USA sendiri. Dan itu akan tetap terjadi selama ideologinya adalah kapitalis, rasis, dan chaostik.

    kayaknya…. kolonel konstantin sivkov sangat sedikit mengupas masakah ini pada artikel di atas.

  12.  

    Saya sendiri ragu terhadap kemampuan rusia ataupun cina dalam melakukan peperangan seperti peperangan yang dilakukan USA di irak dan afganistan. Merekapun belum tentu akan mempunyai hasil yang lebih baik. Karena peperangan modern (yang selalu beroriantasi dan mencontoh barat terutama USA dan eropa) adalah berorientasi pada ekonomi… sumber daya alam untuk roda perekonomian yang serba kapitalis. Yang ujung2nya adalah perbudakan dan penghisapan dan penjajahan terhadap negara objek serangan.

    Yang dalam hal ini akan membawa perlawanan sengit tak berkesudahan serta penolakan terus menerus, apalagi negara objek serangan mempunyai ideologi yang sangat berlawanan dengan negara agressor.

  13.  

    Contoh umum adalah kegagalan militer AS di Irak dan Afghanistan. Amerika Serikat memang terlihat menang dengan menggunakan senjata berteknologi tinggi, mulai dari Angkatan Udara, artileri, kendaraan lapis baja dan tank, namun kenyataannya, setiap fase peperangan mereka telah gagal.

    Dan sampai sekarang mereka bahkan masih belum dapat menarik diri dari daerah-daerah tersebut, terutama dari wilayah Afghanistan. Bila strategi mereka benar-benar telah menang, seharusnya mereka tak perlu lagi untuk berada disana, apalagi dalam waktu yang cukup lama.

    Jadi gak perlu banyak komen, cukup baca dan cermati kalimat diatas saja.

    #dongkol_dongkol_deh_para_fansboy

 Leave a Reply