Sep 272018
 

Peluncuran rudal dari sistem S-300 Rusia dalam latihan Vostok 2018 © Kemhan Rusia via Youtube

JakartaGreater.com – Menurut pakar militer AS, Dave Majumdar, meskipun Rusia telah mengumumkan pengiriman S-300 untuk Suriah, Moskow kemungkinan akan menjadi operator langsung dari sistem rudal jarak jauh tersebut, menurut National Interest.

Untuk dapat mengoperasikan sistem pertahanan udara S-300, militer Suriah setidaknya harus menjalani pelatihan selama satu tahun. Oleh karena itu, hampir dapat dipastikan bahwa insinyur Rusia akan bertanggung jawab atas kendali rudal bahkan jika itu telah diserahkan kepada Suriah.

“Saya pikir sangat tidak mungkin bahwa Suriah akan mengoperasikan sistem S-300 tanpa bantuan penasihat Rusia dalam jangka menengah”, kata peneliti Michael Kofman dari US Naval Research Center.

Editor National Interest, Dave Majumdar mengatakan, mempertimbangkan fakta bahwa tentara Suriah adalah yang menghancurkan Il-20 Rusia, Moskow mungkin tidak akan mengambil risiko membiarkan pasukan Suriah langsung mengoperasikan sistem S-300 yang inovatif tersebut, setidaknya saat ini.

Para pakar AS mengatakan, bahwa ketika Rusia menyatakan akan melengkapi Suriah dengan sistem kontrol otomatis yang hanya tersedia bagi Angkatan Bersenjata Rusia, berarti Moskow berencana untuk mengendalikan semua sistem pertahanan udara Suriah secara default.

Bahkan, untuk memastikan bahwa militer Suriah yang kurang terlatih tidak dapat secara sembarangan menyerang pasukan teman-teman mereka dalam situasi kritis, mereka harus membongkar serangan itu.

Berbicara tentang situasi yang diserahkan kepada pasukan tempur Suriah, pakar militer Amerika mengatakan itu tidak akan terlalu sulit bagi Angkatan Udara Israel jika mereka ingin menghancurkan S-300.

Untuk alasan ini, pakar militer AS mengatakan bahwa di tahap awal ketika sistem S-300 diserahkan ke Suriah, senjata itu masih akan dioperasikan oleh Rusia dan berkoordinasi dengan sistem pertahanan udara Suriah lainnya untuk bisa meningkatkan kemampuan tempur.

Butuh lebih banyak waktu

Menurut analis militer Dmitri Safonov, untuk dapat mengoperasikan sistem pertahanan udara S-300, seorang prajurit akan butuh lebih dari empat tahun pelatihan. Akan tetapi setelah seleksi yang ketat, tidak semua calon operator dapat mencapai garis finish untuk menjadi operator sistem S-300.

Pelatihan prajurit dibagi menjadi dua fase. Fase pertama adalah studi tentang teori ruang udara dan bagaimana cara mencegahnya.

“Setiap perangkat komputasi S-300 mengkomunikasikan rencana tindakan yang ditujukan untuk memaksimalkan penggunaan potensial dan senjata rudal dari sistem pertahanan udara ini”, katanya.

Tahap selanjutnya diadakan praktik di lapangan. Beberapa jet tempur lepas landas dari lokasi terdekat dan memasuki jangkauan sistem pertahanan udara tersebut.

Calon operator akan berlatih menangani jet tempur ini di komputer. Lantas, jet tempur akan menjatuhkan rudal ke target mereka dan memindahkan mereka di sepanjang jalur penerbangan sehingga S-300 tak bisa menembaknya untuk meningkatkan kesulitan.

“Itu semua terlaksana dalam tiga tahap: detektor radar dan mencari lawan, memperkirakan jalur target dan meluncurkan rudal guna menjatuhkannya”, kata Dmitri Safonov.

Namun, menurut informasi yang terungkap, hingga saat ini, belum ada pasukan tempur Suriah yang terlatih dengan baik. Ini karena kesepakatan S-300 Rusia-Suriah dibekukan bertahun-tahun yang lalu, sehingga pelatihan belum dilakukan. Inilah alasan mengapa Rusia tidak akan bisa menyerahkan operasional S-300 kepada Suriah.

Bagikan:

  15 Responses to “Analis: Rusia Yang Akan Operasikan S-300 Suriah”

  1.  

    tuh..masih berani coba..? xixixixixi

  2.  

    Israhell sesumbar dapat dgn mudah menghacurkan S-300.pake apa…??? pake delilah lgi …??? kah. :mrgreen:

  3.  

    S-300 Long Range Surface to Air Defence Missile System

    https://www.youtube.com/watch?v=Nrtm1dKjrAo

  4.  

    Selama operatornya masih dari rusia yg apa berani israel menargetkan S300 sebagai sasaran?

    •  

      Gak berani, terutama itu adalah S-300 yang diambil dari cadangan militer Rusia dan bukan varian ekspor seperti punya Iran, jd F-35 Israel gak bisa main jadi siluman apalagi dewa 😀 hihihi…

      •  

        bahkan saat pespur Israel take off… mereka sudah dalam jangkauan radar S-300, kalau mau menyerang Suriah mereka bakalan sulit melakukan hit and run seperti yang biasa mereka lakukan…
        melawan S-200 saja beberapa kali ngibrit terbang rendah dengan kecepatan supersonic di wilayah Libanon yang menyebabkan ledakan supersonic disana…
        pokoknya bakalan pusing berat, apalagi jika menggunakan rudal long range itu harganya mahal… belum lagi kalau bisa di tangkal, makin pebing mereka

  5.  

    Nah lho…Rusia sendiri yang akan mengoperasikan….

  6.  

    Yang menjadi penyebab utama Israel “geram” adalah karena source-code S-300 yg akan dikirim ke Suriah ini berbeda dengan milik Iran, sehingga Israel gak bisa pamer kecanggihan F-35i yang semua fitur silumannya adalah “palsu” sebab mereka cuma bisa bisa sombong pada S-300 yang telah “dikadalin” 😛 wkwkwkwk 😆

  7.  

    kalau s-300 dikendalikan oleh pihak russia sendiri, yg ada russia masih membiarka jet jet israel berkeliaran di suriah karena terhalang oleh perjanjian2 lagi kedepan ini jika memang israel melakukan lobi lobi topcer…

    •  

      Rusia memberikan mode otomatis untuk S-300 Suriah, dengan kata lain, pelacakan dan penguncian terintegrasi dengan jaringan pertahanan Rusia, namun eksekutor tetap militer Suriah… Ibarat jet tempur dengan kursi tandem 😀

    •  

      Russia jelas akan menjadi pemandu atau pelatih…
      Sepele kok, kalau membiarkan Suriah menggunakan S-200 maka ketika Israel berulah seperti kemarin maka yang terjadi adalah bahaya untuk militer Russia, ketika ada sistem yang lebih terintegrasi maka, serangan akan menyasar langsung ke sasaran tanpa membahayakan pihak Russia…

      •  

        Dan menurut saya, sepertinya ini telah dipersiapkan dengan baik oleh Rusia-Suriah saat mereka melakukan upgrade Buk dan S-200 yang ada sehingga bisa terintegrasi dengan Pantsir serta S-300 yg telah lama diinginkan Suriah.

  8.  

    Isis dan israhel nasibmu begitu merana, sudah tertimpa tangga sekarang tertimpa pacul

    😎 huehuehue

 Leave a Reply