Jan 272019
 

JakartaGreater.com – Pesawat tempur Israel melakukan serangan presisi dua hari terhadap sasaran di Bandara Internasional Damaskus pekan lalu, seperti dilansir dari Rossiyaskaya Gazeta pada hari Kamis.

Sebagian besar proyektil yang diluncurkan terhadap sasaran-sasaran Suriah selama serangan pekan lalu terdiri dari rudal jelajah Delilah dan bom pintar SPICE 1000 alias Smart, Precise Impact, Cost-Effective, menurut pengamat militer Rusia, Yuri Lyamin.

“Rudal Delilah tampaknya telah digunakan terhadap sistem anti-pesawat Suriah, termasuk sistem pertahanan udara Pantsir-S1. Rudal yang sama, perlu dicatat, kemungkinan juga terlibat dalam penghancuran Pantsir Suriah pada serangan Israel bulan Mei 2018”, kata Lyamin.

Menurut spesialis itu, sementara beberapa sumber juga telah mendaftarkan drone kamikaze Harop sebagai senjata yang mungkin digunakan untuk melawan pertahanan udara, gambar dari video dan hulu ledak mereka terlihat sangat berbeda.

Uji peluncuran drone kamikaze Harop buatan Israel © Israel Aircraft Industries (IAI)

Puing-puing bom pintar seberat 1.000 pon, Spice 1000, tersebut dilaporkan telah ditemukan disekitar ibukota Suriah setelah ditembak jatuh oleh pertahanan udara Suriah, kemungkinan digunakan itu telah terhadap target stasioner yang lebih besar, termasuk gudang di Bandara Internasional Damaskus, Lyamin mencatat.

“Secara umum, harus dikatakan bahwa penggunaan rudal jelajah dan juga bom berpemandu memungkinkan Angkatan Udara Israel untuk menyerang daerah di dalam dan sekitar Damaskus dari luar jangkauan sistem pertahanan udara Suriah yang paling modern, termasuk sistem Pantsir-S1, Buk-M2E dan Pechora 2M”.

Adapun S-300 yang baru-baru ini dikirimkan, Lyamin berspekulasi bahwa operator sistem ini masih sibuk berlatih untuk menguasai senjata canggih dan bahwa itu belum memasuki tugas tempurnya.

Israel menyerang apa yang diklaimnya sebagai fasilitas penyimpanan senjata Iran di bandara Damaskus pekan lalu. Menyusul serangan terbaru ini, militer Rusia mengumumkan bahwa pertahanan udara Suriah telah menghancurkan lebih dari 30 rudal dan bom pintar Israel yang diluncurkan dari Laut Mediterania oleh empat jet tempur F-16 Angkatan Udara Israel.

Kemudian, sebuah perusahaan satelit Israel menerbitkan gambar-gambar tentang apa yang dikatakan sebagai tingkat kerusakan yang terjadi di Bandara Internasional Damaskus dalam serangan itu.

Gambar-gambar menunjukkan bahwa 3 bangunan gudang kecil hancur, dengan 2 bangunan lain termasuk gudang utama yang besar, mengalami kerusakan sebagian. Bangunan utama bandara tetap tidak tersentuh. Gambar-gambar itu juga menunjukkan tanda terbakar pada koordinat dimana sistem radar JY-7 dan pertahanan udara Pantsir diduga dikerahkan.