Oct 222015
 

tni-au

Pokoknya, apapun partainya, apapun DPR/MPR-nya, apapun orangnya,
Kalau menegakkan visi misi pertahanan Negara apalagi memperjuangan kedaulatan / sovereignty ….
rakyat akan mendukung 1000%, terlepas dari stigma DPR/MPR/ DPRD suka kunjungan kerja gak jelas, ada yang terjerak kasus korupsi dan lain-lain. Iitu hanyalah oknum.

Dan apapun Presidennya, meski sekelas Almarhum Gus Dur, kelihatannya “lembek ” tapi tegas dan berwibawa bisa mendatangkan harga diri bangsa dan menyatukan visi dalam berbangsa, jelas rakyat mendukung berada di belakanganya.

Tidak perlu harus dari militer backgroundnya, meski ada wacana minimal background seorang pemimpin di sebuah bangsa berasal dari kalangan militer, untuk sebuah deterrence.

Contoh kasus lihat Mr Putin, berasal dari Ex KGB, agent rahasia soviet.
Tidak perlu kita pengagum “buta” akan tetapi visi dan misi serta pandangan daalam berbangsa baik international maupun nasinal patut diacungi jempol,
apalagi banyak intri-intrik politik barat dalam berusaha mengucilkan Rusia.
Sampai detik ini Negara itu tetap eksis dan bahkan bisa melawan.

Apalagi menghadapi musuh dan ular sangat banyak saat ini, bisa bisa “nyalip” di tikungan dalam keputusan yang dihasilkan pemerintah.
Masih ingatkah warning dari Menko Polhukam, kala itu bpk Djoko Suyanto pernah menyebutkan banyak agen agen asing berkeliaran di RI.
Bisa Jadi di tiap-tiap departemen pemerintahan sudah ada “mereka”.
Dengan “menjual” kebijakan kebijakan pro asing salah satunya membuat RI dilemahkan dari berbagai sisi.
Alih alih malah plih si Elbot / Botak dari Gunung ataupun Viper, bukan milih Mbak Su Parti / Tini).

Harap diingat wahai pemerintah,
Pembredelan Jalur Udara dan Laut yang sekian lama, membuat TNI AU dan AL tidak menjadi anjing Herder, Malah jadi Si -bleki, dengan barter keamanan, kelanggengan suksesi, nilai tukar dijaga serta masih banyak Lagi ….menjadikan kita “nyaman” dalam pelukan barat, secara tidak langsung serta membuat paradigma pemahaman setiap masyarakat adalah gema ripah lohjinawi, negeri subur makmur, masyarakat Indonesia sebagian besar adalah bercocok tanam / bertani (pelajaran SD – Saya ) bukan hasil laut ataupun udara (menjual service layanan Flight information operato).
Sudah tentu TNI/ ABRI / Militer kala itu juga ikut berubah pandangan langsung 100 % (on hundred percent) doktrin Defesive murni.
Masuk dulu baru kita gebug rame-rame, ABRI bersama rakyat akan kuat (manunggal kala itu).
Kita lupa bahwa musuh pun sering memukul mukul kita dengan skala kecil -kecil, namun intensitas terlalu sering yang membuat kita memar dan berdarah darah walau sedikit.

FIR dan Supremasi Setiap Perjanjian International

Harap Pula diingat, ketika sidang ICAO pertama kali menetapkan FIR dikelola Singapura, RI tidak ada wakilnya saat itu dan memang dikondisikan demikian oleh begundal ASu dkk ),
Membuat kita kalah dalam perjanjian,
Janganlah kita selalu “kalah” dalam setiap perjanjian yang membuat kita menjadi bangsa yang “kerdil”.
Taruhlah contoh kasus:

Kekalahan Pertamina dalam Arbitrase Uncitral, Jenewa, Swiss, pada 18 Desember 2000, mengakibatkan Pertamina harus membayar klaim ganti rugi sebesar US$ 261,1 juta kepada Karaha Bodas Company (KBC). Kekalahan Pertamina dalam persidangan Arbitrase Internasional tersebut, tentu saja sangat mengherankan bagi banyak kalangan. Kekalahan ini menunjukkan ketidakseriusan Pemerintah cq.

Seluruh dunia pun tahu, bahwa Indonesia adalah surga segalanya, appaun yang ada di dunia dan tidak tumbuh, di Indonesia pun bisa tumbuh…
Hal ini membuat segala konspirasi konspirasi asing menjadi ingin ” memiliki ” dunia yang berada di Indonesia , bahkan bisa perlu gratis sekalipun tanpa membayar se-senpun

(Masih ingat kita kasus Freeport dahulu jaman Pak Soekarno , Pak Karno menolah mentah mentah ..
Malah di era Orde baru Freeport masuk dengan mudahnya tanpa konsesi apapun untuk pemerintah, bahkan miris saham hanya dikasih 1%:99% Indonesia : FMI – saat itu.

Sampai sampai bosnya pun kaget setengah tidak percaya bisa mejalankan demikian bisnis dengan skema diatas dengan mudahnya.
untuk kasus Freeport, mari kita selalu meng-kritisi dengan saling mengawasi agar perpanjangan FMI dapat menjadikan win win solution bagi RI dan kemaslahatan bangsa tertama kawan kawan kita bagi generasi pemuda di bumi cendrawasih ini / Irian Jaya .
Bila perlu biarkan perjanjian berakhir dengan sendirinya saampai akhir batas 2019 selesai.
(Pesan buat pemerintah RI dari rakyat, mohon sebelum diteken bila dilanjutkan dapat membaa azas manfaat luar biasa bagi rakyat Indonesia umumnya.

Apa Kabar Bapak pimpinan TNI dan Pak Menhub ?,
Are you ready to take FIR …..
We are “tut wuri Handayani ” and to we are to step behind you
Kami segenap rakyat Indonesia menunggu …..

Jangan lemahkan kami (Rakyat) hanya dengan perjanjian perjanjian international apapun menjadi tidak bermutu serta tidak membawa manfaat bagi bangsa ini.

Ingatlah bahwa setiap anda menerima ” Apel Washington” di balik layar, bila merugikan bagi rakyat dan menguntungkan bagi segelintir pemangku kepentingan.
kita akan ditanya suatu kelak, tentang bagaimana kita menggunakan sebuah kekuasaan, apakah pribadi, golongan ataupun umum.

(Edisi Salam Analisa di Pagi Hari)

BFB

  35 Responses to “Analisis – Arah Kebijakan RI dalam Militer”

  1. Pagi all

    • Klu NONBLOK militer musti kuat gk bisa dimainin negara tetangga dan negara pemburu SDA

      • Ane setuju kekuasaan adalah amanah, jgn sampe jadi tabungan dosa untuk kepentingan dunia sesaat. cari yg kekal untuk akhirat

        “kita akan ditanya suatu kelak, tentang bagaimana kita menggunakan sebuah kekuasaan, apakah pribadi, golongan ataupun umum.”

    • Numpang pertamax…. Harusnya admind bikin polling for freeport…. Lanjut or stop…. Biar suara rakyat di dengar pemerintah

      • yang bener freeport itu i tenderin bung . . . panggil semua usa, rusia, cina, korea, dll . . . biar semua mata orang indonesia terbelalak ternyata penawaran negara lain ada yang sampai 40%, 60% dlll (misal )
        dan para petinggi pemerintah pada tahu kalo selama ini mereka dikadali oleh amerika dikasih royalti hanya 1% (rencana mau 3.5% entah kapan )

    • AYO BUNG REBUT FIR KEMBALI….
      AYO BUNG REBUT FIR KEMBALI….
      AYO BUNG REBUT FIR KEMBALI….

      Siapkan SU27/30/35 (jangan ELBOT, bisa bikin mereka tertawa GELI) utk menjaga Zona terbang di area FIR yg akan diambil alih, buat jaga2 kalau mereka mbulet,ngeyel,minteri,mengkadali,ngotot atau menggertak tidak mau mengembalikan FIR. ngarep.com

    • Bung BFB.. semakin dalam hal tsb d ulas, semakin miris hati ini mendengarnya.

      Sungguh sangat disayangkan, negeri yg memiliki sejuta pesona ini di jual n d perah sarinya hanya untuk nikmat sesaat dan hanya untuk segelintir orang saja.

      Kebijakan yg salah ambil berdampak pada nasib generasi penerus bngsa ini. Generasi2 yg akan sangat mudah mengutuk para pendahulunya krn sikap n tindakan ego mereka. Sejarah yg penuh dg benang kusut.

  2. Pagi juga

  3. Petromac. Ngepot dulu pake fakpa

  4. Manstab artikelnya…..

  5. Ini Analisis atau komentar??? Kalau Analisis kok banyak kata2 kotornya… contoh “Asu”.?? Kok Analisis gak ada referensinya?? jadi ini jelas namanya pandangan pribadi alias komentar. Tidak layak dikasi nama Analisis..

  6. baru sampai kantor bikin kopi duduk manis lalu baca JKG.MAKNYUUUUUZZZZZZ……!!!!

  7. mantep bung BFB, izin absen dulu…

  8. ambil alih FIR..klu memang itu suatu strategi yg tepat ya biarkan kontrak freeport habis dg sendirinya tdk perlu ada perjanjian baru..hapus MTA..saya yakin rakyat Indonesia akan mendukung..klu tdk percaya poling yuk antara yang setuju dan tidak setuju..jd ingat poling sukhoi dulu..hehehehe

  9. rada bingung judul sm isinya

  10. ANALISIS = TELAAH
    NORMA = KAIDAH

    ALOKASI = CATU / CATUAN
    ORIENTASI = HALUAN

    ETIKA = TATA KRAMA
    ETIS = SANTUN
    POLITE = SOPAN

  11. Ijin nyimak bung Bukan fanBoy nge SR lg ahh

    • Ok Bung bung yang lain , dan Juga bung BP

      biasanya sebelum artikel dikirim , saya juga minta agar bung diego mengedit dan mencheck ( biasanya permitaan ane agar g ada yang tersinggung atau menyerang )

      ehh malah huruf banyak yang amburadul keluar … hehehee …

      pastinya ane ama bung diego kelolosan

      Juga judulnya g cocok

      Mohon maaf pemirsa warjag …
      Thanks koreksinya

  12. Semoga para pejabat Dan petinggi TNI membaca Jakarta greater pagi ini…Dan tersadarkan…Karena banyak rakyat yg mengharapkan kebaikan2 yang kalian telurkan untuk negeri ini…semangat pagi semua…

  13. Ayo… bela negara
    Sikap patriot harus diterapkan dari level rakyat jelata sampai petinggi negeri ini..

    Mindset kita harus diperluas, yg kita tau penjajahan itu hanya pendudukan militer..
    Maka sebelum negara kita militer asing mndududuki negara ini.
    Kita masih belum merasa terjajah…
    Kita nanya berfikir konfrontasi fisik, alutsista, dll
    Seperti kita tahu.. motif penjajahan adalah penyebaran pangaruh, ideologi yg ujungnya bertujuan pada penjajahan ekonomi, sumberdaya alam.., dan pasar potensial produk2 asing, negara kita ke 4 penduduk terbesar di dunia, surga untuk pemasaran produk asing
    Kita hnya terbuai dngn anggapan menangkis penjajahan hanya dng perang fisik.. bahwa terjajah itu kalau kita di invasi oleh kekuatan militer lain
    kita ga sadar, kita telah terjajah secara ekonomi, ekploitasi sumberdaya alam oleh asing, kebijakan2 negara yg harus pro rakyat, harus dirubah karena tunduk pada aturan yg diinginkan asing, hingga mmengorbankan kepentingan kemaslahatan rakyat..
    Saya tidak meragukan sikap patriotisme rakyat
    Mari kita tunggu sikap bela negara penguasa dan petinggi negeri2 ini.

    apakah membela krpentingan negara dan rakyat, atau membiarkan kedaulatan ekonomi negeri ini dijajah oleh asing , demi kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.

  14. “piye kabare” nih sepuh lagi nikmati di alam keduanya..harta tak bisa menebus dosa..

  15. harus pejabat pemerintah baca yg kaya gini biar mikir.

  16. ikut nyimak bung bfb

    salam selalu hangat seperti kopi disiang hari:)

  17. bung @BFB…

    saya ingin mengkritisi tulisan anda ttg Freeport, anda menulis :

    ” Freeport masuk dgn mudahnya tanpa konsesi apapun utk pemerintah ”

    dari beberapa literatur & referensi yg saya dapatkan, semua itu dimujlai sejak Soeharto yg didampingi oleh “mafia barkeley’ melakukan pertemuan dgn para konglomerat AS (Roschild, Rockefeller, Kisingger dll) & Eropa di Zurich, Swiss thn 1967.
    hasil pertemuan tsb boleh dibilang “di bawah meja ” bukan hitam di atas putih, dimana pihak barat akan “MENYEDIAKAN APA YG DIPERLUKAN OLEH SOEHARTO UTK MEMPERTAHANKAN KEKUASAANNYA DGN IMBALAN KEKAYAAN ALAM INDONESIA “….

    dari sana ERA DIMULAINYA ALAM INDONESIA DI KAVLING-KAVLING SPT SAAT IN, DIKURAS HABIS TETAPI RAKYAT TETAP BODOH & MISKIN.

    Hasil sensus penduduk thn 2010 yg laluI, BPS menyatakan bahwa :

    HANYA SEKITAR 16% PENDUDUK INDONESIA BERPENDIDIKAN SLTA KE ATAS SELEBIHNYA (84%) TDK TAMAT SMP….angka rata2 pendidikan penduduk Indonesia adalah ” 8 TAHUN alias SMP KELAS 2 ”

    jadi memang pemerintah Indonesia tdk menerima konsesi dari masuknya Freeport, …

    TETAPI,

    LAIN HAL DGN SOEHARTO….

  18. Bla…bla…bla…Preeet !!!

  19. INSA ALLAH….APABILA WAJIB BELA NEGSRA SUDAH TERBENTUK…..
    KEWIBAWAAN INDONRSIA AKAN MENINGKAT DRASTIS….INDONESIA AKAN DIPANDANG SANGAT MENGERIKAN APABILA ADA NEGARA LAIN YG MENCOBA MENGGANGGU KEDAULATAN NKRI….ALASANNYA…..SETIAP WARGA NEGARA SEPERTI PERTAHANAN ATAU PAGAR BETIS HIDUP YG SIAP MENERKAM APABILA ADA NEGARA LAIN YG MAU MENCOBA MENGGANGGU NKRI……DITAMBAH LAGI INDONESIA MEMILIKI ALUTSISTA YG CANGGIH DAN KOMPLIT…..HMMMMM….JANGAN COBA COBA NEGARA AGRESOR MASUK……SETELAH INI SEMUA TERBENTUK……NILAI TAWAR INDONESIA DI MATA DUNIS AKAN DIPERHITUNGKAN…..DAN INSA ALLAH….SDA YG DIKELOLA NÈGARA ASING …SRPERI PREEPORT , PEER DLLL….AKAN KEMBALI KEPANGKUAN IBU PERTIWI……JAYALAH INDONESIA…..JAYALAH NKRI……..SADARLAH PARA ELIT POLITIK….AGAR POKUS UNTUK KEMAJUAN NKRI…..JANGAN MUDAH DI IMING IMINGI OLEH ASU KIRIK DAN ANTEK ANTEKNYA….SESUNGGUHNYA MEREKA SEMUA SUATU SAAT AKAN MENERKAM NKRI DARI BELAKANG….WASPADALAH…..WASPADALAH……

  20. Inilah yg namanya DEMOKRASI yg kebablasan..(Demokrasi Liberal+Komunis bertopeng Pancasila).

    Miris..
    Defenisi Demokrasi Pancasila yg terlupakan/sengaja dilupakan?

    – Demokrasi Liberal : Kekuasaan tertinggi di pegang oleh golongan bangsawan.
    – Demokrasi Komunis : Kekuasaan tertinggi di pegang oleh partai.
    – Demokrasi Pancasila : Kekuasaan tertinggi di pegang oleh pemerintah.

    *adanya partai politik dan organisasi sosial politik, karena berfungsi “Untuk menyalurkan aspirasi rakyat” (benarkah? #mulianya)
    *kedaulatan adalah ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR (no comment)

    POLITIK : golongan/individu wajib saling menguntungkan.
    RAKYAT: penonton setia dan masih,akan,selalu nasionalis.

    Gimana ya jadinya jika presiden di usung tanpa diboncengi oleh partai, apa jadinya ya jika sebuah negara tanpa parlementer (DPR&MPR).
    Atau apakah ada yg lebih baik dari DEMOKRASI PANCASILA itu sendiri?

 Leave a Reply