Mar 012018
 

Sistem Rudal Pertahanan Udara Rusia S-400. © Kremlin.ru via Wikimedia Commons

JakartaGreater.com – Amerika Serikat (A.S.) telah mendesak Turki untuk meninggalkan pembelian sistem rudal anti pertahanan udara S-400 dari Rusia. A.S. memperingatkan Ankara akan konsekuensi dari keputusannya tersebut, seperti diberitakan Haberturk mengutip sebuah sumber di Washington.

Menurut surat kabar Turki, Haberturk, seorang pejabat Amerika yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan keprihatinannya atas pembelian sistem rudal permukaan-ke-udara Rusia, yang menjelaskan bahwa mereka dapat “secara negatif mempengaruhi interoperabilitas NATO” dan dengan asumsi bahwa Washington dapat menjatuhkan sanksi sebagai tanggapan terhadap S-400 yang baru-baru ini di adopsi Turki.

AS lagi mencari kerjasama dengan Turki untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara Turki sebagai alternatif atas pembelian rudal perukaan-ke-udara S-400 Rusia.

“AS memahami keinginan Turki untuk memperbaiki pertahanan udara. Namun kami prihatin dan mengatakan demikian secara terbuka mengenai kemungkinan perolehan rudal S-400 Rusia, yang akan berimplikasi pada interoperabilitas NATO”, ujar seorang pejabat pemerintah AS kepada harian harian Hürriyet.

Ia menambahkan bahwa akuisisi sistem S-400 Rusia itu berpotensi akan mengekspos Turki terhadap sanksi AS, sesuai dengan undang-undang yang baru disahkan oleh Kongres Amerika Serikat.

S-400 Triumf (NATO menyebut : SA-21 Growler) adalah sistem rudal pertahanan udara yang dikembangkan oleh Almaz Central Design Bureau dari Russia. Sistem pertahanan udara terbaru ini menggantikan sistem pertahanan udara S-300P dan S-200 Angkatan Darat Rusia.