May 112017
 

Kapal induk pertama China, Liaoning (IndianDailyDefence)

Laut China Selatan merupakan titik potensial konflik yang paling panas di kawasan regional yang cara mengantisipasinya, tidak lain dengan memperkuat pertahanan militer dan menjalankan strategi militer dan diplomatik, untuk membendung atau menahan ancaman tersebut. Kenapa ancaman itu nyata, karena China terus mengembangkan militernya, hingga menjangkau Laut China Selatan. Tidak itu saja, bahkan kapal keruk Chuan Hong 68 China berani melakukan eksplorasi bawah air di laut Anambas, Kepulauan Riau, Indonensia, yang akhirnya berhasil ditangkap oleh Patroli Laut Malaysia. Bisa jadi, ke depannya, jangkauan China akan lebih jauh lagi, apalagi mereka telah meluncurkan kapal induk kedua dan sedang membangun kapal induk ketiga.

Ada pemikiran menarik dari pakar pertahanan dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, tentang potensi ancaman China dan tindakan apa yang harus dilakukan Indonesia. dalam tulisan yang diluncurkan Viva.co.id tanggal 10 Mei 2017.

Kita simak kutipan pemikiran Susaningtyas yang ditulis VIVA.co.id dalam artikel :  Strategi untuk Antisipasi Konflik di Laut China Selatan :

Kerja sama pertahanan dengan negara tetangga diperlukan untuk mengantisipasi dinamika konflik teritorial wilayah seperti persoalan Laut China Selatan. Tak hanya kerja sama, namun perlu disiapkan upaya penguatan teritorial untuk mengantisipasi potensi meletusnya konflik di Laut China Selatan.

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, perlu ada sistem pertahanan yang dibangun TNI terutama TNI AL dan AU. Terkait hal ini, membutuhkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang menyesuaikan kebutuhan.

“Itu dipandang penting, berbagai peralatan baru untuk mengantisipasi dinamika dan potensi meletusnya konflik di Laut China Selatan,” kata perempuan yang akrab disapa Nuning itu dalam keterangan tertulisnya yang diterima VIVA.co.id, Rabu, 10 Mei 2017.

Dia menambahkan, antisipasi lain dengan rutin melakukan latihan siaga tempur. Pihak Komando Armada Kawasan Barat (Koarmabar) dinilai harus meningkatkan intensitas kerja sama taktis antara kapal dan pesawat tempur Komando Operasi Angkatan Udara (Koops AU) I.

Diharapkan dengan latihan siaga tempur maka bisa meningkatkan kemampuan prosedur komunikasi dengan pesawat-pesawat tempur TNI AU. Kemudian, pihak TNI AU juga harus aktif memulai berlatih mengendalikan drone hingga jarak lebih dari 50 kilometer.

“Selain deteksi dini dengan pesawat tempur TNI AU dan drone, maka perlu penambahan radar-radar early warning dan radar-radar surveillance untuk mendeteksi kehadiran pesawat tempur dan kapal-kapal Coast Guard China,” ujar Nuning.

Kemudian, di daerah terdekat seperti perairan Anambas sampai Bangka Belitung juga harus diperkuat dengan memasang peralatan sonar portable. Langkah ini diperlukan untuk mendeteksi potensi kapal selam China jika melakukan penyusupan ke perairan Indonesia.

Nuning mengkhawatirkan jika tak melakukan antisipasi dini, maka risiko yang dihadapi pihak TNI terutama Koarmabar akan berat.
“Sebagai contoh, jika pesawat tempur TNI AU dan sistem pertahanan udara kapal-kapal Koarmabar tak disiapkan dengan baik, maka serangan udara China sulit dicegah,” tuturnya.

Selain itu, disarankan dilakukan kerja sama intelijen dan pertahanan dalam skema arsitektur kawasan dengan negara tetangga. Selain Malaysia, Filipina, Indonesia bisa menggandeng Australia dalam kerja sama ini. Karena bukan hanya Laut China Selatan, namun juga potensi konflik Laut China Timur yang perlu diantisipasi.

“Kerja sama ini bisa dilakukan Koarmabar dengan angkatan laut negara-negara tetangga yang berkonflik dengan China di Laut China Selatan. Minimal, Angkatan Laut negara-negara tersebut dapat memberikan data intelijen pergerakan kekuatan China,” ujar Nuning.

Viva.co.id

  43 Responses to “Ancaman Laut China Selatan, Apa Harus Dilakukan ?”

  1. Nah itu, ancaman sudah nyata..

  2. sikat

  3. Hihihi… Yg harus Di Lakukan Adalah Berkonsultasi Ke Mbah Bowo…

    #Only Kidding

  4. Gimana mau mengantisipasi armada China wong alutsista gahar aja masih minim!

  5. Test…

  6. kita sudah kuat kata bapak
    apa yg kita lakukan menghadapi cina,ya minum kopi makan goreng,kalau cina nyerang,itu banyak bambu kuning dibelakang rumah ane boleh kok diambil,gitu aja kok repot rek..
    miauww…

  7. 1 kalimat aja deh buat cinak, “they rise only to fall”. kalau China expansive gak menghargai hukum2 international, mati lagi dah sang naga dari kayangan. kahkahkah baca aja sejarah tentang cina, ktika mereka udah “jadi” pasti mereka akan hancur sendiri akibat keserakahan. kahkahkah

  8. RI kagak perlu khawatir soal LCS dah…Ada USA nyang jdi sekutu dan pelindung abadi. Entu singkeh2 serakah bin cula dr Tiongkok bakalan modar sbelum sampe ke Natuna…Apalgi USA udah ngasih RI barang2 cangih macem Apache, F-16 block 52, bahkan bentar lg neh, RI bkalan beli F-35…Nyok dah kite pd berdo’a, smoga USA mao bikin pangkalan trus nempatin F-22 ama kapal induknye di sini…Amien..

  9. Hm….. begitu….

  10. tidak punya musuh satupun
    yang asa seribu kawan
    kenapa harus galau

  11. Itu kapal gede buanget yaak?? Kita lawan pake kri clurit mampu ga ya?? Xixixi

  12. Sptinya cina komunis jauh lbh berbahaya sbab cina menghalalkan sgala cara u meraih/merebut SDA yg ada dgn mlkukan berbgi provokasi NKRI hrs mlkukan koordinasi dgn ngra kawasan ASEAN apalgi cina komunis telah melakukan bnyk kmajuan dlm hal milirer serta menguasainya artinya cina akan mdh menguasai SDA dgn persiapan sblmnya smntra kita bru berjln ini hrs diwaspadai

  13. yg mengumpulkan kekuatan tersisa2 Asean mmbentuk Uni Eropanya Asia
    bukan hanya pertahanan namun ekonomi,pendidikan dan budaya
    china bukanlah satu2nya ancaman

    pada katrok semua ribut politik populis di dlam negeri sendiri2

  14. NGAPAIN SING PASANG PENDETEKSI KAPAL SELAM,KALAU KE DETEKSI,KALAU KGK KAN SUSAH. MENDING PASANG SEMUA PERBATASAN LAUT RANJAU BAWAH LAUT SEPENUH2 NYA. NTAR KALAU COBA2 MASUK JG BONYOK SENDIRI KAPAL SELAM CHINO. UNTUK POLITIK LUAR NEGRI TETAP NETRAL TETAPI TEGAS KARENA SEMUA SEDANG SIBUK MENJAGA KONDISI KAWASAN DI KETIDAK PASTIAAN AMERIKA DI BAWAH KE PEMIMPINAN TRUMP.MASALAH KORUT AJA TRUMP BERANI ANCAM CHINO KALAU CHINO TIDAK BERIKAN SANKSI SAMA KORUT. INGAT SEMUA PENDAPAT DI DUNIA MENGATAKAN BAHWA TRUMP LEBIH GILA DARI KIM JONG UN,KARENA HANYA TUHAN YG TAHU ISI HATINYA TRUMP. CONTOH NYA SERANGAN RUDAL KE SURIAH YG DI JAGA KETAT S 400 RUSIA.

  15. Mkanya hubungan dengan Rusia jgn hanya berpatokan ke SU-35..
    Tp lbih baik hbngan dgn RUSIA manfaatkan ke sistem pertahanan S-300(-dst), tak harus di pasang NATUNA karna justru memperkeruh suasana regional..

  16. Jika mengacu ke letak geogrfis antara RI dan RRC, kecil kemungkinan terjadi WAR. Namun melihat ambisi RRC yg ingin menjadi kekuatan ekonomi dunia dan menjadikan negaranya pusat perekonomian dunia diprediksi WAR sesungguhnya antara RI dan RRC adalah perang secara halus yg mana RRC hanya perlu menguasi RI secara Politis, dan jika RI sdh dikuasi secara Politis maka segala kebijakan RRC yg menyangkut dan menunjang perekonomian negaranya akan semakin mudah dikendalikannya, tinggal bagaimana kita untuk mengantisipasi hal tersebut caranya hanya ada 2 saja yaitu Perkuat perekonomian Negara dan Tumbuhkan rasa nasionalis setiap warga negara dgn mengesampingkan sifat merasa adalah suku dan agama yg terunggul, Salam untuk warga Jakgreat

  17. Banyak yang sudah teriak2 di forum2 militer tentang masalah ini, diteriaki tiada henti agar militer Indonesia dipersiapkan sedini mungkin untuk menghadapi perang konvensional maupun asimetrik terutama di perbatasan utara khususnya wilayah RI yg berbatasan langsung dgn laut cina selatan dan jika tidak didengar maka bukanlah salahmu wahai para prajurit jika engkau menjadi bulan bulanan jija terjadi perang yg sebenarnya

  18. Tes

  19. Kita perlu S-300, S-400 portable tersembunyi di teluk2 strategis kepulauan Indonesia. Sampai burungpun mikir terbang di udara Indonesia.

  20. kalau gitu tlg dong pemerintah memaksukan isu2 Lcs kedalam kurikulum pelajaran tngkat Sma jgn cuma diperguruan tinggi sj

  21. Nyok dukung USA bikin pangkalan di mari..

  22. Yonhap…Yonhap….
    Parah loe Yonhap!!!!

  23. Australi tdk bs dipercaya, ….bisa menusuk dr belakang. mending kerja sm antar sesama asean lebih ditingkatkan dan pengembangan kekuatan militer lebih di kuatkan sehinga menimbulkan efek deterrent yg kuat.

 Leave a Reply