May 312014
 

Disain Light Frigate Sigma 10514


“Ketika user atau pemerintah percaya, kami pasti bisa semangat pun akan membara untuk membuktikan bahwa kami bisa memberikan terbaik untuk bangsa dan masyarakat kita,”.


Saat ini ada 5 isu strategis nasional, yaitu Ancaman Konvensional dan Non-Konvensional, Kondisi Geografis Indonesia, Gangguan Kemanan masih cukup besar, Permasalahan Perbatasan dan Kemandirian Masih Terbatas. Berhubungan dengan judul artikel maka kita akan membahas tentang “KEMANDIRIAN MASIH TERBATAS”.

Untuk mengejar kemandirian dan penguasaan teknologi, pemerintah membuat 7 program kemandirian industri pertahanan, yaitu Pembangunan Industri Propelan Nasional, Pengembangan Kapal Selam, Pengembangan Pesawat Tempur (IFX), Pengembangan Roket dan Rudal Nasional, Pengembangan Kapal PKR atau Frigate Nasional, Pengembangan Radar Nasional, dan Pengembangan Tank Nasional (medium). Kemarin sudah dibahas masalah Pembangunan Industri Propelam Nasional, rencana jangka menengah pembangunan kapal PKR atau Frigate Nasional.

Pengembangan Kapal PKR atau Frigate Nasional

PT. PAL Indonesia (Persero), bermula dari sebuah galangan kapal yang bernama MARINA dan didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1939. Pada masa pendudukan Jepang, Perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia menasionalisasi Perusahaan ini dan mengubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada tanggal 15 April 1980, Pemerintah mengubah status Perusahaan dari Perusahaan Umum menjadi Perseroan Terbatas sesuai dengan akta No. 12, yang dibuat oleh Notaris Hadi Moentoro, SH.

Lokasi Perusahaan di Ujung, Surabaya, dengan kegiatan utama memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu berdasarkan pesanan. Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PAL Indonesia telah memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-kapal produksi PAL Indonesia telah melayari perairan di seluruh dunia. Untuk bidang pertahanan dan keamanan, sesuai amanat UU No. 16 tahun 2012 tentang Inhan dan merujuk SK No.KEP/12/KKIP/XII/2013 tanggal 17 Desember 2013 atau Surat Keputusan KKIP, PT PAL diamanahkan sebagai pemandu utama atau Lead Integrator pembangunan alutsista matra laut.

Pada bulan Januari tahun ini, PT. PAL dan Damen Schelde Naval Shipbuilding  (DSNS) telah melakukan pemotongan baja pertama atau First Steel Cutting Kapal PKR 105 meter pertama. Total ada 6 modul yg dikerjakan, untul modul 1, 2, 4 dan 6 dikerjakan PT. Pal dan modul 3 dan 5 dikerjakan oleh pihak DSNS.

MILESTONE PENCAPAIAN

  • Pada Tahun 1983 dimulainya penguasaan Industri Pertahanan dan Keamanan dengan pembuatan kapal patroli cepat (FPB) 28 pesanan Ditjen Bea Cukai dan Polisi sebanyak 38 kapal.
  • Pada Tahun 1995 penyerahan modifikasi kapal  perang eks Jerman kelas Parchim, kelas Frosch, dan kelas Kondor.
  • Pada Tahun 1997 Penyerahan overhaul 5 tahunan pertama Kapal selam (KRI Cakra).
  • Pada tahun 1999 Penyerahan overhaul 5 tahunan kapal selam kedua (KRI Nanggala)
  • Tahun 2003 PT Pal melakukan modifikasi kapal patroli cepat (FPB) sebagai kapal combatan seperti FPB 57.

FPB-57 atau Fast Patrol Boat 57 m atau PB-57 (karena tidak semuanya berkecepatan tinggi) adalah sebuah rancangan kapal patroli yang dibuat oleh LürssenJerman. Pada perjanjiannya PT. PAL yang awalnya hanya merakit kapal ini di Surabaya, juga memperoleh hak untuk memproduksi rancangan kapal ini. Selanjutnya, kapal ini sudah buatan Surabaya. Sejumlah penelitian dilakukan agar FPB menjadi kapal combatan salah satunya penggunaan pendekatan CFD (Computational Fluid Dynamics). Hasilnya menerapkan Bow Lifting Body (BLB) yg dapat meningkatkan efisiensi gaya dorong kapal.

Model kapal bot patroli FPB-57 yang dilengkapi helipad buatan PT PAL saat akan diuji terowongan angin

Model kapal bot patroli FPB-57 yang dilengkapi helipad buatan PT PAL saat akan diuji terowongan angin

Selain itu pada tahun 1989 FPB 57 dilakukan uji terowongan angina untuk menguji penggunaan pendaratan helikopter. Pada tahun 2003 dilakukan penyerahan terakhir kapal FPB 57 pesanan TNI AL dari total 12 unit. Pada tahun 2002 PT PAL juga pernah mengajukan proposal teknis Kapal Patroli Cepat Nasional 60 m (KPCN 60) ke TNI-AL tapi begitulah TNI, hingga akhirnya terbit UU Nomer 16 tahun 2012 baru mulai mengaku ngikut mendukung produk dalam negeri. Kasus ini sama dengan Panser Anoa, kalau gak dibantu mantan Presiden Jusuf Kalla pasti proyek ini bakalan mangkrak lagi. 😀

“Kita tidak bisa begini, karena awalnya ini (industri pertahanan lokal) adalah perjuangan. Jangan kualat,” Mantan Presiden BJ Habibie 

  • Tahun 2010-2013
  1. Penyerahan kapal Landing Platform Dock (LPD) sebanyak 2 unit
  2. Pembangunan Kapal Cepat Rudal(KCR) 60 m.
  3. Persiapaan Pembangunan PKR 105 meter

ROAD MAP PENGUASAAN TEKNOLOGI

Hingga tahun 2014 ini PT. PAL sudah berpengalaman menguasai sejumlah teknologi pertahanan dan keamanan seperti memproduksi kapal perang jenis Fast Patrol Boat (FPB) berbagai ukuran, KCR 60 m hingga LPD 125 m. Saat ini untuk pengetahuan dasar pembangunan kapal PKR tim sudah berhasil menguasai sebanyak 51 persen. Untuk program Transfer of Technology yg didapat sekitar 17 persen dan pengetahuan yg harus dikembangkan sendiri sebanyak 32 persen. Kompetensi SDM sangat menentukan dalam akusisi teknologi, oleh karena itu untuk dapat menguasai dan menciptakan desain kapal PKR sendiri diperlukan pengembangan teknologi dengan porsi yg besar yaitu 32 persen.

Jika kedepan kita sudah bisa menyerap ilmu dari hasil kerjasama dengan DSNS, maka pada tahun 2017-2022 kita punya proyeksi mengembangkan sendiri agar tidak harus membayar royalty kepada Belanda. Agar program ini berjalan dan dapat meningkatkan kapasitas pelayanan maka PT PAL mengalokasikan modal pada tahun 2013 sebanyak Rp. 163 milliar. Saat ini sedang dilakukan perbaikan dan membangun bangunan baru divisi kapal perang, ship lift dari semula 700 ton menjadi 1.500 ton, floating dock Surabaya dari 2.500 TLC menjadi 3.500 TLC, serta floating dock Pare-Pare dari 3.000 TLC menjadi 5.000 TLC. Dan yang terbaru adalah rencana membangun side launching kapal 150 m pada tahun 2016. Selain ToT PT PAL juga meningkatkan kualitas SDM-nya melalui OJT (On Job training) dan Internal Training. 😀

 LEAD INTEGRATOR

Sebagai Lead Integrator, PT PAL membuat konsep kerjasama dengan sejumlah perusahaan pendukung dan subkontraktor sesuai dengan kompetensinya masing-masing. Denga kerjasama ini minimum 35 persen “local content” yang diamanahkan UU Nomer 16 Tahun 2012 tentang Inhan bisa tercapai. PT. PAL mengklaim bahwa konsep yg diterapkannya ini akan berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi nasional, karena pekerjaan didistribusikan secara proposional.

Untuk konsep kerjasama dengan industri lokal adalah kontraktor utama, desain kapal, konstruksi kapal, suplai material dan sub-system (local content), kegiatan instalasi dan support untuk integrasi sistem persenjataan, test dan trial. Sedangkan dengan penyedia teknologi yaitu partner, asistensi desain atau konstruksi kapal, suplai material dan sub-system, desain dan supali sistem persenjataan dan integrasi, test dan trial sistem persenjataan.

Saat ini kerjasama yg sudah terlaksana dengan perusahaan-perusahaan lokal yaitu :

  1. PT Barata, steel casting shaft bracket & sterm tube
  2. PT Inka
  3. PT BBI, Machining Component, Air Vessel, Steel Casting and Valve
  4. PT Pindad,
  5. PT Len
  6. PT DI
  7. dan PT KS, Heavy Steel dan Steel Plate material  Supply

Untuk kerjsama dengan perusahaan combat system dan electronic dalam koridor lead integrator meliputi Combat system integrator, tacticos, comms Assistance and assistance during building STW – HAT -SAT. Sedangkan E-Manufacture adalah E-installation bridge and platform automation, E-System Integrator, and assistance during building STW – HAT -SAT.

Berikut Spesifikasi Kapal Perang Perusak Kawal Rudal (Guided Missile Escort) “Frigate” No-1 :

GENERAL
Customer : Indonesian Navy (TNI-AL).
Primary functions : Anti Air Warfare, Anti Surface Warfare, Anti Submarine Warfare
Secondary : Maritime Security & Safety, Disaster Relief/Humanitarian Aid.
Hull material : Steel grade A/AH36.
Standards : Naval /Commercial, naval intact / damaged stability, noise reduced, moderate shock.
Classification : Lloyd’s Register of Shipping (supervision) 100 A1 SSC Mono Patrol, G6, LMC UMS.

DIMENSIONS
Length o.a. : 105.11 m
Beam mld : 14.02 m
Depth no.1 deck : 8.75 m
Draught (dwl) : 3.70 m
Displacement (dwl) : 2365 tons

PERFORMANCE
Speed (Maximum power) : 28 knots
Speed on E-propulsion : 15 knots
Range at 14 knots : > 5000 NM
Endurance : > 20 days at sea

PROPULSION SYSTEM
Propulsion type : combined diesel or electric (CODOE)
Diesel engine : 2 x 10000 kW MCR diesel propulsion
Electric motors : 2 x 1300 kW MCR electric propulsion
Gearbox : 2 x double input input/single output
Propellers : 2 x CPP diameter 3.65 m
lntegrated platform management system

AUXILIARY SYSTEMS
Generator sets : 6 x 735 kWE (CAT C-32A)
Emergency gen. set : 1 x180kWE
Chilled water : 2 x units, redundant distrubution
Fire fighting : 4 x main pumps +Ix service pump
Freshwater making capacity : 2 x 14 m3/day (RO) + 2 x 7.5 m3/day (evaporators)

DECK EQUIPMENT
Helicopter deck : max. 10 tons helicopter
Heli operations : day/night with refuelling system
Helicopter hangar : suitable for approx 6 tons helicopter
RAS : on helicopter deck PS & SB, astern fuelling
Boats : 2 x RHlB

ACCOMMODATION
Fully air-conditioned accommodation for 122 persons
Commanding Officer  1
VIP cabin (Flag officer standard)  1
Officers  26
Chief Petty Officers  10
Petty Officers  28
Petty officer (female)  8
Junior Ratings  29
Trainee Officers  18
Canal Pilot cabin.  1
Provisions for NBC citadel/decontamination

WEAPON & SENSOR SUITE
3D-Surveillance & target indication radar & IFF
Radar / electro optical fire control
Hull Mounted Sonar
Combat management system
Medium calibre gun 76 mm
1 x Close In Weapon System
2 x 4 SSM launchers
12 cell SAM launcher
2 x triple Torpedo launching system
ESM & ECM
2 x Decoy launchers
lntegrated internal & external communication system

NAUTICAL EQUIPMENT
lnteqrated bridqe console, 2 x naviqation radar, ECDIS, GMDSS-A3 rencence gyro

Untuk masalah kemandirian jujur saya sudah lama pengen keluarin unek-unek dari pribadi saya. Ok, saya sering bertemu dan ngobrol dengan sejumlah prajurit (minus para perwira tinggi) dan mereka sangat mengapresiasi produk dalam negeri. Saking peduli, kadang mereka mencari masalah-masalah alutsista contohnya SS-1 dan menyampaikan masalah itu kepada para engineer atau membuat karya-karya lainnya agar negara kita bisa maju dalam hal industri teknologi alutsista. Sayangnya respon itu sering tumpul karena jujur ini pengalaman pribadi, kebanyakan para pejabat militer lebih mencintai produk luar berbeda jauh dengan prajurit mereka. Kenapa?? maaf saya rasa teman-teman sudah tahu jawabannya, saya meski bukan orang militer tapi saya tidak “BUTA” melihat perkembangan militer kita. Sampai sekarang saya masih tidak percaya dengan beberapa pejabat kita,  meski sudah ada UU Nomer 16 Tahun 2012 tentang Inhan yg memaksa user agar menggunakan produk dalam negeri, sudah banyak kasus yg saya dengar maupun alami. Maaf kalau ada yg merasa, semua ini adalah kritik dan saran pribadi yg terlalu cinta dengan negeri kita yg bernama INDONESIA ini.

(Jalo dan berbagai sumber)

  294 Responses to “Anda Percaya, Kami Pasti Bisa ! (jilid III)”

  1. Alhamdulillah selesai juga jilid III, dibaca dan kasih kesimpulan maupun kritik dan saran ya teman2… 😀

    • Apakah pembuatan kapal ini sudah sejalan dengan rencana dg rancang bangun heli AKS yg sedang di godok di pt di?……….

      Kalau sudah terencana, semoga dapat berjalan lancar 😀 amin

      Mari kita menyongsong masa depan yg lebih baik lagi dan jangan lupa bayar pajak tepat waktu, agar APBN bisa digunakan untuk membangun negri ini lebih mandiri dan maju

      • Bung arjuna, iya bener sekali pemilihan heli AKS sesuai dengan kekuatannya yaitu max. 10 tons helicopter. Dan kita memilih Panther agar bisa digunakan di KRI kelas SIgam kita yg sudah ada dan Light Frigate kita ini. 😀

    • Siap…

      Sudah tradisi, kmen dulu, baru baca…

    • Bung ada wacana gak bangun kapal perang kelas kirov sprti papa bear ? Habisnya sigma mulu yg di perbanyak neh.

      • Bung Mr Patton, coba dibaca lagi semua sudah terangkum jika anda menyimaknya. Kalau gak baca komen bung Yayan dibawah, 😀

        • Kalau saya yakin tidak perlu wacana pasti itu sudah menjadi niat para peneliti maupun perekayasa kita. Tapi semua itu tidak bisa dilakukan dengan segera, kita harus menguasai beberapa teknologi agar bisa mencapai ke kelas Kirov. 😀

          • Hebat bung Jalo..sekarang tinggal masalah dana dan pembiayaan agar bisa benar2 mandiri. Jadi material dam komponen yg digunakan jangan 30-70 lagi tetapi terbalik menjadi 70-30. Saya dukung terus proses kemandirian ini sbg karya anak bangsa.

          • Amien, tim BPPT sudah punya sejumlah masukan pengembangan material bung, semoga bisa 70-30 ya, 😀

          • Ooh iya, ada juga hasil pengembangan material dari teman2 di perguruan tinggi, salah satu ya pasir besi itu yg dikembangkan ITS dan diminati Industri Swedia dan beberapa industri kapal Internasional. 😀

          • Amin, semoga bung. Pasir besi yg dipantai daerah jawa timur sana ya bung? Ekstrasi dari material veromagnetik menjadi nano komposit. Ini bahan ajaib untuk campuran material kapal perang untuk kemampuan stealth nya ya bung? Salut buat ITS deh!

          • Gak terlalu nyimak bung, maklum ada kesibukan. Basic saya hukum bung,Jika seandainya benar kelas kirov udh ada rancangan inu pukulan telak lah buat kapal2 perang asu,australia. Semoga bener2 maju alutsista kita.

          • Boeng Papa : Amieen sebenarnya untuk material stealth sudah banyak penelitian material kompositenya. Semoga kedepan material2 ini bisa digunakan, Bismillah….

            Beong Patton, memang belum sampai Kirov, dan cita2 membuat sekelas Kirov itu pasti ada. Saya yakin itu sudah jadi impian user dan pasti jika teknologi frigate sudah bisa kita kuasai kita pelan2 berjalan menuju kesana. Setelah 105 m, kedepan mungkin bisa ke 120 m, lalu berjalan terus ke kelas setara dengan Admiral Gorshkov-class frigate 135 m sampai diukuran Kirov 252 m. Jadi untuk mencapai kesana memang membutuhkan waktu lama, disitu termasuk self improvment baik dari segi desain struktural hingga masalah CMS dan keamanan. Lalu perlu diketahui adalah masalah pembiayaan dan dana, semoga bisa dilihat oleh pemerintah kedepan ya bung.

            Kita buat kapal light frigate diatas aja sudah menjadi efek detterent yg nyata kepada tetangga. Karena apa? mereka sudah mengetahui Industri strategis, SDM, dan SDA kita. Itubelum kalau mengikuti kondisi geografis kita, mereka bisa bayangkan begitu mengerikan. Kondisi geografis kita ini bisa dibilang rumit, jadi kalau pengujian alutsista yg kita buat bisa mengikuti kondisi geografis kita itu sudah sangat menggetarkan loh.

            Semoga terbantu… 😀

        • Bung Jalo comment saya no 13 mohon infonya..terima kasih bung.
          Hmm rencana 2016 kapal 150 meter? Apakah itu kirov class mini? Yg aslinya papa ruski kan kirov class “peter the great” 252 meter. Hmmm…

          • Saya pernah ngobrol dengan Kabaranahan, dan beliau ini mengatakan bahwa dalam program MEF ini tidak ada namanya pembelian Destroyer dari negara lain. TNI AL sudah punya permintaan, tapi belum disetujui karena menurut Kabaranahan kita kedepan bisa kembangkan sendiri. 😀

            Kalau desain itu hasil desainer anak bangsa, 😀

          • Berarti kemaren ada yg bilang ditinggalkan disini dan sudah ada di biak itu ga jelas infonya ya bung. Saya juga heran, ga mungkinlah kapal segede gitu disembunyikan. Lha pangkalan militer rahasia tiongkok saja bisa dilacak lewat satelit. Semoga lekas sembuh bagi temen2 yg over dosis

          • Hehehehe, bisa aja bung sempak… Yg perlu diketahui dalam pembuatan buku putih itu melalui kajian hingga masalah alutsista yg harus di gunakan TNI itu juga melalui kajian atas ancaman yg terjadi. Dan memang ada alutsista yg disebutkan sudah masuk di lingkungan rahasia negara untuk jenis tidak akan saya sebutkan dan itu sudah menjadi rahasia di badan pertahanan. Tapi kalau kapal yg saya debutkan diatas bener belum kita miliki sampai skrg.

            Penyampaian buka2an itu sudah saya prediksi, dan memang ada maksud dengan penyampaian tersebut. Saya kan kebanyakan no comment cuman kadang sering iseng nambahin karena melihat antusias warjag semua itu cuman iseng aja. Tapi saya tahu ada maksud dari gembar-gembor masalah tersebut. 🙂

          • Malam bung jalo semoga tetap sehat saya dah menyangka ini kontr
            Intelejen
            Tpi saya jg berharap semoga benar dan berhasil dlm misinya
            Tpi saya terusterangaj bung jalo bangga dgn produksi dalam negeri soal alutista
            Krn sprt palestina dgn teknologi roket sdr bsa nengimbangi teknologi israel yg super cangih.
            Smga ri bsa mencontohitu .segengamnasi bikinan sendiri lebih nikmat dari pada sepiring nasi bikinan orang lain
            Semangat maju terus bung jalo aq bangga dgn peneliti indonesia yg mau NERIMO dgn segala ciptaan yg dasyat untuk negeri ini

          • “Penyampaian buka2an itu sudah saya prediksi, dan memang ada maksud dengan penyampaian tersebut. Saya kan kebanyakan no comment cuman kadang sering iseng nambahin karena melihat antusias warjag semua itu cuman iseng aja. Tapi saya tahu ada maksud dari gembar-gembor masalah tersebut.

            saya suka coment bung Jalo diatas,itu menandakan bahwa tidak semua info yg ada benar,mngkn ada tujuan kontra intelijennya. dan kita sebagai pembaca juga jgn gmpang percaya. gampang percaya itu melahirkan fanatisme buta dan jelas berimplikasi negatif untuk pembangunan mental bangsa indonesia. kalau ada bilang ada,kalau tidak ada bilang tidak ada, kalau ada tapi dirahasiakan ya jgn memancing orang ingin tau

          • Sebenarnya saya punya ide kalau boleh sih dan disetujui bung Admin kayak om Diego. Gimana kalau kita kopdar?? Nanti disitu kita bisa bahas bersama dan saya usahakan kita bisa tour ke badan penelitian atau industri pertahanan dalam negeri. Itu cuman saran saja tergantung teman2 termasuk bung Admin karena kita bakalan menggunakan nama JKGR.

            Maaf cuman ide, kalau teman2 gimana? untuk awalnya di Jakarta dulu ya, nanti kalau saya ke daerah saya pasti akan ajak ketemuan. 😀

          • setuju bung jalo,saya dukung idenya,dan pasti ikut kopdar

          • Kopdar JKGR? Ikut….. selama diinformasikan jauh-jauh hari. 😀

          • sy setuju dgn idenya bung…klu bung jalo prnh ke makassar hub sy ya bung siapa tau aja bisa kopdar.

          • Nanti dilihat dulu berapa banyak yg ikut dan bisa diijinin sama bung diego gak?? 😀

            Bung Faadhil, 2 minggu yg lalu baru dari sana ada acara dari kantor. Nanti kalau kesana lagi saya kabarin, 😀

          • Setuju Bung Jalo, saya mendukung. Silahkan pakai nama jakartagreater…toh warung kita bersama. Keren juga nih kalau terwujud….kita kunjungan bersama ke instansi tertentu.

          • Nah akhirnya yg punya warung setujuin. Kalau waktu saya bingung tentuin, kalau hari libur saya harus tanya mereka dulu. Biasanya hari kerja, tapi tergantung teman2 maunya kapan?? Kalau sudah ada tanggal yg cocok biar saya bisa ijin ke pihak yg akan kita kunjungi dulu. 😀

            Nunggu respon teman2 lain…
            Saran gimana bikin artikel sendiri buat nanya saran dari teman2 soal masalah ini, 😀

          • Wahhhhh…..aseek….
            Saya daftar bung, diusahain Sabtu Minggu…..
            Saya ikut region Surabaya aja….

            Plus foto bersama Bung, hehehehe…..

          • Saya idem dengan pak puh….ikut region surabaya. Kebetulan dolly mau tutup loh….sempatin foto2 di situ buat kenang2an tempat nersejarah.. he he

          • Aduh rumah saya disitu bung Java, sudah mau tutup ya? Saya di dukuh kupang, sayang ya ditutup gak ada pemandangan lagi, 😛

          • @ Bung JI:
            Jiakakakakakakakak……..kok sampe arep nang Ndolly barang, cak?

            @ Bung Jalo:
            Kalo poto udah terkumpul, dibuatin artikelnya sekalian bung……
            Maaf….pak puh lancang….(@bung cucu: mohon ijin ngikut)…….

          • Pak puh@ walau bagaimanapun harus diakui dolly termasuk tempat bersejarah terutama rakyat sutabaya….terutama model “akuarium” yg terlihat dari jalan raya…..

            Bung jalo@ wah ga ngomong dari dulu…bisa belajar “aerodinamis” bareng 😀

          • Setuju bung Jalo..Sabtu – minggu Ok. Hari kerja juga saya usahakan hadir,.mungkin ngambil cuti

          • wah warga JKGR mau kopdar.. (sedih ga bisa ikutan) … semoga sukses bung” semua… dg Kopdar biasanya persahabatan makin kental.. JKGR makin rame 🙂

          • kalau bisa direalisasikan di tahun ini akan sangat bagus bung Jalo…kalau ada kesempatan saya juga mau ikut 🙂

          • bung Jalo tentukan saja tanggalnya,insya Allah kalau tdk ada waktu ngajar sy ikut. bung diego juga sebagai pemilik JKGR hrus ikut loh. hehehehe..
            bung diego knp g prnh nyumbang artikel lagi.?pdhl artikel bung keren loh krna tanpa bunga”

          • hadeeeh… rombongan medan ada yg mo ikutan kopdar gk y. ane doain sukses jg la u/ bung jalo n kawan2 warjag. klu medan yg ada industri PKS. ane tw bener ni TKDN dah 70%. d kerjain d bengkel rumahan malah. oot ah cerita sawit, malu ane ceritainya. semoga sukses kopdarnya

          • Bagi teman2 yg mau ikut baik yg terlihat atau SR kirim email ke saya aja di jalojkgr2014@gmail.com

            Nanti saya lihat kalau banyak saya tanya ke teman agar kita bisa tour, 😀

            Nanti kalau sudah ada jadwal saya akan beritahu teman2 atau nanti dibuatin artikel sendiri. 😀

          • eeeehhhh, jangan lupa ngajak mbah bowo yah, penasaran ama keriputnya 🙂

          • Siaaaaaap…..ane ikut biar masuk artikel…..n pas poto ke upload, diitemin aja pas wajah,biar kayak anonym gt……

            Btw, @ bung Jalo, sekalian bung afiq 0110 diajak jg, sapa tau ikut region Surabaya….hehehehe

          • itu email untuk pendaftaran kah bung Jalo….?apa saja syarat2nya ya…

          • Mantap idenya bung jalo
            Copy darat, setuju banget, kapan waktunya.
            Jika waktunya pass sy juga mau ikutan, untuk menambah wawasan, sekalian kenalan dengan para warjager jkgr.
            Slm darri lampung

          • Saya setuju ide kopdarnya Bung Jalo….. Saya daftar region Jakarta ya bung…..

          • bung Jalo.. pengen ikutan yah.. saya udah kirim email ke bung Jalo.. kabar-kabari dari jauh hari.. jangan ngedadak.. hahaha..

          • wahh asik tuh bung.,
            saya mau ikut kopdar nie.,
            saya pengen bgt melihat alutsista TNI dan pabrik2 pembuatan alutsistanya.,
            pengen ktemua ama sesepuh dsini (bung nara, bung jalo, bung diego, dll).,
            ohh ya bung jalo, saya mau tanya.,
            anda kenal sama MayJend R. Ediwan Prabowo, S.IP?

          • Ikut kopdar bung jalo… oya klo main k banjarmasin.. kasih tau sya yaa bung..tks

      • Yang ditinggalin kan bukan Kirov class bung.. Kirov class kayaknya baru wacana deh karena kelasnya cruiser. Yang diinginkan kan destroyer, jadi ya soveremenny, udaloy dan zeven provicien class. Yang jalan-jalan kayaknya kemarin juga soveremenny sama udaloy deh..

    • Salam bung jalo…kadang juga suka gregetan klo dengar orang kita jelek”in produk sndiri apalagi dri kalangan yang harusnya jadi pionir dlm mencintai produk dlm negeri.baru kemaren ngobrol” dengan orang dri korps baju coklat..petugas yang suka patroli dijalan…mereka begitu membangga banggakan senjata yang dipakai krna dri luar negeri,dan mengecilkan produk kita sendiri,yang katanya beratlah,tdk akurat lah,yang munisinya inilah…dan saya ckup menjawab knp bsa sperti itu,berarti usernya yang kurang….,klo produk kita jelek knp kita bsa juara umum di ausie knren pdhl pkek lokal semua…kurangnya rasa bangga dan cinta produk sndri dri aparat sprti inilag yg bkin miris…

      • Slm knl bung ammo . Bkn jekekin produksi dlm negeri mkn bnr kata petugas itu jg krn yg di kasih ke korp bj coklat itu jg kan produksi pertama dlu jdi suka macet mkn ini bsa menjadi kritik jgbung ammo .biar peneliti kita tau kelemahanya .

        • bung Ammo, yah saya juga sering denger omongan mereka. Sekarang mereka sedang menggilakan SS-2 V5A1 dan rencana polisi akan beli banyak. Helikopter juga sekarang korps baju coklat sudah mulai beli di PT DI lalu ada rantis, ini adalah langkah bagus. 😀

          Kan sudah dibuat SS-2 V5 dan sekarang mulai diminati korps baju coklat bung Amhar… 😀

          • bung jalo, saya kemarin ketemu anggota raider 303 garut, katanya SS2 materialnya mudah patah kalo jatuh yah..? apakah sudah diperbaiki kekuatan materialnya..?

          • Bung @UCAV mungkin nanya kemereka nya harus detail itu yg skrg di pakai SS2 versi berapa 🙂
            Kira2 mereka tau ga yah versi2an kaya gitu

          • Yup bener itu di SS-2 Versi pertama. Sekarang sudah disempurnakan. Coba atanya SS-2 V4 pasti jawabannya bodynya kurang enak. Nah lalu tanya lagi V-5 gimana?? 😀

        • hehehe.. lupa.. tapi mereka sendiri pengennya yang V5.. mungkin mereka sedah merasakan atau atensi dari teman mereka.. yang jelas mereka pengannya ganti ke V5..
          bung jalo, dikirain setiap markas punya heli yah.. ternyata disentralisasi di penerbad, kalo mau pake mereka harus ngajuin proposal.. apa gak keteteran kalo masa perang..? kalo tiap markas punya heli kan mudah buat patroli atau mobilisasi udara kalo dalam keadaan emergency…

          • Semua kembali ke anggaran bung UCAV,kalau sudah perang baru kita bicara TNI mau beli kapal induk jika memang diperlukan pasti dibeli. Kita punya Cadangan Devisa US$ 100,3 Miliar, mau beli Kirov juga bisa, cuman saat ini saya rasa kita belum butuh sejenis Kirov kalau buat pamer ngapain malah habisin cadangan devisa aja.

            Kalau perang itu berbeda, belanja alutsista saat jaman bung Karno itu karena disaat perang atau sebelum perang. 😀

          • kalo nunggu perang duluan apa gak terlambat bung jalo..? masa iya nunggu musuh dah di depan teras rumah baru kita beli jor-joran.. harga pasti di mark up dong karena kita beli butuh.. syukur kalo ready stock.. kalo indent gimana…? kecuali kita bikin sendiri, ceritanya bisa lain.. makanya saya seneng banget kalo kita bisa mandiri alutsista.. cuman ngeliat keluhan bung jalo atas kesadaran user dan pemerintah yang kurang terhadap R&D ini yang bikin saya ngedrop… meski ada satu-dua yang pro, kalo banyakan yang pro isi dompet masing-masing susah juga.. coba den karung kerjanya culikin yang korupsi juga, bukannya ngarungin kontributor JKGR yang ngeleaknya ga disaring… wkwkwkwk.. kidding…

  2. siap!!

    • KORUPSI, kalau di Indonesia yang sering adalah MARK-UP yang termasuk kategori GILA-GILAAN.
      Maka dari itu TNI suka barang IMPOR karena Melacaknya sukar sekali. sehingga Buatan Dalam Negeri cenderung Lumpuh

      Mahfud MD pernah membeberkan pengalamannya saat menjadi Menteri Pertahanan tahun 2000-2001. Ketika itu ia berada di Yordania untuk membeli persenjataan militer buat TNI.

      ” Saya diperkenalkan ke beberapa pialang senjata dan pialang tersebut menawarkan persenjataan militer dengan harga 2,5 juta dolar AS. Tetapi saya tegaskan kepadanya, itu sangat mahal sekali. Saya tawar kalau bisa 2500 dolar AS saja”

      pialang itu tertawa dan MERASA ANEH, karena baru pertama kali ini dia bertemu pejabat Indonesia yang menawar, BIASANYA mereka minta DINAIKKAN HARGANYA dan minta komisi atau kick-back.

      namun sesungguhnya praktek MARK-UP yang tidak nampak adalah BBM, Spare-Part dan kebutuhan sehari-hari.

      Hal itu bisa dibuktikan dengan Hutang BBM pada pertamina yang mencapai Triliunan dan kurang terawatnya Alutsista serta Prasarananya.

      Seperti kasus kemarin, Gudang amunisi Kopaska TNI AL Pondok Dayung MELEDAK, diduga karena bangunan Tua yang tidak terawat. saya yakin uang perawatan ada, namun pergi entah kemana ?

      KPK, meski Mr Moeldoko berkoar-koar KPK dipersilahkan masuk, namun hal itu hanya kembang bibir saja, karena kesempatan KPK masuk super kecil (mereka tahu itu).

      • Nah, penjelasan yg sangat detail dari bung Melectech. Militer kita selalu berdalih bahwa bagian dari “Rahasia” dan mereka akan tetap berlindung dibawah Pengadilan militer. Di kepolisian aja dalam hal pengadilan militer mereka aja sudah banyak ketidak beresan apalagi di Militer. Coba kalau TNI bisa transparan setahun berapa anak buahnya yg terlibat kasus Pidana, pasti rata2 prajurit dengan pangkat rendah. Yg tinggi apakah sudah sempurna, wong Nabi Muhammad aja masih ada salah dan diakui beliau. 😀

        • bung melektech komentar anda ada benarnya, tp percayalah bahwa tni tak seburuk itu dlm menggunakan anggaran, tetangga saya pernah cerita bantuan tni ke masyarakat gak dpotong, dan memang terbukti utuh, beda kalo lewat wakil rakyat pasti disunat. imho

          • Apa yg disampaikan bung melectech itu benar bung. Ini salah satu penghambat kemajuan industri alutsista dalam negeri. Contoh nyata saat tni memilih c 295. Orang2 PT. DI itu pada teriak…untuk apa c 295? Lha cn 235 itu bisa dikembangkan lebih jauh. Contoh lain tambang2 di kalimantan itu di backup siapa bung? Anda tau kan berita yg kemaren masalah tambang ini? Ada anggota tni yg melawan komandannya? Coba cek kekayaan para jenderal2 itu

        • Setuju dengan anda. Penjabaran yang tepat sasaran.

        • Setuju dengan analisa dan logika anda bung.
          Untuk membuat efek deterent ya harus di tunjuki, masak malah disembunyikan.

      • Jangan sampai jual solar untuk merawat alutsista ya 😀
        Masih ada gak sampai skr? Ini pecut untuk lebih baik!

        • sennopati @ Apa yang bung sampaikan di Kepri menjadi Fakta keseharian dimana – mana… (mengawal pelangsir solar) Hal ini yang membuat hati kecil kita tidak terima…. Kedepan Presiden Baru Harus bisa hal ini tidak boleh terjadi lagi..

      • Saya setuju dengan bung melektech, Kasus broker pembelian 6 su-30 Sampai skrg belum ada kelanjutannya. Pihak ke 3 yg di sebut di media ialah PT Trimarga Rekatama . SU-30 yg vietnam beli hanya 55jt tapi yg indonesia beli bisa sampai 83jt. bayangkan berapa besar selisihnya. Kalau benar ini ada KKN nya negara rugi 2 buah sukhoi untuk setiap 6 buah sukhoi. kalau beli 1 skaurdon berarti indoensia sudah kehilangan 6 buah sukhoi.

        walaupun ada inflasi dalam kurun waktu 5 thn gak mungkin bisa naik sampai 40-50%. merek lain saja tdk naik gitu banyak.

      • Yang paling ngeri adalah Heli Mi-17, banyak orang awam yang ngak tahu, bahwa harga sama, namun dalamannya di preteli…………… 30% uang beli masuk kantong…sehingga bisa ditebak, “JATUH” nyawa tak berdosa melayang, alasannya kena angin (“kena kenthut”).

        Itulah kejelekanya impor barang dari Rusia/China/Eropa Timur, MAFIA bermain.

        Kalau Amerika, Quality Controlnya bagus sekali, mereka ngak mau Produk mereka dibuat main-main, Contohnya kemarin nego Apache, Pihak Indonesia sendiri yang minta di “DownGrade”, namun ditolak, makanya jatuhnya mahal…

        juga F-16 dan Leopred serta Bung Tomo Class terhitung sangat murah dan mudah dihitung dan Akuntable (diumumkan ke publik)

        Makannya saya suka Produk Barat, karena susah dibuat Main-Main (Mark-Up), Jaman Pak To : Kasus Hawk 109/209 (Suap) dan Kapal Parchim (Ketidaklayakan, illegitimate deb) dengan mudah diungkap, karena sangat transparan

        • setuju sekali. beli barang perancis lbh bgs lah. Lebih jujur yg dari barat. Bukanya saya pro barat. Harga diri org barat lbh tinggi dr pada org timur. Mudah mudahan KPK usut Brokernya smp tuntas.

        • Sampe segitunya kah bung Melectech? Miris dengernya. Kasian para prajurit. Semuanya dikorbankan demi kantong pribadi para petinggi

        • Gak usah jauh2 ke alat militer, coba teliti pengadaan obatdi rumkit militer pasti bikin migren.. bnyk sales obat curhat tuh. Hal kecil mohon diperbaiki

      • Dari komen bung Melektech/bung Jalo ini makin mempertegas bahwa tidak ada lembaga negara kita yang bersih, terutama para pejabat oportunis yang menggunakan wewenang jabatannya untuk memperkaya diri. Korupsi ini seperti penyakit yang susah sembuh. Kita ngga bisa berharap akan ada kesadaran moral dari para pelaku tersebut untuk menghentikan korupsi, ya karena sistem mendukung/memungkinkan untuk itu. Lha wong pengadan kitab suci saja dikorupsi. Atau mungkin pernah denger orang yang sebenernya gak mau korupsi, tapi mau tidak mau harus ikut kalau mau tetap kerja disitu…

        Berharap sangat pada pemerintah mendatang siapapun itu, untuk merevolusi sistem kita di segala lini agar tidak memberikan celah untuk bisa menyalahgunakan wewenang jabatan (dari hulu ke hilir di pusat maupun daerah). Ini mungkin sangat sulit, perlu orang-orang dengan komitmen yang luar biasa, terutama di kabinet mendatang.

        Satu lagi, kontrol publik sangat perlu. Kalau pun ada alasan kerahasiaan sehingga publik tidak bisa mengontrol ya paling tidak kita punya lembaga independen yang bisa dipercaya untuk mengawasi kinerja para pejabat (mungkin bisa langsung di bawah presiden sehingga presiden punya kontrol lebih luas di kementriannya). Maksud saya lembaga ini bukan seperti KPK yang menindak setelah korupsi dilakukan, tapi lembaga yang mengawasi/mengontrol/audit kebijakan dan pelaksanaan kebijakan di semua level di semua lembaga negara.
        Susah juga ya, tapi saya percaya kita masih punya banyak orang pintar & jujur seperti sebagian komentator warjag 🙂 Mungkin sekarang sudah ada ya semacam ombudsman tapi kok kayanya gak efektif..

        yah ini cuma harapan saya sebagai rakyat biasa agar republik ini kuat dan bisa mensejahterakan rakyatnya…suwun

        • Betul Bung pertamax, Mestinya indonesia harus mempunyai lembaga tersendiri khusus untung pembelian alutsista dan biaya militer.

          Justru pembelian yg namanya “RAHASIA” inilah yg rawan korupsi seperti “MARK UP” harga yg Bung Melektech katakan.

          sampai skrg ga abis Pikir kenapa Vietnam Beli SU-30 $55jt sedangkan Indonesia $83jt. Kita anggap lah Inflasi 5 tahun. Jg tidak naik segila itu dari 55 ke 83jt itu hampir naik 50%.

          Harga F35 saja yg lebih canggih harganya diperkirakan $85jt di thn 2019 nanti.

  3. Bung Jalo apakah kedepan kita bisa membangun keseluruhan kapal di dalam negeri ?

  4. Pencerahan lagi bung..ini edisi siang yah bung?…Kalau ada kabar mengenai perkembangan kerjasama dengan Ficantieri mohon dibabar ya bung?

    • Ficantieri kerjasama apaan??

      • Dulu pernah disinggung lho bung Jalo oleh TB hasanudin mengenai keberatannya mengenai pemilihan DSNS. Kabarnya TOT yang ditawarkan Fincantieri lebih baik, serta rancang bangun yang memadai dalam kampanye PKR? Kembali pada kasus Changbogo, ternyata ada deal dari keberatan HDW yang kita akomodir…Lagipula galangan ini juga punya kemampuan dalam rancang bangun kasel, sehingga ada produk kasel mereka dengan rusia?

  5. Percaya…

  6. Jaya trus indonesiaku…

  7. Pray for Indonesia……
    Mantab bung jalo

  8. yang dimaksud overhaul cakra dan nanggala tahun 97 dan 99 oleh PAL itu bagaimana bung??

  9. sesuai janji, terimakasih @bung jalo

    • sama-sama bung Raymond, kalau artikel dalam negeri pasti kurang peminat berbeda tapi tetap akan saya buatin agar teman2 bisa tahu seperti apa kemampuan negara kita ini. 😀

      • Jangan khawatir bung, saya yang akan membantu misi anda secara langsung dan lisan, di luar negeri..! Mari kita pahat optimisme kebangsaan kita di atas dinding-dinding karang, agar angin yang bertiup tidak mampu menghempaskannya. Tapi biarlah cukup kita tulis pesimisme bangsa ini di atas pasir, agar kelak ketika angin dan arus pasang tiba, tulisan itu pun turut lenyap. Akhirnya, orang-orang akan melihat ke arah dinding karang itu. Di situ masih terpahat optimisme bangsa kita. Di situ masih tergores rangkaian peta masa depan bangsa Indonesia. Di situ ada kita..! Hehehe..! Salam hangat bung..! Selamat, sukses dan semangat selalu untuk anda semua..!

        • Terima kasih bung Yayan sudah jadi jubir kita ke negara luar. Kata bung Yayan itu membuat hati saya tersentuh, kata2nya bisa dipinjam ya buat saya share ke teman2 peneliti kita biar mereka juga tahu bahwa banyak anak bangsa yg mendukung hasil kerja mereka. 😀

        • Salam kenal bung Yayan, nice kata-katanya, bikin bulu kuduk berdiri. Memang optimisme hrs terus dijaga sampai napas kita berhenti. Tetap terus menjaga api semangat utk kejayaan negeri ini krn ini semua tititpan anak cucu kita utk kita jaga, pelihara dan kita kembangkan agar anak cucu kita tetap bisa menikmati karunia Allah yg luar biasa yaitu NKRI. Salam kenal juga buat bung Jalo, suka dengan artikelnya yg luar biasa!

      • @Bung Jalo – bertanya sedikit mengenai design kapur terkini :
        1. Mengapa kecenderungan berbentuk “boxy” atau bersegi kaku (eg : pic 1), bukankah dengan pengaplikasian design sedemikian rupa dapat memperluas bidang paparan sehingga mempermudah kerja pendeteksian oleh radar?
        2. Alasan apa kapur tidak mempergunakan design yang lebih aerodinamis (eg : bridge/kubahnya berbentuk dome setengah lingkaran dst)?

        Maaf pertanyaan tukang sayur yang ingin pintar 🙂

        • La-Fayette itu kan kaku juga bentuknya , tapi dgn model spt itu dia bisa menjadi stealth , sama sprti Zumwalt DDG-1000 , stealth juga itu kapal kan ? Nah mungkin model spt itulah yg lebih susab dideteksi radar bung, IMHO…

          • Betul sekali neng….
            Apalagi design zumwalt rataaaaaa banget permukaannya tanpa lobang dan sudut-sudut antar kompartemen dan lihat sudut hull nya seperti bentuk segi tiga sehingga dipastikan gelombang radar dipantulkan ke atas semua tidak ada yang balik ke radar…cmiiw

            Ini sudah menjawab pertanyaan bung raimond…imho

        • Nah kalau masalah desain saya pernah belajar tapi nyerah jadi saya juga oot. Coba saya minta tolong bung Java yg ahli dalam masalah ini, kali aja beliau mau membantu, 😀

        • Saya bukan ahli bung Jalo anda yang peneliti, saya mantan DO kampus malah:…

          Kalau bulat atau dome baik pesawat maupun kaprang malah gampang terbaca radar krn RCS malah tingggi
          Kalau ga salah RCS = Radar Crass Section.

          Jawaban selanjutnya saya kembalikan ke bung jalo…..itu sudah mentok ilmu saia : D

        • Bung Raymond mungkin lebih gampang kasih contoh soal design kapur terkini.. Nanti saya bantu, 😀

        • Dan masalah ‘memperluas bidang paparan’ memang benar pendapat bung tp dinetralisir dengan upaya utk Kaprang harus ada sudut ‘bidang paparan’ baik lambung (hull) atau deck dengan cara: 1. Sudut hull atau deck searah garis vertikal minim atau sama dengan 35 derajat agar pantulan radar berbelok atau tidak kembali diterima radar 2. Pada struktur bangunan di deck diusahakan tertutup rapat dan rata pada sisi samping kanan kiri ( sepanjang hull kapal) tanpa ada lobang atau sekat2 menjorok masuk dan keluar antar kompartemen utk mengurangi RCS …. lihat design lafayete prancis

        • Apa itu RCS ????
          Dari kepanjangannya bisa ditebak…..tp penjelasannya bisa puanjaaaaang serius, bisa digoogling masalah RCS

        • mungkin bisa saya tambahkan, rancangan pertama pesawat stealth juga berbentuk kotak (F-117) yang kurang aerodinamis sehingga kecepatannya subsonik, lompatan jauh pada rancangan pesawat stealth berikutnya (F-22) dimungkinkan oleh meningkatnya kemampuan prosesor komputer untuk menghasilkan bentuk yang lebih smooth.

          karena kapal jauh lebih lambat, pertimbangan aerodinamis tidak krusial dalam desain, sehingga dapat tetap berbentuk kotak, seperti klewang.

          • Eh bung danu….baru muncul he he

          • Terimakasih @bung Jalo, @bung Imperfections, @bung Java Indonesia, @bung Danu atas ulasannya. Saya sudah dapat big picturenya. Tq

  10. Padahal produk dalam negeri lebih murah, ‘meriah’, dan kualitas bersaing…tp klau beli dr luar kan tendernya gede….

    • Karena tender gede itu penghasilan bertambah, 😀

      Mengutip Quotenya pak Habibie…
      “Saya menyebutnya (keuntungan sesaat) ini skenario VOC. Coba bandingkan dengan Amerika. Pembiayaan industri untuk kemandirian. Berbeda dengan kita, pengembangan teknologi tidak maju, karena yang dicari hanya keuntungan dolar Amerika saja. Saya orang tua tapi tidak buta,”

  11. Komen awal bung jalo@ masalah teknis pkr sedikit mengenai ciws yg cuman 1 biji dg penempatan di depan: sebagaimana fungsi asasi dr ciws utk menjaga “safety” kaprang terutama dr ancaman rudal anti kapal baik ssm atau asm dengan jumlah fan penempatan seperti itu maka hanya bisa melindungi/mencover pkr sebesar 30% dari serangan rudal anti kapal meskipun orleikon bisa berputar 90 derajat. Harusnya minimal 2 biji orleikon dg penambahan 1 lagi diatas hanggar copper atau pembahan 2 niji ak 630 pada samping kiri-kanan akan bisa mencover pkr 90s/d 95%….imho

    • Tambahan:
      Penempatan ciws seperti foto pertama diatas hanya bisa nencover 30% pkr yaitu pada bagian depan saja…..padahal rudal anti kapal pada umumnya menyerang pada arah memotong arah lambung kapal. Jadi pkr masih kurang “safety” bahkan 60% kekosongan pertahanan ciws. cmiiw

      • Iya bener bung Java, semua itu kan mengikuti desain yg diberikan pihak DSNS. Saya juga melihat demikian, apalagi VL SAMnya ditempatkan didepan, yah mau gimana yg dikejar kita kan ToT dan bisa bangun sendiri. Kalau sesuai disain kita sih bagus, ada penempatan VL SAM di pertengahan Kaprang. Tapi desain kita mungkin bisa terlaksana pada tahun 2017, saat ini disempurnakan lagi desainnya. Nanti kalau 2016 kita sudah menguasai teknologi ini, 2017 bisa kita kembangkan sendiri, 😀

        • Bung jalo…kalo VL SAM di depan kan gak ada masalah…arah luncurnya vertikal dan baru pada ketinggian tertentu berbelok menuju arah sasaran…

          Bung java….betul CIWS nya kurang.minimal ada 2 depan dan belakang…kalo tengah bs di pasangin cal 20 mm oerlikon atau rheinmetall (copotan jg boleh 😛 ) yg lebih efisien…

          • Betul bung….tuh kapal bisa jd “sitting duck”, krn ciws atu-atunya penangkal rudal anti kapal dan dikatakan safety apabila bisa mengcover 360 derajat area perlindungan kapal. Harusnya kedepan ditambah orleikon 1 biji di posisi diatas hanggar hello atau 2 biji ak 630 samping kanan kiri antara garis sumbu tengah kapal….cmiiw

          • Bisa aja bung, kalau sudah ada kan nanti dilakuka SAT. Dari situ kalau masih bisa dimungkinkan kalau TNI merasa perlu tinggal ditambah, wong kapal Van Speijk aja dirubah sama TNI bisa gotong Yakhont. 😀

          • Betuuuuuuul bung jalo, itu maksud sayah….. 😀

          • Bung Java dan bung Wehr kalau masalah pemasangan VLS coba lihat berita tahun 2012 ini… Jadi kayaknya tidak sulit deh… 😀

            TEMPO Interaktif, Surabaya – Kemampuan Alutsita TNI Angkatan Laut akan segera bertambah. Ini terlihat dari salah satu KRI yang dimilikinya segera memiliki rudal Yahkunt buatan Rusia. Rudal ini punya daya jelajah super jauh yaitu 300 kilometer.

            Untuk memasang rudal ini, TNI-AL mempercayakan pada devisi Kapal Perang yang dimiliki oleh PT PAL Indonesia.

            Kepala Proyek Pemasangan Rudal Yahkunt dari PT PAL Indonesia Sutrisno mengatakan, rudal yang dibeli dari Rusia ini berjumlah empat misil dan akan dipasang di KRI Oswald Siahaan (OWA).

            Pemasangan rudal ini telah dikerjakannya selama tiga minggu terakhir. “Kemungkinan Juni pemasangan sudah rampung,” kata dia, Rabu (17/2).

            Keempat misil rudal Yahkunt ini rencannya baru tiba di galangan PT PAL pada bulan April mendatang. Sambil menunggu datangnya rudal itu, PT PAL saat ini telah membuat tempat dudukan rudal tersebut diatas KRI OWA.

            Yang pasti, dengan pemasangan rudal ini, kata Sutrisno, membuktikan jika kemampuan dari PT PAL tidak diragukan lagi.

            Untuk devisi tempur sendiri, PT PAL ditahun 1995 hingga 1997 juga pernah melakukan overhaul (perbaikan total) pada dua kapal selam milik TNI-AL yaitu KRI Cakra dan KRI Nanggala.

            Padahal, untuk overhaul kapal selam, biasanya TNI harus mengirimkannya ke Korea Selatan. “Padahal sejak dulu kita sebenarnya mampu,” kata Sutrisno yang juga wakil Ketua Serikat Pekerja PT PAL ini.

            Untuk memasang rudal Yahkunt, PT PAL sebenarnya juga telah berpengalaman karena beberapa waktu lalu juga berhasil memasang rudal buatan China di KRI Hiyu dan KRI Layang.

            Ketua Serikat Pekerja PT PAL Yuniarto Leksana, menambahkan, selain overhaul kapal selam, devisi tempur PT PAL juga pernah memperbaiki kapal perang jenis corvet tepe sigma buatan Belanda yang biasanya perbaikan kapal jenis ini harus dilakukan di Swiss. “Saat itu kebetulan kapal ini sudah rusak berat dan tidak bisa dibawa ke Swiss. Terpaksa TNI meminta kita,” katanya.

            Tak hanya mampu melakukan perbaikan, saat ini PT PAL setidaknya juga sedang dalam proses merakit sebuah KRI yang rencannya akan diberinama KRI Banda Aceh milik TNI-AL

            ROHMAN TAUFIQ

            Yg sulit apa hayoo ?? 😀

          • Ga ada yang sulit bung untuk ahli2 kita…..
            Harap ingat PAL itu biasanya sebagai LEAD INTEGRATOR atau khusus untuk artikel tempo di atas sebagai MAIN CONTRACTOR loh bung jalo he he

            Jadi maaf kalo nanya2 detile masalah rudal atau masalah installment rudal ke orang pal yah ga ada yang ngeh….yang ngeh subcont atau arang armada yang lebih tahu pastinya

            Maaf cucu lancang (*c coret = s)

          • …PT PAL juga pernah memperbaiki kapal perang jenis corvet tipe sigma buatan Belanda yang biasanya perbaikan kapal jenis ini harus dilakukan di Swiss…

            wah, harus dipotong2 dan diangkut lewat darat klo mau ke swiss..

          • Bung danu@ itu perbaikan replating atau cuman perawatan/pembersihan body lambung dan pengecatan???.

            Setahu saya blom pernah replating (penggantian plat baja yang rusak)…..
            Dan lerlu dicatat bung danu dilapangan jenis plat tergantung user mau pake bawaan asli atau beli yang ada di lokal atau dipasaran….terserah ga harus sama bawaan asli. Imho

          • bung java,

            saya juga gak tahu persis jenis perawatannya, yang pasti swiss itu gak punya laut / pantai, sehingga harus berliku jalan yang yang ditempuh sang sigma (ketularan puitis mbah bowo)

            🙂

          • He he tenang bung danu@
            Intinya PAL mampu bung danu……

            Tp yah harus pilah2 jangan sampai “latah” (maaf) buat warjager ahwa PAL khusus design dan pembuatan kapal untuk detile armament yah pemilik merek dan user yang lebih tahu….jadi seperti yakhont ahli PAL berinovasi sesuai domain-nya yaitu: bagaimana menempatkan yakhont sesuai permintaan user dan syarat ketentuan yang punya merek tp tidak mengganggu kinerja dan kestabilan kapal dan bagaimana teknik pemasangan vls yakhont di kapal sesuai permintaan dan syarat ketentuan berlaku……
            Kadang ada orang nanya masalah rudal ke pal type saja kadang banyak yang tidak tahu krn itu sudah masuk ranah armada dan yang punya merek rudal…pal hanya rancang bangun kapal dan perbaikan serta inovasi sesuai dengan permintaan user ……cmiiw

          • Mungkin disini kali ya… Mungkin loh, 😀

            http://swiss-shipping.com

          • Lebih dalam lagi bung danu@ sekedar info….
            Krn hanya sebagai perusahaan rancang bangun atau designer dan lead integrator maka pal sangat bergantung untuk masalah ketersediaan part kapal di dalam negeri krn bukan domin pal masalah penyediaan part dan bahan, so…..bisa jadi tni al ke swiss dikarenakan bukan masalah kemampuan pt pal tp masalah part…..mungkin. imho cmiiw

        • Berati maksud bung jalo design kapal punya kita tube vls sam-nya bisa nambah jumlahnya di posisi tengah…… WoW !!!!
          Kira2 kalo sudah jadi dg panjang 150m maka displacement bisa nambah antara 4000 s/d 6000 ton tergantung keahlian kita, so vls bisa 16 depan dan 16 tengah jadi total frigate rancangan kita bisa bawa vls 24 s/d 32 buah….mantaaaaaab !!!!

          Semoga sukses design nya bung jalo sungguh klimaks saia….. 😀

          • Hahahahaha, bukan saya yg desain bung itu didesain para desainer kita. Ada teman yg selalu maksa saya belajar dasar desain, tetapi saya selalu bercandain dia, “Loe ngajarin yg gak bener terus ke ane. Mosok ngajarin ane kepalanya kalor tengah, nanti gak ganteng lagi dong saya, 😀 ) makanya saya belum bisa mengerti hasil2 yg dia kasih karena semua berkaitan dengan rumus, 😀

            Mungkin biar ane gak ngerti kali ya, 😀

    • Koreksi:
      Bukan berputar 90 derajat tp 360 derajat sumbu horisontal

  12. Q: Untuk kemampuan stealth dan jamming radarnya gimana bung @Jalo ?
    Q: sonar yg dipakai aktif atau pasif?
    Q: apa benar radar yg digunakan type smart-s mk2? Berapa ya daya jangkauan nya?

  13. Salam kenal Bung @jalo…
    semoga setelah kita menguasai TOT, kita bisa ciptakan lebih banyak alutsista dlm negri.
    buktinya matra laut sudah banyak bermunculan produknya… sebentar lagi semoga proyek LFX bisa berjalan lancar, sehingga matra udara juga banyak bermunculan produknya….

    • Terima kasih bung Prajurit, intinya mari kita dukung dan percaya dengan kemampuan para ahli kita. Buktinya diluar mereka bisa memajukan bangsa lain, seperti LM, Boeing, Airbus, Thales, KAI, Mitsui Engineering & Shipbuilding, Hyundai Heavy Industries, Devonport Dockyard, dll. Kenapa dalam negeri tidak bisa?? 😀

  14. Bung Jalo, terima kasih untuk sharing materi terbarunya. Kalau bisa dijelaskan lebih spesifik lagi, rencana pembangunan kapal yang panjangnya 150 meter pada 2016 nanti, kira-kita akan berwujud kapal jenis apa ya? Bagi saya, pencapaian PT PAL ini, nanti akan melengkapi kebanggaan PT PAL yang pernah di raih sebelumnya. Saya masih ingat, di awal dekade 1990an, kita untuk pertama kalinya telah mampu meluncurkan kapal dengan panjang 100 meter, yang dinamai kapal kelas Caraka Jaya. Waktu itu Habibie pernah bilang, jika suatu bangsa sudah mampu membangun kapal yang panjangnya 100 meter, maka untuk membangun kapal lain yang lebih panjang, hanya tinggal persoalan kebutuhan dan uang. Karena dari aspek teknis dan kemampuan SDM, kita sudah memilikinya. Keyakinan dan kebanggaan ini, telah menjadi bekal saya ketika melanglang buana. Saat saya bekerja di atas kapal yang panjangnya 480 meter, saya sempat mengkhayal, jika PT PAL sudah mampu membangun kapal sebesar itu, saya yakin, kemanapun kita pergi, lapangan kerja akan terbuka untuk orang Indonesia. 150 meter, itu berarti kurang lebih sama dengan sepertiga panjang kapal yang pernah saya tumpangi. Cukup panjang, dan saya bisa membayangkannya..! Saya sangat bangga, dan akan senantiasa setia menantikan perkembangan dan kabar berikutnya. Terima kasih bung..! Salam hangat dan selamat berakhir pekan untuk anda beserta keluarga. Salam Indonesia Besar..!

    • Assalamu Alaikum
      Bung yayan@indocuisine.com sebenarnya aku ingin membaca tulisan terbaru saudara.

    • Hehehehehe, saya sangat senang dengan ketelitian bung Yayan atas artikel2 saya. Clue2 itu selalu saya sembunyikan dibalim cerita2 dan selalu dibuat tidak transparan. Ok bung Yayan, untuk detail saya belum bisa menjabarkan karena konseptual desainnya masih terus disempurnakan. Intinya, untuk kelas Destroyer itu kita berharap dengan desain dan dibuat oleh Dagri karena sesuai dengan UU. Diproyeksikan pada 2017 kita sudah bisa memulai project tersebut, asal…. kita sudah bisa menguasai teknologi frigate.

      Iya bener seperti kata Pak Habibie, kalau melangkah kedepan itu mudah itu hanya persoalan kebutuhan dan uang. Untuk armament itu tinggal aplikasinya aja, diatas saya sengaja menulis PT DI, PT Len dan PT Pindad karena mereka sudah membantu mengaplikasikan armament kepada kapal FPB maupun KCR. Dan diprogram ini mereka akan membantu combat system dan electronic.

      • Terima kasih untuk penjelasannya bung..! Seneng banget, karena ternyata industri maritim kita tidak mandek. Tenang dan bangga..! Hehehe..!

        • Alhamdulillah saat ini dan kedepan akan tercerahkan bung yg penting masyarakat tidak salah pilih pemimpin kedepan. 😀

          • Saya pribadi sangat bangga dengan Habibie yg telah meletakkan pondasi industri strategis, yg saat ini jadi tumpuan alih teknologi dari luar negeri. Coba bayangkan kalau Industri strategis tsb belum terbentuk, jadi seperti Malingsial ngotot kemandirian industri strategis, tapi lembaganya belum ada, jadi masih jauh panggang dari api. kedua dengan JK yg telah berhasil mewujudkan ANOA, meskipun beliau bukan Jendral, tetapi dengan keberanian beliau sebagai pemimpin, telah membawa industri militer kita jadi percaya diri. JK telah terbukti jadi pemimpin yg nasionalis sejati.

          • Iya bener, salah satu kandidat capres kita punya misi jika terpilih akan mengajak tim ahli kita yg diluar negeri dan mebangun dalam negeri. Pak DI setuju dan ikut dengan capres ini, termasuk sejumlah nama sudah dipegang mereka dan menjadi prioritas agar mereka bisa membangun negeri kita tercinta ini. 😀

          • waduh yg bener bung jalo, kalo gitu rencana golput saya batalkan deh, mau ngekor pak dahlan jg!

      • Maaf saya koreksi sedikit, bukan destroyer tapi real frigate. Nanti setelah real figatenya jadi tinggal kembangkan ke destroyer. 😀

    • Masih ingat star 50 bung yayan? Itu kapal niaga terbesar baik dimensi dan bobit (dwt) yang pernah pal bangun, panjang 190m dwt 50.000….tp memang ada perbedaan asasi dalam rancang bangun kapal niaga dan kaprang, misal yang mencolok masalah kestabilan kapal. Kapal niaga stabil apabila pada kondisi angin dan tinggi gelombang tertentu atau ‘sea state’ tertentu masih dalam kondisi seimbang tidak miring dan tenggelam pada Kaprang ada tambahan kondisi stabil pada ‘MANUVER’ extrem tertentu bisa dijalani dengan mulus dan kembali lagi seperti semula tanpa miring dan tenggelam atau terbalik padahal muatan kaprang bermacam2 bentuk dan distribusi beban yang tidak merata, memang agak susah memenuhi spec kaprang sesuai request standard militer sehingga memang kita harus belajar mulai “nol” lagi utk design Kaprang.

      • Dan tambahan:
        Design star 50 ini pernah direncanakan utk dijadikan design LHD kita….krn star 50 termasuk kapal dg design terefisien di kelasnya. Kalo ga salah penghargaan asia meski dasar design dr kapal dok jepang yang kita copas waktu jaman habibie……tp mantaaaab hasilnya.

        • Makanya desain yg 150 m diminta tidak dipublikasikan detailnya karena sedang disempurnakan. Desain kapal perang ternyata susahnya minta ampun, saya kemarin sempat belajar dasarnya agar ngerti dan saya pun angkat bendera putih 😀

          Makanya desain kedepan ini akan rumit, karena yg dicari selalu gahar adalah efisiensi, saya salut sama 90 orang desainer kita yg membuat desain ini. 😀

          • Mantab dong….bisa bocorin dikit bung jalo rasa rusky yang mananeh 150m nya?? 😀

          • Itu bukan rasa rusky bung, tapi rasa asli Indonesia.Saya bener kurang ngerti bung soalnya bahasanya seperti ini nih, 😀

            Teknik yang digunakan untuk mendeteksi kondisi keausan bantalan termasuk pengukuran ketebalan lapisan film, pengukuran kesesumbuan poros, analisis signal getaran, dan lain-lain sudah dilakukan.

            – Daya Efektif (PE) adalah besarnya daya yang dibutuhkan untuk mengatasi gaya hambat dari badan kapal (hull), agar kapal dapat bergerak dengan kecepatan servis sebesar Vs.

            P = R xVs

            – Daya Dorong (PT) adalah besarnya daya yang dihasilkan oleh kerja dari alat gerak kapal (propulsor) untuk mendorong badan kapal.

            P = TxVa

            – Daya Yang Disalurkan ( PD ) adalah daya yang diserap oleh baling-baling kapal guna menghasilkan Daya Dorong sebesar Pt

            P = 2? Qd n

            dimana Q adalah torsi yang disalurkan dari main engine dan n adalah jumlah propeller.

            – Daya Poros (PS) adalah daya yang terukur hingga daerah di depan bantalan tabung poros (stern tube) dari sistem perporosan penggerak kapal. Effisieiensi shaft sekitar 98% dari Daya Rem / Brake Power .

            Apa gak ngangkat bendera putih saya, kalau hitung2 telemetri atau masalah aerodinamika saya masih bisa. Kalau masalah kapal saya angkat bendera putih apalagi Kaprang, 😀

          • Oooh masih standard “mechanical umum” bung… wkwkwk 😀
            Biasanya yang khusus masalah ke-stabilan atau penghitungan ‘momen inersia’ pada kaprang pasti rumit, krn itu tadi harus bisa mengakomodasi segala tetek bengek peralatan dan muatan sesuai fungsi dan posisi terbaik dengan manuver ekstrem (istilah gerakan2 yg lazim utk AL) misal ngepot ngepot untuk memburu ks atau gerakan apa namanya yang berputar 360 derajat dengan kecepatan penuh……sambil bawa tiang radar dll, kalo ga jago apa ga terbalik 😀

          • Iya betul bung masalah akustik atau getaran malah runyam buat dihitung…….apalagi buat saya, saya ga berani ambil sks itu dulu he he….drpd jd mahasiswa abadi. Ini aja dulu lulus 6,5 tahun kuliah….mantab ga blo’on nye 😀

          • ternyata ini anak2x mektek, mekflu, matek, dintek …

          • Iya bener bung java, itu baru sedikit rumus yg diberikan, ada yg lebih parah lagi dan saya langsung diam plongo ghitu, seperti hitung2an berat beban dan hitungan manuvernya. 😀

            Bung Flores, banyak banget, 😀

          • adakalanya harus realistis, ada tetangga bikin KS … body dan mekatronikanya .. alhasil lulusnya 7.5 tahun ha ha ha. kalo kapal permukaan pakai giroskup nggak ya bun Jalo? Sepertinya yaw, roll dan picth ada walau gak kayak peswt/kasel

          • Pasti bung baik Accelerometer atau Giroskop.

            Seperti pada Inertial Navigation System (INS)) adalah sebuah bantuan navigasi yang menggunakan sensor komputer, gerak (accelerometers) dan sensor rotasi (giroskop) untuk terus menghitung melalui perhitungan mati posisi, orientasi, dan kecepatan (arah dan kecepatan gerakan) yang bergerak a objek tanpa perlu referensi eksternal.

          • Kayaknya bung Flores senang Iptek juga ya, 😀

      • Saya teringat dengan pengakuan seorang kapten kapal dari Norway kalau gak salah. Dia pernah membawa kapal star50 ini merapat di salah satu pelabuhan di US. Ketika dilakukan inspeksi oleh pihak kepabeanan US, mereka terkesima dan seolah tidak yakin, jika kapal sebagus itu ternyata dibuat oleh negara sekelas Indonesia. Sebelumnya mereka berpikir bahwa kapal itu buatan Jerman. Maklum semua sudah tahu, kapal Indonesia biasanya memang rasa Jerman. Hehehe..! Star50, adalah kabar terbaik yang saya terima dari PT PAL. Teknologi dan kualitas pengerjaannya sangat luar biasa, tapi harganya selalu berada di med to up range..! Jadi walaupun bagus, kapal ini akan sulit dilirik oleh pengusaha lokal. Mungkin perlu dibentuk sebuah lembaga pembiayaan komersial yang concern pada sektor kepemilikan sarana dan prasarana niaga maritim dan udara, sehingga semua hasil karya unggulan anak bangsa bisa melenggang di pasaran dengan lebih mudah dan mulus. Hehehe..!

        • Iya bener bung Yayan, cara mempermurah penjulan adalah dengan menaikan nilai TKDN. Saya ketemu di PT Pal, dan beliau mengatakan memang masalah ini sudah pernah di komplain pengusaha lokal, dan mereka sedang menyiapkan project yg nantinya sesuai dengan kekuatan pengusaha lokal.

          Seperti Project Well Head Platform Madura BD pesanan HCML (Husky-CNOOC Madura Limited) yg sekarang sudah dilakukan First Steel cutting. Agar lebih murah PT PAL dibantu Offshore Oil Engineering Co. Ltd (COOEC) dan PT Supasi Widya Engineering dalam tahapan engineering maupun pengadaan material dan dibawah pengawasan Klas yaitu Biro Klasifikasi Indonesia. 😀

          • terakhir dapat update, sepertinya TKDN juga menyangkut jasa, misal rancang bangun, IP dsbnya. Jadi nggak selalu artinnya komponen.

          • Wah bung jalo ngikutin perkembangan rekum pal juga neh… hahah 😀

          • Bung Flores, bener sekali.
            Mungkin maksudnya tidak selalu material kali bung, 😀

            Saya sering diinfoin teman karena saya senang ngobrol baik melalui whatsapp atau kalau mereka ke Jakarta pasti ngajak Kopdar bung Java, 😀

        • salam bung yayan, dinanti kelanjutan cerita nya… i’m big fan of ur “novel” bung..

          btw.. masalah perasaan minder kepada orang kulit putih ini yg menjangkit di bangsa ini secara kronis dan akut bung…
          ga abis pikir saya…
          kenapa kalau bikinan luar mesti dikesankan wah.. lalu bikinan anak negri selalu di cemooh..
          apa ini gara-gara mental rendah diri yg ditanamkan penjajah..
          padahal FAKTANYA.. kita berperang dgn mereka 350 tahun..
          dan kita berhasil mengusir mereka..
          kemerdekaan kita bukan pemberian. namun perjuangan..

          lalu masalah mental feodal bin land lord… kl ini menjangkiti sebagian besar dari pejabat publik…
          dan ini adalah sebab kita susah mengadakan akselerasi pembangunan, lepas nya samsung, sony, dll
          akibat mental ini..
          birokrat yg sepatutnya menjadi pelayan, malah mengedepankan mental penguasa.. dan kata kuncinya AKU OLEH OPO.. (aku dapat apa)..
          gila khan.. !?

          • makanya sekarang ada capres yg akan menularkan mental AKU RAPOPO meskipun gk dapet bagian 🙂

        • Bung yayan; ditunggu artikelnya nih 🙂 sekedar menambahkan di kita sudah ada lembaga khusus yg bergerak dibidang financing maritim dan persero malahan yg berktr pusat di drh cikini PT PANN persero dan telah berdiri sejak 1973 kalau tdk salah; namun menurut saya dgn sekian tahun masa berdiri rasa2 nya perusahaan persero ini scr ukuran memprihatinkan atau boleh dibilang scr profil keuangan kurang bagus; ini bukti kurangnya respon pemerintah thd industri maritim; fyi perusahaan ini kalau tdk salah mjd anak perusahaan bank mandiri krn pernah mengalami kesuli
          tan keuangan akut dan nyaris bangkrut krn miss financing atau kredit macet.
          Mempertimbangkan betapa besarnya industri maritim dan potensinya maka layak persero ini mendapatkan perhatian khusus dr pemerintah terkait struktur permodalannya dan financing skimnya dgn mengandalkan dana2 jk panjang shg sangat kompetitif manakala memberikan financing dan menurut saya bidang financing tdk hanya perkapalan niaga saja namun bisa masuk ke sektor migas spt platform construction alat2 survey dan inspeksi kelautan dan pabrikasinya; kapal2 nelayan ; kapal2 offshore dan bahkan kaprang.
          Dan fyi caraka niaga dulu di financing oleh persero ini.

          @bung jalo ; saya setuju sekali soal naiknya tkdn sbg alat politik ekonomi demi perusahaan lokal dan khusus soal kemampuan rancang bangun berikut rekayasa serta konstruksi platform, pt pal tmsk yg terbaik, saya bbrp kali tinjau project ktr saya kerja di pal tmsk wellhead platform yg bung sebut diatas saya sdh saksikan. Dan menurut saya kebijkan tkdn akan tambah maknyuuus apabila diiringi komitmen menggunakan mata uang rupiah spt yg saya pernah sampaian di forum ini sebelumnya u stabilisasi moneter dan sesuai amanat uu mata uang no no 7 tahun 2011; maaf oot saking gregetan thd pemerintah soalnya terkait kemandirian bangsa 🙂

          • Oooh iya terima kasih boeng Peorboyo mengingatkan saya kembali. PT PANN multy finance, nih perusahaan ini didirikan untuk membiayai kapal dengan tujuan mengembangkan armada niaga nasional. Kontribusinya banyak juga, sudah puluhan kapal nasional menggunakan jasa PT PANN, lalu sudah 70-an kapal dibangun oleh nih perusahaan. Melihat perkembangan industri kapal dan permintaan dalam negeri perusahaan ini sudah mulai menguntungkan kok. Tahun 2012 PT PANN Multi Finance berhasil mendapat laba Rp 102,29 miliar. Dulu pernah macet karena nih perusahaan membiayai berbagai jenis barang modal, tapi tahun 2004 kembali lagi untuk pembiayaan kapal karena bisnis ini lebih menjanjikan. Semoga mereka selalu sukses ya.

            Saya tertarik UU Mata uang, bagusnya dalam pembelian alutsista dalam negeri harus menggunakan mata uang negara seperti tertuang di Dalam BAB VII UU No. 7 tahun 2011 Pasal 23 ayat 1 Tentang Mata Uang dinyatakan, larangan Menolak Rupiah yaitu dalam hal :

            (1) Setiap orang dilarang menolak untuk menerima Rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran atau untuk menyelesaikan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah dan/atau untuk transaksi keuangan lainnya di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, kecuali karena terdapat keraguan atas keaslian Rupiah.

            (2) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikecualikan untuk pembayaran atau untuk penyelesaian kewajiban dalam valuta asing yang telah diperjanjikan secara tertulis.

            Dalam pembelian heli bell 412 di PT DI itu Kemenhan menggunakan mata uang dollar. Apakah ada solusi lain, karena PT DI dan Bell Helicopter Textron (US) tapi pemesanan dilakukan di Indonesia melalui perusahaan Indonesia. Bagus juga nih, saya jadi tertarik untuk mengetahui skema pembayaran dalam negeri. Thanks ya infonya Boeng Poerboyo

  15. mantap

  16. Bung Ismeds, di negara kita tercinta ini dasar membela dan memajukan negara itu tidak menjadi prioritas dan malahan tidak “Gaul” kata anak muda jaman sekarang. Mosok harus diterbitkan UU dulu baru mau melakukan dasar bela negara, saya malah mempertanyakan jiwa nasionalis mereka. Menggunakan seragam belum tentu menunjukan bahwa di seoarang nasionalis, 😀

    • 1. menggunakan seragam = nasionalis
      2. tidak menggunakan seragam = tidak nasionalis
      3. menggunakan seragam = tidak nasionalis
      4. tidak menggunakan seragam = nasionalis

      ajari saya mencintai dan memajukan negeri ini bung Jalo.
      jangan bosan mengajak dan mengajak agar kemandirian bangsa ini tercapai… amin

      saya pilih nomer 4…..

    • Bung Jalo, saya rakyat kecil (pedagang ayam),hanya bisa berdoa, semoga para oknum pejabat berseragam yg tidak nasionalis segera bertobat dan menyadari bahwa jaman telah berubah. Perbuatan yg sdh lalu (katanya, menyimpan uang sogokan dari perusahaan alutsista luar negeri di Singaporn, inilah salah satu sebabnya mengapa si upil sangat berani dng Indonesia, krn mereka tahu beberapa oknum pejabat tinggi TNI kita menyimpan uangnya di bank Singaporn, kemudian mengirim ke Indonesia melalui investasi asing yg dilewatkan bank Singaporn, yg katanya orang2 pintar disebut dengan money loundrying atau apalah, kemudian setelah investasi jadi, ternyata dibiayai oleh bank di dalam negeri, lho lha uang yg disalurkan oleh bank singaporn tadi lari kemana???) STOP mulai saat ini juga. Tobat dan membayar kesalahannya dengan mendukung para pemuda Indonesia (dengan uang hasil sogokan) melakukan penelitian di bidang teknologi militer, sehingga sisa uang dan umurnya bermanfaat bagi bangsa dan negara, jika mati menjadi mantan pejabat yg terhormat (Gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama). Bagi para oknum pejabat tinggi yg tidak mau tobat, saya hanya bisa berdoa, semoga mendapat balasan yg setimpal di dunia dan akhirot. Amin.

      • Terima kasih bung Pitik, saya cuman mau teman2 tahu seperti apa keadaan negara kita ini dalam hal penguasaan teknologi. Saya ikut dari masukan bung Danu, bahwa tulisan saya tidak ada “Bunga2” atas kenyataan yg terjadi 😀

  17. bung jalo kalo penguasaan teknologi mesin, sistem propulsi dan transmisi kapal sudah sampai dimana bung? mungkin ada sinergi dengan INKA juga kah?

    • Untuk teknologi mesin direncanakan akan dikembangkan PT BBI dan dibantu Barata, dua2nya perusahaan BUN. Untuk propulsi sudah bisa baik dalam lingkup perguruan tinggi, badan riset hingga ke industri. Untuk Transmission system pada kapal ituterdiri atas berbagai macam komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Untuk komponen komponen tersebut seperti shafting, coupling atau clutch , gearbox dan bearings sudah kita kuasai. Mahasiswa ITS aja sudah kuasai kok, 😀

  18. Semoga bangsa kita bisa mandiri.. Karena kemandirian di bidang industri militer dengan sendirinya akan meningkatkan daya tawar dan harga diri bangsa dalam pergaulan internasional..

  19. Asskum mas-mas..
    saya sering baca,tp ga’ pernah koment..
    salam kenal aja..

    Indonesia BESAR..!!

  20. wah pejabat militernya cuma ingin memprkaya diri sndiri, nasib2

  21. seberapa hebat persenjaan fregat sigma 10514 kita bung jalo? Kira2 apa yg akan diinstal pd fregat ini?

  22. belajar dari kasus USS Donald Cook semestinya KRI tetap wajib dipasang senjata manual tidak melulu terintegrasi sistem komputer karena bilamana ada gangguang EMP/perang elektronik/jamming dan seluruh sistem komputerisasi ngadat maka akan mudah jadi sasaran empuk. Untuk saling mendukung kebutuhan pabrik dan user TNI maka pihak DI tetap dijaga kualitasnya jgn sampai ada monopoli karena apa artinya bisa produksi barang namun barang dimaksud kalah kualitas dengan barang produksi pabrikan asing

    • setuju dgn idea bung Ayoeng…

    • Kalau tidak belajar saya yakin kita tetap kalah kualitas dengan produksi asing. Dulu kita kembangkan SS-1 kita stres karena banyak kekurangannya dan produk asing seperti M-16 lebih baik. Coba sekarang, setelah belajar, coba kualitasnya dibandingkan dengan M-16 atau sekelasnya. 😀

    • Kasus SU24 bisa melumpuhkan kapur sekelas Donald Duck sebenarnya saya masih belum yakin. Secara logika saya rasa itu hanya bentuk propaganda, karena setahu saya kapal perang modern seperti USS Donald Duck pasti sudah dilengkapi dengan ECCM, saya juga masih bingung dengan tulisan itu.

      Kalau masalah ide bung Fly, gak usah takut bung kita sudah punya ahli yg jago dalam masalah ini. Beliau sudah berkecimpung dalam dunia pernika blok barat atau timur. Kemarin saya tanya beliau, dan beliau ketawa dengan berita tersebut. Katanya itu cuman propaganda, 😀

      • Ahai..terima kasih bung Jalo. Pelan tapi pasti, anda telah menyembuhkan teman2 yg sudah over dosis disini

      • Kita sudah punya tim itu, seperti baru2 ini mereka mengadakan seminar Electronic Warfare. Disitu sudah membahas kemajuan Pernika dan langkah apa yg harus dilakukan sampai yg ikut adalah Prof. Josaphat yg jauh2 datang dari Jepang dan ahli2 kita yg sekarang di Samsung Thales. Tinggal peran pemerintah merangkul mereka atau gak??

  23. maaf bung jalo.. klo liat tetangga yang beli Gowind , kayak nya di atas kertas mungkin lebih unggul dikit Gowind yah?,,
    tp saya percaya. yang namanya beli utuh dgn buat sendiri lebih banyak senjata rahasia yang tersembunyi buat sendiri, di bandingkan beli utuh ketahuan senjata yang diinstalkan nya, serta kemampuannya,,

    saya denger Gowind ini nyaris seperti PKR stealth,, apa benar demikian? lantas bagamana dgn sigma PKR kita?

  24. ikut nyimak

    • Gowind sebenarnya masuk class corvet krn dg title ‘opv’ berarti masuk design corvet dg armament setara frigate…..
      Krn pembagian class Kaprang selain berdasar displacement juga kelengkapan armament, seperti pkr dari bobot blom masuk class real frigate yg antara 3000 s/d 6000 ton tp armamen setara frigate.

  25. Thanks bung jalo atas pencerahan bahwa kita mampu mandiri membuat alutsista dalam negeri dng kualitas yg mendunia… utk project PKR yg pertama dri bagan yg bung jalo tampilkan dri desain sampai diserahkan memakan waktu hmpir 4 thn semoga utk project PKR kelas Zigma berikutnya smoga dpt lebih cepat krn sdah dikerjakan oleh anak bangsa sendiri amin…sekali terima kasih bung jalo ditunggu artikel yg selanjutnya

  26. Mantab, vertical launcher -nya berapa tabung Bung?

  27. komik yg bagus bung jalo
    salam damai
    interup bung kok ga ada kalimat pengembangan ks u209
    tq

  28. Semoga presiden yg akan datang peduli dngan industri pertahanan kita…

  29. nice artikel bung jalo

  30. salam bung Jalo,
    artikel bung mengingatkan sy utk bbrp kenangan indah di thn 1993-97, saat sy ikut serta dlm suplai komponen ke bbrp BUMN, apa yg skrg dilaksanakan sebenarnya sdh dilakukan sejak era Sukarno & Suharto, tdk sedikit alutsista yg berhasil dibuat & diproduksi (sebagian besar tdk dipublikasikan), semua sdh berwujud hitech karya anak bangsa (sebagian hasil jiplakan … yg lbh bagus dr aslinya), misal pswt terbang, kapal, ranpur, señapan, radàr, peledak & bom/roket/torpedo dsb. Sampai senjata pamungkas pun sdh pernah ada walau cuma 2 biji ……(gosip nih!)
    Sayang … Saat itu hanya sedikit yg diproduksi & dipakai, apalagi saat krisis ’97 an semua berantakan, yg diuntungkan para calo alutsista, benar bung Jalo … mereka kolaborasi dg …
    Tentu duit besar yg punya kuasa
    Semoga mulai thn ini semua sadar demi bangsa … jgn lg ada KKN dlm program pembangunan NKRI … Salam

    • terima kasih sudah mampir bugn Den bdg, iya bener sekali dari tahun 60-an hingga kini sudah banyak sekali prestasi tapi yah mau gimana kalau tidak diminati para pejabat militer. Makanya kita disebutin negara 1001 prototipe, roket kartika itu mangkrak karena apa hayoo, saya rasa teman2 sudah tahu jawabannya. Bener kita sudah banyak melakukan riset berbagai macam produk baik melalui RnD yg serba pas-pasan dan juga melalui Reverse Engineering. Tahun 2000-an aja kita sudah hampir menyelesaikan program roket dengan jarak 600 km tapi dijalan kita dijegal oleh MTCR maupun politik dalam negeri. Sebenarnya banyak sekali, sampai2 saya tidak kuat buat menghafal semua hasil riset anak bangsa baik ltbang karya mahasiswa, badan litbang atau militer,karena ada ribuan. Contoh kasus gini, Litbang TNI AL sudah berhasil mengembangkan Tank Amphibi pada tahun 2012, hasil reverse Engineering, sampai 2014 kita lihat aja pengembangan mereka diapresiasi gak?? Lalu Litbang Kemhan sudah bisa membuat rudal jelajah dalam bentuk prototipe tinggal dikembangkan lagi, sekarang tuh barang jadi museum. Tahun 80-an kita melakukan reverse engineering rudal PSU SA-2 agar bisa membantu militer kita, sayang terhenti karena masalah dana dan politik, malahan militer kita yg minta program ini dihentikan. Coba kalau jalan, sekarang kita bisa menyaksikan PSU jarak sedang sekelas S-300 terpajang di sudut2 objek vital kita. Tahun 90-an para peneliti kita yg sudah banyak membantu program Internasional ingin melakukan riset penelitian pesawat tempur bekerjasama dengan TNI AU, saat itu tim Litbang TNI AU sangat mendukung sayang tim ahli kita diusir dan dikata2in macam2 malah dibilang “Tukang Sihir”. Apa gak sakit seperti itu, dulu tim ahli kita itu sangat niat sekali membangun negara kita tapi apa yg dilakukan user maupun pemerintah kita kepada mereka. Lihat sekarang mereka banyak yg berhasil membangun negara asing,karena mereka sudah tidak percaya dengan user maupun pemerintah kita lagi. Saat mereka (peneliti di negara luar) ikut seminar di dalam negeri yg selalu ditanyak mereka adalah gimana perkembangan user dengan pemerintah kita?? Mereka ingin datang membangun negeri sayang tidak ada respon, lihat sekarang yg manggil mereka pulang itu siapa?? Lihat Pak DI atas kemauan pribadi bukan atas nama pemerintah, TNI mau mengembangkan ini kenapa tidak memangil mereka pulang, malah dicuekin. Teman2 bisa memberikan kesimpulan-lah.

      Seperti saya katakan, menggunakan seragam belum tentu dia seorang nasionalis. 😀
      Coba kalau gak ada UU Nomer 16 Tahun 2012 saya yakin sifat mereka akan sama saja. Meski tidak semua seperti itu, tapi kebanyakan adalah demikian.

      • Salam kenal bung Jalo,.. kalau membaca cerita bung diatas, miris sekali perhatian user dan pemerintah terhadap mereka.. sy tak heran kalau mereka malah sukses diluar negerinya.. tapi apapun itu, apa yg sdh dicapai atas kemandirian alusista sekrang ini, sy pribadi sangat menghargai dan salut dg bapak” pengambil keputusan..

        Bung Jalo, terimakasih untuk artikel dan pencerahnnya.. semoga bung sehat dn sukses selalu..

      • jika membaca komentar bung jalo yg ini, sepertinya sangat berbanding terbalik dengan clue yg disampaikan para sesepuh yg lainnya mengenai alutsista rasa Indonesia yg lebih gahar dari negara asalnya.
        Disini bung jalo mengatakan user kurang berminat pada produk lokal, sementara dari topik2 terdahulu user sangat antusias sekali utk bisa mengembangkan dan memproduksi sendiri bahkan bung jalo sendiriikut melontarkan cluenya.
        Sebenarnya user yg mana yg kurang berminat atas produk lokal serta user yg antusias akan produk lokal.?
        Maaf hanya pertanyaan Pedagang Tiwul Pasar Klewer.
        Salam NKRI

        • Sebenarnya kemarin saya masih ikut efuoria dulu Bang Ruskye, sebenarnya mau teriak tapi masih belum berani melihat antusias warga warjag. Tapi pelan2 sudah saya sindir melalui beberapa artikel, salah satunya Konsepsi Ketahanan Nasional, puncaknya saya buka disini bung, di artikel2 terdahulu juga sudah saya sindir bung. User yg dulu saya katakan itu hanya untuk badan Litbang, karena selama ini mereka yg antusias mengembangkan produk alutsista, lalu sekarang muncul Jenderal yg sangat peduli sampai merangkul sejumlah perguruan tinggi padahal anggaran Litbang di matranya adalah yg paling kecil , cuman beliau PATI TNI yg saya idolakan sampai skrg, lalu ada Kabaranahan Kemhan, beliau sering turun langsung mengecheck perkembangan riset dalam negeri melebihi Ditjen Pothan yg masuk dalam ranah kerjanya.

          Clue2 yg saya lontarkan mungkin bang ruskye bisa tahu maksudnya itu apa? itu memberikan pengertian bahwa kita bisa, dan pertanyaan masalah peneliti di tanyamoeldoko.com yg saya sharing di artikel Ketahanan Nasional itu adalah pertanyaan saya. Saya menunggu ada yg mengkritik tulisan saya, dan akhirnya bung Danu ikut berkomentar tentang tulisan saya apalagi disitu disebutkan tanpa “bunga2”, jadi saya mulai memberanikan diri mengkritik.

          • pak budiman ya bung jalo….
            keren mmg beliau…

          • Bung Jalo…saya dukung anda mencerahkan dan menyembukan rekan2 disini dari penyakit over dosis. Biar mereka bisa mikir realistis!

            Miris memang kelau liat kelakuan user ini. Ujung2 nya duit. Mark up gede-gedean guna memperkaya diri sendiri. Kalau pake produk lokal, mana bisa mark up..berharap besar KPK bisa masuk dan mengawasi setiap tender pembelian alutsista dari luar

          • Ya bener bung Rudolf, dari kita ngobrol bersama bisa kelihatan bahwa beliau bener2 tulus membangun. Nanya apa aja sampai diluar matra beliau, bapak ini ngerti loh. Saya nanya komandan matra lain soal pengembangan produk litbangnya malah dia bilang wah saya belum dapat laporannya. Coba nanya beliau yg bung Rudolf sebutkan pasti beliau bisa menjawabnya. 😀

            Bung Sempak, bener sekali susah memang merubah mind set seseorang. Teman saya yg sudah makan tidur di Kemenhan suka baca warjag. Si dia berinisial “I” ini pernah memberitahukan saya bahwa ada kejadian kas kosong. Mr. I boleh sharing dikit dimari gak?? 😀

        • Bang Ruskye, terima kasih atas kritiknya. Saya tunggu kritik dan saran anda atau teman2 warjag lainnya. Salam hangat bung

      • Terima kasih bung jalo atas informasinya.

        Tragis juga kalau melihat perjalanan para peneliti kita. Tidak ada nya kepercayaan dan menghayati arti dari kemandiriian dari para pejabat berseragam kita yg masih mencari kesempatan dari bangsanya sendiri.

        Saya suka dengan analog yg bung jalo katakan utk pembuatan SS1. Kalau kita tdk belajar dan membuat SS1 kapan kita bisa mengetahui kelemahan dan keunggulannya. Awal suatu penemuan pasti ada cacatnya, tapi itu bukan berarti kita tdk mempercayaai produk2 dlm negeri. Berilah mereka kesempatan beberapa kali, dgn kepecayaan itu saya yakin para peneliti kita yg skg lagi magang nyari ilmu di luar negeri mau kembali lg ke tanah air.

        Bung jalo, utk kerjasama kita dgn iran bisa dibabar dimari, yg saya denger skg iran menjadi negara yg produktif dlm hal ilmu pengetahuan. Saya kagum dgn bangsa ini, dlm kondisi yg diboikot oleh negara di dunia tapi msh bisa maju dan berkembang dibid teknologi. Mungkin bangsa kita hrs diboikot dulu yah supaya bisa mencintai produk nya sendiri dan berdiri diatas kemandirian.

        • Hehehehe, nanti kepala saya dikeplak ama bos saya bung Ihsan. Ternyata bos ane juga baca JKGR, saya pernah ngangkat masalah pengembangan dalam negeri yg sensitif dan saya dipanggil, tapi diceramahi kalau ngasih info yg umum aja tidak usah terlalu detail 😀

          Nah Iran ini masuk project sensitif, kemarin sudah saya bahas tentang kerjasama kita dengan Iran dalam memodifikasi pesawat Antonov dan Iran menggunakan Terowongan Angin punya kita. Yg perlu diketahui banyak juga ahli kita yg terlibat dalam project pengembangan seperti ahli radar kita, ahli ILST, Ahli CFD, dan juga ikut terlibat disejumlah Universitas ternama dalam bidang Iptek di Iran. 😀

      • Wahhhhh……ternyata bangsa kita sebenarnya memiliki kemampuan yang jauh lebih hebat dr yg tampak di permukaan ya, Bung Jalo?

      • Terima kasih untuk tambahannya bung Arie, bener2 kita harus menggalakan “Pray For Indonesia” 😀

  31. Mantap… Jayalah negeriku

  32. Yang kurang cuma satu, mesin. Saya sangat ingin mempunyai industri strategis yang bisa buat mesin. Saat ini belum ada. Padahal banyak insinyur kita yang jago di bidang rekayasa material.

    • Iya bener bung, saat ini Pak DI perintahkan PT BBI dan BARATA mengembangkan mesin untuk kebutuhan pertahanan. Masih baru sih, nanti ada berbagai ToT untuk mereka agar bisa menguasai dunia teknologi mesin. 😀

    • Pada jaman Habibie, sdh ada BUMN strategis yg disiapkan utk produksi mesin yaitu Bharata Indonesia di Ngagel Surabaya dan Boma Bisma Indra (BBI) di Pasuruhan. Tapi yg begitulah, sejak muncul era krisis moneter dan ditambah dengan era calo alutsista, kedua BUMN tsb mati suri. Semoga lekas bangkit dan mandiri.

      • Iya bener bung Pitik, dan di jaman Menteri BUMN sekarang, dua perusahaan itu dihidupkan kembali apalagi melihat pasar dalam negeri. PT BBI sekarang sudah mulai jalan dan skrg PT Barata sedang dalam proses revitalisasi manajemen. 😀

  33. Cak Wie, saat saya mengantar pesanan ayam potong untuk kantin BBI Pasuruhan tahun 1992, BBI sdh mampu membuat blok mesin melalui teknologi pegecoran logam yg terbilang sulit…bagaimana kelanjutannya saya tidak tahu, lha wong pedagang ayam di ajak ngomong mesin…hehehe Cuk!

  34. Apa ini nanti juga akan gendong yakhont bung @jalo 😀 #hehe

  35. artikel bagus bung jalo, gimana kabar perkembangan trimaran skrg bung ? salam kenal bung smoga sehat slalu.

  36. Assalamualaikum bung Jalo,
    mohon ijin nyimak bung, kok keliatanya PAL masih berpatokan design dari DSNS , apakah kita sebagai user tidak bisa dengan leluasa mengajukan design sesuai dengan yang kita inginkn. mohon pencerahanya Bung Jalo & mohon maaf pertanyaan orang awam yang bangga dg produksi dalam negeri. dan tidak lupa semoga Bung jalo dan semua wargaJKGR di beri kesehatan selalu , amin.

    • Mungkin kita belajar dari desain DSNS lalu kita kembangkan dengan kondisi negara maupun geografis dan juga kebutuhan user kita. Semoga sehat selalu ya bung, 😀

  37. mantap artikelnya. Smoga Pemerintah & para petinggi TNI lebih memilih produk alutista yg sudah mampu dibuat didalam negeri.
    Semoga penyakit “KKN” dapat dihilangkan dari negri tercinta ini. Jayalah Indonesia ku.

  38. Bung Jalo apakah hantu laut dan mentimun laut kita telah dilengkapi/kepikiran akan dilengkapi perabot lenong ?

    • Itu dari desainnya pasti sudah ada perabotan lenongnya bung. Sekarang yg diperlukan adalah teknologi AIP-nya, kita menungu ahli kita bisa menguasai nih barang agar bisa dipasang di midget, 😀

  39. Maaf bung admin.
    Udah 2 hr kok warjag gak bisa di buka. .
    Ini bisa masuk juga lewat judul yg udah di copas blog lain. .

  40. Mantap bung jalo artikelnya
    Semakin cinta dengan negeri indonesia.
    Tapi bagaimana kecintaan bangsa indonesia dgn produk dlm negeri?
    Jika pemerintah lebih mencintai produk asing? Kapan majunnya industri kita?
    Apalgi hanya untuk kepentingan dolar dan golongsnnya! Dimana akibatnya bangsa kita hanya sbg pemakai? Dan tidak bisa apa2
    Padahal ahli2 kita bannyak dan pintar2 mereka sdh membangun di negara luar! Ketika mereka ingin menyumbangkan tenaga dan pemikirannya dalam membantu dan mengembangkan pengetahuan dan wawasan yg dimilikinya, intuk membangun negera yg dicintainya dtolak dan diicuekin oleh birokrat Yg bermental tukang parkir liar.
    Sungguh ngenes nasib bangsa kita jika melihat kondisi ini, tp saya yakin tidak semua birokrat dan petinggi2 kita bermental spt itu.
    Sy yakin masih banyak birokrat dan pemimpin dan militeryg mempunyai jiwa nasionslisme yg tinggi, yg ingin mengangkat industri dlm negeri menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, bukan sebagai pelengkap apalagi hanya sebagai lipstick.
    Majulah indonesia dan majulah industri alutsista dalam negeri yg sfh di rintis oleh pendahulu kita terutama era habibi yg sdh membuat pijakan kedalam kelompok industri strategis.
    Jika bukan kita yg memulai siapa lagi?
    Jika bukan kita yg menghargai siapa lagi?
    Jayalah negeriku
    Majulah indonesia

    • Iya bung Adien, harapan kemajuan Industri pertahanan akan selalu ada. Karena namanya perang alutsista yg kita beli dari negara luar itu tidak menjamin bisa bertahan lama kecuali negara kita royal seperti Arab Saudi, 😀

  41. Selama 4 tahun ini ada tambahan 10 Kapal Perang Striking Force TNI AL :

    Kapal Cepat Rudal 40 m buatan Palindo Batam:
    KRI Clurit 641
    KRI Kujang 642
    KRI Beladau 643
    KRI Alamang 644
    (Keempat kapal perang ini dipersenjatai dengan peluru kendali anti kapal C705 buatan Cina)

    Kapal Cepat Rudal 60 m buatan PAL Surabaya :
    KRI Sampari 628
    KRI Tombak 629
    KRI Halasan 630
    (Ketiga kapal perang ini dipersenjatai dengan peluru kendali anti kapal 802 buatan Cina)

    Kapal Light Fregat buatan Inggris :
    KRI Bung Tomo 357
    KRI John Lie 358
    KRI Usman Harun 359

    Sumber: jagvane

    Semoga kita bisa semakin maju dan mandiri ayo kita dukung pembuatan Destroyer class 150m nya kedepan!

  42. satu sisi bangga melihat penambahan kemampuan alutsista tni al . . tetapi ada beberapa warga negara yg sedih, miris dan ketarketir dgn semakin banyaknya kapal perang indonesia. . betapa tdk sedih, sdh menjadi rahasia umum didunia maritim bahwa kapal perang indonesia menjadi tukang palak dan tdk pernah tersentuh hukum bagi kapal2 niaga. . mrk sll menyiapkan dana puluhan hingga ratusan juta blmn berjumpa dgn kapal patroli indonesia . . byk sekali alasan yg diajukan yg ujung2nya duit yg berbicara . . mau tdk dilayani nahkoda jg di deadlline wkt sampainya brg ke kustomer . . tdk dilayani jg bagaimana . . sungguh ironis sekali . .

    • Betul sekali bung jalo tak ubahnya kelakuan spt para lanun perompak bajak laut; miris bung dan dunia maritim terkenal dgn perilaku tak terpuji;namanya pagar makan tanaman ; inilah (mental)yg perlu dilakukan revolusi sebenarnya ; mental dan perilaku sbg penyamun ini yg hrs dibersihkan.

  43. bung jalo
    saya nangis aja deh bung
    ga bisa ngomong

    • Bung Urakan jangan nangis, tapi harus semangat dan pantang menyerah. anda memiliki peran besar untuk turut membangun negeri tercinta. Dunia menanti anda, dia meminta anda untuk turut membangun negara kita ke arah yang lebih baik.

      • semangat,harapan dan mimpi selalu ada bung jalo
        walau dihantam rasa sedih,miris,kecewa dan marah yg bertubi tubi
        harusnya bangsa ini sudah bisa berlari menjadi pemimpin dunia,tapi saat ini msh merangkak dan diganjal sana sini
        mari bung kita bergenggaman tangan menyatukan tekad sesulit apapun rintangan dan hadangan untuk memajukan negeri dan bangsa ini,kita harus tetap melangkah

      • Saya ga jd ikut nangis. Saya milih tertawa aja deh. Tertawa stlh baca artikel2 dan koment2 bung @jalo. Tertawa BANGGA, bung.
        PRAY FOR INDONESIA TERCINTA…

  44. Saya sangat setuju, dalam komentar yang lalu saya sempet juga menulis lebih banyak manfaatnya dari pada mudaratnya TNI membuka alutsista yang dipunyai saat ini. Tahun-tahun berikutnya kalau ada satu dua alutsista yang mau disembunyikan boleh lah. Salah satu manfaat adalah menggelorakan nasionalisme yang sempat terkikis oleh sikap apatis ataupun pesimis. Rakyat yang optimis lebih penting dari nilai alutsista itu sendiri.

  45. Om Jalo, sebetulnya saya sangat terkejut membaca alinea terakhir tulisan anda.
    Beberapa waktu yang lalu saya pernah berkomentar tentang Gendiwa, yang menurut saya terbangkanlah dulu, penyempurnaan belakangan. Tidak perlu menunggu kata sempurna untuk membuat rakyat bangga.
    Saya juga menulis belajar membuat panser dulu adalah pilihan yang tepat dari pada langsung belajar membuat MBT (mungkin kalau MBT itu yang dipilih, saat ini MBT itu belum berjalan apalagi menjual)

    Om Jalo menerangkan pada saya, dan akhirnya tibalah pada kata “user” sebetulnya hati saya miris om, dengan kata-kata user mau tidak mau hanya karena bermesin bell. Di situ juga Om Jalo menerangkan pada saya tentang UU Nomer 16 Tahun 2012.
    Walaupun hati saya masih miris, saya tutup diskusi dengan mencoba mententeramkan hati bahwa UU Nomer 16 Tahun 2012 berjalan efektif.

    Ternyata Om Jalo galau juga..

    • Ralat :
      dengan kata-kata user mau tidak mau hanya karena bermesin bell.
      dengan kata-kata user mau tidak kalau hanya karena bermesin bell.

    • Seperti yg saya tulis di artikel ini maupun di ketahanan nasional, semakin lama memendam semakin sakit terus apalagi mendengar kita akan membeli alutsista ini atau itu. Apalagi saat saya bertanya di tanyamoeldoko.com dan jawabannya

      “Bukannya kami tidak ingin menggunakan alutsista buatan dalam negeri, tetapi dalam melengkapi alutsista, kami ingin alat-alat yang canggih. Inilah yang masih dikejar bangsa Indonesia. Bagaimana kita bisa menyeimbangkan kekuatan negara tetangga, yang terdekat seperti Singapura dan Australia, kalau alat2 kita tidak sepadan dengan kepunyaan mereka. Alutsista sangat tergantung pada kecanggihan teknologi. Saya sangat mendorong Indonesia bisa memproduksi alutsista sendiri dan saya optimis kita bisa,”

      Kata2 saya optimis kita bisa itu bikin saya galau, lalu beliau sendiri menyatakan bahwa kita perlu mengkritisi perlombaan senjata di kawasan seperti di link ini http://jakartagreater.com/kekhawatiran-tni-atas-perlombaan-senjata-asia-ketegangan-teritorial/
      tapi disitu beliau menyatakan bahwa kita harus menyeimbangkan kekuatan dengan negara tetangga. Lalu kekhawatiran itu diartikan kita harus ikut berlomba?? Saya sih dukung, tapi kemandirian juga jalan dong. Kan beliau sendiri mengatakan bahwa optimiskita bisa. 😀

      • “Bukannya kami tidak ingin.. dst” inilah yang membuat blunder, bagai mana bisa membuat canggih, penelitian dan pengembangan akan maju kalau produk itu tidak dibeli dulu, jadi ada perputaran uang untuk pendanaan litbang.

        Kalaupun produk dalam negeri itu “biasa saja” minimal uang tidak dikasih ke negara lain, yang menikmati hasilnya juga rakyat kita sendiri kok.

        Saya mendukung dibelinya peralatan dari luar negeri, tapi pakai juga dong peralatan dalam negeri, walaupun itu masih belum sempurna.

        Mungkin Indonesia selain punya julukan negeri seribu pulau dengan hamparan laut membiru, ada julukan baru negeri seribu prototype dengan tumpukan cetak biru.

        (nyampah di rak ma gudang doang)

        Dalam galau kami berdoa. 🙂

      • ijin ngomen ya bung Jalo, begini deh analogi nya
        anda mempunyai kemampuan bikin bakso, kondisi dan situasi saat ini anda sedang lapar berat karena 2 hari belum makan dan sedang ngidam berat bakso, nah ketika di depan anda ada yang orang yang jualan bakso apakah anda akan beli bakso tersebut atau tetap ngotot bikin sendiri bakso? Mohon di jawab analogi saya ini bung Jalo

        • Silahkah bung rexaine, namanya juga diskusi, 😀
          Ok analogi anda sangat masuk akal, masalahnya analoginya belum menyertakan waktu, untuk ngidam itu berapa lama??

          Kita lihat definisi ngidam = keinginan. Kalau butuh sekarang, itu kan cuman keinginan kita bisa mencari dengan makanan lain mungkin yg mie ayam tapi didalamnya ada biji bakso kan bisa juga. 😀

          Yg masalahnya ini rata2 orang kalau sudah belanja bakso jadi lupa membuat karena lebih mengandalkan procurement dan itu sudah akut terjadi. Silahkah searching aja di internet lihat semua pasti membahas yg namanya ketergantungan. 😀

        • bung Rexaine dan bung Jalo kalau boleh saya nimbrung makan bakso 🙂
          hmm kalau menurut saya pribadi sih ya, ini hanya masalah urgensi. dan apabila dilihat ke urgensian-nya ini berkaitan dengan seberapa kritis kah kekuatan alutista kita? sejauh mana BUMN kita bisa mengcover itu? plus masalah batas waktu, adanya opsi kedua,ketiga,dst..,lalu kebijakan apa yg akan diambil? kalau dibilang “ketergantungan” ya saya dan rakyat dari dulu juga sudah bisa melihat itu. namun Pemerintah dan TNI kini mulai sadar dan berbenah bahwa kemandirian memang harus dimulai. (kita harus belajar dan melihat dari Iran, rusia, dll yg dikenakan sanksi/embargo..walaupun tetap dampak itu pasti akan terasa meskipun impact nya besar/kecil, tp toh mereka tetap bisa bertahan dengan kemandiriannya yg bisa mengcover alutista. dalam hal ini saya tidak berpihak ke bung Jalo ataupun bung rexaine ini hanya sebagai perspektif dari pribadi saya..
          poin 1: saya setuju kemandirian alutista harus selalu dibangun dengan cara salah satunya adalah kita sebagai customer.
          poin 2: kebutuhan alutista canggih dan modern dari pihak asing memang dibutuhkan sebagai power balanced.
          poin 3: sejauh mana produk alutista dalam negeri bisa mengcover urgensi pertahanan kita.
          poin 4: dilemma pemerintah/TNI..disini mencakup kualitas, kebanggaan, user-friendly kah alutista tsb, efek deterrence, dan ujung2nya juga soal budget.
          poin 5: dari keseluruhan list alutista yg harus dimiliki, alutista yg paling urgensi dimiliki serta cepat akuisisinya wajib didahulukan meskipun harus beli dari pihak asing, sisanya dapat dicover dengan produk dalam negeri dengan tidak mengurangi kualitas maupun kuantitas yg terlampau jauh. malah jika lebih baik semakin bagus.

          IMHO mohon kritikan saya akan terima with big pleasure..

          maaf kalau terlalu panjang, terima kasih untuk diskusi sehat nya.
          salam hangat bung Rexaine bung Jalo,

          • harapan saya sih harus dirubah mindset kita “bangga sebagai pembeli dan mampu beli..dirubah menjadi bangga sebagai penjual dan bisa menjual”. jika SDA dan SDM kita memang mendukung saya Haqul Yakin kita pasti bisa.

        • bangga sebagai pembeli (membeli yang belum bisa dibuat sendiri)…bangga sebagai pembuat (mampu membuat sesuatu yang tak kalah dari hasil membeli,bahkan lebih lagi )…bangga sebagai penjual (mampu menjual sesuatu dari hasil karya sendiri/mandiri 100%)… salam

          • Bung DewaKembar mendingan merapat lah kemari kita makan bakso sama bung rexaine dan bung jalo. Btw,
            Saya baru setel tv nih “deklarasi dai pilpres” mari deh kite nyimak dulu pengen tau speech masing2 pasangan

          • yukkk bung….Metro vs Tv One nih jadinya..

          • Ha ha ha, saya setel tv one saja deh gambarnya lebih jernih soalnya ;)(maklum sudah tidak pakai tv cable)

        • sebenarnya ada yang kelupaan maklum ngantuk berat abis begadang di warkop hehehe
          menambahkan, ada poin yang kelupaan dalam analogi tersebut. yaitu jika anda sendiri masih mempunyai keraguan tentang rasa dari bakso yang akan anda buat sendiri itu.
          nah untuk masalah waktu kan sudah ada di pernyataan ini bung jalo ” kondisi dan situasi saat ini anda sedang lapar berat karena 2 hari belum makan dan sedang ngidam berat bakso ” jadi ngidam nya pada saat itu juga di mana di tambah kondisi bahwa anda sedang lapar berat karena belum makan selama 2 hari sedangkan di depan anda hanya ada penjual bakso ( kenapa ngelantur ke mie ayam ya?? jangan2 bung Jalo lagi ngidam mie ayam neh #piss ). jadi poin yang saya maksud adalah ketika kondisi sangat kritis pada anda ( jika tidak makan bisa ….. ) keputusan apakah yang di ambil?
          contoh lain, ketika SS 1 mulai di perkenalkan dan mulai di gunakan di kalangan TNI akan tetapi kenapa TNI juga masih menggunakan AK-47 dan M-16?? tentu berkaitan dengan kualitas dan kuantitas dari SS1 tersebut.
          memang budaya instan di negeri ini sulit untuk di hapus kan. dimana kita lebih suka membeli daripada membuat sendiri. example mainan anak2 saat ini, mungkin sudah sulit untuk menemukan mainan anak2 yang di buat sendiri oleh anak2 itu sendiri seperti layang2, gangsing, mobil2an dari kulit jeruk bali,
          harapan Papa Agusta saya dukung sekali, sudah saat nya kita beralih dari negara konsumen menjadi negara produsen,

  46. Terima kasih atas tulisannya bung Jalo. Kalo baca tulisan bung Jalo saya selalu angkat topi untuk setiap detail2nya. Semoga bung Jalo dapat terus berkarya dengan tulisan – tulisan yang mendidik dan inspiratif.

    Btw, mengenai kesadaran untuk memakai produk buatan dalam negeri menurut saya memang suatu proses pembelajaran yang membutuhkan waktu. Waktu itu bisa menjadi panjang atau pendek tergantung niat dan upaya yang pantang menyerah dari setiap warga negara (TNI, pejabat pemerintah dan masyarakat). Beberapa parameter berikut dapat kita jabarkan berdasarkan konsep waktu, yaitu:

    1. Dari sisi produk
    Suatu produk yang diproduksi tentunya tidak bisa langsung sempurna. Pasti ada aja kelemahannya di berbagai segi. Atas dasar itulah diperlukan user yang “tabah” dan user yang proaktif memberikan feed back, sehingga produk tersebut dapat terus berevolusi menjadi produk yang sempurna.

    2. Dari sisi kebutuhan
    User tentunya memiliki berbagai jenis kebutuhan, dimana kebutuhan ini dapat dikategorikan urgent atau tidak. Apabila user memiliki kebutuhan urgent, sedangkan produk tersebut tidak tersedia atau belum bisa dipenuhi dari dalam negeri tentu wajar saja kalau user akan membeli dari luar negeri. Harapannya untuk kebutuhan yang tidak urgent, user mau agak bersabar sedikit untuk menunggu hingga produk tersebut tersedia atau bisa diproduksi dari dalam negeri.

    3. Dari sisi moral
    Dari sisi moral juga bisa kita kaitkan dengan waktu atau istilahnya “aji mumpung”. Mumpung saya menjabat, saya harus membeli produk yang punya fee buat saya. Ini yang paling berbahaya. Dan penyakit ini umumnya diderita oleh para pejabat.

    Dari poin – poin tersebut sebenarnya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa untuk melawan waktu memang dibutuhkan pengorbanan dan ketabahan. Dan memang sudah hukum alam bahwa tidak semua manusia punya pemikiran dan kesadaran yang sama. Sebagian memang ada yang perlu di jitak kepalanya supanya sadar. Harapannya semoga kemandirian kita bukan hanya pada insdustri pertahanan saja yang kita bisa swasembada, tapi pada semua sektor industri agar negara kita bisa maju.

    Sebagai bahan renungan, sebelum kita menyalahkan siapa2. Mari kita analisis diri kita sendiri, seberapa indonesia kah kita? Berapa banyak produk indonesia yang kita pakai sehari – hari?

    Salam hormat buat para peneliti – peneliti kita.

    • Terima kasih bung Riosoka bener2 komentar yg luar biasa. Terima kasih sudah dirangkum arti tulisan saya ini, salam anda dan teman akan saya sampaikan kepada para peneliti2 kita. 🙂

    • Alhamdulillah sepertinya saya pencinta produk Indonesia 🙂

      Baju : saya suka pakai batik, perlengakapan pakaian lain buatan Indonesia.
      Kendaraan 2 biji : import (Jepang)
      Funiture : lokal, buatan tetangga rumah.
      Komputer : import (Samsung/Korea Selatan)
      Gadget : import (Samsung/Korea Selatan)
      TV+Stero+HT : buatan Indonesia (Polytron)
      Kulkas : buatan Indonesia (Polytron)
      Peralatan dapur: campuran ada Indonesia, ada Tiongkok.
      Peralatan kebersihan dan kamar mandi : Buatan Indonesia.
      Sepeda beberapa biji buatan Indonesia.

      Seperinya 70% buatan Indonesia.
      Dan yang paling penting istri saya made in Indonesia bukan barang import.

      hehehe becanda loh om.. selamat malam warjager semua, besok mau sepedaan tidur awal ah..

  47. Terima kasih bung Arie, kesimpulan anda semoga dilihat dan dimengerti oleh kita semua.. 😀

  48. Bung Jalo mau tanya dong, kita ada rencana pembuatan kapal dengan mesin turbin ga?

    • Kalau sekarang saya belum tahu bung Bootoot, skrng lebih banyak menggunakan tenaga diesel dan elektrik. Setahu saya KRI yg menggunakan mesin turbi itu KRI Rencong (622), KRI Mandau (621), KRI Badik (623), dan KRI Keris (624) yg dibuat di Galangan kapal Tacoma SY, Masan, Korea Selatan pada tahun 1979.

  49. syokoerlah bowo tdk mampir ke sini.

  50. Selamat pagi bung jalo, Salam kenal. Artikel yg membuat bangga tapi juga sedih. Seharusnya kita bisa belajar dari Iran. Akibat kemandiriannya, asu tak berani macam macam

  51. Tak bermaksud kampanye, cuma mau tanya, apa ada capres yg mau memperhatika produk lokal.

  52. Trima kasih artikelnya bung jalo,sdh mengapresiasi produk dlm negeri.kemandirianpun harus berbenturan dengan korupsi,ketika kita ingin berubah menjadi lebih baik pastilah salah satu lawan kita bernama korupsi.seolah tak pernah habis dimana ada uang dan kesempatan maka korupsipun lancar.yg harus dilakukan adalah tdk memberikan kesempatan ,mungkin juga kita harus memiliki perjanjian dgn negara asal alusista untuk mencegah korupsi.

    • Bung Orca, di Kementrian yg jelas arah anggarannya aja masih terjadi penyimpangan apalagi yg dibalik “Rahasia negara”. Amerika negara besar aja masih ada penyimpangan di Badan Pertahanan mereka apalagi negara kita, 😀

  53. Nimbrung l

  54. bung Jalo, boleh tanya yang rada OOT dikit,

    saya sedih sekali OV-10 divonis mati, karena konfigurasi high wingnya ideal sekali bagi misi coin + intai, pandangan pilot nyaris 360° sementara tukino terhalang sayap.

    mengingat kakek renta B-52 yang 60+ tahun aja masih digdaya menenteng muatan berat / bom, apakah memang hidup bronco tidak bisa diperpanjang dengan transplantasi organ2 vital (mesin dan avionik – ex surabaya) ?

    • Bung Danu, mungkin karena kejadian 3 pesawat jatuh dan sudah memakan beberapa korban jiwa jadi nih pesawat harus divonis. Setahu saya suku cadangnya yg sulit, kalau ada pasti di pasar gelap barangnya penuh tanda tanya, 😀

      Sudah dilihat dengan produk lama bung, ternyata tidak ada yg sesuai dan bisa dirakit. Dulu kita kesulitan nyari kamera POD untuk pesawat Hawk 109/209. Sama teknisi TNI AU diambil Kamera POD Vicon 70 milik pesawat A4 Skyhawk yg sudah pensiun lalu dimodifikasi plug power, plug data, kontrol kamera, saklar kontrol, dll eh bisa dipasang dan bagus juga hasilnya.

      Nah bronco ini agak susah, kalau Avionik Info Global saya yakin bisa cuman masalahnya suku cadangnya nih berbeda dari yg lain. 😀

  55. salam kenal buat para warjeg.JGTR, sebenarnya udh lama kenal JGTR tp sebagai pengunjung doank alias pembaca hehehh…..dr mualai blm rame sempe skarang rame bangt pengunjungnya tetep setia. dan skarang sy menjadi anggota JGTR. Merdekaaaaaaaaaaa

  56. Kesimpulan yg layak di baca pemimpin negri ini demi kemandirian. Salam sy bwt penulis, SR jkgr

  57. mungkin gak pt pal bkin LHD yg lbih bsar dr klass makasar kl gx slh pt pal pernah buat kpl yg beratnya 50000dwt kl gx slh namanya star 50

  58. mungkin gak pt pal bkin LHD yg lbih bsar dr klass makasar

 Leave a Reply