Jun 142014
 

“Ketika user atau pemerintah percaya, kami pasti bisa semangat pun akan membara untuk membuktikan bahwa kami bisa memberikan terbaik untuk bangsa dan masyarakat kita,” harapan para peneliti…..


Saat ini ada 5 isu strategis nasional, yaitu Ancaman Konvensional dan Non-Konvensional, Kondisi Geografis Indonesia, Gangguan Kemanan masih cukup besar, Permasalahan Perbatasan dan Kemandirian Masih Terbatas. Berhubungan dengan judul artikel maka kita akan membahas tentang “KEMANDIRIAN MASIH TERBATAS.

Untuk mengejar kemandirian dan penguasaan teknologi, pemerintah membuat 7 program kemandirian industri pertahanan, yaitu Pembangunan Industri Propelan Nasional, Pengembangan Kapal Selam, Pengembangan Pesawat Tempur (IFX), Pengembangan Roket dan Rudal Nasional, Pengembangan Kapal PKR atau Frigate Nasional, Pengembangan Radar Nasional, dan Pengembangan Tank Nasional (medium).Kemarin sudah dibahas masalah Pembangunan Industri Propelam Nasional, rencana jangka menengah pembangunan kapal PKR atau Frigate Nasional.

 PENGEMBANGAN KAPAL SELAM

Pada 20 Desember 2011 Kementrian Pertahanan RI menandatangani kontrak pengadaan tiga unit kapal selam dengan Daewoo Shipbuilding Marine Enginering (DSME) Korea Selatan. Kontrak tersebut ditandatangani kedua belah pihak yang dalam hal ini pihak Kemhan RI diwakili oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan RI Mayjen TNI Ediwan Prabowo (sekarang Sekjen Kemhan), sedangkan pihak DSME diwakili oleh President & CEO DSME Sang-Tae Nampenandatanganan kontrak ini juga dibahas masalah Transfer of Technology (ToT) yang nantinya dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pengadaan 3 Kapal Selam tersebut Pemerintah Indonesia mengeluarkan dana sebanyak US$ 1,08 milliar, pembangunannya membutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun.

Dalam kerjasa tersebut, 2 kapal selam dengan model DSME 209 itu akan dikerjakan di Korea Selatan dan yang terakhir dikerjakan di Indonesia. Untuk proses tenaga alih teknologi kapal selam, PT PAL sebagai mitra kerjasama mengirim sebanyak 206 karyawannyayg sudah melalui sejumlah tahap seleksi terdiri dari 186 tenaga ahli bidang produksi dan 20 orang bidang desain. PT PAL mengaku optimis bisa menyerap ilmu yg didapat di Korea dan diterapkan di dalam negeri. Selain itu, faktor sejarah overhaul KRI Cakra pada tahun 1997 dan KRI Nanggala pada 1999 salah satu optimisnya PT Pal.

Road Map penguasaan teknologi

  • 2014-2017 : Konsep Pentahapan Pembangunan Kapal Selam Baru. Disini ditekankan penguasaan teknologi melalui ToT/OJT Kapal Selam DSME 209 Whole Local Production.
  • 2017-2022 Melaksanakan Desain dan Produksi Kapal Selam secara mandiri.

Bisa sembunyi sampai dalam. Dia bisa melontarkan persenjataan yg cukup jauh, dan daya hancurnya besar,”

Beberapa waktu lalu penulis pernah bertemu dengan Kepala Baranahan Kemhan, Laksamada Muda Rachmad Lubis, beliau mengatakan bahwa jika sudah mandiri maka PT PAL wajib membangun dan mendesain kapal selam canggih sesuai kebutuhan pertahanan dalam negeri. Bapak murah senyum ini mengatakan bahwa kapal selam dalam negeri harus bisa mengadopsi senjata sejenis klub S. Untuk itu ia berharap PT PAL bisa maksimal menguasai alih teknologi saat belajar di Korea Selatan.

Maintanance PTPal

Agar bisa mandiri membangun kapal selam, diperlukan infastruktur yang baik. Untuk itu pemerintah menyiapkan anggaran sebesar sebesar US $ 250 juta melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dilakukan secara bertahap. Anggaran biaya tersebut diantaranya akan digunakan untuk infrastruktur sebesar US $ 150 juta, Sumber daya manusia sebesar US $ 70 juta serta biaya konsultan sebesar US $ 30 juta.

Saat ini baru tahap pembangunan infrastruktur meliputi gedung, fasilitas dan beberapa peralatan. Pembangunan dilakukan bulan April kemarin dan diharapkan tuntas pada November 2014 atau maksimal awal tahun depan karena pembangunan konstruksi kapal selam akan dimulai pada tahun 2015. Untuk pembangunan konstruksi kapal selam baru yg dikerjakan dalam negeri akan dibahas ditingkat Kementrian.

Untuk tahap awal, komponen produk impor yang akan mendominasi pembangunan kapal selam. Untuk pembangunan kapal selam ketiga diharapkan komponen lokal bisa mendominasi apalagi saat ini sudah ada Krakatau Posco (KP) Cilegon yg akan menjadi penyedia material khusus kapal selam. Selain itu sejak tahun 2007 beberapa pihak seperti Perguruan tinggi, badan Litbang seperti BPPT atau TNI AL, dan beberapa perusahaan lainnya sudah/masih melakukan riset komponen lokal. Saat ini ada beberapa perguruan tinggi yg merencanakan menerapkan kurikulum khusus teknologi kapal selam yang diharapkan akan membantu SDM kedepan.

KS Midget

Kapal Selam Kecil (Midget)

Wilayah Indonesia yang berupa laut sebagian besar bersifat perairan litoral. Bahkan 50% lebih laut Indonesia mempunyai kedalaman rata-rata di bawah 100 m. Dengan sifat perairan seperti itu maka kapal selam yang cocok untuk wilayah Indonesia adalah kapal selam berukuran kecil, dengan tujuan agar sulit dideteksi saat melakukan tugas-tugas khusus. Berdasarkan alasan-alasan operasional, alasan embargo senjata, dan alasan adanya proses percepatan alih teknologi, maka sejak tahun 2007  Dislitbang TNI-AL bekerja sama dengan BPPT dan sejumlah perguruan tinggi dalam negeri melakukan desain kapal selam berukuran kecil dengan panjang 22 meter. Untuk persyaratan teknis disusun oleh Dislitbang TNI AL. Sayangnya penelitian tersebut sempat terhenti selama 2 tahun karena krisis ekonomi yang melanda dunia. Tahun 2010 penelitian dimulai lagi dengan menggunakan dana Kemenristek meski mengalami keterbatasan dana.

Campuran Midget

Saat ini tim masih melakukan penyempurnaan lagi agar midget bisa sempurna. Jika midget 22 meter sudah selesai akan dilakukan perancangan pada ukuran 15 meter. Tahun 2012 tim melakukan penelitian sistem propulsi, sistem control/kemudi, membuat baling-baling, sonar, dan torpedo. Saat ini sedang dalam tahap membuat prototipe setelah berhasil melakukan sejumlah pengujian, target tahun 2015 midget 22 meter sudah bisa bermanuver di laut kita.

Yang perlu diingat membangun kemandirian dalam negeri itu membutuhkan kesabaran dan perjuangan yg tinggi. Jadi semoga penghargaan kepada mereka yg sudah berjuang membangun kemandirian ini diapresiasi Pemerintah maupun seluruh masyarakat Indonesia. Dan tetap semoga korupsi tidak terjadi di dalam era kemandirian ini… Amieeen (Jalo)

  250 Responses to “Anda Percaya, Kami Pasti Bisa ! (jilid IV)”

  1.  

    yahh…untunglah nyawa msh selamet bung @ arya…gimana coba kalo udah jatuh ke laut lalu sempet “dicicipi” sama hiu beneran atau kesenggol “hiu besi” nyang kebetulan numpang lewat….

  2.  

    Tks bung jalo artikelnya sangat menarik….

    Mau nanya nih, kabarnya skarang LAPAN sedang mengembangkan RKN 420 yakni gabungan tekhnologi antara RX 420 dan C 802. Kabarnya telah di ujicoba secara rahasia. dari hasil ujicoba roket/ rudal RKN 420 dapat menjangkau target hingga 300 km dengan kecepatan 4,2 march.

    Tolong pencerahannya bung jalo, trims sbelumnya…

    •  

      Bung Uluh, maaf baru baca, saya belum tahu info tersebut. Setahu saya masih dilakukan penyempurnaan beberapa tahapan untuk menyempurnakan pengujian tahun lalu. Untuk RKN setahu saya belum sampai 420, kalau RX-420 ada. Kalau RKN itu kodenya 100, 200 dan 300 tidak menggunakan angka 20 dibelakangnya. 😀

      •  

        Btw……kapan kopdarnya dilaksanakan,mas Jalo?

      •  

        Tp untuk rudal gabungan tekhnologi antara RX 420 dan C 802 emang ada ya bung…?

        sorry agak sotoy nih… 😀

        •  

          Kalau masalah rudal itu masuk di Konsorsium Roket Nasional, kalau ada RX 420 dan C 802 karena RX itu roket kalau C 802 itu peluru kendali kenapa tidak C-802 aja, kenapa harus digabung dengan roket. 😀

          Untuk masalah 4.2 march itu belum kayaknya bung, karena kita masih mengerjakan di subsonic belum sampai supersonic. China yg teknologi peroketannya maju aja membuat C-802 kecepatannya dibawah 1 march jadi masih dipertanyakan info tersebut bung. 😀

          •  

            yuups… TKB bung jalo, sukses slalu untuk anda dan keluarga..

          •  

            roket RX-550 kecepatan maximum 7,5 mach… 🙂 (sbg contoh)
            walaupun kita masih mengerjakan di subsonic, seiring dengan penguasaan tehknologi pasti suatu saat rudal made in lapan akan membuat dunia bergetar dengan rudal berkecepatan supersonic… supporting spirit untuk tim ahli kita, yakinlah indonesia bisa…

  3.  

    Klau saya melihat latihan “f22″kemarin dgn upin ipin ada hubungannya dgn perpanjangan freeport+startement menhan tentang minimnya pespur canggih papa bear + kejadian tanjung datok yg di jaga ketat samaTNI + latgab..apa iya asu sampai kirim tu pespur! Monggo..sesepuh warjag ceritain ke kita2..
    Maaf cuma orang pedalaman kagak ngerti masalah ginian..

  4.  

    kutu kupret loncat teruuuuuss

  5.  

    asiiiik…!!!! lontong super pedas siap di sajikan!

  6.  

    Raga bung drajat boleh mati tapi semangatnya harus tetap hidup dan semangatnya bernama ‘kemandirian’.bung @ps seberapa efektifkah torpedo ks midged kita untuk menenggelamkan kapur sekelas real frigate.bung @jalo untuk mesinnya buatan sendiri apa impor?itu hasil penelitia mhs its yg dapat mengerakkan kapal dengan bbm air laut cocok juga digabung ke ks kita.

  7.  

    Om Jalo..dr td ngikutin komen temen2 tp ga ada yg bahas sotong..hasil akhir ampe skrg dah ampe mana ya om..btw denger2 teknologi baling2 kita luar biasa ya ampe mo ngetes cavitation segala..bener2 dah..oiya atu lagi..untuk implementasi vls di cbg class, minimal beratnya berapa ya om..klo cuma 1300ton koq ya kayanya ga mungkin deh..kecuali missile nya diperkecil.. 😀

  8.  

    bagaimana dgn KS Sorryu class japan,, yang akan di akuisisi oleh australia, apa bisa termasuk ancaman yang di perhitungkan bung jalo?

  9.  

    masih terasa sakitnya gara2 kompeni 1-5 buat kompeni

  10.  

    Salam kenal para sesepuh warjag mohon ijin nyimak

  11.  

    artikel tentang TRUE STORY Secuil Kisah Awak
    Hiu Kencana gak ada lanjutan.a ea bung jalo..?
    Salam Nkri buat semua.a

  12.  

    Untuk bung@nara, bung@ps, dan sesepuh warjag lainnya, saya mau nanya ttg kerahasiaan alutsista tni, tentang kerahasiaan ini apa sudah di perkirakan berapa % musuh tau, baik scr kwlitas/kwantitas alutsista kita ? Dan apa sudah dievaluasi penangkalnya bila mrk mempersiapkan strategy trtntu atas sekian % info yg mrk dptkan ? Mohon pencerahannya, maaf newbie love NKRI maturnuwun

  13.  

    Perbandingan U-212 dan U-21