Agu 032014
 

2011-08-09-17.09.04

Saat ini ada 5 isu strategis nasional, yaitu Ancaman Konvensional dan Non-Konvensional, Kondisi Geografis Indonesia, Gangguan Kemanan masih cukup besar, Permasalahan Perbatasan dan Kemandirian Masih Terbatas. Berhubungan dengan judul artikel maka kita akan membahas tentang “KEMANDIRIAN MASIH TERBATAS.

Untuk mengejar kemandirian dan penguasaan teknologi, pemerintah membuat 7 program kemandirian industri pertahanan, yaitu Pembangunan Industri Propelan Nasional, Pengembangan Kapal Selam, Pengembangan Pesawat Tempur (IFX), Pengembangan Roket dan Rudal Nasional, Pengembangan Kapal PKR atau Frigate Nasional, Pengembangan Radar Nasional, dan Pengembangan Tank Nasional (medium).Kemarin sudah dibahas masalah Pembangunan Industri Propelam Nasional, rencana jangka menengah pembangunan kapal PKR atau Frigate Nasional, dan Pengembangan Kapal Selam.

 Pengembangan Roket dan Rudal Nasional

Program pengembangan roket nasional di Indonesia akan memberikan kesempatan kepada industri dalam negeri terkait membangun kemampuan dan menguasai teknologi peroketan untuk kemandirian pertahanan. Untuk itu, dilakukan pemanfaatan sarana dan prasarana yang ada sebagai modal awal untuk mulai mengembangkan kemampuan dalam litbang dan produksi roket serta rudal untuk persenjataan TNI.

Secara bertahap dikembangkan roket dan rudal nasional dengan memperhatikan kebutuhan operasi yang sesuai dengan kondisi negara Indonesia dan mengintegrasikan kemampuan nasional untuk mengembangkan teknologi pertahanan yang berbasis teknologi kedirgantaraan. Awal pengembangan dimulai dengan roket diameter 122 mm dengan jarak jangkau 20 km.

Sejak saat itu sudah 3 tipe motor roket yang dihasilkan yaitu RX1210 propelan komposit 1m bintang 8, RX1213 propelan komposit 1,3 m bintang 7, RX1220 dengan propelan komposit ganda. Selain itu motor roket RX1210/1213 dua tingkat dengan jangkauan 21 km. Kemudian pengembangan motor roket RX2020 dengan diameter 200 mm dan propelan 2 m dengan jangkauan 40 km.

Mulai dari tahun 2010 fokus pengembangan ditujukan kepada D230 RX1210 dengan jangkauan maksimum 15 km, D230 RX1220 dengan perkiraan jangkauan maksimum 21 km dan RX2020. Leading sektor teknologi peroketan adalah LAPAN, teknologi hulu ledak adalah PT. PINDAD, dan integrasi serta industralisasi adalah PT. DI.

Program RKX telah menberikan beberapa hasil, seperti, pengembangan sensor IMU (Inertial Measurement Unit), sistem autopilot, model terowongan angin, sistem aktuasi, yang dalam hal ini menggunakan high torque servo motor, sistem separasi sederhana, sistem telemetri sampai jarak jangkau 60 Km, struktur tahan panas (blast tube), alat penguji subsistem kendali (HWIL), dan sistem sensor pencari sasaran (infra-red/optical) tahap awal. Hasil-hasil tersebut belum maksimal, diantaranya IMU yang dihasilkan masih mempunyai bias error yang terlalu besar untuk bisa melakukan close-loop dengan sistem kendali sikap, sehingga masih diperlukan pengembangan lebih lanjut untuk mendukung program roket kendali.

TAHUN 2010

Pada tahun 2010 telah diluncurkan Roket D-230 kaliber 122 mm RX-1210 dan RX-1213 dengan jarak jangkau 12-15 km di-freeze menjadi R-Han 122. Roketroket ini mendapat sertifikat uji coba dari Dislitbangal serta Rancang bangun sistem peluncur 8 laras menggunakan mobil Land Rover. Konsorsium pengembangan roket ini melibatkan Instansi Pemerintah (Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pertahanan, Dislitbang TNI AL), Lembaga Riset (ITB, LAPAN, BMKG) dan Industri (PT DI, PT Pindad, PT KS).

Tahun 2011

Telah dilakukan rancang bangun dan uji luncur perdana Roket D-230 kaliber 122 mm, RX- 1220 dengan jarak jangkau 25 km, Roket Kendali RKX- 2020, dan Rancang bangun sistem peluncur Truk Gaz 16 Laras dan Truk Perkasa 8 Laras.

Tahun 2012

Konsorsium telah berhasil mengembangkan roket D-230 RX-1220 dengan diameter 122 mm, berbahan bakar propelan seberat 23 kg, kecepatan terbang 2,7 Mach, dan jarak jangkau sekitar 24 km. Selain itu, dikembangkan juga roket D-230 RX-2020 dengan diameter 200 mm, berbahan bakar propelan seberat 53,4 kg, dan jarak jangkau sekitar 36 km.

Untuk pengembangan sistem elektronika dan kontrol telah dilakukan pengembangan Bus Terminal Server RBU, Simulator Source Station, Software Interfacing, Software Firing Control RBU, Software Tactical Management ASW. Terhadap Roket RX-1220 dan RX-2020 bermuatan GPS dan Radar telah dilakukan uji coba sebanyak 4 kali di Pameungpeuk, Garut.

Tahun 2013

Telah dikembangkan roket balistik RX-2020 bermuatan radar dan GPS, prototipe Remote- Controlled Weapon System, Ballistic Computer, Roket Electric-Ducted Fan, Sistem Elektronika (Combat Management System). Uji coba telah dilakukan beberapa kali diantaranya, roket RX-2020 telah diterbangkan di Pamengpeuk tanggal 27 Agustus dan di Morotai 18 Desember 2013, sedangkan uji statis Roket 3 Digit RX 450 dilakukan di Pameungpeuk.

(Jalo dan Kemenristek)

Bagikan:

  192 Responses to “Anda Percaya, Kami Pasti Bisa ! (jilid V)”

  1.  

    Warjagers mana suaranya, makin sepi aja sekarang… Saya kasih hutang saya, 😀

  2.  

    Mantap. Smoga proyek missile damai indonesia maju terus sampai ke antariksa.

  3.  

    alhamdulilah, meskipun di luar negeri sudah ada yang ribuan KM jarak tempuhnya, memang seperti ini kita harus dmemulai dari nol , Insya Allah lambat laun kita akan bisa mengejar terknologi,jika mau..
    apalagi jika bahan bakarnya menggunakan FC

  4.  

    Ini dia baru namanya proyek aman+sejahtra. 😀

  5.  

    10 besar…..
    Chaiyooooo…..

  6.  

    10 besar kah ?

  7.  

    Hadir…8

  8.  

    Yg 3 digit yg mana?

  9.  

    Waaah ada bung jaloo.. apa kabar bung ? Semogaa sehat selaluu..
    Apaa kabarnyaa roket rx 750 bung ? Hahahaa *semogaa dibahass*
    Hhhmm salutt dengan kemenristek, dgn dana minim pun bisa mmbuat karya yg berguna bagi bangsa.. apalagi kaloo di guyur dana gede dr pmerintah hhhmm *ngarep mode on*..

  10.  

    mantab bung jalo,, makasi artkelnya,,
    oiya uji diamis rx 450 kpn ya,,

  11.  

    Mantappsss

  12.  

    Menurut A1, ini proyek untuk uang masuk pejabat-pejabat yang dekat dengan militer.. proyek presisi yang dimanfaatkan tikus-tikus Indonesia dari hulu sampai hilir.
    Wajar,,, kalau proyek ini tidak secemerlang janjinya.

  13.  

    3digit kira kira brp km tepatnya bung jalo

    •  

      Tergantung bung, dari tipenya, sistemnya, materialnya, muatannya, bahan bakar, dll. Contohnya, RX-350 multi stage itu bisa mencapai 150-200 km.

      •  

        mantap tuh bung jalo

      •  

        Selamat lebaran Bung Jalo. Maaf lahir dan batin. Selain hulu ledak, apa ada beda roket sipil dan militer ya?
        Saya selalu penasaran dengan RKN :).
        Kira2 EDF apakah sudah mulai pakai jet. Lalu selain pakai GPS, yang lebih canggih pakai apa ya Bung? Trims.

        •  

          Kalau perbedaan roket sipil seperti fungsinya membuat hujan buatan atau antariksa kalau militer yah ghitu. Tapi fokusnya ke sipil dulu, nanti militer tinggal aplikasinya aja, RKN itu nantinya ada sistem kendali.

          Untuk EDF sama seperti Ramjet, turbojet atau propelan itu bentuknya motor roket, mungkin yg dimaksud roket tipe RKX. Yup saat ini sedang dikembangkan dengan menggunakan turbojet. Selain GPS nanti dengan menggunakan radar, ada juga menggunakan beacon atau radio transceiver, seeker, dll.

  14.  

    Bagai mana dng tot yg dari china bung jalo…?

  15.  

    Waah.. bung Jalo nantangin komen nih 🙂 Untuk tahun 2014 gimana bung? Kasi bocoran dikit lah. Apalagi ini sudah bulan agustus, pastinya sudah ada progres – progress yang menakjubkan.

  16.  

    Nice artikel bung jalo..
    Kira2 menurut bung jalo untuk mengembangkan roket tsb jadi rudal apa kita sudah mliki teknologi nya? Klo iya, kira2 negara mitra kita negara mana bung?

    •  

      Menurut bung BRICI gimana?? sebelum2nya sudah saya bahas soal kerjasama dengan beberapa negara termasuk ToT guidance, Mitra kita banyak, ada Ukraina, China, Jerman, Inggris, Perancis, dll. Tinggal tunggu waktu aja kapan dilaunching, 😀

      •  

        Untuk sistemnya yang buat PT Len kah bung jalo?
        Progresnya sekarang gimana apakah sudah jadi sekaligus dengan IFF?

        •  

          Sistem apa dulu bung???

          Konsorsium itu beranggotakan sejumlah industri strategis yang mengerjakan bermacam komponen roket. Di dalam konsorsium terdapat PT Pindad yang mengembangkan launcher dan firing system dengan menggunakan platform GAZ, Nissan, dan Perkasa yang sudah dimodifikasi dengan laras 16/warhead dan mobil launcher (hulu ledak). Kemudian juga PT Dahana menyediakan propellant, PT Krakatau Steel mengembangkan material tabung dan struktur roket. PT Dirgantara Indonesia membuat desain dan menguji jarak terbang. PT Len bisa membantu seperti masalah software, simulator, dll.

          IFF PT. Len sudah lama jadi, kalau untuk roket biasanya menggunakan Integrated Strapdown Navigation System atau INS… Kalau IFF untuk R-han saya belum ada info bung.

          •  

            Sudah lama jadi thoo… makasih bung jalo penjelasannya.

            Bung jalo, kapan2 bisa di babar dong mengenai progres radar pertahanan made in indonesianya. Baik radar maritim maupun udara. Hehehe

      •  

        utk kerjasama dg ukraina batal kn bung,, soalnya ada krisis di sana,, sama spt pengadaan btr 50 yg batal,,

        •  

          Kerjasama dengan Ukraina sudah lama terjalin, dan tim kita sudah balik sebelum konflik Ukraina. Dulu sempat belajar meski gak lama, karena anggaran seadanya. Setidaknya ilmunya sudah ada yg diaplikasikan di roket2 riset kita. 😀

      •  

        maaf Om, kayaknya nyasar ya padahal aku kirim 2 kali tgl 1agst yg lalu,trus aku buka lagi alamat soal mh 17 yg ancur ternyata mh370.tapi gk bisa kayakn xa dh dihapus..
        mungkin salah alamat email nya kemarin itu Om,..
        btw apa betul jalojkgr2014@gmail…

  17.  

    mantap tuh bung jalo

  18.  

    mantep

  19.  

    Bung @ jalo…
    Kayaknya pembangunan roket di indonesia sama hamas kok KENCENG hamas ya! Sbg buktinya tu hamas udah nembakin ribuan roket ke bani isroil..industri roket indonesia dan hamas kira2 maju mana bung jalo?

    •  

      Saya kurang tahu bung, kalau dibanding-bandingi begini saya tidak terlalu ngerti karena saya tidak tahu industri roket hamas seperti apa. Mungkin ya, menurut saya Hamas itu sedang dilanda perang jadi mereka pasti menggenjot produktifitas roket mereka cuman kekurangannya kualitasnya masih belum maksimal karena yg dikejar kuantitas.

      Di kita kemarin bikin program 1.000 roket tapi nih fungsi untuk pengujian Tabel tembak, nah ini butuh roket yg banyak. Jadi bisa tahu dan disempurnakan agar bisa menjawab ribuan titik tabel tembak. Nanti kalau sudah sempurna roketnya arahnya tidak ngawur lagi, di kita belum masuk skala industri karena masih dalam tahap riset. Targetnya sih, tahun depan sudah selesai tabel tembaknya dan memperoleh sertifikat.

  20.  

    @bung Jalo, saya mau tanya apa bedanya Roket sama Rudal ? Maaf kalo pertanyaan saya kurang berbobot..harap maklum hehehe…

    Misalnya terjadi perang, apakah Roket2 yg kita bikin itu dlm tahap sekarang sudah bisa digunakan untuk bombardir daerah musuh ?

    Mohon infonya ya…

    •  

      Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket.

      Nah nanti di Roket ada yg namanya Roket Balistik dan Roket kendali atau rudal. Perbedaanya, seperti Grad milik TNI AL dengan Rudal Rapier TNI AD. Ok roket balistik itu tidak memiliki sistem kendali, jadi mengikuti arah yg sudah diatur dalam titik tembak. Kalau rudal adalah roket yang bisa dikendalikan atau memiliki sistem pengendali otomatis untuk mencari target atau menyesuaikan arah.

      Bisa aja bung, tapi tetap kurang efektif karena proses untuk sampai diproduksi massal itu butuh banyak tahapan. Roket balistik seperti R-han itu baru bisa diproduksi massal Insyallah tahun depan, setelah mendapat sertifikat dulu.

  21.  

    bung jalo jet tempur srikandi tu betul apa hoax. . .kalau betul udah sampai mana perkembangan nya. . .
    Atau bung2 yang lain ada yang tau. . .

    SALAM NKRI

    •  

      Saya pernah dengar Srikandi, tapi itu berupa cuman konsep aja. Setahu saya sampai sekarang belum ada proyek srikandi, sekarang fokusnya IFX. Pernah ada LFX, tapi timnya sudah dilebur ke program IFX. 😀

  22.  

    ayo komen/bertanya lg yg banyak. biar saya banyak ilmu lgi
    ^_^

  23.  

    Segera bikin rudal

  24.  

    udah baikan bung jalo. mudah mudahan yah, malah saya yang ngga baikan, terlalu tinggi mungkin harga diri saya. sebenernya kalo ada kopi darat ada yang saya ingin sampaikan sama bung jalo. insyaAllah berguna. tapi kalo FIR kita hilang lagi kayaknya berdagang lebih baik. sepet sepet karepe yo opo toh wong wong iki maap neh lagi gundah gulana

  25.  

    Bung Jallo, Ada Alumni Elektro ITB angkatan 87, namanya Nurman Setiawaan, kerjja di LEN, lagi ngembangkan Guidance System buat. RHAN, sekaligus produksi bersama system Optic buat StarStreak,
    Kali ajja Bung Jaalo kenal dia

  26.  

    Halo bung Jalo?..agak menyimpang bung, dalam rangka infanteri masa depan model land warrior, soldato futuro, fellin dll, saya hendak menanyakan kelengkapan perkembangannya di sini. Mengenai SS(3?) Senapan komposit bagaimana?..mengenai pesanan pembidik ACOG trijicon apa ada t.o.t nya?..kelengkapan PDA tiap pemimpin regu bagaimana?..Mengenai pengembangan roket sendiri, untuk rudal manpads bagaimana? (terlepas dari matranya)…demikian bung master Jalo mohon wacananya?…

    •  

      Bung Blaze pertanyaannya banyak banget, 😀

      Nah kalau masalah infanter masa depan, saya yakin di Kodiklat maupun Seskoad pasti sudah ada cuman saya gak tahu. 😀

      Untuk SS3 kan sudah ada prototipenya termasuk serinya, cuman belum ada pesanan dalam hal ini Kemenhan. Di pengadaan MEF pertama yg saya lihat lebih fokus ke SS2 dulu, gak tahu kalau MEF berikutnya apakah ada pesanan atau tidak. Tergantung pesanan aja bung Blaze.

      Untuk pembidik, Dislitbang kita sudah mampu membuat termasuk teropong malam, nanti kalau ada waktu Insyallah saya buatkan artikelnya. Untuk PDA, bukankah ini istilah Lanud Padang ya?? hehehehe bercanda, PDA maksudnya apaan ya bung??

      Kalau roket sudah saya bahas di artikel ini atau sebelumnya, kalau manpadskan kita masih mendatangkan dari luar. Mudah2an kedepan kita bisa buat, 😀

      •  

        Terima kasih bung. PDA yang sistem lama itu bung Jalo, personal digital asisten. Memang ss3 kemarin sudah muncul, tapi kelihatannya user kurang puas sama kasus dengan ss 2000 (?) Pengembangan bull pup ss1. Kalau senapan komposite seperti styer, beretta arx, atau heckler xm 8 apa nanti ss ke depan tidak mengacu ke sana bung? Mengenai rudal man pads, misal starstreak, javelin,igla/strella, bagaimana pengembangannya? Atau LAHAT yang mungkin ditembakkan dari leo?..terima kasih infonya bung. Sebelumnya mohon maaf lahir batin….

        •  

          Nah kalau PDA saya kurang tahu, itu masuk di ranah internal mungkin masih menggunakan teleconfrence kali. Kalau untuk SS-3 itu bukan ranah saya, kalau bung Blaze punya laporan kelemahan komposite tidak perlu mengikuti styer, beretta arx, atau heckler xm 8 sini saya bantu kasih ke Pindad.

          Untuk starstreak kita sudah ada kerjasama ToT, kalau javelin sejak beberapa tahun lalu kita sudah buat Senjata lawan tank (SLT) latih, mungkin karena amunisi belum bisa kita buat jadi masih sebatas latih…

          Kalau igla atau strella, sebenarnya pernah dilakukan Reverse Engineering, namun sejauh mana penelitiannya saya belum ada info. Kalau LAHAT saya juga kurang tahu, apakah sudah masuk dalam pembelian atau belum, ini kan buatan Israel. 😀

          •  

            siip…terima kasih bung jalo!! memang lahat buatan israel tapi rudal ini dapat ditembak dari laras smoothbore semacam leo punya. mungkin marinir mengincar keluarga t90ms karena punya kemampuan dan arsenal yang sama, sehingga titik perkenaannya sampai 40 km. salam tabik bung jalo.

  27.  

    Artikelnya ada awal ndak ada ujung,, kurang memuaskan, kurang menggigit. Aku hanya berharap semoga TNI dan para pemimpin negara ini ke dpn fokus dalam kemandirian teknologi militer.

  28.  

    suatu saat nanti kita mampu membuat Rocket ke Bulan

  29.  

    @bung jalo
    thanks info mercon nya,
    pelan tapi pasti…itulah ungkapan saya pada R&D mercon…
    makin maknyus aja….

    cucu bangga
    maaf cucu lancang

  30.  

    salam kenal bung jalo, ane newby mau nanya,untuk rencana platformnya sendiri apakah ditujukan untuk darat aja atau kaprang juga akan diinstal?

    •  

      Salam hangat juga bung choky, tidak perlu malu disini bagi saya tidak ada perbedaan antara newbie dengan yg lain kita sama-sama masyarakat Indonesia kok. 😀

      keduanya yg disebutkan bung choky itu menjadi fokus konsorsium roket/rudal nasional termasuk SAM juga. 😀

  31.  

    bung jalo is back….
    makasih artikelnya
    sr lagi ah

  32.  

    Assalamualaikum bung@jalo…!!! Alhamdulillah bung jalo dah ngirim artikel lagi,ini dia yg ane tunggu biar tambah jiwa nasionalisme ane,serta kecintaan pada produk buatan bangsa sendiri…trs ane mo tanya nih yg kecepatan 7mach itu klo dah terealisasi, kira2 jangkauan roketnye brp..??? Sedangkan itungan kecepatanya 7 mach = 7000 km/jam..mohon maaf klo salah..trim’s nung jalo..!!!

    ..NKRI HARGA MATI..

  33.  

    Alhamdulillah, trima kasih pencerahannya bung jalo, mohon maaf lahir n bathin.

  34.  

    welocome back JKGR,
    Senang rasanya Warjag tercinta kembali seperti yang dulu

    Salam BTI (Bhinneka Tunggal Ika ….. lo ya …. bukan Barisan Tani Indonesia) …..jangan salah

  35.  

    Bagaimana menurut Bung JALO kalau kita kerja sama dengan IRAN or KORUT. Secara nih ya,bekerja sama dengan Iran diprediksi bakal lebih mudah dan welcome banget, Iran sangat membutuhkan kerjasama strategis dengan negara2 besar lain guna meningkatkan peran Internasionalnya melawan embargo Barat, masalahnya, “berani” kah Indonesia menjalin kerjasama strategis ini dengan Iran? karena yang jelas Amerika dan anak buahnya bakal dibikin panas dingin, well ini semua kembali pada upaya diplomasi dan kepemimpinan negara ini kelak, alternatifnya bila Iran masih belum mencukupi, untuk mendorong penguasaan teknologi Roket tak ada salahnya pula kita berguru pada Saudara tua kita, Korea Utara, apalagi diyakini, Iran dan Korea Utara saling bekerja sama dalam Pengembangan teknologi Rudal, Iran turut membantu Korea utara dalam keberhasilan peluncuran Roket pembawa satelit Kwangmyongsong-3………….

  36.  

    Bung jalo klo yg sudah di kasih pemandu dah ada blm….

  37.  

    Kenapa gak muncul lagi artikel yang membahas tentang su35, su34, eurofigter typhoon, dassault rafale, tu22, ks typhoon, ks astute, ks kilo, ks 212/214, s300/400 ???

  38.  

    Artikel yg menarik bung jalo, sy masih bermimpi suatu saat teknologi roket dan rudal nasional kita bisa mengikuti tiongkok yg sudah berhasil meluncurkan DF-41 dgn jangkauan +/- 14000km. Cmiiw

    Gmn hasil pantauan gazanya kemarin bung?

    •  

      Sama-sama bung, Amiieeenn mudah-mudahan bisa seperti China ya bung….

      Saya cuman mantau kabar teman aja bung, kebetulan dia di RS Indonesia yg dibuat hasil donasi masyarakat Indonesia. Cuman kaget aja dengar kabar RS Indonesia di bredel drone Israel, padahal itu RS Indonesia belum selesai meski sudah dimaksimalkan agar bisa dipergunakan membantu warga Gaza.

  39.  

    khusus untuk perlengkapan roket :Sensor inersia,sensor GPS dan kamera pengintai,import dr negara mana saja bung jalo???.

    •  

      Inersia sedang kita buat prototipenya menggunakan sistem koreksi magnetometer, sensor GPS masih dari luar karena kita masih belum memiliki satelit sendiri kalau GPS pasti Amerika, tapi sistem telemetri buatan lokal. Tapi tidak bisa dipungkiri, komponen masih didatangkan dari luar. Untuk autopilot sedang kita kembangkan, saat ini masih menggunakan pengujian di Hardware in the Loop Simulation. Dan seeker sudah kita kembangkan versi awal, skrg sedang penyempurnaan.

      •  

        ya mudah2 an sukses pengembangannya…biar gk kejadian menimpa rumah singgah warga lg…amin…klo jatuh ke tukang loak mendingan bisa jadi duwit..hehehe.thanks infonya bung jalo

      •  

        Hardware in the loop simulation itu tempat apa beneran hardware bung jalo? Kalo tempat saya suka, kalo beneran alat kenapa ngga lock loop biar lebih tahan ama jammer dan bisa di kembangin ke lock on after launch kayak meteor

        •  

          Hardware bung freax, awalnya masih menggunakan Matlab/Simulink untuk pemodelan Aerodinamikanya. Jadi sistem autopilot menerima umpan-balik dari sinyal pengukuran sistem IMU (Inertial Measuremnt Unit), membandingkannya dengan perintah pengendalian, dan menerapkan sinyal galat ini ke suatu pengendali untuk dilakukan pengolahan, dan selanjutnya memberikan sinyal hasil pengolahan ini ke dinamika air-frame melalui aktuator.

          •  

            Kalo itumah simplenya mirip PPI card. Buat anak sekolahan cuman canggihan dikit. Hehehe nyang ecek2 di keluarin nyang canggihnya di simpen yak. Jadi inget klunya bung nara bukannya AIM 9 udah produksi sendiri. Reverse engineering. Progres dana pemerintahnya masih 1 m bung jalo apa ada peningkatan signifikan

      •  

        pantas saja China dan Russia buat sistem navigasi sendiri. kalau bergantung gps dan tiba2 fungisinya di non aktifkan untuk handset gps kode tertentu hancur sudah sistem navigasinya

  40.  

    Klo masalah gaza menurut saya ga akan pernah tenang klo si amrik Blum di nuklir…. ngga usah banyak2 100 biji aja baru dunia bisa tenang

  41.  

    Hanya bisa Berharap dan menunggu…semoga saja di pemerintahan yg baru nanti program roket nasional dpt diteruskan ato mlah ditingkatkan wjangan sampai mati suri…sayang banget kerja keras putra-putri terbaik bangsa akan sia-sia kalo hal itu sampai terjadi…thanks bung jalo atas artikelnya

  42.  

    Nice artikel bung jalo …
    Saya senang roket kita dah hampir Mach 6. Soalnya sepengetahuan saya yang awam, semakin cepat dan presisi roket maka akan lebih mudah menembus pertahanan udara musuh, contoh Iron Dome …
    Salam tabik …

    •  

      salam tabik tersebut sudah ada dalam istilah melayu lama bung jaka. biasanya diiringi kata duli (paduka) yang bisa berarti salam penghormatan kepada yang dianggap disegani. pada karya sastra lama terbitan balai pustaka kata-kata ini sering digunakan. karena kata salam saja dirasa kurang memberikan penekanan terhadap citra penghormatan tersebut. demikian bung jaka..imho, cmiiw…

  43.  

    Serasa JKGR hidup lagi , article yang kaya ginian ini yang sangat ane suka , ajang diskusi yang bikin ayem. terima kasih banyak Bung Jalo.

  44.  

    Seru!,,,,nice article bung j@lo

  45.  

    Mantabz bung jalo artikelnya,salam kenal untk bung jalo,ane pndatang baru di jkgr.

  46.  

    Maaf OOT , tentang Nahkoda ragam class saya coba cari tentenganya cuman sea wolf , bukan mica , tapi info dari Bung Yayan itu mica ( maaf Bung Yayajn bukanya meragukan tapi mungkin bisa di jabar lebih detail ) , klo lihat tinggi launchernya kayak e klo di tentengin mica Nahkoda ragam kurang tinngi ya ? , para Sesepuh tolong di bahas nich , galau banget soale.

    •  

      coba bantu bung Yayan saja : artikel dari negeri jiran

      So Near But Yet So Far

      Marhalim Abas July 25, 2014 Malaysian Defence

      SHAH ALAM: IHS Janes is reporting that Indonesia has commissioned the firs two of three Bung Tomo-class frigates on July 18.

      Bung Tomo is of course the TNI-AL designation of the Nakhoda Ragam class corvettes originally ordered by the Brunei Navy.

      The IHS Janes report:

      “Indonesia’s Defence Minister Purnomo Yusgiantoro presided over a commissioning ceremony for the Indonesian Navy’s (Tentera Nasional Indonesia – Angkatan Laut: TNI-AL) first two of three Bung Tomo-class corvettes at Barrow-in-Furness, UK, on 18 July.

      The 95 m F 2000 vessels, KRI Bung Tomo and KRI John Lie , were originally built by BAE Systems for the Royal Brunei Navy (RBN) under a contract signed in January 1998. However, after a protracted legal dispute, the ships were laid up and offered for sale by the Bruneian government through an affiliate company of Lürssen. The vessels were subsequently acquired by Indonesia in January 2013.

      The Bung Tomo-class vessels are armed with one Oto Melara 76/62 Super Rapid gun, two MSI-Defence 30 mm guns, and two 324 mm triple-tube torpedo launchers. As built, the ships were also provisioned for eight MBDA MM 40 Block 2 Exocet anti-ship missiles and 16 MBDA VL Seawolf point defence missiles; however, neither weapons system was installed. It is understood that, in TNI-AL service, they will receive eight MM 40 Block 3 Exocet missiles, and 16 MBDA VL Mica point defence missiles.

      The vessels’ sensor suite includes a Thales 4130C1 hull-mounted sonar, a Kelvin Hughes 1007 I-band surface search radar, and a BAE Systems AWS 9 E/F-band air/surface search radar.

      The corvettes can achieve a top speed of 30 kt and are designed for a range of 5,000 n miles at 12 kt.”

      It appears that the corvettes will be armed similarly to our own SGPV/LCS which of course have yet to be built. RMN as I had previously posted had wanted to buy these corvettes to add to its fleet but the effort was rebuffed due to the lack of funds.

      Someone told me RMN was so close to getting these ships that he could smell the bridge already.

      But alas it was not to be.

      — Malaysian Defence

      http://www.malaysiandefence.com/?p=4659

  47.  

    lha klo bung@RI sendiri siapa..???.ko tahu semua ..tlng penjelasannya…!!!!

  48.  

    ya mudah2 an sukses pengembangannya…biar gk kejadian menimpa rumah singgah warga lg…amin…klo jatuh ke tukang loak mendingan bisa jadi duwit..hehehe.thanks infonya bung jalo

  49.  

    Assalamualaikum wr.wb
    la saya siapa bung?

  50.  

    @RI, maap ya Jajaka Tingkir ga pernah sekalipun pake nick laen.! Jajaka Tingkir juga bukan Joko Tingkir coz saya Jawa-Sunda, jadi nya Jajaka bukan Joko.!

  51.  

    @jalo ..
    “TAQOBBALALLAHUMINNA WA MINKUM”, minal aidzin
    wal faidzin, mohon maaf lahir & bathin

  52.  

    si okelah bukannya cewe tulen ? jangan2 nih mbah bowo

  53.  

    bung jalo. adakah roket produksi lokal yg udah di pakai ama tni?

  54.  

    Bung jaloooooo…maaf o nya kepanjangan..saking penasaran..kalau ga salah tim lfx kan buat tim bayangan ifx,kasarnya plan b kalau ifx ga lancar.ko dilebur ? Ni ifx ma proyek r han yg selalu bikin harap2 cemas…

  55.  

    Sedih rasanya kalau mengingat sejarah, bangsa Indonesia sebenarnya pernah menjadi negara yang kedua di asia setelah jepang yang sukses mengembangkan tehknologi peroketan dengan bantuan Uni Sovyet (sebelum mengecil jadi Rusia sekarang). Awal tahun 60 an dengan bantuan Uni Sovyet, hingga pada tanggal 14 agustus 1964, Indonesia akhirnya berhasil meluncurkan roket buatannya sendiri yang bernama Kartika 1 dengan berat 220 Kg dari stasiun peluncuran roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat. Entah mengapa setelah pergantian rezim orla ke orba, usaha pengembangan roket menjadi mandeg cenderung mundur, apakah karena kebijakan politik saat itu yang memang tidak memerlukan tehknologi ini? Karena merasa tidak punya musuh potensial? Saat itu bangsa Indonesia cukup menjadi penonton dari kemajuan beberapa negara-negara asia dalam bidang peroketan, sebutlah Pakistan, India, Iran sekarang RRC. Namun untuk saat ini, cukup baguslah, kesadaran pembuat kebijakan untuk sadar akan pentingnya tehknologi peroketan. Lebih baik terlambat daripada tidak samasekali … Bravo LAPAN.

  56.  

    Maaf nee OOT

    Chinese Radar May Pierce F-35 Stealth
    Armor: Report

    http://defensetech.org/2014/07/31/chinese-radar-may-pierce-f-35-stealth-armor-report/#ixzz39R1VF5lK
    Defense.org

    Thank,.. Bung Jalo, Semoga Sukses Selalu

  57.  

    mohon maaf lahir batin juga bung…

  58.  

    salam kenal bung jalo

  59.  

    bang jalo..
    ane cuman bisa ngedukung moril doang, bahwasannya masarakat kita sangat suprot n ngarepin terwujudnya roket nasional yg dibikin putra putri indonesia..

    maap lair batin bang jalo..

  60.  

    Minal aidin walfaidzin bung jalo,semoga anda dan keluarga dalam lindungan allah swt,nice artikel bung,semoga NKRI tambah jaya dan tambah maju,Lanjutkan…!!!

  61.  

    pertengahan agustus ini di Jogja diadain KOMURINDO (kontes muatan roket indonesia) yang diikuti PT se Indonesia, ada hubungan dengan R-han bung jalo?

  62.  

    Salam knal. . .mas jalo. . .ngemng2 gm kbr kpl perang yg dpsan dr Ukraina tuh ?thanks

  63.  

    Artikel yg jauh lbh “realistis” dan “meneduhkan”.
    Nais artikele…

    Minal a’idin wal faaizin… Mhn maaf lahir bathin Bung @jalo dan slrh admin JKGR.

  64.  

    Sok tahu lu RI coba tebak saya siapa? Dimana? Berapa? Mengapa? Loh kokk bisa?

  65.  

    mohon perhatikan pengadaan raw material alutsista. harus transparan dan tidak di markup gila2an

    saya dapat info dari warung kopi pengadaan di salah satu BUMN strategis nilai jualnya di markup untuk bagi2 dan mereka(supplier+buyere) sesumbar tidak ada insitusi hukum berani untuk menyelidiki hal ini ;:)

    capek ah

  66.  

    maaf om Jolo@ bukan ga mau nimbrung, habis bahas politik mulu terusnya saling cerca.. jadi males deh. hehee..
    minal aidin semuanya.. 🙂

  67.  

    bahas progress pensil ya., lama nian kaga nimbrung di warung ini,. jika progressnya demikian,. bisa dipastikan spidolnya alias yang lebih dari dua digit itu dah digendong atau bercokol di sebagian tempat strategis,. tinggal kita liat dan tunggu untold story atau yang ke sensor tentang produksi yang udah battle proven,. biar tidur tambah pules,.

 Leave a Reply