Andai Terpilih, MiG-35 dan Su-35 Siap Diproduksi di India

ilustrasi : Pesawat Su-35 (photo : Aleksandr Markin via commons.wikimedia.org)

Jika India akhirnya memilih pesawat tempur MiG-35 dan Su-35, Rusia siap bekerja sama dengan perusahaan milik negara – Hindustan Aeronautics Ltd sebagai Strategic Partner (SP) di bawah Inisiatif Make in India.

Kedua seri pesawat tempur MiG dan Sukhoi Rusia bersaing dengan beberapa pabrikan pesawat tempur dunia untuk kontrak besar 114 pesawat tempur Angkatan Udara India (IAF).

Berbicara dengan sekelompok jurnalis di sela-sela Aero-India 2019, Anatoly G Punchuk, wakil direktur Layanan Federal Rusia untuk Kerjasama Teknis Militer, mengatakan, “Hubungan kami dengan HAL telah berlangsung selama beberapa dekade. Kami sedang dalam pembicaraan dengan mereka untuk program MiG-35, yang merupakan jet tempur canggih. ”

“Ini akan membantu India untuk menghemat infrastruktur- yang sangat penting. Karena ada infrastruktur di sini, dan kami juga menawarkan Su-35. Kami tidak yakin mana yang Angkatan Udara India inginkan (MiG-35 atau Su-35). Keduanya pesawat tempur yang berbeda, ”tambahnya.

Menurutnya kedua pabrikan Rusia tertarik bekerjasama dengan HAL untuk memproduksi pesawat tempur di India. Sayangnya, perusahaan milik negara HAL telah menjadi berita baru-baru ini karena kontroversi seputar tidak terpilihnya HAL sebagai mitra kerja dalam kesepakatan dengan Dassault Aviation Rafale.

Masalah keamanan juga muncul setelah jatuhnya pesawat tempur Mirage-2000 baru-baru ini. Menanggapi pertanyaan spesifik tentang Rusia yang ingin memilih HAL sebagai mitra pilihan, kepala pabrikan HAL – R Madhavan mengatakan, “Setelah pesawat tempur dipilih, kemudian kita dapat berbicara dengan media tentang hal itu.”

IAF telah mengirimkan Request for information (RfI) untuk pesanan senilai US$ 15 miliar untuk pengadaan 114 pesawat tempur. RFI yang memiliki klausul ‘Make in India’ serta persyaratan untuk mesin tempur bermesin tunggal dan ganda, telah dikirim ke enam vendor global termasuk Boeing Company (F-18 Super Hornet) dan Lockheed Martin (F- 16, yang sekarang ditawarkan sebagai F-21), SAAB Swedia (Gripen), Dassault Aviation Perancis (Rafale), Konsorsium Eropa (Typhoon) dan Mikoyan Rusia (MiG-35).

Seperti dilansir Financial Express Online sebelumnya, perusahaan yang sama telah berpartisipasi dalam tender pesawat tempur multi-peran medium (MMRCA) hampir 11 tahun yang lalu pada tahun 2007.

Menurut dokumen RfI: “Kementerian Pertahanan (Dephan) akan melakukan pengadaan pesawat tempur untuk IAF yang akan dibuat di India. Proposal untuk pengadaan berjumlah sekitar 114 pesawat tempur (sekitar 75% kursi tunggal dan sisanya pesawat kursi ganda).

Pengadaan harus memiliki maksimum 15% pesawat dalam keadaan siap terbang dan 85% sisanya harus dibuat di India oleh Strategic Partner/Indian Production Agency (SP / IPA). Begitu salah satu dari perusahaan ini terpilih, mereka harus bekerja sama dengan perusahaan India setempat.

FinacialExpress

Tinggalkan komentar