Mar 312017
 

TNI-AU F-16D block 25 #TS-1622 is taking off with full AB from Hill AFB on March 14th, 2017 for the delivery flight to Indonesia. [USAF photo]

Pekanbaru – Komisi I DPR RI berjanji mengupayakan penambahan panjang “runway” atau landasan pacu di Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin karena fasilitas yang tersedia belum ideal untuk pesawat tempur F16.

“Mudah-mudahan dalam pembahasan anggaran ke depan dapat direalisasikan,” ujar Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari di Pekanbaru, 30/3/2017.

Lanud Roesmin Nurjadin diperkuat dengan pesawat tempur satu skadron F16 A/B Block 15 OCU yang tergabung dalam Skadron Udara 16. Saat ini, landasan pacu yang digunakan bersama untuk Bandara Sultan Syarif Kasim II, hanya sepanjang 2.200 meter dan dinilai tidak cukup ideal untuk operasional pesawat tempur buatan Amerika Serikat itu. Setidaknya dibutuhnya 3.000 meter agar pesawat tempur F16 dapat beroperasi maksimal.

Untuk itu, Komisi I DPR berjanji akan memperjuangkan perpanjangan landasan tersebut pada pembahasan anggaran APBN selanjutnya.

Selain perpanjangan landasan, Komisi I DPR juga berjanji akan mengupayakan peningkatan anggaran perawatan pesawat tempur. Menurut Abdul Kharis, anggaran yang tersedia saat ini cukup terbatas sehingga pesawat tempur harus masuk dalam daftar tunggu untuk keperluan perawatan.

“Sehingga semua pesawat tempur tidak perlu antri saat menunggu perawatan. Semua bisa dirawat dan bisa terbang baik untuk latihan maupun pengamanan,” tuturnya.

TNI-AU F-16C block 25 #TS-1637 is taking off with full AB from Hill AFB on March 14th, 2017 for the delivery flight to Indonesia. [USAF photo]

Lebih jauh, Abdul Kharis mengatakan dari kunjungan kerja ke Lanud Roesmin Nurjadin, Komisi I DPR menyimpulkan keberadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) cukup baik, namun perlu ditingkatkan.

“Alutsista kita lumayan baik, tapi belum maksimal. Perlu diperjuangkan agar lebih baik,” jelasnya.

Dia mengatakan pada 2017 ini pemerintah telah menganggarkan Rp 108 triliun untuk kebutuhan TNI AU sebagai upaya menuju Minimum Essential Force (MEF).

“Karena kita masih menuju MEF, anggaran 2017 mestinya Rp 209 triliun, tapi baru terpenuhi Rp 108 triliun. Ini yang kita perjuangkan,” jelasnya.

Antara

https://web.facebook.com/JakartaGreater

  29 Responses to “Anggaran Alutsista TNI AU Tahun 2017”

  1. 200 trilyun beli apa aja hayoo???

  2. pertamax

  3. Bung Tukang Ngitung PHD mana nih……

  4. pada 2017 ini pemerintah telah menganggarkan Rp 108 triliun untuk kebutuhan TNI AU

    bukankah itu anggaran pertahanan keseluruhan dan tidak hanya untuk AU????
    ah jika benar begitu,, saya bersyukur,, tapi logika saya bilang tidak xixixi

  5. Kalo urusan artikel menyangkut anggarang pertahanan utk TNI biasanya bakal rame nih…hehehe
    Nunggu para pakar2 disini membahas anggaran aja…xixixi

  6. Anggota DPR nya mungkin salah.

    108 itu untuk 3 matra + mabes + kemhan.

    Anggaran 2017 merujuk ke APBN Perubahan 2016 yang kira2 sama yaitu 108 T juga.

    Kita tunggu saja, apakah APBNP 2017 akan naik, namun biasanya sih APBNP nya akan naik.

    Anggaran tahunan pertahanan 2015 – 2019 (5 tahun) plus anggaran MEF sekitar 700an – 800an T.

    700 – 800an T itu sekitar USD 51 – 59 milyar.

    Dari situ hanya sekitar USD 25 milyar yg akan dibelikan alutsista untuk 3 matra.

    • Ternyata Anggaran pertahanan hanya Rp.108 T ( segitu gitu sj ) katanya 200T, tapi nunggu pertumbuhan ekonomi ditas 7%, lha kapan, …….. ???
      nunggu sampai lebaran monyet, ……………. ???

  7. Alhamdulilah …

  8. ngajukan dulu proposal jenis alutsista yg akan diproduksi inhan atau yg dibeli dari luar negri dicantumkan alasan pembelian, faktor prioritas, faktor harga, spesifikasi alat, tentang maintenance alat dan potensi TOT. bikin beberapa bendel setor ke DPR, KPK, KEMENKEU dan kemenhan biar dirembuk bareng dan dipilah. TNI terima hasil jadi. pembahasan terbuka tapi internal antar institusi negara saja biar tidak ada dusta diantara kita. tdk ada pembelian ilegal jalan sendiri dan saling lempar penanggung jawab jika ada kontroversi. ini jaman modern, tdk ada rahasia lg yg bs ditutupi dari publik.

  9. Karena kita masih menuju MEF, anggaran 2017 mestinya Rp 209 triliun, tapi baru terpenuhi Rp 108 triliun. Ini yang kita perjuangkan,” jelasnya….Wuiiih…Mungkin konsentrasi terbesarnya baru di TNI AU kayakna…

  10. Teruss.. kalau sdh ada duit belanjanya kita harus fokusdan cepat jgn ditunda..nanti kena sunat/ pemotongan anggaran.

  11. Kita terus menaikkan Budget Militer, tapi Si paling jaguh malah memotong budget sebab takde wang lagi ? kwak kwak kwak :v

  12. Entah Anggota Dewan yg slah atau memang sengaja kasih pernyataan sepenggal… 108T buat AU ‘katanya’, sedangkan rencana anggaran untuk 2017 itu 209..berarti sisa 101T itu yg untuk dua Matra atau gimana ya?

    Perbanyak KCR 60m lah pak kemhan.. Masa mesannya dikit dikit mulu.. Langsung jebret 13 kek biar pas 16 kapal..

    Nagapasa Class langsung pesan 6 lagi.. Doyan amat ketengan.. Supaya banyak bonusnya yak?

  13. Proyeksinya adalah 118 T, takkan lebih dari 120 T. Tax Amnesty belum mencapai target. Yang memenuhi hanya deklarasi. Tahun 2018 kemungkinan APBN dan APBNP baru mencapai 145 T dan 180T.

  14. Ya mudah2an aja direalisasikan bukan hanya. Sekedar pencitraan menuju 2019.

  15. Tezzzz

  16. itu untuk 3 matra broo…

  17. Dikandani og ngeyel. Ngomong salah,gak ngomong ditanya,diem disuruh ngomong. 108t khusus buat tni AU titik,wes ojo diprotes.xixixiiii

  18. Mimpi apa ya tadi subuh

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)