May 302014
 
Panglima TNI Jenderal Moeldoko periksa pasukan yang akan ikut Latgab 2014

Panglima TNI Jenderal Moeldoko periksa pasukan yang akan ikut Latgab 2014

Jakarta. Panglima TNI, Jenderal Moeldoko mengatakan pemotongan anggaran pertahanan melalui Instruksi Presiden yang dikeluarkan pemerintah sangat mengganggu kinerja TNI ke depan. “Akan mengganggu kegiatan-kegiatan TNI yang sudah terprogram,” ujar Jenderal Moeldoko usai jumpa pers pasca peresmian Media Center TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu 28 Mei 2014.

Menurut Moeldoko, dengan dipangkasnya anggaran 2014, maka akan mengganggu kesiapsiagaan TNI di tanah air. Kesiapsiagaan itu meliputi kekuatan di perbatasan, maupun operasional TNI keseluruhan.

TNI telah menyarankan kepada pemerintah untuk mengurangi pemotongan anggaran pertahanan menjadi sepertiga dari yang seharusnya. “Tidak perlu triliun lah, bisa dikurangi menjadi sepertiganya,” ujar Panglima TNI.

Pada 20 Mei 2014 lalu, Presiden SBY menerbitkan Inpres No. 4/2014 soal penghematan anggaran di 83 kementerian dan lembaga dalam APBN 2014, termasuk Kementrian Pertahanan yang dipangkas RP 10,508 triliun dari total anggaran Rp 86,376 triliun. Total anggaran yang dipangkas melalui inpres ini secara keseluruhan mencapai 100 triliun.

TNI saat ini sedang gencar melakukan pembenahan di tiga matra kesatuannya. Program itu pun terus digarap untuk mencapai target serta ditambah dengan penguatan di sektor perbatasan yang seringkali menimbulkan ketegangan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia baru-baru ini. (Tempo.co / Prio Hari Kristanto).

  245 Responses to “Anggaran Pertahanan Indonesia Dipangkas”

  1.  

    potongan yg kagak keliatan aja pd ribut
    ada yg ahli menejemen negara?
    tlong kasih pencerahan dari sisi ekonomi dan politik!
    salam damai selalu

  2.  

    bung urakan, kita sampai sekarang masih bingung harus melewati jalan yg mana, modal yang ada hanya idealisme , sementara ini lagi sibuk mencari investor yang benar-benar patriotik, silahkan yg mempunyai akses ke pendana patriotik kita harapkan bantuannya, kontak email ada di admin……..

  3.  

    salm kenal

  4.  

    bung danu untuk masalah teknologi pengeboran minyak, memang selama ini seperti chevron, shell itu mempunyai teknologi nya?? hmm tidak Bung Danu, perusahaan minyak itu rada2 di sub kontrak kan lagi untuk urusan pengeborannya, example seperti Schlumberger Limited ( http://en.wikipedia.org/wiki/Schlumberger ) yang merupakan perusahaan spesialis pengeboran minyak dan gas. perusahaan ini banyak mempunyai klien di indonesia lho hehehehe,

  5.  

    bung danu untuk masalah teknologi pengeboran minyak, memang selama ini seperti chevron, shell itu mempunyai teknologi nya?? hmm tidak Bung Danu, perusahaan minyak itu rada2 di sub kontrak kan lagi untuk urusan pengeborannya, example seperti Schlumberger Limited ( http://en.wikipedia.org/wiki/Schlumberger ) yang merupakan perusahaan spesialis pengeboran minyak dan gas. perusahaan ini banyak mempunyai klien di indonesia lho hehehehe, masalahnya knp pertamina tidak mengontrak perusahaan ini??

  6.  

    mantap..

  7.  

    bung rexaine,

    jika chevron seluruhnya mengandalkan teknologi pihak lain, maka ia tidak akan memiliki keunggulan komparatif terhadap oil companies pesaing yang menggunakan jasa perusahaan yang sama (mis schlumberger).

    sebuah perusahaan minyak praktis akan memonopoli suatu cadangan minyak besar di laut sangat dalam jika hanya dia yang menguasai suatu teknologi yang mampu menjangkau cadangan tsb.

    Chevron’s commitment to technology doesn’t end there. The company’s technology ventures arm is a venture capital operation that invests in emerging technologies with the potential to improve Chevron’s performance. The branch currently has a portfolio of investments in 37 companies and recently launched its fifth fund to source its next generation of emerging oil-field technologies. Not only have the technologies developed through these investments added substantial earnings for the company, but they can help it solve some of its biggest technical challenges to extract more oil out of Chevron reservoirs.

  8.  

    sebagai pesaing tangguh, shell pun malakukan hal yang sama,

    http://www.shell.com/global/future-energy/going-underground/smartfields.html

 Leave a Reply