Menhan Usulkan Tambahan Dana Rp 5,1 Triliun

51
99
Ilustrasi
Ilustrasi

Kementerian Pertahanan mengajukan tambahan Rp5,1 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015 dari anggaran sebelumnya Rp96,6 triliun.

Hal itu diungkap Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dalam agenda rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR.

Itu penambahan anggaran untuk 2015 yang dipaparkan Pak Menteri. Adapun dalam rencana strategis , Kemhan menganggarkan Rp417 triliun dibagi dalam 5 tahun,” ujar Tantowi Yahya, Wakil Ketua Komisi I DPR RI.

Penambahan itu, jelas Tantowi, untuk menopang pencapaian alat utama sistem pertahanan (alutsista) sesuai dengan standar minimum essential force (MEF) atau standar minimum negara mampu melakukan tindakan pertahanan.

Itu hanya untuk mencapai 60% minimum essential force,” kata Tantowi, di Kompleks Gedung Parlemen, Senin (26/1/2015).

Sebelumnya, Letnan Jenderal TNI Ediwan Prabowo, Sekretaris Jenderal Kemhan pernah menjelaskan, dalam pemenuhan belanja alutsista itu mengacu pada MEF, alutsista Indonesia baru mencapai 38% dari yang ditargetkan MEF. Adapun MEF 40% dari ideal.

“Meski demikian, anggaran itu akan disesuaikan dengan program pemerintah dengan mengacu skala prioritas.”

Untuk Alokasi belanja pegawai, tetap akan ada di TNI AD karena jumlah personel yang besar.

“Adapun untuk alat utama sistem pertahanan (alutsista), Kemhan akan mengintegrasikan mulai dari pengadaan alutsista TNI AD, TNI AL, dan TNI AU,” katanya.

Dalam pengadaan alutsista itu, jelasnya, TNI AU dan TNI AL akan mendapatkan porsi anggaran yang lebih besar menyusul mahalnya peralatan yang ada dalam shopping list Kemhan.

Misalnya, TNI AL a.l. menganggarkan pembelian dua unit kapal selam dari Korea Selatan yang saat ini satu unit sudah mencapai 60%, satu lagi masih akan mulai dibangun.

“Selanjutnya, TNI AL akan difokuskan untuk pengembangan produk dalam negeri,” ujarnya.

Adapun untuk TNI AU, a.l. masih akan dianggarkan peremajaan skuadron F-5 Tiger.

“Namun, belum diputuskan mau mengganti dengan pesawat jenis apa. Yang jelas, kemampuannya lebih bagus dari F-5 Tiger,” kata Ediwan. (Kabar24.com)

 

51 KOMENTAR

  1. Moh maaf nyelaak nii, sedikit info saja , Terkait Imunitas/kekebalan hukum Pejabat KPK, adalah hak kekebalan pejabat KPK terkait hanya selama ybs menjabat atau menjalankan pekerjaannya, jadi bukan memiliki kekebalan hukum seumur hidup,,jika ada perkara hukum yang ditimpakan kepadanya maka tetap bisa dilakukan setelh tidak menjabat lagi,,gunanya hak imunitas (kekebalan hukum) pejabat KPK adalah agar pejabat terkait bisa menjalankan tugasnya tanpa “diganggu” pihak2 tertentu,,jika mau perkarakan harus menunggu ybs selesai menjalani tugasnya…memberikan kekebalan hukum kepada tim anti korupsi adalah hal yang lumrah dinegara2 maju (demokrasi)..salam save KPK,,TNI makin strong,,janayalh negeriku NKRI tercinta

  2. ternyata cangbodo blom lunas ya ?
    jgn cm milih yg lebih baik dr f 5 pak , tapi yg gahar , yg lebih baik dr asia tenggara .. msk kalah ma upil !
    dn kalah bisa naikan anggaran alusista 5 thn sebesar 1000 tryn .. mg kedepan situasi politik tenang .. jd bisa fokus mengenjot prekonomian.. amin

  3. Bung admin Ane mau tanya boleh ya….begini kalo negara kita beli alutsita itu lewat perantara pihak ketiga nggak? kalo ya mengapa demikian, bukankah alat pertahanan negara harus yg terbaik dan optimal. kalo lewat pihak ketiga menurut ane akan ada yg hilang minimal 20% untuk pihak ketiga tersebut. mohon dicerahkan nih……terimakasih

    • harusnya saja sih sekalian….

      hingga 2025 TNI AU punya 12 skadron tempur….

      – 6 skadron gripen ( 2 ska gripen e/f, 4 ska gripen NG )
      – 6 skadron sukhoi ( 1 ska 27/30, 1 ska 34, 2 ska 35, 2 ska t-50 )

      —– super tucano, hawk, f-5, f-16, t-50 golden eagle ….. dipensiun bertahap ) …………..

      cukup 2 macam saja….eropa + russia ..

  4. Mungkin bisa bantu nambahin, maksud berita diatas.

    Untuk tahun 2015 Anggaran Pertahanan kita berjumlah Rp. 96,6 Trilyun. Minta tambah menjadi Rp. 5,1 Trilyun. Menjadi Rp. 101.7 Trilyun.
    Jadi Kalau tiap tahun angkanya seperti itu alias tetap/ tidak ada penambahan
    Maka Anggaran pertahanan selama 5 tahun Rp. 508,5 Trilyun. sedangkan biaya perawatan dan operasional rutin serta gaji serta infra struktur. sebesar 60% walau seestinya bisa lebih kecil dari itu.
    Maka Rp. 508,5 Trilyun x 60% adalah Rp. 305,1 Trilyun untuk anggaran rutin dll. maka,
    Untuk belanja Alutsista dari APBN 5 tahun sebesar Rp. 508.5 dikurang Rp. 305.1 T = Rp 203, 4 Trilyun

    SEDANGKAN UNTUK MEF SELAMA LIMA TAHUN == RP. 418 TRILYUN
    JADI SEKURANG-KURANGNYA BELANJA ALUTSISTA LIMA TAHUN KEDEPAN SEBESAR ;
    RP. 203,4 TRILYUN + RP. 418 TRILYUN == RP 621.4 TRILYUN. (enam ratus dua puluh satu koma empat Trilyun rupiah)

    Itu Kalau APBN untuk pertahanan nya tetap.! Gimana kalau naik lima persen tiap tahun. ?????.!
    Silahkan dihitung lagi. kalau saya ngg berani ngebabar takut di toyor. he 7x wkwk 9x.

  5. Anggaran 1 tahun sekitar 100T 40-45% buat gaji personil 3matra TNI sisa nya 60-55% dibagi ke 3 matra TNI setelah dibagi dananya Tidak semua nya buat belanja Alutsista masih dibagi lagi utk biaya perawatan Alutsista, ternyata 100T pun gak berasa udah abis ya ini sebabnya belanja Alutsistanya beli nya per Unit gak borongan lha duitnya memang mepet

  6. Wow!
    TNI akan makin keren nih. Seandainya anggaran utk alutsista 50% sj bs dserap olh industri dlm negeri, tentu akn mmbuatnya makin brkembang & bs mnsejahterakn banyak org.
    Ayo PT PAL manfaatkn listrik tenaga gelombang lautnya pak Zamrisyaf utk menggerakkan stidaknya mesin kapal2 nelayan agar mrk bs untung besar, syukur2 kaprang kt jg, shgg kt bs terus berpatroli spanjang thn tanpa trbebani biaya bbm. Jgn smp dicuri & kduluan org lain.
    Salut! Ternyata org Indonesia cerdas2.
    Majulah Indonesia!

  7. Harusnya nilai anggaran dibedakan yang untuk gaji pegawai/prajurit dengan anggaran yang benar benar untuk pembelian dan perwatan alusista, ngomong ngomong sisa dana top up yang 15 milyar dolar jaman SBY masih tersisa brapa di tahun 2015 ini ataukan sudah terpakai semua untuk pembelian alusista?

  8. Kalau mau belanja tni wah hrs libatkan kpk dlm mengaudit tni agar tdk ada mark uplg dlm pembelian senjata tni, sudah jd rahasia umum knp patipati tni lebih suka alutsista luar negeri sebenarnya bukan murni krn kwalitas tp lebih kpd fee yg cukup bsr dr produsen asing, apalagi kalau belanjanya ke rusia seluruh dunia pun tau betapa kotornya pejabat2 di dephan rusia, suap jd raharlsia umum di sana.

  9. Kalau mau belanja tni wah hrs libatkan kpk dlm mengaudit tni agar tdk ada mark uplg dlm pembelian senjata tni, sudah jd rahasia umum knp patipati tni lebih suka alutsista luar negeri sebenarnya bukan murni krn kwalitas tp lebih kpd fee yg cukup bsr dr produsen asing, apalagi kalau belanjanya ke rusia seluruh dunia pun tau betapa kotornya pejabat2 di dephan rusia, suap jd raharlsia umum di sana, gak beda jauh ma indonesia, menyedihkan sekali melihat kenyataan ini.