Anggaran Pertahanan Naik Menjadi 1,5 %

65
134
Mock Up Kapal Selam Kilo di Indo Defence 2014 (photo: Jalo)
Mock Up Kapal Selam Kilo di Indo Defence 2014 (photo: Jalo)

Jakarta – Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan pemerintah akan menaikkan anggaran pertahanan menjadi 1,5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Presiden Jokowi konsiten akan memodernisasi alutsista dengan naikkan 1,5 persen di dalam visi dan misinya,” ujar Menhan dalam seminar pertahanan di Kemayoran, Jakarta, Kamis.

Saat ini jumlah anggaran pertahanan Indonesia baru mencapai Rp 83 triliun atau sekitar 0,8 persen dari APBN dan dinilai belum cukup untuk meningkatkan pertahanan nasional. Ia mengatakan, kebijakan pengembangan alat utama sistem pertahanan merupakan amanat undang-undang.

Ryamizard mengatakan krisis ekonomi pada 1998 membuat pemerintah lambat mengembangkan alat utama sistem persenjataan namun anggaran pertahanan nasional kemudian naik sampai 400 persen selama 2010-2014. “Ini disebabkan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang,”. Ia mengatakan selanjutnya modernisasi dan pengembangan industri pertahanan mesti dilakukan dengan muatan lokal. “Kita perlu kemandirian alutsista, sehingga tak tergantung alutsista dari luar,”. (Antara).

65 KOMENTAR

    • Manuver udara Cobra Pugachev adalah gerakan pada saat pesawat menambah ketinggian dan pada momen tertentu pesawat tersebut berhenti dan menggantung di udara dengan bertumpu pada ekor (seperti bentuk kepala ular kobra), lalu hidung pesawat mulai menurun seperti halnya daun jatuh, sambil berputar kembali ke posisi semula. Manuver ini tidak dapat dilakukan oleh satupun pesawat tempur lain di dunia. Sukhoi juga mampu melakukan akselerasi dan berhenti seketika sambil mengangkat seluruh permukaan badan pesawat menghadap belakang. Dari posisi tersebut, pesawat Sukhoi dapat melanjutkan penerbangan mereka dengan kecepatan minimum. Bila hal itu dilakukan oleh pesawat tempur lain, kemungkinan mereka akan jatuh.
      Kemampuan taktis tersebut digunakan oleh pilot-pilot asal India saat melakukan latihan bersama dengan AU AS serta negara-negara lain. Di salah satu latihan tersebut, pilot India dapat mengalahkan pilot AS yang mengendarai F-15C/D Eagle. Setelah pelaksanaan latihan bersama itu, Jendral AS Hal Homburg yang merupakan Kepala Komando Pertahanan Udara Angkatan Udara AS, dipaksa untuk mengakui bahwa hasil latihan tersebut menjadi kejutan besar bagi para pilot Amerika. β€œKami ternyata bukan yang paling unggul di seluruh dunia. Pesawat tempur Su-30 MKI lebih baik dibanding F-15C. Angkatan udara negara yang memiliki pesawat tersebut tentu lebih kuat dan dapat menjadi ancaman bagi keadidayaan Amerika di udara pada masa yang akan datang,” ujar Homburg.

      • Para pakar ahli yakin bahwa F-22 maupun T-50 tak akan menjadi komoditas ekspor. Harga satu unit Raptor mencapai 133,1 juta dolar AS, dan T-50 juga bukanlah pesawat murah. Adapun Su-35 yang merupakan generasi setelah β€œ4+” ini dibanderol 30-38 juta dolar AS, yang menjadikan pesawat tersebut sebagai primadona ekspor berlabel β€œgenerasi 5-“. Ini bukan hanya sebuah langkah pemasaran yang cantik, namun Su-35 memang dibuat untuk melampaui pesawat tempur generasi β€œ4+” asal Eropa seperti Rafale dan Eurofighter 2000, serta pesawat tempur yang sudah dimodernisasi buatan Amerika yakni F-15, F-16, dan F-18. Selain itu, pesawat Su-35 juga mampu menandingi pesawat generasi kelima, seperti F-35 dan F-22A. Hal tersebut diakui oleh para pakar dunia Barat, berdasarkan data-data pemodelan komputer. Kemungkinan fakta inilah yang menarik perhatian badan milite

  1. Yaah hanya 1,5% juga itu harus di syukuri , mengingat Harga BBM akan Naik , begitu juga harga GAS dan Tarif TDL , ituLah target Fokus utama pemerintahan baru kita menghadapi probLematika yang diLematis ini , tapi itu semua patut kita syukuri , insya ALLAH di tahun 2015 semua akan Lebih baik Lagi . Amiin πŸ™‚

  2. Mohon maaf kepada semua penghuni JKGR kalau ada yang punya jalur ke media (tv, cetak dll). Mohon penjelasannya. Kenapa sampai saat ini masih ada di siaran (tv) yang menyebut koalisi pendukung Prabowo? Mungkin tidak salah. Tapi alangkah baiknya bahwa sebutannya diganti dengan koalisi merah putih. Menurut saya dengan masih menyebutkan nama koalisi pendukung Prabowo seperti sengaja membuat perpecahan dan saling curiga. Mohon maaf bila pemikiran saya ini salah.

  3. 1.5% dari Apbn.itu banyak skl bro. Kl benar2 dianggarkan segitu dan sebagian besar bukan hanya untuk belanja rutin dan belanja tidak langsung tapi untuk belanja langsung dan belanja modal wah bisa gempar itu kawasan dengan pengadaan alutsista kita nanti. Semoga 1.5 % itu benar realisasinya saat Apbn nanti di sahkan Dpr.

  4. Ekonomi makro indonesia turun menjadi 5,1%, pengangguran bertambah menjadi 7,2 juta jiwa, ambisi pembangkit listrik 35.000 MW belum lagi program tol laut utk menunjang poros maritim yg membutuhkan dana sekitar 2000 Triliun. Dulu ketika Presiden SBY, Bank Sentral Indonesia rajin mengeluarkan release posisi & besaran Cadangan Devisa Indonesia & SBY meninggalkan warisan cadangan devisa sekitar US$ 120 Milyar, berapa cadangan devisa Indonesia sekarang? Berapa defisit perdagangan sekarang? Belum lagi jika Bank Sentral Amerika jadi menaikkan suku bunga acuan satu digit saja maka runtuhlah ekonomi Indonesia. Indikasi tsb sdh terlihat ketika Bank Sentral Indonesia menjual semua kepemilikan SBN (Surat Berharga Negara) kepada rakyat yg tujuannya menyedot uang rakyat krn mungkin cadangan likuiditas BI sdh berkurang banyak.

    Perkembangan & majunya kekuatan Pertahanan negara tdk terlepas dari majunya ekonomi negara. Kita patut bersyukur bhw Pak Menhan masih optimis. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    • Dulu Presiden SBY menjabat, Beliau masih berfikir keras & hati2 belanja Alutsista ktika Indonesia pernah menikmati pertumbuhan ekonomi diatas 6% krn ancaman gejolak ekonomi dunia selalu mengintai Indonesia tapi Alhamdulillah Indonesia mendapat durian runtuh rejeki nomplok bisa belanja Alutsista. Kita wajib bersyukur untuk itu.

    • Dalam pidato kenegaraan dan nota keuangan negara RAPBN 2015 tanggal 15 agustus 2014 kemarin, SBY mematok anggaran militer di anggak 95 triliun dengan asumsi pertumbuhan ekonomi di angka 5,5%. Saat ini realisasi proyeksi pertumbuhan ekonomi yg hanya menyentuh maksimal diangka 5,1% dan nilai inflasi per oktober 2014 di level 0,47% apakah akan ada penyesuain seperti halnya SBY tempo hari memangkas 10 triliun anggaran militernya atau malah Jokowi mempunyai pertimbangan lain. Mengingat inflasi akan terus terjadi seiring kabar kenaikan harga BBM yang sudah berdampak pada perekonomian.

      Cmiiw

    • Betul skali analisa mas, tetapi cara medapatkan likuiditas dari jual sun ke masyarakat berupa obligasi dll sangatlah tepat.. pemikiran mrs. Sri m dan mr. Budiada memang genius meski bnyk yg mengatakan mereka liberal, sistem ngutang dngn masy sendiri berarti mengurangi ketergantungan dngn negara lain.. makanya krisis eropa tdk banyak berpengaruh ama ekonomi kita.. smoga tim ekonomi skarang berpikir yg sama atau lbh baik.. nilai 1,5% buat alutsista masih sngt relevan, klo menurut ane 3% akan dicapai di 2017 asal ekonomi kita growth min 5,3% dan inflasi ditahan di maks 0,4. Gebrakan yg ane tunggu adalah kemandirian roket n radar.. progresnya masih sangat lambat..

  5. Walaupun anggaran naik jadi 1,5 persen tpi dana on top dan dana dari sumber lain untuk pertahanan masih tetap ada kan..? Kwatir jg kalau dana on top dan sumber lain ga ada lagi..berarti barang goib jg ga akan lagi…krna anggaran yg 1,5 percen ini kah laporan penggunaannya harus terperinci…ada yg bisa menambahkan..?
    Salam nkri..

  6. 1,5% ya… jumlah yg sangt bsar skLi…jngn hanya anggarn perthnn sja yg d naikn pak untuk anggaran riset dan rekayasa tekhnologi para ilmuan kita..supaya kita mandiri untuk penguasaan tekhnologi tinggi..kan kasian ilmuan kita klo mau riset hrus pke dna pribadi…

  7. 1,5% setara 150T, dan akan terus ditingkatkan menjadi 2% setara 200T pertahun, itulah dasar pernyataan pak RR dalam waktu 5 tahun kedepan MEF bisa tercapai 90% bahkan sangat mungkin bisa lebih dari 100% MEF kalau pertumbuhan ekonomi bisa diatas 7%.
    Kalau melihat kembali pernyataan pak PUR, bahwa MEF yg direncanakan terbagi menjadi 3, bisa dipercepat dan diselesaikan dalam 2 MEF, kalau ekonomi Indonesia bisa tumbuh dng baik. Jadi sangat wajar (moderat) kalau pak RR mencanangkan target 90% dalam MEF2.
    Tapi ada sedikit yg mengganjal, dari berita Bu SUSI, bahwa TNI AL punya 70 kapal patroli tetapi yg beroperasi hanya 10, itupun hanya beberapa jam per hari dan hanya 10 hari perbulan. Benarkah begitu?
    Nunggu pencerahan sesepuh terutama dari bung PS, sambil duduk manis jualan ayam dipasar.

  8. Anggaran ideal kita adalah sekitar seperlima nya anggaran RRC atau paling tidak separuhnya negara – negara seperti Inggris atau Perancis. Bisa dikatakan paling tidak biar aman setara Australia lah. Lha Australia penduduknya sepersepuluh penduduk Indonesia, defense budgetnya nyaris empat kali lipat budget kita. Memang luas wilayahnya (daratan) lebih luas dari kita, tapi perairan kita juga sangat luas..

  9. walaupun saya bukan ekonom namun saya adalah termasuk orang yang amat percaya bahwa apabila militer Indonesia modern, profesional, tangguh dilengkapi dengan alutsista terbaik dalam jumlah yang cukup maka Ekonomi Indonesia justeru akan melesat lebih tinggi, kenapa ?

    Oleh karena Indonesia sudah tidak bisa ditekan dan ditakut-takuti lagi oleh negara-negara besar sehingga kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah bisa dikelola sesuai amanat konstitusi UUD 1945 pasal 33

    Maka saya mendukung peningkatan anggaran pertahanan RI kalau perlu menjadi 2% dari PDB

  10. saya malah berkeinginan agar anggarann militernya bisa naik menjadi 3% dari GDP. sebagai pertambahan untuk pembangunan industri militer indonesia dan material pendukungnya 1% dan untuk dana riset industri strategis 0.5%. Material pendukung ini sangat penting bagi kemandirian indonesia spt propelen, baja krakatau steel, sparepart, peluru, roket dll.