Jun 172014
 
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (photo: tempo.co)

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (photo: tempo.co)

Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro mengatakan realisasi anggaran pengadaan alat utama sistem persenjataan atau alutsista melebihi target 30,18 persen dari Rp 92,1 triliun.

“Perlu diketahui, pengiriman alutsista jangkanya panjang. Sampainya di tanah air, tidak pada saat itu juga,” kata Purnomo Yusgiantoro saat menghadiri Peresmian Penataan Kawasan Sendangsono di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (16/6/2014).

Menteri Pertahanan mengatakan pengadaan alutsista yang sudah dipesan, tidak mungkin dapat terlaksana hingga masa kabinet berakhir pada Oktober 2014.

Terkait pengelolaan anggaran Kemenhan, ia menambahkan Badan Pemeriksa Keuangan memberikan empat catatan, yakni simak BMN, soal dana Yanmasum dari Rumah Sakit Gatot Subroto seiring adanya Badan Penyelenggara Jaminan Sosial diperbolehkan menerima pasien dari luar, soal recover atau anggaran yang tidak habis pada tahun anggaran, dan hibah.

Adapun pro kontra tentang Pengadaan alutsista bekas, menurut Menteri Pertahanan, harus dilihat dari masa pakainya. Indonesia, misalnya, mendapat hibah pesawat Hercules dari Australia sembilan unit, yang di-update. Hercules baru harganya 75 juta dollar per unit. Karena Indonesia mendapat hibah, maka di-upgrade dengan elektronik yang lebih canggih, dan harganya hanya 15 juta dollar per unit.

“Artinya menghemat 60 juta dollar per unit. Pesawatnya pun masih bisa dipakai 15-20 tahun ke depan. Pada saat itu, pesawat-pesawat baru sudah berdatangan. Jadi harus ada pertimbangan-pertimbangan tertentu,” kata dia.

Pesawat Hercules C-130 Hibah dari Australia (photo : RAAF)

Pesawat Hercules C-130 Hibah dari Australia (photo : RAAF)

Pesawat Hercules dapat digunakan untuk kegiatan operasi militer, selain perang. Selain itu, bisa digunakan untuk pengangkutan logistik kalau ada bencana. “Persoalannya bukan bekas atau baru. Kalau bekas dapat di-upgrade lebih bagus bisa digunakan sampai yang baru datang, kenapa tidak?” kata Purnomo.

Sebelumnya, Ketua BPK Rizal Djalil mengatakan anggaran pertahanan 2013 sudah meningkat tiga kali lipat sejak 2007. Dari hanya Rp 30,7 triliun, pada 2013 menjadi Rp 92,1 triliun.

“Pada 2013 anggaran pertahanan itu direalisasikan hanya kurang lebih Rp 27,8 triliun,” kata Rizal. (satu harapan.com/antara).

  81 Responses to “Anggaran Pertahanan Terserap Melebihi Target”

  1.  

    Pertamax???

    •  

      Alhamdulillah terjawab juga kegelisahan saya yg awam, meski jawabannya kurang spesifik. Thanks Mr. Admin…

      Tinggal nunggu2 “celotehan” para sesepuh di sini mengungkap “dikit2” clue2 yg tdk dipublish alias dirahasiakan pembeliannya (klopun itu bnr2 ada). Soalnya sempat muncul “pembelaan” bhw laporan BPK trkait minimnya realisasi anggaran belanja 2013 yg hanya 27,8 T (sisa 64,3 T) krn adanya pembelian2 Alutsista yg tdk dipublish ato dirahasikan. Betulkah??

      Sundul Mr. @jalo, Mr. @satrio dll….

  2.  

    pertamaxxx 😀

    •  

      Lha yang bocorin berarti calon wakilnya sendiri dong. Benar-benar pernyataan blunder

    •  

      7200 T yg ditarget kembali ke rakyat/negara kok cuma 1000 T? kecil amit ya, cuman 1 per 7 nya dari ribuan trilyun… trus sisa ribuan trilyun lainnya nek pancen ketemu harusnya buat rakyat juga juga donk, atau..??

      •  

        Ya namanya duit sgitu bnyk ya dibagi2 sma kroninya dunk bro… biar para pndukungnya makin sejahtera. Beli heli pribadi. Jet pribadi. Pulau pribadi. Warteg pribadi. Nambah istri simpanan..wah mak nyus itu.

  3.  

    absen dulu..

  4.  

    ngopi dulu. . .

  5.  

    Ini termasuk daya serap bagus apa jelek yo? Wow sampai akhir masa bakti blum datang, ntar dibisa dibelokin lagi….
    Kalo pesawat sekels hercls dri eropa apa ya? Bangunnya butuh berapa lama?

    •  

      Mestinya sih, gak usah curiga, memang sudah dipesan dan dibayar, datangnya ya bertahap, walaupun kabinet p sby harus berakhir. Toh, bisa diaudit oleh BPK kalau ternyata bodong. Hilangkan prasangka negatif sesama anak bangsa, yuk kita mulai menata diri, karena kita pun tidak sempurna. Dan yang pasti beli alutsista tidak segampang beli cendol (walaupun cendol jg susah kalau musim hujan).

      •  

        Iyo kang, waktu nulis komen di atas alhamdulillah ga ada perasaan kesana. He he saya baru dapat info ni…. Daya serap kantor temanku lebih dri itu. Tpi saya tau daya serapnya itu walopun besar tpi kurus, sebagian besar diserap akhir tahun. Saya nanya ke tman itu proyeknya asli apa abal2? Dijawab you knowlah dab. Nah maksud saya dibelokin bukan anggarannya, tpi list yang dah da apa mungkin dibelokin. Saya khaqatir saja kang, gegap gempita list belanja yang sudah disesuaikan dg kebutuhan dibonsai dg membelokan, mengganti ke produsen lain yang cs dg kemauan politisi saja. Kalo politisinya ngeh dg pertahanan si ga papa, lha kalo politisinya ngehnya hanya pada perut mereka gimana?

    •  

      daya serap sebesar 30% dikatakan telah melebihi target, secara pandangan awam hal itu bisa dikatakan daya serap bagus..nah yang menjadi pertanyaan mengapa target di tahun 2013 hanya direncanakan dibawah 30% atau memang ada kendala/tujuan lain..

    •  

      Pesawat sekelas herc dari Eropa rasanya tidak ada. Dulu ada C-160 Transall tapi gak terlalu laku krn hanya 2 baling2.
      Sejenis Herc yg paling dekat hanya A-400M tapi kalau dilihat speknya beda kelas krn daya angkut dan kekuatan mesinnya di atas Herc.
      Saya pribadi sih gak keberatan sama sekali kalo TNI-AU beli pesawat ini.
      He3… tapi apalah arti pendapat pengamat dalam masa percobaan yg gak lulus2.

      •  

        Kalo di atas herc bukannya bagus ya bung. Bisa muat banyak

        •  

          Iya, bagus. Makanya di atas saya tulis gak keberatan sama sekali. He3…
          Avionic lbh modern, mesin lebih kuat, daya tampung lebih banyak hanya harganya saja yg mahal banget. Tapi ada kemungkinan kerjasama dg PT. DI. Konon kabarnya begitu. Info ini juga dapatnya dari artikel JKGR sebelumnya kok. Jadi silahkan dibaca2 sendiri.

          •  

            Ga semudah itu bung. Teknisi TNI AU harus ditraining ulang tu. Selama ini kan udah terbiasa atau berlisensi Herky. Belum lagi harus ada pengadaan baru peralatan pendukungnya.

          •  

            Bung sempak…TNI AU sdh biasa operasiin pesawat gado gado dan sangat sangat kreatif…apa anda pernah dengar dulu waktu menerbangkan cureng pelumas apa yg diisiin ke mesin tuh cureng? Minyak jarak plus lendir hidung sapi!

            Jd jgn remehin teknisi TNI AU…mereka bkn anak manja seperti negara negara shaun the sheep angonannya ASU dan mama ely…mereka adl.garuda garuda yg biasa terbang sendiri,di gojlog kawah candradimuka keterbatasan,membuang harga dirinya dari anak lanang bung karno menjadi anak pungut mbah to…

            Soal A400 soal jentik jari buat TNI AU…nih pesawat komponennya hampir mirip komponen CN series karena satu pabrik Airbus dan satu supplier untuk Airbus…

            Kalau korps selain TNI entahlah…biasa di pasok dan di latih luar negeri dan di baby seat ASU dan Aushit kaleee :mrgreen:

          •  

            Wiik 2 kali tuh bung sempak kena srampang sesepuh. Mak jleb dah

          •  

            Bung sempak, setiap pembelian alutsista baru pasti dikirim 2 tim dari TNI ke negara pembuat untuk ikut pelatihan.
            1 tim yg isinya orang2 yg akan mengawaki alutsista tersebut, 1 tim lagi yg akan merawat alutsista tersebut (tim teknisi). Tim teknisi ini yg disebut bung whermacht sbg org2 serba bisa a.k.a Indonesian McGyver.
            Pelatihan ini biasanya sudah masuk di harga paket pembelian alutsista tersebut selain paket persenjataan dll. Info ini bukan hal rahasia. Di koran cetak juga sering disebutkan kok kalau ada berita pembelian alutsista baru. He3…

      •  

        sekalian dicopy di pt DI bung, biar kita buat sendiri, jangan lupa tucano nya…paling suka baling2 bambu..he3

  6.  

    solar

  7.  

    pitu…

  8.  

    Ikut absen juga no. 7

  9.  

    absen juga

  10.  

    Lanjutkan…..!!!!

  11.  

    “Pesawatnya pun masih bisa dipakai 15-20 tahun ke depan. Pada saat itu, pesawat-pesawat baru sudah berdatangan”.waduh..yang baru itu apa ya A400??

    92,1 trilyun Anggaran 2013 baru kepake 27,8 trilyun..sisanya dah kepake buat mesen apa ya..apa malah belum kepake??

    •  

      yang baru CN 295 bung 🙂

    •  

      Duit di simpan atau di depositokan dulu kaya di pemda2 itu lumayankan bunga duitnya, mungkin sistemnya pesan dulu setelah barang datang barangnya baru dibayar mirip2 COD gitulah, dan tahun 2014 ini barangnya mulai berdatangan, maaf analisa ngawur 🙂

    •  

      Ngga’ gitu juga bung nug.. karena komen anda bisa menjurus ke fitnah, lebih baik diskusi yang konstruktif dan jangan di ” gebyah uya”…maklum komen tukang ojek.

    •  

      Bisa saja kalau Anggaran tidak di pakai, tahun berikutnya bisa di turunin. waktu itu pernah terjadi anggaran untuk betulin jalanan yg tidak terpakai semua, tahun berikutnya anggaran di turunkan sebab di anggap ada anggaran lebih.

      makanya kalau ada anggaran lebih di pakai semua. Atau mungkin ada kendala lain seperti Dolar yg sangat tinggi. jadi di tunda dulu pembeliannya.

  12.  

    kalau sisa kan tinggal bilang sama Menkeu, bisa tidak diluncurkan utk pengadaan tahun depan, karena pengadaan alutsista tidak mudah dan cukup rumit.

  13.  

    clue kah? ? ?

  14.  

    Nunggu Om@Nara, PS & narasumber lain nya utk memberikan sedikit petunjuk ttg hal ini. 🙂

  15.  

    siap2 rekon SIMAK BMN ya pak pur di semester I TA 2014…hehehehehehehe

  16.  

    br bgt smp kantor…udh 20 besar.

  17.  

    wah besar sekali
    mantap mudah2an alutisistanya sesuai dengan A1
    ngarep.com

  18.  

    Hibah lagi hibah lagi…kalau di sadap habis lah. Transponder di pesawat hibah sudah bs melacak pangkalan udara yg rahasia. blelum lagi alat penyadap komunikasi.

  19.  

    Hibah lagi hibah lagi…kalau di sadap habis lah.

  20.  

    Menurut saya yang ngeri ngeri sedap adalah pernyataan pak pur yang ini “Perlu diketahui, pengiriman alutsista jangkanya panjang. Sampainya di tanah air, tidak pada saat itu juga,” kata Purnomo Yusgiantoro…colek komandan nara untuk terawangannya…trima kadih.

  21.  

    yg penting dana dipergunakan untuk pembelian persenjataan dan kesejahteraan prajurit…bila dikorupsi tembak mati

  22.  

    ajib

  23.  

    Sambil nyruput ngopi. Nyimak y?

  24.  

    Kalo kita pesen brg impor artinya hrs siap duit cash utk bayar … duit tsb di simpan di bank kita.
    TNI simpan duit cash di b Mandiri trus bank kirim jaminan pembayaran ke produsen alutsista di LN bisa L/C, BG, SBLC dg kondisi duit akan cair bila barang sdh siap, jadi kalo alutsista dibuat dlm 1 thn, maka duit tetep ada di b Mandiri & status duit tsb tercatat blm terpakai
    *** tiap jenis impor tergantung kondisi perjanjian awal, ada yg diharuskan byr DP ato malah 100% byr dimuka, pola jaminan bank teknis nya jg sangat rumit
    (info anak lulusan sekolah rakyat)

  25.  

    Lha iya, realisasi anggaran sudah melebihi 30%, berarti 100%+30%, jangan2 apa yg disampaikan @Bung Nara, bahwa pesanan sudah dibayar lunas itu benar. Dan pernah dijelaskan juga oleh pak Pur, bahwa beli alutsista itu tidak ada yg ready stok, jadi perlu waktu utk membikin dulu. Komentar Pak Moel kedatangan alutsista mulai 2014 dst makin deras. Wah tinggal nunggu berita kedatangannya, sambil jualan ayam di pasar.

  26.  

    Bukannya C-130H hibah Australia sudah resmi kita tolak setelah insiden penyadapan sama Australia?

    Terima kasih

  27.  

    Setuju dengan @den bdg, setiap pembelian barang impor pasti harus sudah tersedia duit cash dr si pembeli atau bank penjamin, pabrikan tdk akan memproduksi barang jika belum ada jaminan duitnya ada.. selain dengan pembayaran by LC, Bank Garansi, juga bs dg Kredit Expor yg disediakan negera pembuat, ..untuk dana pembelian alutsista sangat kecil laa kemungkinan di bungaain dl,,apa lagi bunga deposito skrng kan sangat kecil..

  28.  

    wuih Myanmar sdh rencana ngerakit pesawat tempur JF-17 Thunder. kita kapan ya? Rafale/Gripen NG dulu boleh lah.

    (DefenseStudies)Through introducing technology from China and Pakistan, Myanmar plans to produce FC-1/JF-17 Xiaolong/Thunder multirole fighters domestically for its air force, reports the Yangon-based Myanmar Times.

  29.  

    Jadi serba salah rasa nya kalo anggaran yg tersedia abis semua dipake nanti ada yg bilang katanya TNI boros..klo gak kepake ktnya TNI kurang pandai buat anggaran…tpi apa mereka sadar bahwa alutsista itu butuh biaya perawatan kalo isa beli gak isa ngerawat kan percuma bisa2 pesawat yg umurnya 15thn malah cman isa digunakan hanya 10thn..kalo ad sisa anggaran kan isa bt jaga2

    •  

      Namanya aja ngga suka mau apa. Sebagus apapun yang di lakukan pasti jelek aja. Kalo orang kayak gitu mending di ajak cari opm keluar masuk hutan biar tau rasa

  30.  

    hwmm… masih banyak sisanya, ko ga diabisin..
    yaa 90% kek, terus pilih alutsistanya yg mumpuni, jadi seperti antri menungu kereta lewat..
    gak nyesek toh keretanya panjang, coba kalo kepalanya doang yg lewat.. e’nek deh..
    kan boleh tuh pesan (35) terserah mau SU atau F. tentu saja AS teramat cerdas, dengan hibah berbagai radar, penjaga wan kan ga mungkin pakek s300-400 kecuali patriot, KRI juga sama ko dari barat, begitu juga KS.. su, mi, dan berbagai rudal udara k darat boleh dari timur kecuali membubarkan radar dari barat lalu evaluasi mana yg bisa mana yg enggak, atau jika memang bisa.. bagaimana caranya menyatukan persenjataan dari timur dan barat

 Leave a Reply