Anggota Keluarga ISIS Dipindahkan ke Utara Mosul

Mosul Irak, ( Staff Sgt. Jason Hull / commons.wikipedia.org)

Baghdad – Sekitar 1.400 istri dan anak-anak para tersangka militan ISIS yang berasal dari berbagai negara sudah dipindahkan ke sebuah tempat baru sebelah Utara Mosul, pihak berwenang di Irak membenarkan pada Senin 18-9-2017.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menepis kekhawatiran dari organisasi-organisasi bantuan, yang tak diberi tahu mengenai pemindahan itu. “Mereka dipindahkan ke sebuah lokasi yang aman dengan layanan yang lebih baik di Tal Keif di bawah supervisi pasukan Irak dan komite-komite yang mempunyai kekhususan,” demikian sebuah pernyataan militer Irak.

Para pejabat bantuan asing di Irak mengatakan pada Minggu 17-9-2017, mereka “sangat khawatir” mengenai wanita-wanita dan anak-anak tersebut, yang sudah ditahan oleh Irak sejak 30 Agustus 2017 di kamp transit Hammam al-Alil, di sebelah Selatan Mosul.

“Wanita-wanita dan anak-anak ini sangat rentan. Mereka punya hak untuk dilindungi dan dibantu, tidak perduli tuduhan apa yang ditimpakan pada para anggota keluarga mereka,” menurut Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) dalam sebuah pernyataannya pada Senin 18-9-2017.

Tidak satupun dari kelompok-kelompok bantuan itu yang menyokong para keluarga di kamp tersebut, termasuk PBB, diberitahu di awal mengenai pemindahan tersebut, kata wanita juru bicara NRC di Irak, Melany Markham. Kaum wanita dan anak-anak itu diangkut dengan menggunakan bus-bus. Banyak di antara mereka tak membawa barang-barang miliknya.

Para petugas bantuan meminta pihak berwenang Irak untuk diberi akses ke keluarga-keluarga dan menyerukan pemerintah-pemerintah asing untuk bertindak cepat atas nama warga negara mereka. “Organisasi-organisasi dan perwakilan-perwakilan kemanusiaan dari negara-negara tempat mereka berasal hendaknya diizinkan untuk memberikan bantuan kepada para keluarga itu,” ujar NRC.

Lebih 300 keluarga berasal dari Turki, banyak yang datang dari negara-negara bekas Soviet, seperti Tajikistan, Azerbaijan dan Rusia, menurut angka-angka awal dari tentara Irak. Usaha-usaha untuk menentukan kebangsaan para keluarga tersebut terus dilaksanakan, kata Laila Ali, seorang wanita juru bicara dari Unicef. “Sesudah itu jejak keluarga dan progres pemulangan akan dimulai.”

Sebagian besar keluarga sudah menyelamatkan diri ke Tal Afar sesudah pasukan Irak mendesak para militan ISIS keluar dari Mosul. Pasukan Irak menguasai kembali Tal Afar, kota yang ditempati sebagian besar oleh etnis Turkmenistan yang memproduksi sebagian dari komandan senior ISIS, bulan lalu.

Ini adalah kelompok terbesar dari orang-orang asing terkait dengan ISIS yang ditahan oleh pasukan Irak sejak mereka mengusir para militan keluar dari Mosul dan kawasan-kawasan lain di bagian utara Irak, kata seorang pejabat bantuan. Ribuan orang asing sudah bertempur untuk ISIS di Irak dan Suriah. (Antara/Reuters).

Tinggalkan komentar