Aug 112017
 

(Tony Webster / commons.wikimedia.org)

Timika – Kopda Andi Anggota Unit Intel Kodim 1710 Mimika korban penganiayaan saat terjadi bentrok antar kelompok nelayan pada Rabu 9-8-2017 lalu, di kawasan Pelabuhan Paumako Timika, segera dirujuk ke Surabaya, Jawa Timur untuk menjalani perawatan lanjutan.

Korban Kopda Andi mengalami luka bacok di kepala dan punggung akibat ditombak oleh seseorang sewaktu bentrokan antar kelompok nelayan lokal dengan nelayan luar Papua di sekitar kantor Polsek Kawasan Pelabuhan Paumako, ungkap Komandan Korem 174 Anim Ti Waninggap Merauke Brigjen Asep Gunawan, pada Jumat 11 Agustus 2017  di Timika.

“Saya sudah menjenguk anggota saya Kopda Andi di RSUD Mimika. Kondisinya kasihan sekali. Dia terkena tombak di punggung belakang sampai mengenai saraf pusat. Dua kakinya lumpuh, tidak bisa digerakkan. Hari ini atau besok secepatnya akan kami evakuasi ke luar Papua karena dokter di RSUD Mimika tidak bisa menangani,” ujar  Danrem 174.

Kopda Andi semula direncanakan untuk dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta, tetapi sebab pertimbangan keluarganya bermukim di Surabaya, maka Kopda Andi rencananya akan dirujuk ke RSPAL Surabaya.

Brigjen TNI Asep Gunawan menjelaskan, berdasarkan analisis pihak kedokteran RSUD Mimika, maka proses perawatan Kopda Andi atas luka-lukanya itu membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Dokter mengatakan mudah-mudahan Kopda Andi, anggota kami ini dapat sembuh, jika tidak, Kopda Andi dapat mengalami cacat permanen sebab lukanya sampai mengganggu saraf pusat,” tutur Brigjen  TNI Asep Gunawan.

Danrem 174 Anim Ti Waninggap Merauke menyesalkan terjadi peristiwa bentrokan antar kelompok nelayan di Pelabuhan Paumako Timika sampai memicu tindakan anarkis merusak fasilitas kantor Polsek Pelabuhan Paumako, bahkan mengakibatkan seorang warga meninggal dunia atas nama Theo Cikatem.

“Saya menyesalkan kejadian itu. Seharusnya semua masalah dapat kita selesaikan dengan kepala dingin, bukan dengan melakukan tindakan anarkis sampai menyebabkan jatuh korban jiwa pada masyarakat dan korban luka-luka baik menimpa masyarakat maupun anggota kami,” kata Komandan Korem 174 Anim Ti Waninggap Merauke Brigjen Asep Gunawan.

Adapun seorang warga lainnya atas nama Rudi yang mengalami luka tembak pada bagian tangannya sampai sekarang ini masih menjalani perawatan di RSUD Mimika. Dirilis Antara 11 Agustus 2017

Bagikan :

  4 Responses to “Anggota TNI Korban Penganiayaan Dirujuk ke Surabaya”

  1.  

    opo iki ?

  2.  

    Postur tubuh Org dr pulau cendrawasih ini besar2 dan ototnya kuat2. Kalo diserang dng org2 ini walau tdk bersenjatapun mereka, daya pukulnya bisa berakibat sangat serius.
    Semoga cepat sembuh.

  3.  

    Komnas HAM mana?????????

 Leave a Reply