Jul 082017
 

(Tony Webster / commons.wikimedia.org)

Pekanbaru  – Anggota TNI AD Serda Musaini yang bertugas di Koramil 06 Kateman, Indragiri Hilir, Riau, meninggal dunia setelah ditikam dengan keris oleh seorang pria (TM) 22 tahun. Kepolisian Sektor Kateman, menangkap pria tersebut atas perkiraan menusuk Serda Musaini (55 tahun) dengan keris yang menyebabkan korban tewas.

“Karena luka yang dialami cukup parah, korban akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Musa Sungai Guntung, Jumat 7-7-2017 sekitar pukul 14.15 WIB,” ujar Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol.Guntur Aryo Tejo, di Pekanbaru.

Asal mula perkaram pada hari Jumat 7-7-2017 pukul 13.00 WIB, selesai Shalat Jumat, pelaku TM melakukan atraksi atau “standing-standing” menggunakan sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tagaraja. Kelakuan tersangka ditegur korban bersama rekannya Kopka Candra.

Tersangka yang tidak senang dengan teguran tersebut lantas melawan, yang ditanggapi korban dengan menamparnya. Mendapat perlakuan itu, tersangka tidak terima yang kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka menghubungi korban via telepon seluler untuk mengajak bertemu.

Tersangka lalu menunggu korban di depan Kantor Bhabinsa Tagaraja yang kemudian menjadi tempat kejadian perkara.

Pada saat korban sampai di tempat, tersangka langsung menikamnya dengan senjata tajam jenis Keris. Warga berdatangan memberikan pertolongan dengan membawa korban ke RSUD Raja Musa, sedangkan rekannya Kopka Candra mengamankan tersangka ke Markas Polsek Kateman.

Hasil visum tim dokter RSUD Raja Musa Sungai Guntung menyatakan, korban terkena tusukan di perut dan dada, serta luka sayat di lengan kanan. Akibatnya, korban meninggal dunia.

“Tersangka telah diamankan di Mapolsek Kateman untuk penyidikan lebih lanjut,” ujar Kombes Pol.Guntur Aryo Tejo, dilansir ANTARA, 8-7-2017.

Bagikan:

  12 Responses to “Anggota TNI Tewas Usai Tegur Pemotor Ugal-ugalan”

  1.  

    yakin, dia pasti tak akan pernah lihat lagi pemandangan indah seumur hidupnya

  2.  

    Klo kawan2 TNI ga ngapa2in orang ky gini bt balas dendam
    letoy namanya!!!

    •  

      Hukum adalah panglima tertinggi TNI, jadi biarkan berjalan sesuai hukum yg berlaku di Negara kita ..
      Tp yang ditakutkan kalo jiwa korsa mereka mucul.. hahahaa seperti kasus lapas cebongan DIY

  3.  

    HUKUM_MATI

  4.  

    Sunat sampai bersih

  5.  

    TNI AL Butuh 42 Kapal Patroli baru Hingga 2024 malon jangan jantungan ya

    Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut membutuhkan 42 kapal patroli cepat 40 meter untuk dioperasikan di 14 pangkalan utama TNI AL yang tersebar di seluruh Nusantara. Semua kapal patroli itu akan diproduksi oleh galangan kapal dalam negeri.

    “Hari ini, TNI AL menerima alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, KRI Kurau 856, yang merupakan pengadaan kapal patroli cepat ke-20,” kata Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi di dermaga Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (6/7).

    Saat ini, TNI AL punya 16 kapal patroli cepat dan empat kapal cepat rudal. Diharapkan hingga 2024 masih ada sekitar 20 kapal patroli cepat yang dibuat. ”Saya yakin bisa tercapai tujuh tahun. Semuanya kita beli di galangan kapal nasional,” kata Ade.

    Kebutuhan kapal patroli cepat itu direncanakan untuk mengisi 14 pangkalan TNI AL di seluruh Indonesia. Tujuannya, menjaga keamanan dan kedaulatan laut. Sementara kapal cepat rudal akan ditempatkan di Markas Komando Armada Barat dan Timur. Kalau di setiap lantamal memiliki kapal patroli, itu lebih efisien dari sisi logistik karena dekat dengan daerah operasi. ”Sebenarnya, kalau dihitung luas laut, kita butuh 200 kapal. Tapi, di masa damai, ada instansi lain, seperti kementerian dan Kepolisian Negara RI, yang punya kapal untuk keamanan laut,” tutur Ade.

    Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Laksamana Madya Widodo juga mengungkapkan optimisme senada. Menurut dia, Kemhan memetakan galangan kapal yang mampu membuat kapal patroli. Ia menambahkan, banyak galangan kapal swasta nasional yang mampu membuat kapal patroli 40 meter. Selain itu, ada galangan yang bisa membuat kapal patroli cepat 62 meter. Untuk kapal jenis landing platform dock, ada industri swasta nasional yang ditunjuk.

    Lebih jauh, Ade mengatakan, pihak TNI AL juga melihat industri dalam negeri mampu membangun kapal-kapal sederhana, seperti kapal patroli 40 meter. Menurut dia, yang penting adalah persamaan dalam segi desain dan peralatan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan operasional TNI AL.

    Direktur Utama PT Caputra Mitra Sejati (CMS) Kriss Pramono mengatakan, ini kapal patroli kedua yang dibuat perusahaannya. Galangan kapalnya mampu membuat beberapa kapal paralel. Saat ini, PT CMS juga membangun kapal serupa dengan KRI Kurau 856.

    Kepala Dinas Penerangan AL Laksamana Pertama Gig Sipasulta mengatakan, KRI Kurau 856 itu memiliki kecepatan maksimal 24 knot dan kecepatan jelajah 18 knot. Kapal ini dapat bertahan enam hari di laut dengan kemampuan jelajah 3.022 kilometer.

  6.  

    Hukum mati!!

  7.  

    Iya bener. Klu pd jaman batu ntu orang seperti ini hukumannya direbus hidup-hidup :hn

  8.  

    biar greget sekalian semua anggota punakawan gareng, bagong dan semar…

  9.  

    ane aja kalo liat abg allay naek motor kayak gitu pengen nimpung batangan besi ke roda depan biar ngunci sampe ngusruk dah tu bocah…

  10.  

    Kok ya masih ada geng motor bersenjata…kok di biarkan berkembang koyok virus….berantas habis…bulan depan target semua geng motor pada rontok semua

 Leave a Reply