Feb 122019
 

JakartaGreater.com – Kru kendaraan beranggotakan empat orang di Resimen Kavaleri Angkatan Darat A.S. (U.S. Army) ke-2 di Eropa telah memenangkan kemenangan pribadi di awal Februari 2019 ketika mereka mengalahkan kru lain untuk mengklaim hadiah “Top Gun” skuadron mereka, seperti dilansir dari laman Task & Purpose.

Tetapi prestasi kru menggarisbawahi fakta tidak nyaman bagi Angkatan Darat A.S. karena tengah berjuang untuk menyamai peningkatan militer Rusia sendiri di wilayah Eropa.

Awak Anti-Tank Guided Missile (ATGM) M1134 Stryker yang mengoperasikan kendaraan tempur terberat yang dimiliki oleh militer Amerika secara permanen di benua biru. Sementara itu Rusia sendiri pun telah tumbuh dan meningkatkan pasukannya di sepanjang sisi timur Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Di Eropa, Angkatan Darat A.S. Kalah Senjata.

“Satu kru ATGM membuktikan bila keahlian mereka lebih besar dari rekan-rekan mereka”, bual Skuadron ke-4 Resimen Kavaleri ke-2 dalam akun media sosial. Sebuah foto (dibawah) menggambarkan kru Stryker yang beranggotakan empat orang dengan bangga berdiri di salju di depan kendaraan lapis baja delapan roda mereka sambil memegang tabung kosong rudal anti-tank Javelin.

Awak ATGM Stryker U.S. Army di Eropa © 4th Squadron, 2nd Cavalry Regiment

M1134 ATGM Stryker memiliki fitur turret yang mengemas dua Javelin. Sebuah Javelin dapat membawa hulu ledak sekitar 20 pound dengan jangkauan lebih dari satu mil.

Skuadron ke-4, Resimen Kavaleri ke-2 bermarkas di Vilseck, Jerman beserta 3 skuadron resimen lainnya dengan 300 unit kendaraan Stryker mereka mewakili satu-satunya pasukan Amerika yang dimekanisasi secara permanen di Brigade Lintas Udara ke-173 Angkatan Darat juga berpusat di Eropa.

Angkatan Darat A.S. sementara ini menyebarkan satu brigade lapis baja pada suatu waktu ke benua itu, masing-masing dengan rotasi 9 bulan. Brigade lapis baja yang tipikal memiliki sekitar 90 unit tank M-1 Abrams dan 130 unit ranpur invanteri M-2 Bradley plus sekitar 18 unit M-109 howitzer swagerak.

Selama beberapa dekade tentara Amerika mempertahankan kekuatan besar di Eropa guna mempertahankan diri melawan Uni Soviet dan kemudian Rusia. Tapi tingkat kekuatan ini menurun drastis setelah berakhirnya Perang Dingin, hingga 2012 Angkatan Darat A.S. memiliki empat brigade di Eropa, dua di antaranya dengan tank.

Kapten James England, Komandan Kompi B, Batalyon ke-1 Resimen Lapis Baja ke-66, berdiri di depan sebuah MBT M1A2 Abrams SEP V2 yang telah terinstal dengan ARAT terbaru. © Kemenhan AS

Pemerintahan Obama pun memangkas dua brigade tank yang berbasis di Eropa setelah pertikaian plafon utang 2011 dengan Kongres A.S. yang menghasilkan UU Pengendalian Anggaran dan pemotongan anggaran “sekuestrasi” otomatis. Angkatan Darat A.S. secara permanen di Eropa menurun dari 40.000 menjadi sekitar 25.000.

Dua tahun kemudian pada tahun 2014, Rusia “menginvasi” Ukraina. Pentagon berebut untuk mengembalikan kekuatan tempurnya di Eropa. Dan pemerintah Obama menganggarkan miliaran dolar untuk penempatan sementara ke Eropa di bawah naungan Inisiatif Jaminan Eropa.

Namun peningkatan permanen pasukan yang berbasis di Eropa pun tidak akan terjadi. Dan lima tahun setelah invasi Rusia ke Ukraina, Resimen Kavaleri ke-2 dengan Stryker masih merupakan formasi Amerika terberat yang selalu ada di Eropa.

Resimen Kavaleri ke-2 menghadapi musuh yang kuat. Rusia menyimpan sekitar 760 tank dalam unit reaksi cepat dari anggota Baltik NATO. Sementara itu, negara-negara NATO hanya menyimpan sekitar 130 tank diwilayah yang sama dan itu termasuk 90 unit tank M-1 Abrams Amerika.

Kendaraan tempur infanteri M2 Bradley meluncurkan rudal anti-tank TOW © US Army

Pada tahun 2016, dalam RAND membuat skenario perang invasi Rusia ke Baltik. Dalam skenario RAND, pasukan Rusia dengan cepat menyerbu pasukan NATO yang bersenjata ringan. Aliansi NATO dengan cepat menyebarkan helikopter dan pasukan udara untuk menghadapi pergerakan Rusia. Namun, tank NATO terlalu lambat untuk tiba.

“Apa yang tidak bisa tiba di sana tepat waktu adalah jenis pasukan lapis baja yang diperlukan untuk dapat terlibat dengan rekan-rekan Rusia mereka dengan syarat yang sama, menunda pergerakan mereka, lebih sering terkena serangan dan lebih efektif dari serangan udara dan darat, menjadikan mereka sasaran atas serangan balik”, jelas RAND.

Resimen Kavaleri ke-2 menyadari ini sejak awal bahwa ia memiliki peluang kecil untuk mengalahkan kekuatan besar tank Rusia. Pada 2015 resimen itu bahkan mendesak meminta senjata yang lebih berat untuk kendaraannya, yang pada saat itu dipersenjatai dengan senapan mesin M-2.

Kongres AS mengalokasikan $ 300 juta untuk meningkatkan sekitar 80 Stryker dengan menara baru dan senjata 30 mm. 80 kendaraan lain akan mendapatkan menara dengan peluncur kembar Javelin, mengubahnya menjadi M1134 ATGM Stryker yang dioperasikan oleh kru Skuadron ke-4 yang memenangkan hadiah. 160 unit Stryker bersenjata mulai berdatangan ke Eropa pada akhir 2017.

Namun, bahkan Stryker bersenjata rudal hanya berbobot 20 ton, sepertiga dari berat tank tempur utama M-1 Abrams. Stryker bukan tank. Dalam pertarungan langsung antara pasukan AS dan Rusia di hari-hari awal perang konvensional “teoritis” di Eropa, Rusia dengan kendaraan mereka yang lebih berat dan lebih banyak memiliki “keunggulan penting”, menurut RAND memperingatkan.

  6 Responses to “Angkatan Darat A.S. Kalah Senjata di Eropa Dibanding dengan Rusia”

  1.  

    Jumlah tank nato cuma 130? Wah wah wah

  2.  

    kalo mau perang darat di eropa hrs siap menerima kiriman maut … ribuan rudal balistik, pelor meriam besar, hujan roket MLRS, jelas Rusia punya dg jumlah sangat besar, itu semua blom termasuk arsenal nuklir …

  3.  

    Huehuehue….. Tambah ngompol lagi amer

    😎

  4.  

    NATO48 oh NATO48.. 🙁

  5.  

    USA kalah jumlah alutsista darat di Eropa?? Hhhhhhhhhhh…. Itu bukanlah hal penting. Kenapa?? Karena jumlah arsenal darat dan personil pasukan NATO tanpa USA sendiri sudah sangat besar dibandingkan dg Rusia. Rusia punya 770 ribu pasukan aktif dan 1 juta cadangan, sedangkan NATO tanpa pasukan USA punya 2 juta personil dan itu belum melibatkan gabungan pasukan USA dan Kanada yg jumlahnya bisa sampai 1,4 juta orang. Dari sini saja mereka sudah kalah jumlah.

    Rusia memang punya 20.200 atau 20.300 tank MBT. Tapi yg aktif hanya sekitar 2700 unit terdiri dari 1900 T72 series termasuk T72B3, 450 T80U, 350 T90A dan 10-20 unit T-14. Total hanya sekitar 2720an.. Itu berarti hanya 13% MBT Rusia yg aktif. Mengingat sebagian besar alutsista Rusia termasuk darat juga buatan semasa Uni Soviet, kemungkinan besar alutsista darat macam IFV, APC, Artileri, hingga MLRS yg aktif tak lebih dari 10-15%. Anggaran militer Rusia saat ini terlalu kecil untuk memodernisasi alutsista lama mereka ataupun membuat alutsista baru.

    Bandingkan dg alutsista utama NATO, ambil contoh MBT dan anggap MBT USA belum bisa ditempatkan sebagian ke Eropa. Itu saja masih lebih besar milik NATO. Mereka punya 7906 MBT modern dan kebanyakan MBT tua buatan tahun 90an. Jelas perbandingan MBTnya saja hampir 3:1. Bahkan andaikan kedua front hanya punya 40% dari total MBT yg tersedia dilapangan, hanya ada 1088 MBT Rusia berhadapan dg 3162 MBT NATO.

    Mau bicara perang nuklir?? Rusia hanya punya 6850 hulu ledak Sedangkan anggota NATO punya 7065, 215 lebih banyak dari punya Rusia. Kalopun China ikut join dg Rusia, total nuklir mereka 7130 buah dan bila Israel join NATO, NATO akan punya 15 hulu ledak lebih banyak dari Rusia+China. Pakistan mungkin akan milih Rusia dan China, India jelas akan memilih NATO karena ada China dan Pakistan disana. Apalagi India adalah anggota Commonwelth. Korut kemungkinan besar akan melucuti nuklir mereka sebagai syarat penyatuan dua Korea.

    •  

      Bahkan kalo bicara soal geografis, alutsista akan lebih sulit dimobilisasi karena hanya sedikit akses jalan raya dan rel kereta dari timur ke barat dan sebaliknya. Begitu jalan, jembatan dan rel trans Siberia diputus maka Rusia takkan bisa bertahan lama menghadapi front Eropa. Apalagi jika mereka diserang dari tengah (Turki dan Afghanistan) dan Timur. So, kekalahan Rusia di Eropa sudah sangatlah Jelas. Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh Hhhhhhhhhhh