Jan 112019
 

Tim Navy SEAL Amerika Serikat mengamankan lapangan terbang Pangkalan Udara Al Asad, Irak, 3 September 2007, saat Air Force One mendarat. Presiden George W. Bush, Sekretaris Negara Condoleezza Rice, Menteri Pertahanan Robert M. Gates dan yang lainnya bertemu di Al Asad untuk berbicara dengan para pemimpin pemerintah Irak, para sheik dari provinsi Al Anbar dan anggota layanan AS yang dikerahkan ke Irak. (Cherie A. Thurlby for DoD – DefenseImagenry.mil via commons.wikimedia)

Sumber media Irak melaporkan bahwa Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) berencana mendirikan beberapa pangkalan militer baru di provinsi al-Anbar di Irak Barat.

“AS bermaksud untuk mendirikan empat pangkalan permanen yang dilengkapi dengan peralatan militer canggih di berbagai kota di provinsi al-Anbar,” kata situs berita Al-Maloumeh mengutip sumber keamanan di provinsi al-Anbar.

Sumber tersebut mencatat bahwa pangkalan militer AS akan didirikan di Ma’askar Tareq di wilayah Fallujah, pangkalan San al-Zib Utara al-Baghdadi, al-Khafaseh di kota kota Hadisa dan satu lagi yang terletak di antara kota Ravah dan Biji Barat dari kota al-Ramadi.

“Jumlah pangkalan militer AS di provinsi al-Anbar Irak akan meningkat menjadi sembilan, setelah empat pangkalan itu didirikan,” tambahnya.

Namun, belum ada laporan tentang alasan atau pembenaran di balik mendirikan lebih banyak pangkalan militer di provinsi al-Anbar.

Dalam perkembangan yang relevan pada hari Minggu, sumber-sumber Irak melaporkan bahwa Washington telah mengerahkan kelompok besar tentara di Irak Barat; sejumlah pasukan militernya yang sebelumnya ditempatkan di Suriah.

Sumber tersebut dikutip oleh saluran berita RT Rusia mengatakan bahwa lusinan tentara AS yang ditempatkan di Suriah telah dipindahkan ke pangkalan Ein al-Assad di provinsi al-Anbar di Irak Barat.

“Laporan bahwa pasukan AS yang telah meninggalkan Suriah sekarang ditempatkan di Erbil di wilayah Kurdistan Irak tidak semuanya benar. Sebagian besar pasukan ini telah pergi ke pangkalan Ein al-Assad di provinsi al-Anbar dan sejumlah lainnya telah dikerahkan di pangkalan militer di provinsi Irak lainnya,” tambah mereka.

Menurut sumber, pasukan AS masih ditempatkan di perbatasan Irak-Suriah dan belum sepenuhnya meninggalkan Suriah.

Sebuah sumber informasi mengatakan pada hari Sabtu bahwa sejumlah besar senjata buatan AS telah dikirim ke pangkalan udara Ein al-Assad di provinsi al-Anbar.

“Sejumlah pesawat militer AS, yang membawa senjata dan peralatan militer, tiba di pangkalan udara Ein al-Assad di wilayah al-Baghdadi di kota Hit di al-Ramadi Barat. Tidak ada alasan yang disebutkan untuk penerbangan ke pangkalan udara ini dan rincian tentang senjata yang dikatakan canggih,” sumber itu dikutip oleh kantor berita Irak al-Wa’e.

Dia menambahkan bahwa beberapa hari yang lalu, sejumlah besar kendaraan militer AS juga telah tiba di Ein al-Assad, mencatat bahwa pasukan Amerika mengambil bantuan dari perusahaan keamanan untuk mentransfer peralatan militer ke posisi mereka di Irak dan orang-orang militer dikirim ke berbagai tempat di pesawat.

Pangkalan udara Ein al-Assad Irak menjamu Presiden AS Donald Trump pada 26 Desember, sebelum Tahun Baru. Trump menggarisbawahi dalam sambutannya bahwa ia sama sekali tidak bermaksud menarik pasukan dari Irak.

Sumber: Farsnews

 Posted by on January 11, 2019

  4 Responses to “Angkatan Darat AS Berencana Bangun 4 Pangkalan Militer Baru di al-Anbar”

  1.  

    gripenk first debut…….anime brow….anime 🙄

    https://www5.gogoanime.in/girly-air-force-episode-1