Mar 092019
 

Kendaraan Tempur Infanteri (IFV) Stryker Dragoon akan dilengkapi amunisi Swimmer © US Army

JakartaGreater.com – Permintaan Informasi (RFI) yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Komando Kontraktor Angkatan Darat AS mengungkapkan bahwa para pejabat militer mencari Remote Weapons System (RWS) baru dan dilengkapi meriam otomatis 30 mm serta senapan mesin 7,62 mm, seperti dilansir dari laman BAE Systems.

Menurut nota yang dirilis 6 Maret lalu mencatat bahwa Remote Weapon System XM813  dan persenjataan tambahan perlu dipasang untuk platform kendaraan tempur medium, harus menyertakan kamera termal untuk melihat kendaraan yang terletak lebih dari tiga mil jauhnya.

Task & Purpose melaporkan bahwa kendaraan yang sesuai dengan sistem terbaru ini termasuk APC M113 dan Armored Multi-Purpose Vehicle (AMPV), yang diperkirakan akan menggantikan armada M113 era Vietnam dalam periode beberapa tahun.

Posting selanjutnya meminta pejabat industri pertahanan untuk memberikan informasi sehingga para pejabat militer lebih mampu melakukan penelitian pasar serta mencari pihak yang berkepentingan yang mampu memenuhi kebutuhan yang diuraikan.

“XM813 saat ini merupakan meriam kaliber medium 30 mm yang akan bisa menunjukkan efek yang dioptimalkan terhadap personel yang ada di depan atau belakang penutup, serta dibalik dinding dengan penggunaan sekering multi guna yang memberikan efek airburst, titik tunda ledakan, detonator dalam satu hulu ledak”, menurut Defense Blog tentang senjata baru itu.

Awak ATGM Stryker U.S. Army di Eropa © 4th Squadron, 2nd Cavalry Regiment

Menambahkan bahwa ini juga dapat memberi efek yang dioptimalkan terhadap target material seperti penetrator energi kinetik. XM813 adalah sistem senjata umpan ganda yang digerakkan otomatis secara elektrik, dioperasikan dengan rantai, berkemampuan pemilihan amunisi dan menembakkan amunisi 30 mm tanpa tautan (linkless).

RFI datang beberapa minggu setelah Angkatan Darat AS memberikan BAE Systems dua kontrak modifikasi senilai lebih dari $ 575 juta untuk produksi awal AMPV dalam suatu langkah untuk memenuhi kebutuhan Armored Brigade Combat Teams.

Kesepakatan Februari 2019 akan menghasilkan 5 varian AMPV:

  1. XM1283 untuk Tujuan Umum
  2. XM1284 untuk Evakuasi Medis
  3. XM1285 untuk Perawatan Medis
  4. XM1286 untuk Komando dan Kontrol
  5. XM1287 untuk Pengangkut Mortir

Menurut Bill Sheehy, Direktur Program AMPV, bisnis kendaraan tempur BAE Systems, bahwa peralihan ke fase program AMPV menarik karena membawa tentara selangkah lebih dekat untuk mengerahkan kemampuan kritis dalam menyelesaikan misi mereka dan pulang dengan selamat.

“Kami telah mempersiapkan momen ini dan siap untuk membawa program ini ke tahapan selanjutnya”, tutupnya.

Kemitraan Pentagon-BAE Systems, yang sebelumnya telah menandatangani kontrak untuk fase Pengembangan Rekayasa dan Manufaktur dari AMPV di bulan Desember 2014, memperlihatkan prototipe AMPV pertama pada bulan Desember 2016. Militer Amerika secara resmi meluncurkan pengangkut infantri baru pada bulan Februari 2017.