Des 162018
 

Personel ranger US Army membidikkan senapan serbu M4 Carbine dilengkapi peluncur granat M203 © US Army

JakartaGreater.com – Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Mark Milley telah melancarkan perang tanpa henti melawan proses akuisisi Departemen Pertahanan AS yang disebut sebagai “purgatory” (api penyucian) untuk menggantikan senjata lama yang saat ini digunakan tentara dengan senapan serbu baru dan senjata kecil lain, seperti dilansir dari laman Task and Purpose.

Sejauh ini, senapan serbu M4 Carbine memiliki beberapa keberhasilan terbesar dari lini senapan serbu terdepan bersama Sig Sauer P320 sebagai XM17 menggantikan M9 Beretta sebagai pilihan yang diadopsi Angkatan Darat AS.

Tetapi menemukan upgrade untuk karabin M4 telah terbukti sebagai tantangan yang lebih sulit dipahami. Pada bulan November, rencana Angkatan Darat untuk membeli senapan serbu 7,62 mm sebagai solusi sementara akhirnya melepaskan hantu setelah berbulan-bulan ketidakpastian terkait anggaran.

Sekarang, Angkatan Darat AS sedang mengevaluasi senapan yang benar-benar dapat diturunkan dengan segera, kata Milley pada hari Rabu di sebuah Asosiasi US Army di Crystal City, Virginia.

Tentara AS menembakkan senapan serbu M4 Karabin yang dilengkapi peluncur granat © US Army via Wikimedia Commons

“Ada sejumlah penelitian dan pengujian yang dilakukan di Fort Benning, dan dengan mitra industri yang menunjukkan bahwa kita bisa memiliki senapan serbu di tangan tentara Amerika atau Marinir dalam waktu yang tidak terlalu lama, dengan dampak yang jauh lebih besar atau mematikan dan punya akurasi yang lebih baik”, katanya.

Senapan serbu yang dimodernisasi semakin mematikan dapat dikaitkan dengan jenis amunisi yang digunakan, tekanan ruang dan optiknya, kata Milley di AUSA’s Institute of Land Warfare. Dia tak mengungkapkan informasi spesifik tentang senapan, seperti apakah memiliki amunisi 5.56 mm atau 7.62 mm atau jika itu sepenuhnya otomatis, seperti senapan otomatis infanteri M27 yang digunakan oleh Marinir.

“Ini sistem yang sangat bagus”, kata Milley. “Mereka telah melakukan beberapa bukti prinsipil tentang itu dan ini nyata. Ini bukan fantasi dan industri bergerak cepat dan kami berharap bahwa dengan pendanaan yang sesuai, kita harus memiliki senjata khusus ini dalam waktu yang tidak terlalu lama, tapi saya tak akan menentukan apa yang “tidak terlalu jauh dimasa depan”.

Meskipun Milley mengatakan bahwa tentara saat ini memiliki senapan yang mampu mengimbangi musuh dimana pun di kolong langit ini, masalah dengan M4 dan M16 telah didokumentasikan dengan baik.

Senapan serbu terbaru, M4A1+ Angkatan Darat AS © National Interest

Cacat desain terbesar senapan serbu M4 adalah sistem operasi pelemparan gasnya, yang dapat dengan mudah mengotori, menyebabkan senjata itu macet tutur Mayor Jenderal (Purn) Robert Scales.

“Itu adalah kesalahan fatal dari M4 Carbine”, kata Mayjen (Purn) Scales kepada Task & Purpose. “Dan kamu tidak bisa memperbaikinya”.

Scales telah lama menganjurkan bahwa Angkatan Darat AS membutuhkan senapan serbu dengan tindakan yang solid dan nyata, seperti Heckler & Koch HK416, dimana semua bagian recoil beroperasi bersama sebagai satu sistem tunggal. Marinir saat ini menggunakan HK416 yang dikenal sebagai M27.

Idealnya, senapan serbu Angkatan Darat AS harus menembakkan amunisi antara 6.5 mm hingga 6.8 mm, karena akan “sangat akurat” serta mempertahankan kecepatan supersonik lebih lama daripada kaliber standar militer NATO yang ada, dan itu juga menghasilkan lebih sedikit gaya dorong sehingga mode tembakan yang sepenuhnya otomatis menjadi lebih stabil, katanya.

Senapan serbu US Army berikutnya juga harus mencakup peredam, karena pasukan awalnya menembakkan peluru yang mengeluarkan kilatan pada moncong dan suara tembakan dalam pertarungan jarak dekat, tambah Scales.

“Karena musuh terdekat seperti Rusia dan juga China terus memperluas kemampuan militer mereka, kita tidak bisa lagi mengorbankan modernisasi. Mulai dari senapan, hingga pembuatan kapal, termasuk sistem pertahanan rudal, sangat penting bagi AS mempertahankan keunggulan kompetitif atas negara-negara yang ingin kita kalah”, kata Senator Joni Ernst.

Prajurit Marinir Angkatan Laut China (PLA Navy) © USMC via Wikimedia Commons

“Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional 2018 (NDAA) termasuk amandemen saya untuk mengesahkan pengadaan yang dipercepat dari item yang tersedia secara komersial di luar rak untuk senapan serbu amunisi kaliber 7.62 mm, dimana sebagai anggota Komite Senat untuk Layanan Bersenjata, saya akan terus mendorong militer kita agar memiliki alat yang mereka butuhkan dan minta supaya menyelesaikan misi mereka dan tetap mematikan”, kata Ernst.

Untuk sementara waktu, tentara harus menunggu hingga saatnya Angkatan Darat AS dapat mengembangkan dan menugaskan senapan serbu pengganti M4 Carbine. Tak tahu apakah musuh-musuh AS akan menunggu sampai senapan serbu baru itu siap.

  4 Responses to “Angkatan Darat AS Ingin Buang Senapan Serbu M4, Yakin?”

  1.  

    Sudah hibahkan saja kenegara2 yg membutuhkannya jgn hibahkan ke milisi2 pemberontak jg proxynya.

  2.  

    Gara-gara pindad nih, pelurunya tembus baju protector angkatan darat mamarika, jadinya mereka pikir ulang bikin senjata

  3.  

    Itulah yang didapat akibat gengsi 😆 wkwkwkwk

  4.  

    Dan kenapa TNI mengadopsi standar NATO? Apakah potensi perang di masa depan adalah melawan mereka yang senjatanya berstandar NATO sehingga TNI gak akan kesulitan bila kehabisan amunisi dan mudah menemukan stok peluru saat perang? selain tentunya mudah menjualnya ke sana-sini… 😛 hihihihih