Jan 032018
 

Helikopter anti kapal selam (ASW) AgustaWestland AW-159 “Wildcat”. © Naval Technology

JakartaGreater.com – Dua platform yang akan membantu meningkatkan kemampuan Angkatan Laut Filipina (PN -Philippine Navy) untuk mempertahankan wilayah maritim yang luas di negara tersebut diharapkan dapat dikirim pada tahun 2018 ini. Hal ini diungkap oleh juru bicara Pertahanan Arsenio Andolong saat meng-update item pengiriman lain untuk PN tahun ini.

Dilansir dari laman Update.ph, salah satu kiriman tersebut adalah sistem rudal Spike ER (extended range) buatan Rafael Advanced Defense Systems Ltd yang akan dipasang pada 3 (tiga) kapal perang multiperan serbaguna (MPAC – multi-purpose assault craft) baru yang ditugaskan 22 Mei lalu, dengan nomor lambung BA-488, BA-489 dan BA491.

Senjata tersebut berada dalam mode anti-kapal yang berarti dapat melibatkan target kapal permukaan dan mampu menembus baja homogen setebal 1.000 mm (39 inci) dan memiliki jangkauan maksimum 5 mil.

Peluncuran rudal Spike NLOS (Non-Line Of Sight) buatan Rafael Advanced Defense Systems Ltd. © Rafael

Dan sementara tidak diberikan tanggal pasti untuk pengiriman rudal dan platformnya untuk tujuan keamanan, Andolong mengatakan bahwa senjata tersebut akan dikirim ke Filipina “paling cepat di kuartal pertama tahun ini”.

Rudal dan peluncurnya seharusnya dikirim pada bulan Desember tapi hal ini tidak terwujud karena beberapa masalah transportasi.

Sementara itu, item lain yang juga akan dikirmkan ke PN adalah 2 (dua) helikopter anti-kapal selam (ASW) AgustaWestland AW-159 “Wildcat” yang diperkirakan akan tiba pada kuartal terakhir tahun 2018 dan awal 2019, menurut Andolong menambahkan.

Dia pun tidak merinci lebih jauh tentang sistem persenjataan dan pengintaian yang akan dipasang pada helikopter AW-159 untuk alasan keamanan.

Helikopter yang disebutkan di atas akan ditandemkan dengan 2 (dua) kapal fregat yang telah dipesan untuk Angkatan Laut Filipina dari perusahaan Hyundai Heavy Industries, Korea Selatan.

Helikopter AW-159 (yang sebelumnya disebut Future Lynx dan Lynx Wildcat) adalah versi perbaikan dari helikopter militer Super Lynx produksi Westland.

Helikopter ini memiliki awak dua orang, dengan kecepatan maksimum 291 km/jam (181 mph), jangkauan 777 km (483 mil), jarak feri 963 km (598 mil) dan daya tahan 90 menit (488 mil) atau 270 menit jika dilengkapi dengan tangki bahan bakar tambahan.